Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif

Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif Metode Pengumpulan Data dengan Kuesioner pada Penelitian Kuantitatif tesisTatang M. Amirin mengemukakan bahwa teknik-teknik yang bisa digunakan untuk menggali data adalah tes, angket (kuesioner), wawancara (interview), pengamatan (observasi), dan dokumen. Selanjutnya Sutrisno Hadi memaparkan bahwa teknik pengumpulan data dibedakan menjadi tiga macam yaitu observasi, kuesioner, dan interview.

Namun demikian, dalam tulisan ini hanya di bahas secara khusus yang berkaitan dengan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Cara merujuk pada sesuatu yang abstrak, tetapi dapat diwujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi hanya dapat dipertontonkan penggunaannya.

Ada beberapa pengertian kuesioner yang diungkapkan oleh para ahli
Menurut Nazir, kuesioner atau daftar pertanyaan adalah sebuat set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Daftar pertanyaan tersebut dibuat cukup terperinci dan lengkap.

Menurut Suharsimi Arikunto, Kuesioner/angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.

Dengan demikian angket/kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti dimana tiap pertanyaannya berkaitan dengan masalah penelitian. Angket tersebut pada akhirnya diberikan kepada responden untuk dimintakan jawaban.

Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberikan tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Selanjutnya angket menurut Suharsimi Arikunto, dapat dibedakan menjadi:

  1. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.
  2. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom atau tempat yang sesuai.
  3. Angket campuran yaitu gabungan antara angket terbuka dengan angket tertutup.

Angket sebagai alat pengumpul data mempunyai beberapa keuntungan. Menurut Suharsimi Arikunto keuntungan menggunakan angket antara lain:

  1. Tidtesisak memerlukan hadirnya peneliti
  2. Dapat diberikan secara serempak kepada banyak responden
  3. Dijawab oleh responden menurut kecepatan masing-masing dan menurut waktu senggang responden
  4. Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak malu-malu menjawab
  5. Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi
Incoming search terms:

Menguji Kualitas Instrumen Penelitian

Menguji Kualitas Instrumen Penelitian Menguji Kualitas Instrumen Penelitian tesisInstrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian tugas akhir skripsi atau tesis, sebelum digunakan harus di uji terlebih dahulu kualitasnya. Untuk menguji kualitas instrumen digunakan dua (2) uji, yaitu uji validtesisitas dan uji reliabilitas.

Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu instrumen alat ukur telah menjalankan fungsi ukurnya. Validitas menunjukkan ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Untuk mengetahui konsistensi dan akurasi data yang dikumpulkan dari penggunaan instrumen dilakukan uji validitas dengan menggunakan korelasi produk momen.

Saya analogikan uji validitas sebagai berikut:

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan mata kuliah manajemen sumber daya manusia maka harus digunakan soal yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan mata kuliah manajemen pemasaran maka harus digunakan soal yang berkaitan dengan manajemen pemasaran

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan kinerja maka harus digunakan soal yang mampu mengukur kinerja <= perhatikan bahwa KINERJA dapat menjadi suatu variabel penelitian

– Uji menguji materi yang berkaitan dengan kedisiplinan maka harus digunakan soal yang mampu mengukur kedisiplinan <= perhatikan bahwa KEDISIPLINAN dapat menjadi suatu variabel penelitian

Suatu skala pengukuran disebut valid bila ia melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Bila skala pengukuran tidak valid maka ia tidak bermanfaat bagi peneliti karena tidak mengukur apa yang seharusnya diukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pada penelitian ini validitas yang di uji adalah validitas konstruk (construct validity) dengan mengkorelasikan skor masing-masing butir dengan skor total. Skor total sendiri adalah skor yang didapat dari penjumlahan skor butir untuk instrumen tersebut.

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment. Adapun teknik korelasi product moment adalah sebagai berikut:

Keterangan :
r = koefisien korelasi
N = jumlah sampel
X = skor satu item pertanyaan
Y = jumlah skor item pertanyaan

Responden yang diperlukan untuk melakukan uji validitas biasanya sebanyak 30 responden. Nilai 30 responden adalah standar minimal. Anda bisa menggunakan lebih dari 30 responden untuk menguji validitas.

Hasil perhitungan nilai korelasi product moment (r hitung) selanjutnya dibandingkan dengan nilai r tabel. Nilai r tabel diperoleh dari tabel statistik product moment pada derajat bebas n – 2 dan alpha 5% sebesar 0,3610 untuk jumlah responden sebanyak 30 orang. Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Jika r hitung > r tabel maka item pertanyaan bersifat valid.
b. Jika r hitung ? r tabel maka item pertanyaan bersifat tidak valid.

Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas adalah berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap instrumen. Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi (konsisten) jika hasil dari pengujian instrumen tersebut menunjukkan hasil yang tetap. Dengan demikian, masalah reliabilitas instrumen berhubungan dengan masalah ketepatan hasil. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu alat ukur. Pada penelitian, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan internal consistency reliability yang menggunakan Cronbach Alpha untuk mengidentifikasikan seberapa baik item-item dalam kuisioner berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Teknik ini menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
a = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
t 2 = varian total

Sebuah faktor dinyatakan reliabel/handal jika koefisien Alpha lebih besar dari 0,6.

Sumber : Imam Ghozali 2005.

Incoming search terms:

Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi

Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi Teknik-Teknik dalam Menentukan Pengambilan Sampel Penelitian Skripsi tesisSampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Bailey dalam juga menyatakan “We can define a sample as a sub set or portion of the total population”, maksudnya bahwa sampel penelitian ini merupakan sebagian dari seluruh populasi.

Dengan demikian sampel adalah suatu bagian (subset) dari populasi yang dianggap mampu mewakili populasi yang akan diteliti.

Lebih lanjut Suharsimi Arikunto (1998) memaparkan cara-cara pengambilan sampel (sampling), antara lain:

a.      Sampel random, atau sampel acak, atau sampel campur

Peneliti mencampur subyek-subyek dalam populasi yang dianggap sama, dengan demikian peneliti memiliki hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan dipilih sebagai sampel.

b.      Sampel berstrata (stratified sample)

Sampel yang diambil dari populasi dianggap memiliki strata atau tingkat-tingkat, sehingga tidtesisak dapat menggunakan teknik random.

c.       Sampel wilayah, atau (area probability sample)

Sampel yang tidak berstrata tapi memiliki perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan yang lain, yaitu dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

d.      Sampel proporsi atau sampel imbangan (propotional sample)

Pengambilan sampel ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata dan atau wilayah, dimana banyaknya subyek yang belum tentu berstrata dan atau perbedaan ciri wilayah yang tidak sama, sehingga ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata dan atau wilayah.

e.      Sampel bertujuan (purposive sample)

Yaitu teknik pengumpulan sumber informasi yang tersedia secara tepat dimaksudkan untuk mengoptimalkan informasi dari target yang lebih spesifik, atau sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh peneliti.

Pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu dengan perimbangan seperti : fokus penelitian, pertimbangan ilmiah, alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.

f.        Sampel kuota (quota sample)

Pengambilan sampel ini mendasarkan pada jumlah subyek yang sudah ditentukan, yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut.

g.      Sampel kelompok (cluster sample)

Pengambilan sampel berdasarkan kelompok-kelompok subyek, seperti kelompok pedagang, petani, maupun nelayan.

h.      Sampel kembar (double sample)

Pengambilan sampel menggunakan dua sampel sekaligus.

Mengenai penentuan besarnya sampel Suharsimi Arikunto mengemukakan di dalam pengambilan sampel apabila subyeknya kurang dari 100 diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10% – 15% atau 20% – 25% atau lebih.

Sampel random, atau sampel acak,
Incoming search terms: