Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa (Studi Kasus di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah)

gula kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa gula kelapa

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidtesisang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya.

UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam commit to user  Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya. UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam

Rumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1.  Bagaimanakah pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal kerja, serta  jumlah pohon kelapa  terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di wilayah Kecamatan Kebasen  Kabupaten Banyumas?

2.  Variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh jumlah tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupeten Banyumas.

Kesimpulan

Hasil  penelitian tentang analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil penelitian mengenai pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa menunjukan bahwa:

a.  Variabel  tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

b.  Variabel  pengalaman berpengaruh negatif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

c.  Variabel  modal    mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

d.  Variabel  jumlah pohon  mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif  terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

e.  Secara bersama-sama keempat variabel tenaga kerja, pengalaman usaha, modal, dan bahan baku dengan tingkat signifikansi 5% dalam  penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

2.  Variabel jumlah pohon mempunyai pengaruh paling besar  terhadap keuntungan yang diperoleh pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

3.  Penelitian  mengenai  analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa  masih mengandung masalah autokolerasi.

 

Incoming search terms:

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal

Skripsi Ekonomi ~ Pengaruh Earning Volatility, Size Dan Rasio  Profitabilitas Terhadap Struktur Modal ( Studi Empiris pada Industri Manufaktur yang Terdaftar Di BEI)

pendapatan Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Struktur Modal pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap perusahaan, karena  baik buruknya struktur modal perusahaan akan mempunyai efek yang langsung terhadap posisi finansialnya. Suatu perusahaan yang mempunyai  struktur modal yang tidtesisak baik adalah  dimana perusahaan tersebut mempunyai hutang yang sangat besar yang kemudian akan memberikan beban yang berat kepada perusahaan tersebut (Aditya, 2006).

Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham. Untuk itu, dalam penetapan struktur  modal suatu perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai variabel yang mempengaruhinya. Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang paling mempengaruhi struktur modal, dapat membantu khususnya pihak manajemen perusahaan dalam menentukan bagaimana  seharusnya pemenuhan kebutuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimal harus dilakukan dan juga para investor di pasar modal pada umumnya. Dengan demikian tujuan pihak manajemen perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham (pemilik) dapat tecapai.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini dirumuskan dengan pertanyaan riset sebagai berikut:

“Apakah earning volatility, size dan rasio profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal?”

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh earning volatility, size  dan rasio profitabilitas  terhadap struktur modal perusahaan  Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2003-2007. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan di internet melalui website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id  serta data dari  Indonesia Capital Market Directory  (ICMD). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan  Food and Beverage  selama tahun 2003-2007. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis alternatif.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:

1.  Secara simultan (bersama-  sama) variabel yang diteliti yaitu  earning volatility, size  dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Oliver (2006), Sa’diyah (2007) dan Widyatmoko (2008).

2.  Earning volatility  yang diproksikan dengan LnSDNI berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal dengan tingkat signifikansi 0,000 pada ?= 5%. Dengan demikian mendukung logika bahwa  semakin tinggi volatilitas pendapatan akan menyebabkan perusahaan harus mencari dana eksternal untuk melakukan investasi baru.

3.  Size  (ukuran perusahaan) yang diproksikan dengan Ln Sales (dengan tingkat signifikansi 0,000 pada ?= 5%)  dan LnTA (dengan tingkat signifikansi 0,045 pada ?= 5%)  berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Arah koefisien regresi yang negatif menunjukkan bahwa baik size yang diproksikan dengan LnSales dan LnTA mengalami kenaikan maka struktur modal akan mengalami penurunan. Perusahaan yang besar akan menggunakan hutang yang besar pula, dan sebaliknya perusahaan yang kecil akan menggunakan hutang yang kecil.

4.  Profitabilitas yang diproksikan dengan LnROA berpengaruh negatif signifikan terhadap  struktur modal  dengan tingkat signifikansi 0,000 pada ?= 5%. Hal  ini mendukung  pecking order theory yang mengemukakan bahwa perusahaan cenderung mempergunakan sumber pendanaan internal sebanyak mungkin sebelum memutuskan untuk berhutang.

5.  Hasil hipotesis keempat menunjukkan  profitabilitas yang diproksikan dengan ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal dengan tingkat signifikansi 0,000 pada ?= 5%. Ini berarti menunjukkan bahwa ketika variabel ROE mengalami kenaikan maka struktur modal akan juga mengalami kenaikan.