Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Sukoharjo

industri Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan Analisis Faktor-Faktor Sektor Industri Pengolahan industri

Latar Belakang Skripsi 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu ukuran statistic yang menjadi indicator penting dalam mengukur tingkat perkembangan perekonomian di suatu daerah. PDRB sebenarnya merupakan nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi di suatu daerah pada kurun waktu tertentu.

Dengan melihat nilai PDRB ibi maka akan banyak didtesisapatkan berbagai informasi mengenai perkembangan ekonomi sektoral baik dalam hal volume produksi maupun harga (BPS Sukoharjo 2008). Kabupaten Sukoharjo yang mempunyai sumbangan cukup berarti dalam beberapa sektor ekonomi pada tingkat nasional cukup menarik untuk diikuti perkembangan perekonomiannya.  Beberapa perkembangan sektor ekonomi seperti misalnya sektor industi dan pertanian di Kabupaten Sukoharjo merupakan isu ekonomi yang cukup menarik beberapa kalangan ekonomi (BPS Sukoharjo 2008).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan berbagai permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh  Investasi, Inflasi dan Jumlah Unit Industri  terhadap PDRB sektor industri pengolahan di Kabupaten Sukoharjo?

2. Bagaimana pengaruh perkembangan PDRB sektor industri pengolahan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel investasi, inflasi dan jumlah unit usaha terhadap PDRB sektor industri pengolahan serta pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo Data yang  digunakan adalah data  time series tahun 1994-2008 yang bersumber dari Kantor Statistik Kabupaten Sukoharjo, Bappeda, Disperindag Kabupaten Sukoharjo dan ditunjang oleh studi pustaka.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi sektor industri pengolahan di Kabupaten Sukoharjo, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • Kesimpulan Hipotesis I :
  1. Variabel investasi secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan pada tingkat signifikansi 5 persen,  hal ini menunjukan bahwa variabel  invests berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan.
  2. Variabel inflasi menunjukan nilai probabilitas yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen, hal ini menunjukan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan. c.  Variabel jumlah unit usaha secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan pada tingkat signifikansi 5 persen, ini ditunjukan oleh nilai koefisien sebesar 0,0000309 dan nilai probabilitas sebesar 0,0350 yang signifikan pada tingkat keyakinan 5 persen. Hal ini menunjukan bahwa variabel jumlah unit usaha berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan.
  3. Secara bersama-sama variabel investasi, inflasi dan jumlah unit usaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan, ini ditunjukan oleh nilai uji F sebesar 44.96617 dan nilai probabilitasnya sebesar 0,000002 yang signifikan pada tingkat keyakinan sebesar 5 persen.

 

  • Kesimpulan Hipotesis II:

Variabel PDRB sektor industri pengolahan secara positif dan signifikan  berpengaruh  terhadap penyerapan tenaga kerja, ini ditunjukan oleh koefisien hasil uji t sebesar 0.466815 dan nilai probabilitas sebesar 0,0019 yang signifikan pada tingkat keyakinan sebesar 5 persen. Hal ini menunjukan bahwa dari pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan akan menyebabkan penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut.

Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba (Income Smoothing)  Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba Analisis Faktor-Faktor Praktik Perataan Laba modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Belkoui (1993) memberikan pendapat bahwa laporan keuangan merupakan sarana informasi penting yang diperlukan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen terhadap sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, dan dari informasi laporan keuangan tersebut salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah informasi laba, karena ada kecenderungan laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan lebih diperhatikan oleh pengguna laporan keuangan dan situasi tersebut disadari oleh manajemen.

Informasi laba pada umumnya merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen, dan informasi laba membantu pemilik atau pihak lain dalam melakukan penaksiran atas  earnings power perusahaan  di masa yang akan datang. Pihak manajer perusahaan biasanya memiliki informasi internal perusahaan yang relatif lebih banyak dan lebih cepat untuk mengetahuinya dibanding pihak-pihak eksternal perusahaan seperti kreditur maupun investor, hal tersebut menimbulkan asimetri informasi dalam hubungan keagenan kedua pihak. Keadaan tersebut membuat manajer lebih fleksibel dalam menggunakan informasi yang diketahuinya dan dimilikinya untuk usaha memaksimalkan kepentingannya, seperti secara sistematis mempengaruhi laporan laba dari tahun ke tahun agar perubahan yang terjadi tidtesisak terlalu mencolok.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, maka permasalahan pokok yang akan diteliti adalah:

