Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Memilih Perguruan Tinggi Swasta (Studi  KasusTerhadap Mahasiswa Balikpapan Yang Kuliah di Yogyakarta)

Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS Pengaruh Bauran Pemasaran Pada Keputusan Konsumen Memilih PTS tesis44

Latar Belakang Skripsi 

Di dalam era globalisasi yang melanda dunia pada abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 atau dengan kata lain era milenium ke-3 merupakan fenomena yang harus diperhatikan sebagai akibat kemajuan teknologi yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada hampir semua aspek kehidtesisupan manusia yang ditandai dengan perubahan tatanan masyarakat dunia di mana batas negara, apalagi batas daerah seolah-olah semakin kabur akibat dari perkembangan transportasi, telekomunikasi dan tourisme, yang dipercepat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi juga merubah kebutuhan sumber daya manusia di seluruh dunia, terutama tuntutan kualitas sumber daya manusia tersebut.

Oleh karena itu sejalan dengan perkembangan yang terjadi di segala sektor kehidupan manusia, maka bermunculan perguruan tinggi-perguruan tinggi sebagai salah satu tempat atau sarana pencetakan sumber daya manusia yang diharapkan pada nantinya dapat mencetak sumber daya manusia seperti yang diinginkan. Pada satu sisi, bemunculannya banyak perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memenuhi semua permintaan dari masyarakat akan suatu lembaga pendidikan yang dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul. Namun di sisi lain, banyak bermunculannya perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut membuat persaingan di antara perguruan tinggi tersebut kian ketat. Perguruan tinggi bukanlah perusahaan yang senantiasa hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi bukan juga badan amal, melainkan sebuah industri paling vital yang harus dikelola seefektif dan seefisien mungkin.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1.Apakah faktor-faktor bauran pemasaran yang ada pada perguruan tinggi merupakan faktor-faktor yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi swasta di Yogyakarta?

2.Faktor-faktor apa sajakah dari bauran pemasaran tersebut, yang merupakan  faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi swasta di Yogyakarta?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mngetahui faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap pertimbangan konsumen dalam memilih perguruan tinggi swasta.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan pada bab terdahulu, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tentang faktor-faktor bauran pemasaran yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih perguruan tinggi (studi kasus terhadap mahasiswa asal Balikpapan yang kuliah di Yogyakarta) adalah sebagai berikut:

1.Berdasarkan hasil analisis faktor, faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi di Yogyakarta antara lain: faktor  promotion  dan  physical evidence yang meliputi: merk, publikasi, komunikasi, pameran, mekanisme pelayanan, gedung megah dan keadaan lingkungan; faktor  product yang meliputi: kurikulum dan silabus, status jurusan/program studi, laboratorium, perpustakaan, teknologi dan media pendidikan, staf pengajar dan desain fasilitas; faktor organisasi dan  processyang meliputi: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan layanan karyawan; faktor  personal traits yang meliputi:  performance lulusan  dan reputasi pimpinan/yayasan; faktor price yang meliputi biaya per SKS dan persyaratan pembayaran; dan faktor kurikulum dan place yang meliputi: kurikulum/silabus dan lokasi.

2.Pada analisis faktor tahap pertama ada dua variabel yang dikeluarkan karena tidak memenuhi syarat kecukupan analisis faktor dalam nilai MSA-nya, kedua variabel tersebut adalah variabel besar SPP (X11) dan variabel peraturan-peraturan (X22). Selanjutnya kedua variabel tersebut dikeluarkan dari model lalu dilakukan analisis faktor tahap berikutnya. Setelah dilakukan rotasi faktor varimax melalui iterasi konvergen sebanyak 9 kali, didapat enam faktor yang terbentuk. Kemudian variabel-variabel yang ada dikelompokkan ke dalam tiap-tiap faktor sesuai dengan nilai faktor loading-nya, dan ternyata ada satu variabel yang faktor loading-nya < 0,5 yaitu variabel besar DPP (X12), selanjutnya variabel ini dikeluarkan dari model. Akhirnya dari 25 variabel yang dipakai dalam penelitian kali ini, setelah dilakukan analisis faktor ternyata pada hasil akhir hanya ada 22 variabel yang terkelompok dalam 6 faktor.

3.Dari 6 faktor yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam keputusan memilih perguruan tinggi di Yogyakarta, faktor  promotion  dan physical evidence merupakan faktor dengan peranan penting yang dipertimbangkan mahasiswa asal Balikpapan dalam memilih perguruan tinggi di Yogyakarta, dengan variabel-variabel: merk, publikasi, komunikasi, pameran, mekanisme pelayanan, gedung megah dan keadaan lingkungan.

Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Beberapa Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengusaha Kecil Brem Di Madiun

brem Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem Analisis Variabel Keberhasilan Pengusaha Brem brem

Latar Belakang Skripsi 

Industri kecil brem mempunyai peran yang cukup besar terhadap perekonomian di Kabupaten Madiun, selain itu juga brem merupakan makanan khas Kota Madiun. Brem merupakan makanan kecil yang terbuat dari sari tape ketan kemudian dengan proses kimiawi (fermentasi), diolah dan dipadatkan menjadi bentuk batangan. Mereka yang berkunjung ke Madiun selalu memilih brem sebagai buah tangan. Dengan demikian volume penjualan yang di dapat cukup tinggi, dan akan mempengaruhi pajak yang akan diterima pemerintah kabupaten. Juga karena kemampuan daya serap tenaga kerja di sektor ini juga cukup memberikan kontribusi terhadap tenaga kerja yang tidtesisak memiliki pendidikan formal, sehingga membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerahnya.

Keberhasilan usaha pengusaha kecil brem tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor., antara lain adalah modal, pemasaran produk, kemampuan dan ketrampilan pengusaha dalam berproduksi , tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tenaga kerja, waktu operasi setiap harinya dan sebagainya.(J. Ellyawati dan Y. Sri Susilo, 2001:44). Dalam penelitian ini dipilih beberapa variabel yang berpengaruh terhadap keberhasilan usaha Brem antara lain modal, jumlah tenaga kerja, pengalaman suaha, tingkat pendidikan dan waktu operasi per hari.

 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

  1. Apakah variabel-variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi per hari, secara parsial dan secara bersama  – sama dapat mempengaruhi keberhasilan pengusaha kecil brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun?
  2. Dari ke lima variabel modal kerja, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi per hari tersebut,  manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap variabel keberhasilan pengusaha kecil brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun?

Tujuan Penelitian 

Penelitian yang berjudul Analisis Beberapa Variabel Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengusaha Kecil Brem di Madiun ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi perhari secara sendiri – sendiri dan bersama– sama terhadap keberhasilan usaha pengusaha kecil brem di Madiun, dan mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keberhasilan pengusaha kecil brem tersebut.

Kesimpulan 

Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat   disimpulkan beberapa karakteristik dari pengusaha kecil brem di Madiun sebagai berikut :

  1. Jumlah populasi sebanyak 37 pengusaha kecil semuanya dijadikan obyek penelitian. Dari jumlah tersebut sebagian besar mempunyai modal sebesar Rp. 800.000  – Rp. 9.371.999 yaitu sebanyak 24 responden atau 64,87 %. Nilai rata – rata modal usaha pengusaha kecil brem adalah Rp. 9.118.432.
  2. Sebagian besar pengusaha kecil brem mempunyai tenaga kerja sebesar 5  – 6 orang yaitu sebanyak 29 responden atau 78,38 %. Rata  – rata pengusaha kecil brem tersebut mempunyai tenaga kerja sebanyak 6 orang.
  3. Mayoritas pengusaha kecil brem di Madiun memiliki tingkat pendidikan SD yaitu sebanyak 26 responden atau 70,27 %. Rata – rata pengusaha kecil tersebut memiliki tingkat pendidikan tahun ke 7 (SLTP).
  4. Sebagian besar pengusaha kecil brem di Madiun mempunyai pengalaman usaha selama 3  – 11 tahun, yaitu sebanyak 14 responden atau 37,84 %. Rata  – rata pengalaman usaha dari pengusaha kecil tersebut adalah 17, 35 tahun.
  5. Sebagian besar pengusaha kecil brem di Madiun beroperasi selama 8 –9 jam perhari, yaitu sebanyak 15 responden atau 40,54 %. Rata – rata waktu operasinya selama 8 jam perhari.
  6. Laba kotor yang diperoleh pengusaha kecil brem di Madiun sebagian besar sebesar Rp. 200.000 – Rp. 7.666.666. dan rata – rata memperoleh laba kotor sebesar Rp. 6.022.243.
  7. Hambatan yang paling banyak dialami pengusaha kecil adalah masalah cuaca hujan.
  8. Khusus
  9. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas didapatkan hasil signifikansi dari variabel modal, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, dan waktu operasi perhari > 0,05. sehingga disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.
  10. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda didapat persamaan sebagai berikut :

Y       =   -10876881 + 0,526 X1 + 1372919,7 X2 + 123567,03 X3 + 121489,29 X4 + 67593,218 X5

 

Incoming search terms:

Evaluasi Sistem Akuntansi Pengeluaran Barang

Skripsi Ekonomi~ Evaluasi Sistem Akuntansi Pengeluaran Barang Pada Pt Amalia Surya Cemerlang Klaten

Laporan Skripsi 

Sistem akuntansi merupakan organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi, 1997: 3). Sedangkan sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 1997: 165).

PT Amalia Surya Cemerlang merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidtesisang meubel. Sebagai suatu perusahaan manufaktur, maka persediaan bahan baku dan bahan penolong memiliki arti yang sangat penting karena merupakan aset perusahaan, dimana dana yang ditanamkan di dalam persediaan sangat besar dan persediaan bahan baku dan bahan penolong ini digunakan dalam proses produksi. Di dalam melaksanakan proses produksi, bagian produksi harus meminta barang pada bagian gudang. Untuk memperoleh barang dari gudang diperlukan formulir atau dokumen yang digunakan untuk mencatat terjadinya transaksi pengeluaran barang sehingga dapat digunakan sebagai bukti tertulis untuk pencatatan lebih lanjut.

Perumusan Masalah

Dalam pembahasan ini penulis menganalisis tentang pengeluaran barang dari gudang, baik bahan baku maupun bahan penolong. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah sistem akuntansi pengeluaran barang pada PT Amalia Surya Cemerlang sudah efektif dan efisien?”.

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem akuntansi pengeluaran barang pada PT ASC Klaten, apakah sudah efektif atau belum. Data yang diperoleh penulis dari PT ASC Klaten dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara kepada bagian yang terkait, kuesioner, observasi, studi pustaka dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada dalam perusahaan yang berkaitan dengan transaksi pengeluaran barang.

Kesimpulan 

1. Bagian yang terkait

Bagian yang terkait dalam transaksi pengeluaran barang dilaksanakan oleh bagian–bagian yang terpisah, yaitu: bagian gudang, bagian produksi, dan bagian akuntansi.  Secara umum pelaksanaan transaksi pengeluaran barang berjalan efektif dan efisien. Masing-masing bagian melaksanakan pekerjaan sesuai dengan fungsinya.

2. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam transaksi pengeluaran barang, yakni Laporan Proses Pembahanan dan Laporan Pendistribusian Komponen bernomor urut tercetak, tetapi pendistribusian belum dilakukan ke bagian yang terkait, tidak terdapatnya tanda tangan penyerah barang (bagian gudang) dan tidak terdapat indek silang dengan Surat Perintah Kerja yang digunakan sebagai dasar penerbitan.

3. Catatan akuntansi

Transaksi pengeluaran barang yang terjadi dicatat ke dalam kartu gudang, kartu persediaan, kartu harga pokok produk, kartu biaya, dan jurnal umum didasarkan atas dokumen-dokumen pendukung. Hal ini menunjukkan prosedur pencatatan tersebut efektif. Pencatatan ke dalam kartu persediaan, kartu harga pokok produk, kartu biaya dan jurnal umum menggunakan komputer sehingga data yang dihasilkan lebih cepat dan akurat. Ini menunjukkan efisiensi di dalam pencatatannya.

4. Jaringan prosedur

Jaringan prosedur yang membentuk sistem pengeluaran bahan baku pada PT ASC Klaten yaitu prosedur pengeluaran dan pencatatan. Sedangkan untuk pengeluaran bahan penolong yaitu prosedur permintaan, pengeluaran dan pencatatan. Secara umum prosedur-prosedur yang ada sudah berjalan efektif dan efisien, karena dilakukan oleh bagian-bagian yang terpisah serta menggunakan dokumen dan catatan akuntansi yang memadai.

5.Laporan

Belum ada laporan yang berisi penerimaan barang, penggunaan barang dan persediaan barang baik bahan baku maupun bahan penolong dalam unit maupun dalam rupiah.

 

 

Incoming search terms:

Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional

Skripsi EkonomiAnteseden  dan  Konsekuensi  Kepemimpinan Transformasional (Studi  pada Karyawan PT. Pos Indonesia di Surakarta)

kepemimpinan Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional Anteseden dan Konsekuensi KepemimpinanTransformasional kepemimpinan

Latar Belakang Skripsi 

Perilaku  kepemimpinan transformasional  dan  turnover intention merupakan permasalahan yang seringkali dihadapi oleh suatu organisasi. Konsep  kepemimpinan transformasional  telah diuji sebagai divalidtesisasi kepemimpinan yang paling membangun digunakan ilmiah hari ini (Parry dalam  Travaglione dan Connell, 2000). Hasil penelitian scara konsisten menyoroti pengaruh positif dari transformasi kepemimpinan pada hasil organisasi. Sebagai contoh transformasi kepemimpinan ditemukan mengakibatkan menurunkan niat untuk meninggalkan organisasi, peningkatan perilaku organisasi warga dan mengakibatkan komitmen organisasi  kuat (Podsakoff,  et al. dalam  Travaglione dan Connell, 2000).

Pemimpin yang mampu mengubah nilai dasar, kepercayaan dan sikap dari bawahan akan dapat meningkatkan kinerja melebihi level minimum yang diinginkan organisasi (Podsakoff,  et al.,  1990). Teori kepemimpinan memaparkan beberapa gaya kepemimpinan, salah satu diantaranya adalah tipe pemimpin yang mempengaruhi pengikut-pengikutnya untuk mengatasi kepentingan diri mereka demi kebaikan organisasi dan mampu menimbulkan efek yang mendalam terhadap pengikut-pengikutnya. Demikian juga dengan  turnover intention  (keinginan untuk keluar), semua organisasi pasti mengalami keluar masuknya karyawan namun suatu tingkat keluar masuknya karyawan yang tinggi berarti tinggi pula biaya operasional untuk perekrutan, seleksi, dan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan serta ketrampilan karyawan (Robbins, 2003).

Perumusan Masalah

  1. Apakah tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja  berpengaruh  signifikan  pada perilaku kepemimpinan transformasional karyawan PT. Pos Indonesia?
  2. Apakah perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh  signifikan pada  turnover  intention, OCB  conscientiousness  dan komitmen organisasional karyawan PT. Pos Indonesia?
  3. Apakah perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja  pada  turnover  intention, OCB conscientiousness  dan komitmen  organisasional  karyawan PT. Pos Indonesia?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari diadakannya penelitian ini ialah ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.

Kesimpulan

a  Analisis Deskriptif

Kesimpulan mengenai analisis deskriptif ini adalah refleksi dari jawaban responden tentang item-item pertanyaan dari kuisioner yang dibagikan.  Diketahui bahwa responden berjenis kelamin pria yaitu 76 orang (76%), sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 24 orang (24%). Dengan demikian disimpulkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin pria. Berdasarkan data diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT. Pos Indonesia berada pada masa produktif yaitu berusia > 40 tahun. Untuk pendidikan mayoritas responden  berpendidikan SMU, dan dari penelitian diketahui bahwa sebagian besar karyawan PT. Pos Indonesia telah bekerja di perusahaan selama lebih dari 20 tahun.  Adapun kesimpulan  tentang tanggapan responden dari

penyebaran kuesioner tersebut adalah:

  1. Tanggapan responden mengenai tingkat kepercayaan kepada manajemen pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan tanggapan-tanggapan dari responden diatas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab setuju atas setiap item pertanyaan, dan kebanyakan dari responden menyatakan bahwa tingkat kepercayaan kepada manajemen mereka tinggi pada manajemen PT Pos Indonesia
  2. Tanggapan responden mengenai keadilan prosedural pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan tanggapan dari responden diatas, mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertanyaan diatas,dan responden menyatakan bahwa mengenai keadilan prosedural mereka adalah  sedang terhadap perusahaan.
  3. Tanggapan responden mengenai tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertayaan yang menyangkut kepercayaan kepada rekan kerja, dan ini berarti menunjukkan bahwa kepercayaan kepada rekan kerja adalah sedang.
  4. Tanggapan responden mengenai perilaku kepemimpinan transformasional pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan keterangan hasil tanggapan responden, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab sangat setuju. Hal ini berarti bahwa perilaku kepemimpinan transformasional atasan mereka  di perusahaan PT Pos Indonesia sangat tinggi,
  5. Tanggapan responden mengenai  turnover intention  pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian, didapat hasil bahwa mayoritas responden menjawab setuju atas  turnover intention, mayoritas responden menyatakan bahwa  turnover mereka tinggi, artinya karyawan mempunyai kecenderungan dan berkeinginan untuk  berhenti dari perusahaan PT Pos Indonesia.
  6. Tanggapan responden mengenai OCB  conscientiousness pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, mayoritas responden menjawab setuju atas item pertanyaan diatas, dan kebanyakan responden menyatakan bahwa mengenai OCB  conscientiousness  mereka tinggi terhadap perusahaan.
  7. Tanggapan responden mengenai komitmen organisasi pada PT.Pos Indonesia Surakarta. Berdasarkan hasil tanggapan responden diatas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menjawab kurang setuju atas item pertanyaan yang diajukan, dan mereka menyatakan sedang atas komitmen organisasi didalam perusahaan.
Incoming search terms:

Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Rasio Likuidtesisitas, Solvabilitas, Dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008

modal-ventura Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara paling efektif dalam mengevaluasi kondisi keuangan tersebut adalah menggunakan analisis laporan keuangan koperasi bersangkutan. Laporan keuangan memberikan ikstisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, yang mana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi  (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.

Analisis laporan keuangan KPRI SUBUR dilakukan dari tahun 2006-2008, karena dalam tahun tersebut terdapat perubahan-perubahan yang cukup signifikan atas neraca dan laporan perhitungan sisa hasil usaha yang dimilki koperasi, baik berupa peningkatan atau penurunan, melalui perbandingan angka-angka rasio yang dihasilkan dari analisis rasio likuiditas, rentabilitas,  dan solvabilitas satu periode dengan periode yang lain akan diperoleh informasi mengenai perkembangan dan kinerja KPRI SUBUR. Hasil analisis data keuangan KPRI SUBUR dari tahun yang lalu dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari koperasi serta hasil-hasil yang tidak dianggap cukup baik, untuk mengadakan interprestasi atau analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analisis memerlukan adanya ukuran atau”yard stik”  tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis  financial adalah ”rasio”, pengertian hanya alat yang dinyatakan dalam  ”arithmatical term” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial (Riyanto, 1995:327).

Perumusan Masalah 

1)  Bagaimana kinerja keuangan KPRI SUBUR Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta untuk tahun 2006-2008?

2)  Berapa tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KPRI SUBUR Pasar Kliwon 2006-2008?

3)  Apakah hasil perhitungan Ratio keuangan selama 3 periode mengalami kenaikan, penurunan, atau stabil?

Tujuan Penelitan

Kegiatan  penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan KPRI ”SUBUR” Periode 2006-2008.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data perhitungan rasio  likuiditas, salvobilitas, dan profitabilitas pada KPRI “SUBUR” Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta selama tiga periode serta temuan yang telah diuraikan, ada beberapa yang menunjukkan hasil yang kurang baik dan menjadi kelemahan bagi KPRI  “SUBUR”. Atas kelemahan yang ditemukan dalam hasil analisis rasio pada KPRI “SUBUR” maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. KPRI “SUBUR” dalam hubungannya dengan likuiditas dilihat dari current ratio  selama tiga periode menunjukkan angka di atas 175%, ini berarti bahwa tingkat likuiditas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang sangat baik. Sesuai dengan Kertas Kerja Penilaian Klasifikasi Koperasi dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002.begitu juga dengan  quick ratio selama tiga periode dalam yang sangat baik karena menunjukkan angka di atas 175%. Tetapi sebaliknya pada cash ratio selama tiga periode menunjukkan angka di bawah 125%,.
  2. KPRI ‘ SUBUR” dalam hubungannya dengan  likuiditas dalam kondisi yang  likuid karena masih dalam kondisi yang sehat dan seimbang karena harta lancar lebih banyak dan di atas standar dari pada aktiva lancar.
  3. Meskipun tingkat  solvabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang solvable, KPRI “SUBUR” tetap menjaga proporsi antara jumlah aktiva dengan jumlah utangnya supaya  rasio yang dihasilkan tidak terlalu besar dan sesuai dengan rasio yang menjadi standarnya.
  4. Tingkat profitabilitas KPRI “SUBUR” dalam kondisi yang baik. KPRI “SUBUR” tetap menjaga dan  mempertahankan atau lebih meningkatkan profitabilitas untuk tahun yang akan datang, misalnya dengan meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat memperbesar laba usaha (SHU) koperasi. Selain itu untuk meningkatkan volume penjualan, baik penjualan kredit maupun tunai yang diharapkan dapat meningkatan SHU dapat pula dengan cara memperkecil peningkatan penjualan dan penerimaan jasa akan menghasilkan SHU yang besar.
Incoming search terms: