Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Tahun 2003-2010

properti Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi properti

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses multidtesisimensional yang menyangkut reorganisasi dan reorientasi sistem ekonomi serta sosial secara keseluruhan. Di  samping untuk meningkatkan suatu pendapatan dan output, pembangunan juga menyangkut perubahan dalam struktur kelembagaan, struktur  sosial, administrasi, perubahan sikap, adat serta kepercayaan (Todaro 2000:20).

Investasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam tahap pembangunan  yang pada akhirnya dapat meningkatkan  pertumbuhan ekonomi. Upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomiannya  dengan mendorong investasi melaui modal yang masuk dari berbagai pihak. Investasi merupakan penempatan dana di masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2001: 3).  UnRegiste

Perumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan, maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi, Produk Domestik Regional Bruto dan pertumbuhan jumlah penduduk  terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

2. Berapa besar pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa faktor penentu  investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Variabel yang diteliti adalah  inflasi,  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut mengingat bahwa  investasi sektor properti  peranan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sukoharjo. Data sekunder dari Bank Indonesia dan instansi-instansi lain yang terkait, dikumpulkan dan  dianalisis dengan regresi  semi log.  Untuk ketepatan analisis selanjutnya dilakukan  uji asumsi klasik  (uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi), dan uji statistik  (uji t, uji F, koefisien determinasi).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka akan disajikan beberapa kesimpulan. Adapun kesimpulan dari penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti kabupaten sukoharjo tahun 2003-2010 adalah sebagai berikut:

1.  Perkembangan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo  yang fluktuatif karena pernah mengalami penurunan di tahun 2004 kemudian setelah itu mengalami kenaikan terus menerus dan tahun 2010 yang paling besar yaitu  86.476  juta. Kenaikan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo yang signifikan menunjukkan perkembangan dan kesempatan bagi masyarakat untuk menanamkan modalnya di sektor properti. Penelitian kali ini variabel investasi sektor properti di Kota Surakarta direpresentasikan melalui posisi kredit Rupiah dan valuta asing bank umum dan BPR menurut sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.

2.  Berdasarkan hasil analisis regresi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo tahun 2003-2010, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a.  Pengaruh  Inflasi Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi ditunjukkan bahwa variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Tidak sesuai dengan hipotesis pertama yang menyatakan tentang adanya pengaruh inflasi yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo tidak sesuai dengan hasil estimasi atau regresi yang diperoleh disebabkan oleh harga akan tanah yang ditentukan oleh pemilik itu sendiri sehingga inflasi tidak terlalu berpengaruh.

b.  Pengaruh  PDRB Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi  Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo  Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel PDRB mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.  Hal ini sesuai dengan hipotesis yang kedua menyatakan tentang adanya pengaruh PDRB yang signifikan dan positif terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.  Perkembangan investasi sektor properti yang maju pesat di tunjang dengan daerah yang masih terdapat area untuk mendirikan bangunan.

c.  Pengaruh  Pertumbuhan Jumlah Penduduk Kabupten Sukoharjo Terhadap Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan jumlah penduduk tidak mempunyai pengaruh yang signifikan  pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang ketiga menyatakan tentang adanya pengaruh pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan hasil estimasi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo, hanya variabel PDRB saja yang memiliki pengaruh terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo dibandingkan dengan variabel-variabel independen lainnya, dimana setiap perubahan yang terjadi pada PDRB sebesar 1% maka akan menyebabkan perubahan investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo sebesar 7,838507%.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek

Skripsi Ekonomi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse  Buying Pada Merek Super T-Shirt (Studi pada Pengunjung Matahari Department Store Singosaren )

merek Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek merek

Latar Belakang Skripsi 

Saat ini perkembangan bisnis retail di Indonesia sangat pesat. Hal tersebut berawal dari keberadaan pasar tradisional yang mulai tergeser oleh munculnya berbagai jenis pasar modern, sehingga berbagai macam pusat perbelanjaan eceran bermunculan dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.

Beberapa contoh bentuk pusat perbelanjaan modern misalnya  mall, upermarket, department store, shopping center, dan hypermarket. Salah satu usaha yang telah berkembang pesat saat ini adalah usaha ritel dalam bentuk department store. Dengan semakin banyaknya  department store  yang ada, maka diperlukan strategi yang jitu untuk menarik para konsumen.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.  Apakah terdapat pengaruh shopping lifestyle terhadap impulse buying?

2.  Apakah terdapat pengaruh fashion involvement terhadap impulse buying?

3.  Apakah terdapat pengaruh pre-decision stage terhadap impulse buying?

4.  Apakah terdapat pengaruh post-decision stage terhadap impulse buying?

5.  Apakah terdapat pengaruh  shopping lifestyle,  fashion involvement,  pre-decision stage, dan  post-decision stage  secara bersama-sama terhadap impulse buying?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh dari shopping lifestyle, fashion involvement, pre-decision stage, dan  post-decision stage  terhadap  impulse buying  baik secara parsial maupun simultan.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data pada bab sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil pengujian uji t atau uji parameter penduga (uji pengaruh secara parsial) diperoleh hasil: Variabel  shopping  lifestyle  dan  fashion involvement  tidtesisak  berpengaruh terhadap  impulse buying, sedangkan variabel  pre-decision stage  dan post-decision stage berpengaruh signifikan terhadap impulse buying.

2.  Dari uji secara simultan diperoleh hasil bahwa  variabel  shopping lifestyle, fashion involvement, pre-decision stage, dan  post-decision stage  secara bersama-sama atau serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel impulse buying.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula  Propinsi Jawa Tengah Periode 1984-2003

impor gula Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Gula impor gula

Latar Belakang Skripsi 

Gula pasir merupakan sumber kalori seperti halnya dengan  jagung, beras,  umbi-umbian,  lemak atau minyak. Gula pasir mempunyai kandungan energi dan nilai  kalori  yang  tinggi  dan  dapat  langsung  dikonsumsi. Gula merupakan  salah satu dari sembilan bahan pokok yang strategis baik sebagai bahan pangan maupun sebagai  sumber  kalori.

Komoditi  ini  selain  dimanfaatkan  sebagai  pemanis, pengawet  dan  pelarut  pada  industri  makanan  dan  minuman.  Oleh  karenanya komoditi  gula  dan  keberadaan  industrinya  membutuhkan  perhatian  dan penanganan  yang  serius  bagi  pemerintah.  Peranan  industri  disamping  sebagai penyedia gula, juga sebagai penyedia lapangan kerja baik ditingkat kebun maupun pa

Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar beakag yang telah disampaikan oleh penulis di atas, dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana pengaruh  produksi  gula  tebu (lokal)  terhadap  volume  impor  di  Jawa  Tengah ?
  2. Bagaimana pengaruh  konsumsi  gula penduduk  Jawa Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?
  3. Bagaimana pengaruh konsumsi gula industri Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah ?
  4. Bagimana pengaruh  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?
  5. Bagaimana pengaruh harga gula impor terhadap volume impor gula di Jawa Tengah ?
  6. Bagaimana pengaruh  nilai  tukar  rupiah  dengan  dollar  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  produksi  gula  tebu (lokal)  terhadap  volume  impor  di  Jawa  Tengah,  pengaruh  konsumsi  gula penduduk  Jawa Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah,  pengaruh konsumsi gula industri Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah, pengaruh harga gula impor terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh  nilai  tukar  rupiah  dengan  dollar  terhadap  volume  impor  gula  di  Jawa Tengah.

Kesimpulan 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan produksi gula di Jawa Tengah  tahun  1984-2003 mengalami  penurunan  yang  berfluktuasi.  Berdasarkan hasil  analisis  regresi  linier  berganda  biasa,  variabel  Produksi  gula  tebu  Jawa Tengah  berpengaruh  terhadap  volume  impor  gula  Jawa  Tengah   pada  tingkat signifikansi  5  %  dengan  probabilitas  0,0103.  Konsumsi  gula  penduduk  Jawa Tengah tidtesisak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2256.

Konsumsi gula industri Jawa Tengah tidak  berpengaruh  terhadap  volume  impor  gula  Jawa  Tengah  pada  tingkat signifikansi  5  %  dengan  probabilitas  0,1970.  Harga  gula  lokal  Jawa  Tengah berpengaruh  terhadap volume  impor gula Jawa Tengah  pada  tingkat signifikansi 5  %  dengan  probabilitas  0,0055  .  Harga  gula  impor  Jawa  Tengah  tidak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2554 .   Saran yang diajukan dalam penelitian  ini adalah Produksi gula  tebu Jawa Tengah  Jawa  Tengah  dan  harga  gula  lokal  Jawa  Tengah  sangat mempengaruhi volume  impor  gula  Jawa Tengah. Karena  semakin meningkatnya  produksi  gula lokal maka permintaan akan gula  impor akan  semakin menurun. Hal  yang perlu diperhatikan  oleh  Pemerintah  Daerah  Propinsi  Jawa  Tengah  dalam  upaya peningkatan  produktivitas  gula  dan  untuk menekan  laju  impor  gula  di  Propinsi Jawa  Tengah  diantaranya  : Pertama,  perluasan  lahan  pertanian  tebu  diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku tebu sehingga pabrik gula dapat menggiling dengan  full capacity (kapasitas penuh).

Perluasan  lahan diarahkan ke lahan-lahan kering agar  tidak  terlalu  terpengaruh oleh  tamanan  lain, seperti padi. Sehingga dengan pasokan bahan baku yang cukup akan mengurangi jumlah impor gula di Jawa Tengah. Kedua, pengadaan bibit tebu yang berkualitas sehingga akan mampu  menghasilkan  kualitas  gula  yang  bagus  bagi  petani  tebu.  Ketiga, penganekaragaman  teknologi  pupuk  kompos  bagi  petani  sehingga  mampu menekan  biaya  produksi  dan  keuntungan  yang  diperoleh  petani  tebu  semakin meningkat.

Hasil  penelitian  ini  semakin  memperkuat  temuan  beberapa  penelitian sebelumnya  bahwa  impor  gula  juga  sangat  dipengaruhi  oleh  harga  gula  lokal. Karena  semakin  tinggi  harga  gula  lokal  maka  permintaan  gula  impor  akan semakin  meningkat.  Pendirian  koperasi  dan  peminjaman  modal  sangat  penting bagi petani  tebu sehingga para petani  tidak  terhambat dana untuk menanam  tebu yang berkualitas,  tetapi disarankan untuk pencairan dana  tersebut  tidak sekaligus tapi secara bertahap.

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

fertilitas Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas fertilitas

Latar Belakang Skripsi 

Banyaknya  jumlah  kelahiran  anak  tanpa  ada  usaha-usaha  untuk mengendalikan akan menimbulkan ancaman yang serius bagi kelangsungan hidtesisup manusia.  Diantaranya    ancaman  tersebut  seperti  ledakan  penduduk,  masalah pangan,  pencemaran  lingkungan  serta  penipisan  persediaan  bahan  mentah. Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat mendorong timbulnya  berbagai macam masalah  ekonomi,  sosial  dan  psikologis  serta menghalangi  prospek  tercapainya kehidupan  yang lebih baik.

Total penduduk dunia pada tahun 1998 telah mencapai sekitar 5,9 milliar jiwa,  dan  lebih  dari  empat  perlima  dari  jumlah  tersebut  hidup  dinegara-negara dunia  ketiga,   sedangkan  yang  menghuni  negara-negara  maju  hanya  sekitar seperlimanya. Diantara kedua kedua kelompok negara tersebut terdapat perbedaan tingkat  kelahiran  maupun  tingkat  kematian  yang  sangat  mencolok.  Tingkat kelahiran  di  negara  negara  berkembang  pada  umumnya  sangat   tinggi  yaitu berkisar  antara  30  –  40  untuk  setiap  1000  penduduk,  sedangkan  untuk  negara-negara maju angkanya kurang dari setengahnya.( Todaro, 2000: 230 )

Perumusan Masalah

Berdasarkan  latar  belakang  permasalahan  di  atas  dapat  diambil  suatu perumusan masalah sebagai berikut :

1.  Apakah  ada  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri, pendidikan suami, pendidikan istri,  pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “antara”  (usia  kawin  pertama,  mortalitas  bayi,  alat kontrasepsi)  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  di  Kecamatan  Polokarto Kabupaten Sukoharjo?

2.  Apakah  ada  pengaruh  yang  signifikan  antara  lama  pendidikan  suami, lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga dan status pekerjaan  terhadappenggunaan  alat  kontrasepsi  di  Kecamatan  Polokarto  KabupatenSukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini yaitu :

(1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel   sosial  ekonomi  yaitu  umur  suami,  umur  istri,  lama  pendidikan  suami,  lama pendidikan istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan variabel “antara” yaitu umur kawin  pertama,  mortalitas  bayi  ,  dan  alat  kontrasepsi   terhadap  fertilitas,

(2)  Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel sosial ekonomi yaitu  lama pendidikan suami, lama pendidikan istri, pendapatan keluarga dan status pekerjaan terhadap  penggunaan  alat  kontrasepsi.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian tabulasi silang dan hasil analisis data yang telah dilakukan dalam meneliti pengaruh umur suami, umur  istri, pendapatan keluarga,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri,  status pekerjaan  , usia kawin pertama, mortalitas bayi dan alat kontrasepsi   terhadap anak lahir hidup (fertilitas) di kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Dari  hasil  pengujian  tabulasi  silang  ,  terdapat  hubungan  yang   positip  antara umur  suami,   umur  istri, pendapatan keluarga,  status pekerjaan, dan mortalitas bayi    terhadap  jumlah kelahiran anak, sedangkan  lama pendidikan suami,  lama pendidikan istri, umur kawin pertama dan alat kontrasepsi berhubungan negatif terhadap  jumlah kelahiran anak.

2.  Dari hasil uji F (uji satu sisi) diperoleh kesimpulan bahwa secara bersama-sama terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “  antara”    (umur  kawin  pertama,  mortalitas  bayi  dan  alat kontrasepsi)  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  di  Kecamatan  Polokarto  , Kabupaten Sukoharjo.

3.  Dari hasil uji t (uji dua sisi) diperoleh kesimpulan bahwa secara individual tidak terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri,  dan  lama pendidikan suami terhadap jumlah kelahiran anak.

4.  Dari  hasil  uji  t  (uji  dua  sisi)  diperoleh  kesimpulan  bahwa  secara  individual terdapat pengaruh yang  signifikan antara pendapatan keluarga  terhadap  jumlah kelahiran  anak  dengan  pengaruh    positif  sebesar  1,08292E-06  yang  berarti apabila  pendapatan  keluarga  naik  sebesar  1.000  rupiah maka  akan menaikkan jumlah  kelahiran  anak  sebesar  1,08292E-06  satuan.  Lama  pendidikan  istri berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh negatif  0,054168 yang berarti apabila tingkat pendidikan naik sebesar 1 tingkat maka akan menurunkan  jumlah kelahiran anak sebesar 0,054168 satuan. Status pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh positif sebesar 0,569256 yang berarti apabila status orang yang  tidak  bekerja  meningkat  sebanyak1  orang,  akan  menaikkan  jumlah  kelahiran  anak sebesar  0,569256  satuan.Umur  kawin  pertama  berpengaruh  secara  signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh negatif sebesar 0,042641 yang berarti bahwa dengan penambahan 1  tahun pada variabel umur kawin pertama akan menurunkan  jumlah  kelahiran  anak  sebesar  0,042641  satuan. Mortalitas bayi  berpengaruh  secara  signifikan  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  dengan pengaruh  positif  sebesar  0,305013  yang  berarti  apabila  mortalitas  bayi meningkat sebanyak 1 anak maka akan  terjadi kenaikan  jumlah kelahiran anak sebesar  0,305013  satuan.  Alat  kontrasepsi  berpengaruh  secara  signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh positif sebesar 0,419446 yang berarti  apabila  pemakai  alat  kontrasepsi  bertambah  sebanyak  1  orang,  akan menurunkan jumlah kelahiran anak sebesar  0,419446 satuan.

5.  Dari   koefisien  determinasi Majemuk (adjusted  R  square)  =  0,70465  berarti bahwa besarnya  sumbangan  /kontribusi perubahan pada  jumlah kelahiran anak yang  benar-benar  disebabkan  oleh  faktor  umur  suami,  umur  istri,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “antara“  (umur  kawin  pertama,  mortalitas  bayi,  dan  alat kontrasepsi)  secara  bersama-sama  adalah  70,46%  sedangkan  sisanya  29,54 % adalah disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian.

6.  Dari  hasil  pengujian  dengan model  logit  diperoleh  kesimpulan  bahwa  secara individual  tidak  terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  lama  pendidikan suami,lama pendidikan  istri dan pendapatan keluarga  dengan penggunaan alat kontrasepsi. Sedangkan status pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan  alat  kontrasepsi   dengan  pengaruh  positif  sebesar  1,7976. Hal  ini berarti  apabila  terjadi  penambahan  status  yang  bekerja  sebesar  1  orang maka akan terjadi kenaikan penggunaan alat kontrasepsi sebesar 1,7976 satuan.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Usaha

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha  Pedagang Di Pasar Batik Grosir Batik Setono  Pekalongan

pedagang batik Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha pedagang batik

Latar Belakang Skripsi 

kesejahteraan rakyat yang relatif masih rendah, mempertinggi tingkat pertumbuhan ekonomi memang sangat mutlak diperlukan untuk mengejar ketertinggalan di bidtesisang ekonomi dari negara-negara industri maju. Oleh karena masih relatif lemahnya kemampuan partisipasi swasta domestik dalam pembangunan ekonomi, mengharuskan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengambil peran  sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan melalui penguatan pad sektor informal (Suparmoko, 1986:120)

Lapangan kerja pada sektor formal menjadi prioritas bagi para tenaga kerja. Namun akibat adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia, banyak  terjadi Putus Hubungan Kerja (PHK) pada sektor formal ini. Untuk itu perlu dikembangkan lapangan kerja pada sektor informal yang justru kelihatannya sektor ini tidak mampu menampung tenaga kerja seperti harapan kita, namun pada kenyataannya sektor informal bisa menjadi penyelamat bagi masalah ketenagakerjaan yang kita hadapi. Banyak bidang informal yang berpotensi untuk diangkat dan digali menjadi salah satu bidang usaha yang menghasilkan keuntungan dan pendapatan keluarga sekaligus dapat menyerap tenaga kerja. Usaha berdagang merupakan salah satu alternatif lapangan kerja informal, yang ternyata banyak menyerap tenaga kerja.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatasmaka diambil rumusan permasalahan sebagai berikut:

1.  Bagaimana  modal dagang berpengaruh terhadap  keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Sentono Pekalongan.

2.  Bagaimana  jam berdagang berpengaruh  terhadap  keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Sentono Pekalongan.

3.  Bagaimana  pengalaman berdagang berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang batik di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

4.  Bagaimana  tenaga kerja  berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

5.  Bagaimana  produk yang dijual  berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

Tujuan Penelitian 

Tujuan  utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntungan usaha para pedagang di Pasar Grosir Batik Setono di Pekalongan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer tersebut diambil dari wawancara, yaitu dengan berdialog langsung dengan para responden, observasi atau pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis pada objek penelitian, dan kuisioner yang disebarkan kepada para pedagang di  Pasar  Grosir  Batik Setono Pekalongan.

Kesimpulan

Hasil analisis data yang diperoleh dari  pedagang    dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  modal  yang dibutuhkan  pedagang mempunyai pengaruh yang signifikan/positif  terhadap besarnya keuntungan yang diperoleh pedagang Pasar Setono Pekalongan, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa modal yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh terhadap keuntungan pedagang.

2.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel jam berdagang tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa pengalaman usaha yang dibutuhkan  pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan ternyata tidak terbukti.

3.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel pengalaman usaha yang dibutuhkan pedagang  Pasar Setono Pekalongan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang ,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa pengalaman usaha yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh positif.

4.   Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pedagang Pasar Setono Pekalongan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh terhadap keuntungan pedagang

5.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  dummy produk yang dijual  tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa produk yang dijual  oleh pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan  tidak terbukti.