Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah  Di Jawa Tengah

uang laporan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi 

Expenditure  merupakan  belanja rutin atau belanja operasional pemerintah daerah dalam suatu periode tertentu. Belanja tersebut dipergunakan untuk memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. Semakin baik pelayanan publik yang diberikan, menunjukan semakin baik pengelolaan pembelanjaan pemerintah daerah. Pengelolaan pembelanjaan yang baik menciptakan  Value for money  yang baik, sehingga penilaian akan kinerja keuangan menjadi baik pula.

Real estate merupakan jumlah keseluruhan atas nilai tanah, gedung atau bangunan dan jalan yang dimiliki dan dilaporkan oleh pemerintah daerah pada tanggal tertentu. Semakin banyak dan semakin baik jumlah bangunan, gedung dan jalan, semakin baik pula pelayanan publik yang diberikan, semakin banyak pula pendapatan yang bisa diperoleh pemerintah daerah, dengan demikian semakin baik pula kinerja keuangan pemerintah daerah tersebut.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai ada/tidtesisaknya pengaruh revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population  dan  tourist  terhadap kinerja keuangan, yang  dapat dirumuskan sebagai berikut.

1.  Apakah  revenue  berpengaruh  terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

2.  Apakah expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

4.  Apakah  capital  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

7.  Apakah  population  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

8.  Apakah  tourist  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh  revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population dan tourist  sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan  sebagai variabel dependen yang diproksikan dengan  factor score  dari rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas.

Simpulan

Hasil pengujian data dalam penelitian mendasari pengambilan simpulan dalam penelitian terkait nilai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah yang diproksikan dengan tiga rasio penialaian kinerja keuangan pemerintah daeah yaitu rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas dipengaruhi oleh  jumlah    revenue  dan  expenditure  pemerintah daerah. Dengan  revenue  yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  taxes, grant, dan  real estate  tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil  ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian  real estate  yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah  real estate  tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah population, serta tourist tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa bertambahnya jumlah penduduk tidak mempengaruhi pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik yang jauh lebih baik lagi.

Selain itu jumlah penduduk tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah penerimaan pemerintah daerah, hal ini mungkin disebabkan masih banyaknya penduduk yang tidak patuh pajak. Selain itu, pelayanan  publik  yang diberikan oleh pemerintah  daerah belum bisa dirasakan oleh keseluruhan masyarakat. Pertambahan jumlah wisatawan yang berkunjung juga  tidak dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan jumlah  penerimaan  yang diperoleh pemerintah daerah. Hal ini mungkin dikarenakan pemerintah  daerah belum sepenuhnya mampu mengembangkan sektor pariwisata  dan memberikan pelayanan publik secara maksimal, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya masih rendah.

Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Likuidtesisitas, Dan Kepemilikan Publik Terhadap Keterlambatan Publikasi  Laporan Keuangan  (Studi Empiris pada Perusahaan Nonmanufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

uang laporan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi

Tuntutan akan kepatuhan  untuk menyampaikan laporan keuangan secara  tepat waktu  telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal yang menyatakan bahwa perusahaan publik wajib untuk menyampaikan laporan keuangannya secara berkala disertai laporan insidental lainnya kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Ketentuan lainnya yang lebih  spesifik diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam Nomor 86/PM/1996 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, Keputusan Ketua Bapepam Nomor 36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan secara berkala, dan Keputusan Ketua Bapepam Nomor 134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik. Menurut Bapepam, perusahaan wajib mempublikasikan laporan keuangan tahunannya  selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan, yaitu tanggal 31 Maret.

Keterlambatan dalam mempublikasikan laporan keuangan dapat menjadi indikasi bahwa terdapat masalah dalam laporan keuangan emiten sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk menerbitkan laporan keuangan tersebut pada bursa maupun media cetak lainnya (Masodah dan Mustikaningrum, 2009). Semakin lama waktu publikasi laporan keuangan tertunda, maka semakin banyak kemungkinan berkembangnya rumor-rumor negatif mengenai perusahaan dan hal ini dapat  mempengaruhi keputusan yang akan diambil.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian adalah berikut ini.

  1. Apakah  profitabilitas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  2. Apakah solvabilitas dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  3. Apakah  likuiditas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  4. Apakah kepemilikan publik dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dan mengetahui pengaruh  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR), dan kepemilikan publik  (KP) terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 51 perusahaan nonmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih melalui metode  purposive sampling  dari jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR)  memiliki pengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Namun, hasil analisis juga menunjukkan bahwa kepemilikan publik  (KP)  tidak berpengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dan diuraikan dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini.

 

  1. Hipotesis pertama  dapat diterima, artinya profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan  keuangan.  Semakin besar nilai profitabilitas, maka semakin kecil keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin kecil  nilai profitabilitas, maka semakin  besar  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel profitabilitas adalah sebesar 0,008 lebih kecil dari nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,05  atau 5% dengan nilai koefisien regresi -0,286.
  2. Hipotesis kedua dapat diterima, artinya solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai solvabilitas, maka semakin besar pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau sebaliknya semakin kecil nilai solvabilitas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi  dalam regresi berganda untuk variabel solvabilitas adalah sebesar 0,041 lebih kecil dari  nilai  signifikansi  yang dapat ditoleransi, yakni 0,05 atau 5% dengan nilai koefisien regresi 0,424.
  3. Hipotesis ketiga dapat diterima, artinya  likuiditas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai likuiditas, maka semakin  besar pula  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin  kecil nilai  likuiditas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel likuiditas  adalah sebesar 0,053 lebih kecil  dari nilai  signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,1 atau 10% dengan nilai koefisien regresi 0,114.
  4. Hipotesis keempat  tidak dapat diterima, artinya kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan  terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel kepemilikan publik adalah sebesar 0,934 lebih besar dari  nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 5% maupun 10%  dengan nilai koefisien regresi  -0,012.
Incoming search terms:

Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat

Skripsi Ekonomi~ Analisis Deskriptif Pengaruh Pemberlakuan UU no. 38 tahun 1999 Terhadap Pelaporan Keuangan  Pada Lembaga Pengelola Zakat (Studi Kasus Di Lembaga Amil Zakat Yayasan Solo Peduli)

akuntansi (1) Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi 

Agar pengelolaan dana zakat dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilaksanakan pencatatan. Tujuan pencatatan pengelolaan dana zakat adalah sebagai sarana pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat umum. Pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan, harus dapat dipahami oleh setiap pengguna laporan. Untuk itu, diperlukan standar akuntansi pengelolaan zakat.

Persoalan  penting  yang dihadapi oleh Lembaga Pengelola Zakat bukan saja terletak pada organisasi pengelola zakat, akan tetapi bagaimana organisasi yang mendapat amanah  untuk mengelola ini betul dipercaya muzaki atau orang yang menunaikan zakat bahwa zakatnya dikelola dengan baik sesuai dengan ketentuan syariah dan sampai kepada mustahiq atau orang yang berhak menerimanya. Selain itu institusi pengelola zakat ini diakui keamanahannya oleh umat sehingga institusi/lembaga ini benar-benar berwibawa dan mempunyai arti penting di mata umat.

Perumusan Masalah

  1. Apa pengaruh pemberlakuan UU No. 38 tahun 1999 terhadap pelaporan keuangan suatu lembaga zakat yang telah berbadan hukum di Surakarta ?

Tujuan Penelitian 

Ingin mengetahui pengaruh pemberlakuan UU No. 38 tahun 1999 terhadap pelaporan keuangan suatu lembaga zakat yang telah berbadan hukum di Surakarta.

Kesimpulan

Dari hasil analisis,  setelah adanya penerapan UU No. 38 tahun 1999 khususnya pada sistem pelaporan keuangan Solo Peduli peneliti menemukan beberapa pengaruh dari perubahan tersebut:

  1. adanya kejelasan pada pengelolaan dana, yaitu dari mana saja penerimaan dana, kemana dana disalurkan, seberapa besar dana yang disalurkan dan dana yang disalurkan itu diambilkan dari pos penerimaan mana karena pelaporan yang sekarang tidtesisak hanya memasukkan penerimaan dan penggunaan dana yang diperoleh ke Laporan Sumber dan Penggunaan Dana saja sehingga kita tidak mengetahui penerimaan dana dari zakat (misalnya) dialokasikan seberapa besar dan kemana saja.
  2. pelaporan sekarang mengharuskan lembaga membuat lima bentuk laporan 4 bentuk laporan keuangan dan satu catatan laporan keuangan, hal ini akan berimplikasi pada:
  • pengawas dan muzaki akan dapat lebih detail mengetahui pengelolaan dari dana-dana yang telah diterima lembaga.
  • Bagi pihak pengelola sendiri hal ini merupakan kontrol bagi pengelolaan dana yang telah diterima segala sesuatu harus tercatat dan terlaporkan sesuai dengan pos dan ketentuaannya. Kesalahan yang dibuat pihak pengelola berkaitan dengan pengelolaan yang dapat dideteksi dari sistem pelaporan ini dikenakan sanksi seperti yang telah ditetapkan dalam UU No. 38 tahun 1999.
Incoming search terms:

Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan  Pemerintah Daerah  (Studi Kasus pada Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah)

akun Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan akun

Latar Belakang 

Tuntutan yang tinggi terhadap kinerja dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah ini berujung pada kebutuhan pengukuran kinerja pemerintah daerah. Pengukuran kinerja pemerintah daerah mempunyai banyak tujuan, tujuan tersebut paling tidtesisak untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah. Untuk itu pemerintah daerah dituntut untuk mampu membangun ukuran kinerja yang baik. Ukuran kinerja yang disusun tidak dapat hanya dengan menggunakan satu ukuran, oleh karena itu perlu ukuran yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Hal inilah yang kadang membuat konflik. Ukuran kinerja mempengaruhi ketergantungan antar unit kerja yang ada dalam satu unit kerja (Mardiasmo, 2002: 299).

Di dalam UU No. 32 Tahun 2004 pasal 6 ayat (2) menjelaskan evaluasi terhadap kemampuan pemerintah daerah adalah dengan penilaian menggunakan sistem pengukuran kinerja serta indikator-indikatornya yang meliputi masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Pengukuran dan indikator kinerja digunakan untuk membandingkan antara satu daerah dengan daerah lain, dengan angka rata-rata secara nasional untuk masing-masing tingkat pemerintahan, atau dengan hasil tahun-tahun sebelumnya untuk masing-masing daerah.

Rumusan Penelitian 

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.  Apakah  revenue berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

2.  Apakah  expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

4.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

5.  Apakah  employment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

6.  Apakah unemployment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

7.  Apakah  population berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keuangan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja keuangan (financial performance) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh revenue, expenditure, real estate, taxes, employment, unemployment dan  population sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan sebagai variabel dependen.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu  revenue dan expenditure. Dengan adanya  revenue yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah taxes, real estate, employment dan unemployment tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian real estate yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah real estate tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  employment dan  unemployment tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan  Pemerintah Daerah  (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah)

akun Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan akun

Latar Belakang Skripsi

Pemberian otonomi kepada daerah memberi keleluasaan daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan agar kesejahteraan masyarakat semakin baik, mengembangkan kehidtesisupan demokrasi, keadilan, pemerataan dan pemeliharaan hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan daerah serta antardaerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Mardiasmo,2000Halim (2007) menjelaskan bahwa ciri utama suatu daerah yang mampu melaksanakan otonomi, yaitu (1) kemampuan keuangan daerah, artinya daerah harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahannya, dan (2) ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, agar pendapatan asli daerah (PAD) dapat menjadi bagian sumber keuangan terbesar sehingga peranan pemerintah daerah menjadi lebih besar.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.  Apakah  revenue berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

2.  Apakah  expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

4.  Apakah  capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

7.  Apakah  gross domestic product berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

8.  Apakah  employment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keuangan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja keuangan (financial performance) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  (LKPD) di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh revenue, expenditure, pajak, real estate, grant, capital, GDP  (Gross Domestic Product),  dan employment sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan sebagai variabel dependen.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2007.

Kesimpulan

Model analisis yang digunakan dapat menjelaskan sebesar 87 % tingkat kinerja keuangan pemerintah  daerah dipengaruhi oleh variabel independennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu revenue, expenditure dan employment. Dengan adanya  revenue yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sedangkan employment yang nilainya semakin besar juga semakin meningkatkan produktivitas perekonomian di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah taxes, grant, dan real estate tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian real estate yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah real estate tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah GDP tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa pemerintah daerah belum bisa memberikan pelayanan publik yang optimal untuk keseluruhan masyarakat.

Incoming search terms: