Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees (Study empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2006-2008)

akuntansi (1) Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Dan Timelinees akuntansi 1

Latar Belakang Skripsi 

Perkembangan pasar modal di Indonesia berdampak peningkatan permintaan akan audit laporan keuangan. Setiap perusahaan yang go publik diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal. Hasil audit atas perusahaan publik  mempunyai konsekuensi dan tanggungjawab  yang besar. Adanya tanggungjawab yang besar ini memicu audit untuk bekerja secara lebih professional. Salah satu kriteria profesionalisme dari auditor adalah ketepatan waktu penyampaian laporan auditnya. Ketepatan waktu perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan kepada masyarakat umum dan kepada Bapepam juga tergantung dari ketepatan waktu auditor dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya. Ketepatan waktu ini terkait dengan manfaat dari laporan keuangan itu sendiri. Jika terjadi penundaan yang tidtesisak semestinya dalam pelaporan keuangan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.

Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal. Undang-undang no. 8 tahun 1995 tentang peraturan pasar modal menyatakan bahwa semua perusahaan yang terdaftar dalam pasar modal wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Bapepam dan mengumumkan kepada masyarakat. Apabila perusahaan-perusahaan tersebut terlambat menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam maka dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Peraturan mengenai penyampaian laporan keuangan ini telah diperbaharui oleh Bapepam pada tahun 1996 dan mulai berlaku kembali pada tanggal 17 Januari 1996. Dalam peraturan baru ini disebutkan bahwa perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit selambat-lambatnya 120 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya tahun buku.

Rumusan Masalah

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas,  umur perusahaan, ukuran perusahaan dan auditor (ukuran KAP) terhadap  audit delay dan Timelines?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan  untuk menguji pengaruh pengaruh  faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan dan size perusahaan dan ukuran KAP  terhadap audit delay dan  timeliness pada perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan  regresi  logistik  dengan  software  SPSS 16.0 For Windows.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan  untuk menguji pengaruh pengaruh  faktor profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, umur perusahaan dan size perusahaan dan ukuran KAP  terhadap audit delay dan  timeliness pada perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006-2008. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan  regresi  logistik  dengan  software  SPSS 16.0 For Windows. Berdasarkan analisis  penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut.

1.  return on equity  (profitabilitas),  total debt to total assets  (solvabilitas), current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan,  umur perusahaan dan ukuran KAP berpengaruh secara simultan terhadap audit delay.

2.  return on equity  (profitabilitas),  total debt to total assets  (solvabilitas), current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan,  umur perusahaan  dan ukuran  KAP  berpengaruh  secara simultan  terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan (timeliness).

3.  Pengujian secara parsial menunjukkan  bahwa  variabel  solvabiltas berpengaruh terhadap audit delay. Pengujian terhadap variabel return on equity  (profitabilitas),  current ratio  (likuiditas),  ukuran perusahaan, umur perusahaan dan ukuran  KAP  tidak memberikan hasil yang signifikan.

4.  Pengujian secara parsial terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan  menunjukkan  bahwa  variabel  likuiditas yang  berpengaruh terhadap  ketepatan waktu penyampaian laporan. Pengujian terhadap variabel  return on  equity  (profitabilitas),  salvabilitas,  ukuran perusahaan, umur perusahaan dan ukuran KAP  tidak memberikan hasil yang signifikan.

Incoming search terms:

Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah (Studi Empiris Di Kabupaten Sragen)

akuntansi (1) Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah Analisis Audit Expectation GAP Pada Pemerintah Daerah akuntansi 1

 Latar Belakang Skripsi 

Laporan keuangan merupakan perwujudan dari pelaksanaan Laporan keuangan yang pada dasarnya merupakan asersi atau pernyataan pihak manajemen pemerintah daerah yang menginformasikan kepada pihak lain,yaitu para pemangku kepentingan yang ada tentang kondisi keuangan pemerintah daerah.  Pemerintah daerah berkewajiban mempertanggungjawabkan laporan keuangan pemerintah daerah kepada pemangku kepentingannya.  Pemangku kepentingan yang utama adalah masyarakat dan dewan legislatif daerah (DPRD). Permasalahan akuntabilitas publik bisa muncul apabila pemerintah daerah tidtesisak mampu menyajikan informasi mengenai laporan keuangan secara relevan, handal,sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat sebagai konstituennya (Mahmudi, Laporan keuangan yang dipublikasikan oleh pemerintah daerah oleh banyak pihak sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.  keuangan publikasian tersebut harus disajikan secara wajar terbebas dari salah saji yang material sehingga tidak menyesatkan pembaca dan pengguna Jika laporan keuangan yang dipublikasikan buruk, artinya laporantersebut dihasilkan dari sistem akuntansi yang buruk sehingga di dalamnyamengandung kesalahan yang material dalam penyajian angka, tidak disusun sesuai dengan standar pelaporan, dan tidak tepat waktu dalam penyampaiannya.  Laporan keuangan yang buruk menyebabkan pengguna laporan keuanganmemperoleh informasi yang salah dan menyesatkan (Mahmudi, 2007).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkewajiban melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Mahmudi (2007) menambahkan dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan keuangan ini, BPK sebagai auditor yang independen akan melaksanakan audit sesuai dengan standar audit yang berlaku dan akan memberikan pendapat (opini) atas kewajaran laporan keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi peran auditor?

2. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi independensi auditor?

3. Apakah terdapat audit expectation gap antara auditor pemerintah (BPK) pengguna laporan keuangan pemerintah dilihat dari sisi pengetahuan audit?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai audit expectation gap di antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna  laporan keuangan pemerintah daerah mengenai peran auditor, independensi auditor, dan pengetahuan audit.

Simpulan

Hasil pengujian terhadap hipotesis pertama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisi peran

Hasil pengujian terhadap hipotesis kedua dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisiindependensi auditor.Hasil pengujian terhadap hipotesis ketiga dalam penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa terdapat  audit expectation gap  antara auditor pemerintah (BPK) dan pengguna laporan keuangan pemerintah, yaitu anggota DPRD, pegawai DPPKAD dan masyarakat pembayar pajak daerah dilihat dari sisipengetahuan audit.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terhadap indikator dalam variabel-variabel penelitian terlihat bahwa kurangnya pengetahuan audit dari pengguna laporan keuangan pemerintah daerah menyebabkan eksistensi  audit expectation

 

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go-Public Di Bursa Efek Indonesia Untuk Periode Tahun 2005-2009

modal-ventura Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal  modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Struktur modal suatu perusahaan ditentukan oleh kebijakan pembelanjaan (financing policy)  dari manajer keuangan yang senantiasa dihadapkan pada pertimbangan baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang mencakup tiga unsur penting. Unsur-unsur tersebut adalah keharusan untuk membayar balas jasa atas penggunaan modal kepada pihak yang menyediakan dana tersebut (sifat keharusan untuk pembayaran biaya modal), sampai seberapa jauh kewenangan dan campur tangan pihak penyedia dana itu dalam mengelola perusahaan, dan resiko yang dihadapi perusahaan (Harmanto dalam Rizal, 2002).

Apabila kebutuhan modal perusahaan dipenuhi dengan cara menambah hutang pada saat tingkat rentabilitas ekonomi perusahaan lebih besar daripada tingkat bunga hutang, maka risiko keuangan menjadi rendah dan rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal asing lebih besar daripada rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal sendiri. Jika rentabilitas modal sendiri dengan tambahan modal asing lebih tinggi maka laba perlembar saham (EPS) akan lebih tinggi sehingga modal sendiri yang berasal dari laba ditahan akan meningkat dan dividtesisen yang harus dibayarkan akan menjadi lebih tinggi. Pada akhirnya struktur modal akan dapat optimal dan memaksimalkan harga saham sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan (Riyanto, 2002).

Perumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, disusun rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah struktur aktiva berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  2. Apakah tingkat pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur ?
  3. Apakah profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  4. Apakah likuiditas berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?
  5. Apakah tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara strukturaktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, likuiditas, dan tingkat pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal perusahaan manufaktur. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2005-2009. Sampel sebanyak 45 perusahaan. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda.

Kesimpulan 

Berdasarkan  hasil  penelitian  yang  telah dilakukan,  maka dihasilkan kesimpulan sebagai berikut:

Dari lima hipotesis yang diajukan semua hipotesis terbukti berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur modal dan tingkat pertumbuhan perusahaan (Growth) berpengaruh negatif terhadap struktur modal sedangkan profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales) berpengaruh positif terhadap struktur modal.

  1. Dari hasil pengujian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adjusted R2 sebesar 0,235. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 23,50 % variasi dari struktur modal dapat diterangkan oleh variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan (growth), profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan (growth sales), sedangkan 76,50 % diterangkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan regresi.
  2. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan diperoleh kesimpulan bahwa variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan (growth), profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales), secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap struktur modal.
  3. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial  semua variabel independen berpengaruh terhadap struktur modal, yaitu struktur modal dan tingkat pertumbuhan perusahaan (growth)  berpengaruh negatif terhadap struktur modal sedangkan profitabilitas (ROI), likuiditas (current ratio), dan tingkat pertumbuhan penjualan  (growth sales) berpengaruh positif terhadap struktur modal.
Incoming search terms: