Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Pengumuman Merger Dan Akuisisi Terhadap Abnormal Return Saham Perusahaan (Studi Pada Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2000-2006)

pendapatan Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan Faktor-faktor Yang Berdampak Pada Return Saham Perusahaan pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum setiap perusahaan didtesisirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, sehingga pengembangan usaha merupakan rencana jangka panjang perusahaan. Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampu bersaing adalah melalui ekspansi baik dalam bentuk ekspansi internal atau ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan  capital budgeting sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha (business combination).

Dalam Accounting Principles Board (APB) Opinion No. 16 disebutkan bahwa pengembangan usaha terjadi jika satu badan usaha dengan satu atau badan usaha yang lain melakukan usaha secara bersama-sama dalam satu kesatuan akuntansi.  Penggabungan usaha dalam akuntansi ada tiga bentuk yaitu: konsolidasi, merger, dan akuisisi. Konsolidasi adalah penggabungan usaha yang dilakukan dengan pengambil alihan aktiva dan kewajiban perusahaan-perusahaan yang bergabung dengan cara membentuk perusahaan baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah seperti berikut ini.

1. Apakah terdapat reaksi pasar yang dibuktikan dengan  abnormal return  pada seputaran waktu pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan?

2. Apakah terdapat perbedaan  abnormal return  di antara periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui apakah terdapat reaksi pasar yang dibuktikan dengan  abnormal return  pada seputaran waktu pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan, perbedaan  abnormal return  di antara periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi perusahaan.

Kesimpulan

Atas dasar hasil analisis data yang telah dilakukan dan dipaparkan dalam bab sebelumnya, maka simpulan penelitian dapat diambil sebagai berikut ini.

  1. Penelitian ini mampu membuktikan bahwa pengumuman merger dan akuisisi menghasilkan abnormal return yang signifikan pada periode disekitar tanggal pengumuman. Hal ini dapat dilihat dari dihasilkannya  abnormal return yang signifikan pada t-1 sampai dengan t-6, dan periode t1 sampai dengan t5. Hal ini mengindikasikan terjadinya kebocoran informasi sebelum merger dan akuisisi yang dilakukan sehingga investor melakukan insider trading yang menyebabkan  profit taking sehingga berpengaruh pada nilai saham perusahaan yang menyebabkan timbulnya abnormal return. Kebocoran informasi ini juga menyebabkan informasi yang tidak terlalu signifikan lagi bagi investor dalam melakukan kegiatan ekonomi perusahaan sehingga pada ketika pengumuman  merger dan  akuisisi dilakukan tidak terdapat abnormal return yang terjadi. Sedangkan setelah pengumuman merger dan akuisisi terdapat lagi nilai  abnormal return yang terjadi mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut adalah berita baik (good news) bagi investor sehingga permintaan akan saham perusahaan-perusahaan tersebut meningkat.
  2. Penelitian ini tidak mampu membuktikan adanya perbedaan yang signifikan atas  abnormal return pada periode sebelum dan sesudah pengumuman  merger dan akuisisi. Hal ini mengindikasikan respon investor yang sama pada periode sebelum dan setelah pengumuman  merger  dan akuisisi oleh karena belum dapat terukurnya kinerja perusahaan dalam jangka pendek.

Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006

akuntansi (1) Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public Dampak Akuisisi Kinerja Keuangan Perusahaan Go Public akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi

Pertumbuhan internal dilakukan dengan cara memperluas kegiatan perusahaan yang sudah ada, misalnya dengan cara menambahkan kapasitas pabrik, menambah produk atau mencari pasar baru. Sementara merger dilakukan dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan dimana salah satu nama perusahaan yang bergabung tetap digunakan sedangkan yang lain dihilangkan dan akuisisi dilakukan dengan pembelian seluruh atau sebagian kepemilikan suatu perusahaan.

Di Amerika Serikat, aktivitas akuisisi merupakan hal biasa terjadi. Bahkan di era 1980an telah terjadi kira-kira 55.000 aktivitas sehingga tahun 1980an disebut sebagai dekade merger mania (Hitt, 2002). Sementara di Indonesia aktivitas akuisisi mulai marak dilakukan seiring dengan majunya pasar modal di Indonesia. Beberapa contoh perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan akuisisi diantaranya adalah PT Semen Gresik yang mengakuisisi PT Semen Padang, dan PT Nutricia yang mengakuisisi PT Sari Husada.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Current Ratio (CR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  2. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Quick Ratio (QR) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Fixed Asset Turn  Over (FAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  4. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Total Asset Turn Over (TAT) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  5. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Debt to Total Asset Ratio (DA) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  6. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Debt to Equity Ratio (DE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  7. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan  Return on Investment (ROI) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?
  8. Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan Return on Equity (ROE) antara sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan go public di Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Dalam penelitian ini judul yang diambil adalah Analisis Dampak Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Pada Perusahaan  Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak aksi perusahaan dalam melakukan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakusisi dengan pertimbangan sinergi yang diharapkan dapat terlihat dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun sesudah akuisisi.  Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuidtesisitas, rasio aktivitas, rasio  leverage dan rasio profitabilitas dengan jangka waktu antara  tiga tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah akuisisi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, sehingga dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Tidak terdapat perbedaan Current Ratio, Quick Ratio, Fixed Asset Turnover, Total Asset Turn Over, Return On Investment, dan Return On Equity pada periode tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi. Terdapat perbedaan Debt to Total Asset Ratio  dan  Debt to Equity Ratio pada periode satu tahun sebelum dengan satu sampai tiga tahun sesudah pengumuman akuisisi.

Hasil pengujian dari kedelapan rasio menunjukkan bahwa enam  rasio yang diujikan tidak terdapat perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah dilakukannya akuisisi. Namun terdapat dua rasio yang menunjukkan perbedaan antara tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah akuisisi, yaitu Debt to Total Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Terdapatnya perbedaan variabel  Debt to Total Asset Ratio  dan Debt to Equity Ratio sebelum dan sesudah akuisisi, kemungkinan disebabkan perusahaan menggunakan sebagian kekayaan pemilik perusahaan yang dimiliki untuk melakukan pembiayaan akusisi yang dilakukannya. Hal ini kemungkinan menyebabkan hutang pengakuisisi semakin bertambah dengan adanya akuisisi untuk operasional perusahaan.

Incoming search terms:

Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon

Skripsi Ekonomi~ Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon Pada Departemen Weaving PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta

pedagang kain Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon Analisis Break-Evenpoint Kain Katun Dan Kain Rayon pedagang kain

Latar Belakang Skripsi

Mulyadi (1990:467) ukuran yang seringkali dipakai untuk menilai sukses tidtesisaknya suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. Laba itu sendiri dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: harga jual produk, biaya, dan volume penjualan. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan penjualan langsung mempengaruhi volume produksi, dan volume produksi mempengaruhi biaya. Tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, data perencanaan, hubungan antara biaya, volume, dan laba memegang peranan yang sangat penting, sehingga dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang akan datang perusahaan memerlukan informasi untuk menilai berbagai macam kemungkinan yang berakibat pada laba yang akan datang.

Dalam membuat perencanaan laba secara optimal perusahaan harus terlebih dahulu break-evenpointperusahaan. Break-evenpoint adalah total pendapatan penjualan sama dengan total biaya (variabel dan tetap). Dalam hal ini perusahaan tidak mengalami kerugian maupun mendapatkan laba. Setelah mengetahui  break-evenpointperusahaan, maka perusahaan dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dikeluarkan serta penjualan yang harus dilakukan untuk mendapatkan laba secara optimal.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah penerapan analisis break-evenpoint kain katun dan kain rayon pada departemen weaving PT Iskandar Indah Printing Textile Surakarta?

Tujuan Penelitian

Pada umumnya suatu perusahaan bertujuan untuk memperoleh laba secara optimal. Begitu juga dengan PT Iskandar Indah Printing Textile yang ingin memperoleh laba secara optimal. Oleh karena itu, maka perusahaan harus menyusun perencanaan laba agar kemampuan yang dimiliki perusahaan dapat dikerahkansecara terkoordinasi. Dengan dilakukannya perencanaan laba maka perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi barang dalam jumlah tertentu, sehingga mendapatkan laba yang diinginkan. Dalam membuat perencanaan laba secara optimal perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu break-even point perusahaan. Break-even point adalah total pendapatan penjualan sama dengan total biaya (variabel dan tetap). Dalam hal ini perusahaan tidak mengalami kerugian maupun mendapatkan laba.

Kesimpulan

Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada departemen  weaving PT Iskandar Indah Printing Textile, maka diperoleh kesimpulan , yaitu: Penerapan analisis break-even point kain katun pada departemen weavingPT Iskandar Indah Printing Textile menghasilkan penghitungan  break-even point  untuk tahun 2009 sebesar 481.620,1686 meteratau dengan penjualan sebesar Rp2.889.721.011,69. Penerapan analisis break-even point kain rayon pada departemen weaving PT Iskandar Indah Printing Textile menghasilkan penghitungan  break-even point  untuk tahun 2009 sebesar 129.789,0587 meteratau dengan penjualan Rp 713.839.823,11.

Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Di Kelurahan Ngampilan

bakpia pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pedagang Bakpia Pathok bakpia pathok

Latar Belakang Skripsi

Industri  kecil  juga merupakan bagian integral dari dunia usaha  nasional yang mempunyai kedudukan, potensi,  dan peranan yang  sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.  Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha  kecil harus terus  dikembangkan dengan semangat kekeluargaan, saling isi mengisi,  saling memperkuat antara  industri kecil  dan besar dalam rangka  pemerataan serta mewujudkan kemakmuran yang sebesar-besarnya  bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama. Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah  berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan iklim usaha.    Seiring dengan dibukanya kesempatan yang lebar kepada setiap orang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, maka otomatis akan timbul pula persaingan-persaingan usaha pada bidtesisang yang sama di suatu wilayah tertentu.

Hal tersebut yang menjadi pemicu para pengusaha untuk berfikir kreatif dan menciptakan suatu inovasi yang dapat menciptakan suatu produk yang menarik, suatu produk yang berhubungan dengan masyarakat sehari-hari dan dapat mendatangkan keuntungan yang optimal. Produk makanan ringan adalah satu usaha yang banyak dilirik para pengusaha-pengusaha kecil yang mulai merintis usahanya.  Salah satunya adalah di daerah Yogyakarta, tepatnya di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan,  Yogyakarta selain menjadi tempat tujuan berwisata, menjadi tempat perdagangan,  baik barang-barang kerajinan maupun makanan-makanan khas yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta. Salah satu makanan yang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta adalah Bakpia Pathok.  Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan beberapa masalah yaitu :

1. Bagaimana pengaruh modal usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

2. Bagaimana pengaruh lama usaha terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

3. Bagaimana pengaruh waktu dagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

4. Bagaimana pengaruh pendidikan yang telah ditempuh  pedagang  terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

5. Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

6. Bagaimana pengaruh  tingkat  upah tenaga kerja pedagang terhadap keuntungan pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntunganusaha para pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan.

Kesimpulan

1.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  modal usaha, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja  tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang  Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  modal usaha  yang dibutuhkan, waktu dagang, dan jumlah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan ternyata  tidak terbukti.

2.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan Ngampilan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang ,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa  variabel  pengalaman usaha, pendidikan yang telah ditempuh  pedagang, dan tingkat upah tenaga kerja pedagang  mempunyai pengaruh terhadap keuntungan ternyata  terbukti mempunyai pengaruh positif.

Incoming search terms:

Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

Skripsi Ekonomi ~ Pengaruh Faktor Demografi, Personalitydan Stres Kerja Dalam Penggunaan Sistem Informasi berbasis Komputer Terhadap Kinerja Karyawan

kinerja pegawai Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan Penggunaan SI Komputer Terhadap Kinerja Karyawan kinerja pegawai

Latar Belakang Skripsi 

Pengembangan sistem informasi merupakan sebuah keputusanyang sangat strategis. Selain menyangkut investasi yang cukup besar, terdapatbanyak faktor lain yang harus dipertimbangkan. Seringkali suatu perusahaanyang memiliki sistem informasi berbasis komputer yang baik gagal dalampenerapannya, tetapi tidtesisak jarang perusahaan yang memiliki sistem yanglemah berhasil dalam penerapannya. Kompleksitas sistem bukanlahmerupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan bisa jadi kontraproduktif biladalam tahapan implementasi ternyata tidak didukung dengan kesiapan sumberdaya manusia (SDM) yang dikuasai perusahaan. Hal ini dikarenakan

operasionalisasi dari teknologi komputer masih menggunakan aspek manusiayang merupakan personil end-user computing. Pengertian dari end-user computing adalah pengetahuan dan keahlian dalam menggunakan komputer (Harrison dan Rainer, 1992). End-user computing akan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun bagi personil end-user computing itu sendiri. Keuntungan tersebut diantaranyadengan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dan peningkatankerja personilnya (Harrison dan Rainer, 1992). Dalam konteks end-user computing, keahlian dalam menggunakan komputer sangat penting dalampenentuan kinerja, sehingga diperlukan dukungan yang lebih efektif terhadapend-user computing suatu perusahaaan, dan harus lebih melibatkan hubunganindividual dengan keahlian yang dimiliki oleh personil end-user computing. Di dalam memberikan dukungan formal terhadap end-user computing terdapat permasalahan yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan karenapersonil end-user computing berbeda satu sama lainnya baik dari segi karakteristik individual, sikap (attitudes), kecemasan (anxiety), maupun caraberpikir (cognitive style) (Harrison dan Rainer, 1992).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas, maka dapatdirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah faktor demografi dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

2. Apakah faktor personality dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

3. Apakah faktor stres kerja dalam penggunaan sistem informasi berbasiskomputer akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Indomarco AdiPrima?

4. Apakah faktor demografi, personality dan stres kerja dalam penggunaansistem informasi berbasis komputer berpengaruh terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima?

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini ialah ingin mngetahui apa saja yang menjadi faktor-faktor  berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan pada lingkup karyawan PT Indomarco AdiPrima. Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabelfaktor demografi, personality, stres kerja, dan kinerja. Variabel-variabeltersebut akan diuji apakah variabel faktor demografi, personality, stres kerjaberpengaruh secara positif pada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari beberapa pengujian yang telah dilakukan denganmenggunakan bantuan program komputer SPSS for windows menunjukkanbahwa:

1. Koefisien Determinasi (R2) yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,234. Hal ini berarti 23,4% variasi kinerja karyawan dapatdijelaskan oleh factor demografi, personality dan stres kerja, sedangkan76,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan.

2. Hasil uji t untuk H1 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,566 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH1 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara umur terhadap kinerja karyawan PTIndomarco Adi Prima.

3. Hasil uji t untuk H2 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,606 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH2 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara jenis kelamin terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

4. Hasil uji t untuk H3 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,643 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH3 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

5. Hasil uji t untuk H4 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,247 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH4 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara  pengalaman terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

6. Hasil uji t untuk H5 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,184 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH5 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat optimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

7. Hasil uji t untuk H6 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,180 lebih besar dari level of significant yang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH6 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat pessimism terhadap kinerja karyawanPT Indomarco Adi Prima.

8. Hasil uji t untuk H7 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,338 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH7 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat intimidation terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

9. Hasil uji t untuk H8 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,332 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwaH8 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara sifat math anxiety terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

10. Hasil uji t untuk H9 dapat disimpulkan bahwa pada kolom signifikansinilai p-value-nya adalah sebesar 0,911 lebih besar dari level of significantyang telah ditentukan sebelumnya yaitu sebesar 0,05. Hal ini berarti bahwa  H9 tidak didukung sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara tingkat stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima.

11. Berdasarkan dari hasil uji F didapat F hitung sebesar 2,292 dengan tingkatsignifikansi 0,044. Oleh karena probabilitas (0,044) lebih kecil dari level of significant 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksipengaruh faktor demografi, personality dan stres kerja terhadap kinerjakaryawan PT Indomarco Adi Prima. Berdasarkan dari hasil pengujianuntuk menjawab H10 dapat diartikan bahwa faktor demografi, personality, dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh secara positif signifikanpada kinerja karyawan PT Indomarco Adi Prima.

Incoming search terms: