Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2007

konsumsi masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat konsumsi masyarakat

Latar Belakang Skripsi 

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besarnya Pendapatan Nasional yang maknanya bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga akan naik secara profesional bila terjadi peningkatan pendapatan nasional . Kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut selalu lebih kecil dari kenaikan pendapatan. Besarnya kenaikan pengeluaran konsumsi itu tergantung dari hasrat keinginan masyarakat tersebut dalam berbagai konsumsi yang disebut Propensity to consume. (Guritno, 1984:19).

Menurut Friedman dan Modigliani, bahwa setiap individtesisu akan memperolah kepuasan yang lebih tinggi apabila mereka dapat mempertahankan pola konsumsi yang stabil daripada kalau harus mengalami kenaikan dan penurunan dalam konsumsi mereka. Tetapi Modigliani melanjutkan dengan menyatakan bahwa orang akan berusaha menstabilkan tingkat konsumsi mereka sepanjang hidupnya dan juga menganggap penting peranan  kekayaan atau asset sebagai penentu tingkah laku konsumsi.

Perumusan Masalah

1.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

2.Apakah variabel tingkat suku bunga riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007 ?

3.Apakah variabel tingkat inflasi berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007  ?

4.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil, suku bunga riil dan inflasi bersama ­sama berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di Jawa Tengah pada tahun 2003-2007.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka disajikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengaruh Pendapatan Riil Terhadap Konsumsi Riil Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.  Pada persamaan konsumsi riil masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara Pendapatan riil dengan konsumsi riil ternyata terbukti kebenarannya.  Pendekatan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Pendapatan riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5% ,yaitu pada tingkat koefisien sebesar 0.068135, yang berarti pendapatan riil masyarakat menyumbang perubahan atau kenaikan konsumsi riil sebesar 0,068%  Hasil ini juga mendukung temuan tiga penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pendapat ini didukung dengan bukti bahwa pendapatan riil berpengaruh signifikan terhadap variabel konsumsi Indonesia dan wilayah eks­Karesidenan Surakarta.

2.Pengaruh Tingkat Suku Bunga Riil Terhadap Konsumsi Rill Masyarakat Pada persamaan konsumsi masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Suku Bunga dengan konsumsi ternyata terbukti kebenarannya.

Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Tingkat Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi riil pada derajat signifikansi 5%, dengan tingkat koefisien sebesar 0,00000037 Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung masih menghiraukan suku bunga tabungan yang ditawarkan perbankan. Suku bunga tabungan selama periode penelitian cenderung naik, jadi nasabah akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang ditawarkan karena inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga masih efektif dalam meningkatkan konsumsi.

3.Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Konsumsi Masyarakat. Pada persamaan simpanan masyarakat di perbankan, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Inflasi dengan konsumsi ternyata tidak sesuai. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil, yakni Tingkat Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tidak menghiraukan inflasi yang terjadi dalam hal menabung. Secara umum ini dapat berarti bahwa masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih fokus pada nilai nominal uang dibandingkan dengan nilai riilnya. Hasil tidak signifikan dapat disebabkan oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah, baik berupa potongan harga/ harga subsidi maupun bantuaan langsung berupa uang (BLT), juga telah tersedianya barang substitusi yang lebih hemat.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah  Di Jawa Tengah

uang laporan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi 

Expenditure  merupakan  belanja rutin atau belanja operasional pemerintah daerah dalam suatu periode tertentu. Belanja tersebut dipergunakan untuk memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. Semakin baik pelayanan publik yang diberikan, menunjukan semakin baik pengelolaan pembelanjaan pemerintah daerah. Pengelolaan pembelanjaan yang baik menciptakan  Value for money  yang baik, sehingga penilaian akan kinerja keuangan menjadi baik pula.

Real estate merupakan jumlah keseluruhan atas nilai tanah, gedung atau bangunan dan jalan yang dimiliki dan dilaporkan oleh pemerintah daerah pada tanggal tertentu. Semakin banyak dan semakin baik jumlah bangunan, gedung dan jalan, semakin baik pula pelayanan publik yang diberikan, semakin banyak pula pendapatan yang bisa diperoleh pemerintah daerah, dengan demikian semakin baik pula kinerja keuangan pemerintah daerah tersebut.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai ada/tidtesisaknya pengaruh revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population  dan  tourist  terhadap kinerja keuangan, yang  dapat dirumuskan sebagai berikut.

1.  Apakah  revenue  berpengaruh  terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

2.  Apakah expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

4.  Apakah  capital  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

7.  Apakah  population  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

8.  Apakah  tourist  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh  revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population dan tourist  sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan  sebagai variabel dependen yang diproksikan dengan  factor score  dari rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas.

Simpulan

Hasil pengujian data dalam penelitian mendasari pengambilan simpulan dalam penelitian terkait nilai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah yang diproksikan dengan tiga rasio penialaian kinerja keuangan pemerintah daeah yaitu rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas dipengaruhi oleh  jumlah    revenue  dan  expenditure  pemerintah daerah. Dengan  revenue  yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  taxes, grant, dan  real estate  tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil  ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian  real estate  yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah  real estate  tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah population, serta tourist tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa bertambahnya jumlah penduduk tidak mempengaruhi pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik yang jauh lebih baik lagi.

Selain itu jumlah penduduk tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah penerimaan pemerintah daerah, hal ini mungkin disebabkan masih banyaknya penduduk yang tidak patuh pajak. Selain itu, pelayanan  publik  yang diberikan oleh pemerintah  daerah belum bisa dirasakan oleh keseluruhan masyarakat. Pertambahan jumlah wisatawan yang berkunjung juga  tidak dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan jumlah  penerimaan  yang diperoleh pemerintah daerah. Hal ini mungkin dikarenakan pemerintah  daerah belum sepenuhnya mampu mengembangkan sektor pariwisata  dan memberikan pelayanan publik secara maksimal, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya masih rendah.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Di Surakarta

coffe shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop coffe shop

Latar Belakang Skripsi 

Ditengah sektor ekonomi yang lesu karena imbas dari krisis ekonomi yang menyebabkan ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan penyediaan lapangan kerja yang tidtesisak memadai, sehingga timbul banyaknya permasalahan pengangguran yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut terjadi karena banyak perusahaan yang tidak mempertahankan usahanya yang berakibat berkurangnya lapangan pekerjaan. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia dewasa ini memang merupakan permasalahan yang cukup rumit.

Hal ini terjadi karena lapangan kerja formal tidak mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada akibat makin kuatnya proses modernisasi yang bergerak bias menuju sifat – sifat yang dualistis, masalah ini ditambah lagi dengan kemampuan para angkatan kerja yang kebanyakan mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang relatif rendah, sedangkan di sisi lain lapangan kerja formal menuntut pengetahuan dan kemampuan teknis yang relatif tinggi.  Kondisi ini menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dan berbagai macam penyakit sosial lainnya. Para penganggur mempunyai beberapa ciri khas, yaitu banyak diantaranya yang berumur relatif muda dan belum kawin, berpendidikan sekolah lanjutan, dan berinspirasi bekerja di sektor formal dengan gaji dan pekerjaan yang relatif tetap (Manning dan Effendi, 1991:1).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan penelitian iniadalah:

1.  Adakah pengaruh modal terhadap keuntungan coffee shop?

2.  Adakah pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan coffee shop?

3.  Adakah pengaruh jam kerja terhadap keuntungan coffee shop?

4.  Adakah pengaruh fasilitas terhadap keuntungan coffee shop?

5.  Adakah pengaruh promosi terhadap keuntungan coffee shop?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, jam kerja, fasilitas dan promosi terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan kuesioner. Penelitian ini mengambil seluruh populasi coffee shop di Surakarta yaitu berjumlah 21  coffee shop. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dan uji statistik.

Kesimpulan

1.  Variabel modal secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Penambahan modal menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap besarnya keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa modal mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti.

2.  Variabel jumlah tenaga kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan jumlah tenaga kerja akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti.

3.  Variabel jam kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Jam kerja meningkat atau menurun menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penurunan atau peningkatan keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jam kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti

4.  Variabel fasilitas secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan  coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta fasilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan fasilitas akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop  tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa fasilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti

 

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Percetakan Di Kota Surakarta Tahun 2010

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidtesisup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita  dicapai melalui pembangunan ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi disamping untuk menaikkan pendapatan nasional riil juga untuk meningkatkan produktivitas.

Kegiatan pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan kegiatan produksi, dimana untuk memproduksi dibutuhkan input. Atas dasar teknologi tertentu, akan mempengaruhi berapa jumlah input yang diperlukan seirama dengan dinamika pembangunan yang sedang berjalan. Sementara kita dihadapkan pada tatanan kehidupan perekonomian yang mengarah pada situasi global dimana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat dan kuat. Pembangunan harus dapat dinikmati seluruh masyarakat sebagai peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Untuk menyelenggarakan pembangunan ekonomi, yang terutama akan dilaksanakan dengan industrialisasi. Proses industrialisasi dan pembangunan industri sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih berkualitas.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti telah diungkapkan di atas, perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah:

1.  Seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor produksi  seperti modal, tenaga kerja dan bahan baku dalam proses produksi pada industri percetakan di Kota Surakarta?

2.  Bagaimana efisiensi ekonomi industri percetakan di Kota Surakarta?

3.  Pada skala produksi manakah industri  percetakan di Kota Surakarta melaksanakan usahanya, apakah dalam keadaan  increasing return to scale, decreasing return to scale atau constant return to scale ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini diadakan degan tujuan yaitu ingin mngetahui bagaimana besar pengaruh faktor-faktor produksi terhadap industri percetakan,efisiensi ekonominyak,serta skala apa yang digunakan industri percetakan untuk melaksanakan usahanya.

Kesimpulan

Kesimpulan dan saran  ini merupakan dari penelitian mengenai “Analisis  Industri  Percetakan di Kota Surakarta”.  Kesimpulan dan saran diuraikan sebagai berikut :

1.  Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa modal, bahan baku, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi industri percetakan di Kota Surakarta. Hal ini berarti, jika modal, bahan baku, dan tenaga kerja mengalami peningkatan, maka produksi industri percetakan di Kota Surakarta juga akan mengalami peningkatan yang signifikan.

2.  Hasil analisis efisiensi bahwa nilai MPP variabel X adalah  16189  lebih besar dari nilai APP adalah 0,11657 yang berarti penggunaan input pada produksi industri percetakan di Kota Surakarta adalah belum efisien.

3.  Skala produksi  terhadap hasil menunjukkan angka 2,029120  hal ini menunjukkan skala hasil yang meningkat atau Increasing Return to Scale (b1+b2+b3 > 1). Jadi apabila faktor produksi ditambah jumlahnya, maka akan terjadi penambahan nilai produksi yang menguntungkan atau industri  percetakan Kota  Surakarta  akan mengalami  peningkatan yang signifikan

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar Di Indonesia  Periode 1985 – 2005

peredaran uang Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar peredaran uang

Latar Belakang Skripsi 

Pada saat krisis terjadinya peningkatan jumlah uang yang cukup pesat, peningkatan keinginan masyarakat untuk memegang uang tunai disebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap system perbankan yang ada dengan terjadinya  rush  (pengambilan uang besar-besaran secara serentak oleh masyarakat) diberbagai bank diseluruh Indonesia, sedangkan kenaikan M2 terjadi  karena peningkatan uang kuasi yang terdiri dari simpanan rupiah dan simpanan valuta asing (Darmansyah : 2005).

Seperti yang dikatakan oleh Keynes (Nopirin : 1992; 117) dimana permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung dari pendapatan. Makin  tinggi pendapatan, makin besar keinginan akan uang kas untuk transaksi. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi yang lebih banyak dibandingkan seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah. Penduduk yang tinggal di kota besar cenderung melakukan transaksi lebih besar dibanding penduduk yang tinggal di kota kecil (atau pedesaan).

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :

1.  Bagaimana pengaruh Produk Domestik Bruto terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

2.  Bagaimanan pengaruh kurs terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

3.  Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

4.  Variabel apa yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap jumlah uang beredar di indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variabel Produk Domestik Bruto riil yang mewakili pendapatan nasional, suku bunga,  kurs Dollar terhadap Rupiah terhadap  Jumlah  Uang  Beredar M2 yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu tahun 1985  sampai 2005 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS).

 Simpulan 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variabel Produk Domestik Bruto riil yang mewakili pendapatan nasional, suku bunga,  kurs Dollar terhadap Rupiah terhadap  Jumlah  Uang  Beredar M2 yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu tahun 1985  sampai 2005 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS), dari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1.  Produk Domestik Bruto (PDB) mempunyai  pengaruh yang positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia nilai koefisien sebesar  0.168556, yang berarti jika PDB naik 1 rupiah   maka jumlah uang beredar naik sebesar  0.168556 rupiah..

2.  Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Koefisien elastisitas SBI sebesar  -9467.846 menujukkan bahwa jika SBI dinaikan 1%, maka jumlah uang beredar turun sebesar -9467.846 rupiah.

3.  Kurs mempunyai pengaruih yang positif terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Nilai koefisien elastisitas  Kurs rupiah sebesar  108.8398 yang berarti jika kurs rupiah naik maka akan berakibat naiknya jumlah beredar sebesar  108.8398 rupiah.