  1. apakah ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage faktor perusahaan secara serentak maupun individu berpengaruh terhadap tindakan perataan laba pada perusahaan-perusahaan yang go public di Indonesia?
  2. Untuk lebih memusatkan penelitian pada pokok permasalahan serta untuk mencegah terlalu luasnya pembahasan yang mengakibatkan terjadinya kesalahan interpretasi terhadap kesimpulan yang dihasilkan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh dalam Bab IV, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: Praktik perataan laba yang merupakan usaha untuk memanipulasi laporan keuangan ternyata juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan go public di Indonesia. Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan di luar Indonesia oleh Moses (1987), berhasil membuktikan bahwa di Amerika Serikat ukuran perusahaan yang diukur dengan total aktiva perusahaan merupakan faktor pendorong terjadinya praktik perataan laba. Namun penelitian lain yang dilakukan di Singapura oleh Ashari dkk. (1994) dan  penelitian di Indonesia oleh Zuhroh (1996) tidak berhasil membuktikan bahwa ukuran

perusahaan berpengaruh pada tindakan perataan laba. Konsistensi hasil diperoleh pula dalam penelitian ini yang tidak berhasil membuktikan pengaruh ukuran perusahaan terhadap tindakan perataan laba, sehingga hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian ini memiliki konsistensi dengan hasil penelitian Ashari dkk. (1994) yang menemukan bukti pengaruh profitabilitas perusahaan  dan laverage faktor terhadap tindakan perataan laba.

Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Perpindahan Merek Pada Operator Selular Dari Providtesiser Lain Ke Exelcomindo (Studi Pada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)

Logo Operator seluler Indonesia Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Logo Operator seluler Indonesia

Latar Belakang 

Seperti yang terlihat di lapangan bahwa mulai tahun 2007 urusan tarif dan turunannya cukup dilematis dan menarik disimak. Persaingan tarif yang masih tetap panas di industry operator selular berlangsung hingga sekarang (Tahun 2009). Dan hal inilah yang mungkin menyebabkan konsumen untuk melakukan brand switching (perpindahan merek) hanya demi untuk menghemat pengeluaran mereka ataupun untuk mendapatkan kualitas layanan dan kemudahan yang lebih baik.

Konsumen akan membeli produk karena alasan-alasan tertentu, atau paling tidak adanya keyakinan bahwa kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan mempunyai nilai yanglebih besar dibanding biaya yang akan dikeluarkan. Variasi produk yang bermacam ditambah aktivitas promosi yang sangat persuasif dan harga sim card (kartu telepon) untuk telepon selular yang harganya murah dengan bonus yang tinggi, tentu akan mendorong munculnya perilaku perpindahan merek di kalangan konsumen. Bermacam stimulan yang disodorkan di pasar bukan saja mempengaruhi perilaku perpindahan mereka tetapi juga mendorong perilaku mencoba produk baru bagi yang belum pernah mencobanya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada sekelompok segmen yang sampai saat ini belum termotivasi untuk mencoba sim card (kartu telepon) merek Exelcomindo.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan yang menjadi pokok permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah atribut produk  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  2. Apakah harga  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  3. Apakah promosi mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  4. Apakah persediaan produk mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  5. Apakah tingkat kegagalan service menyebabkan seseorang berniat untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk berpindah merk pada produk tertentu.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti, dianalisis dan dibahas mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat  perpindahan merek pada operator seluler dari provider lain menuju ke Exelcomindo dapat ditarik

kesimpulan:

  1. Faktor atribut produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo
  2. Faktor Harga mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  3. Faktor promosi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  4. Faktor persediaan produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  5. Faktor Kegagalan Service tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  6. Faktor rekomendasi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  7. Faktor atribut produk, harga, promosi, persediaan produk, kegagalan service, dan rekomendasi secara bersama-sama mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.

Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa (Studi Kasus di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah)

gula kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa gula kelapa

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidtesisang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya.

UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam commit to user  Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya. UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam

Rumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1.  Bagaimanakah pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal kerja, serta  jumlah pohon kelapa  terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di wilayah Kecamatan Kebasen  Kabupaten Banyumas?

2.  Variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh jumlah tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupeten Banyumas.

Kesimpulan

Hasil  penelitian tentang analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil penelitian mengenai pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa menunjukan bahwa:

a.  Variabel  tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

b.  Variabel  pengalaman berpengaruh negatif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

c.  Variabel  modal    mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

d.  Variabel  jumlah pohon  mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif  terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

e.  Secara bersama-sama keempat variabel tenaga kerja, pengalaman usaha, modal, dan bahan baku dengan tingkat signifikansi 5% dalam  penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

2.  Variabel jumlah pohon mempunyai pengaruh paling besar  terhadap keuntungan yang diperoleh pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

3.  Penelitian  mengenai  analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa  masih mengandung masalah autokolerasi.

 

Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Di Kabupaten Klaten

pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata pariwisata

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi adalah mengembangkan industri pariwisata. Industri pariwisata adalah salah satu potensi sumber daya yang cukup menjanjikan untuk sumber pendapatan daerah karena secara langsung maupun tidtesisak langsung akan menciptakan lapangan kerja yang cukup besar, selain itu baik tenaga kerja formal maupun informal sangat diperlukan untuk industri pariwisata. Disamping itu sektor pariwisata juga menciptakan tenaga kerja dibidang – bidang yang tidak langsung berhubungan dengan pariwisata, yang terpenting di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Banyak bangunan yang didirikan  untuk hotel, rumah makan, toko- toko dan jalan – jalan harus dibuat dan ditingkatkan kondisinya.

Pariwisata merupakan merupakan suatu industri yang komplek dimana kegiatanya merupakan kumpulan dari berbagai macam industri yang secara bersama-sama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Hal ini berarti pengembangan sektor pariwisata dapat menggerakkan dan memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainya dengan jangkauan yang sangat luas dimana tenaga kerja akan terserap dalam kegiatan pariwisata baik sebagai tenaga kerja maupun yang bekerja disektor pendukung dibidang pariwisata. Dengan demikian dikatakan bahwa industri pariwisata dapat memajukan dan memeratakan tingkat perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan dapat menciptakan tingkat kesejahteraan sehingga pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah akan berjalan dengan lancar.

Perumusan Masalah

Perkembangan pendapatan pariwisata tidaklah serta merta, banyak faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam proses perkembangan sektor tersebut, seperti tertera sebelumnya beberapa aspek yang mencakup berbagai koordinasi dan fasilitasi di dalam sektor industri pariwisata ini adalah jumlah wisatawan, arus kendaraan ke lokasi obyek wisata dan tingkat hunian  kamar hotel- hotel di Kabupaten Klaten.

Dengan latar belakang permasalahan diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, tingkat hunian kamar terhadap pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dalam penelitian ini terkait dengan hal diatas, yaitu untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, dan tingkat hunian kamar hotel terhadap Pendapatan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis serta pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)  Pengaruh Wisatawan terhadap Pendapatan Pariwisata

Koefisien elastisitas variabel wisatawan sebesar  1,186938 mempunyai hubungan positif yang sesuai dengan hipotesis, artinya bila laju wisatawan naik sebesar 1% maka dalam pendapatan pariwisata akan naik sebesar 1,186938 %, dan sebaliknya. Taraf signifikansi wisatawan sebesar 0,0000 dapat dikatakan intepretasi variabel ini sangat meyakinkan karena dari 10.000 kali percobaan yang dilakukan relatif tidak terdapat kesalahan yang terjadi. Jelas sekali bahwa wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata akan dikenakan tiket masuk yang pada akhirnya masuk dalam pendapatan pariwisata. Secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan dari pendapatan pariwisata di Kabupaten Klaten. Variabel jumlah wisatawan signifikan 5 % terhadap pendapatan pariwisata di Kabupaten  Klaten  selama kurun waktu tahun 1997 sampai dengan 2007.

2)  Pengaruh Arus Kendaraan terhadap Pendapatan Pariwisata Koefisien elastisitas variabel jumlah arus kendaraan mempunyai tanda negatif dan tidak berpengaruh secara nyata pada tingkat keyakinan  a= 5%, ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa arus kendaraan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pendapatan pariwisata. Variabel arus kendaraan yang didasarkan pada setiap kendaraan bermotor yang masuk ke obyek wisata baik itu roda dua ataupun roda empat , dihitung berdasarkan tiket karcis parkir di obyek wisata. Seharusnya berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan pariwisata. Karena setiap karcis yang terjual hasilnya secara langsung disetorkan kepada dinas pariwisata dan diakumulasikan juga dalam pendapatan pariwisata. Dapat dilihat dari hasil estimasi bahwa variabel arus kendaraan tidak signifikan terhadap pendapatan pariwisata.  Hal ini disebabkan karena tidak semua lahan parkiran obyek wisata di Kabupaten Klaten dikelola oleh Pemerintah Derah. Dari 35 obyek wisata di Kabupaten Klaten hanya 17 lahan parkiran yang dikelola Pemerintah Daerah, dan 18 lahan parkir yang lain dikelola oleh pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat disekitar obyek wisata). Lahan parkir yang dikelola Pemerintah Daerah berada di dalam lokasi obyek wisata, dan lahan parkir yang dikelola  pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat sekitar obyek wisata) berada diluar areal obyek wisata. Sehingga Pendapatan Pariwisata yang berasal dari  tiket karcis parkir yang terjual pada obyek wisata tidak maksimal.