Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Produksi Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Pande Besi  Di Kabupaten Klaten

produksi besi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri produksi besi

Latar Belakang Skripsi 

Harapan bahwa pertumbuhan yang pesat dari sektor industri modern akan dapat menyeleseikan masalah kemiskinan dan pengangguran secara tuntas ternyata masih berada pada rentang perjalanan panjang.  Sektor industri mempunyai andil di dalam penyediaan lapangan kerja, meski masih didtesisominasi oleh sektor pertanian.  Salah satu sebab kesempatan kerja pada sektor industri relatif padat modal. Tetapi hal ini merupakan konsekuensi logis jika pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai.

Industri berperan sebagai sektor pemimpin dalam arti bahwa pembangunan industri juga akan memicu dan mengangkat pembangunan sektor-sektor seperti sektor pertanian dan sektor jasa.  Dengan pertumbuhan ekonomi yang  pesat akan meningkatkan sektor pertanian untuk menyediakan bahan baku bagi industri. Dengan demikian, sektor jasa pun akan berkembang dengan adanya industrialisasi tersebut.  Misalnya, berdirinya lembaga-lembaga pemasaran, periklanan dan sebagainya yang dapat mendukung pertumbuhan industri (Lincolyn Arsyad 1998:168-169).

Perumusan Masalah 

1.  Bagaimanakah pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten?

2.  Bagaimana skala hasil produksi dari industri pande besi di Kabupaten Klaten?

3.  Bagaimana kategori usaha pande besi di Kabupaten Klaten termasuk padat modal atau padat karya?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui  pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten dan keadaan skala hasil produksi yang terjadi. Selaim itu juga dirumuskan termasuk dalam kategori usaha yang padat modal atau padat karyakah industri pande besi di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan-masukan bagi pihak yang memerlukan. Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang diambil dengan menggunakan metode  stratified random sampling.

Kesimpulan 

1. Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000 yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(modal).

3.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja adalah 0,3104 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000. Yang berarti koefisien regresi variabel tenaga kerja tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(tenaga kerja).

4.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan baku adalah 0,0924 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0001. Yang berarti koefisien regresi variabel bahan baku tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan baku).

5.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan penolong adalah 0,0766 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0067. Yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan penolong).

6.  Dan uji F diperoleh nilai Fhitung 12380,19 sehingga dari hasil uji F menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model yang digunakan cukup baik pada tingkat signifikansi 5%. Sedangkan besarnya R2 adalah 0,9986 yang menunjukkan adanya variasi variabel modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong sebesar  99% sedangkan sisanya 1% dipengaruhi oleh variasi variabel diluar model ini. Di sisi lain dari hasil uji ekonometrika menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model regresi tidak terjadi masalah gangguan multikolinearitas, heteroskedastisitas.

7.  Skala usaha yang terjadi dapat dilihat dari jumlah koefisien regresi  dari variabel-variabel independen yang mempengaruhi. Jumlah dari koefisien regresi variabel independen (modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong) sebesar 0,7237 < 1, yang berarti skala usaha yang terjadi adalah decreasing return to scale.

8.  Industri pande besi di Kabupaten Klaten termasuk kategori industri padat karya, hal ini dapat dilihat dari perbandiingan nilai koefisien regresi variabel modal dengan variabel tenaga kerja. Dari hasil olah data diketahui nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 lebih kecil dari nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja 0,3104.

Incoming search terms:

Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga Di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012

logam tembaga Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga Analisis Pendapatan Sentra Kerajinan Logam Tembaga logam tembaga

Latar Belakang Skripsi 

Latar  belakang  munculnya  usaha  ini  adalah  karena  Kecamatan  Cepogo, Kabupaten  Boyolali  sudah  berpuluh puluh  tahun  dikenal  sebagai  sentra kerajinan  logam.  Produknya  sudah  sejak  lama dikenal  kalangan  konsumen, tidtesisak hanya konsumen domestik tetapi juga konsumen luar negeri. Popularitas sentra  kerajinan  logam  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten  Boyolali  di  mata kalangan  konsumen  itu  bisa  dicapai  berkat  keuletan,  ketelatenan  dan  kerja keras  serta  sentuhan  seni  bernilai  tinggi  dari  para  perajin  barang  logam  di daerah tersebut.

Dengan banyaknya peminat sentra kerajinan logam di Kecamatan Cepogo merupakan aset tersendiri  baik  dalam  menunjang  pembangunan  serta pengentasan kemiskinan yang diantaranya pengurangan jumlah pengangguran dan  menyerap  banyak  pekerja  terutama  pekerja  dengan  tingkat  pendidikan rendah,  karena  untuk  menjadi  seorang  pengrajin  logam  yang  dibutuhkan adalah  skill  dalam  menempa,  mengukir  dan  merealisasikan  design  gambar menjadi  sebuah  karya  seni  kerajinan  logam.  Dengan  semakin  banyaknya tenaga  kerja  yang  diserap  maka  akan    membantu  pemerintah  dalam mengentaskan  dan  mengurangi  pengangguran  terlebih  lagi  di  era  globalisasi seperti sekarang  kebutuhan akan karya seni dengan nilai artistik yang tinggi justru semakin meningkat sehingga perkembangan industri ini semakin lama semakin  maju  sehingga  tentunya  akan  semakin  banyak  karyawan  yang direkrut dan dipekerjakan dalam sentra kerajinan logam ini.

Perumusan Masalah

Berdasarkan  uraian  di  atas  dapat  disimpulkan  beberapa  masalah  sebagai berikut :

  1. Apakah variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.
  2. Faktor apa yang paling dominan terhadap  pendapatan  sentra  kerajinan  logam  di  Kecamatan  Cepogo,  Kabupaten Boyolali.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh variabel modal usaha, jumlah  tenaga kerja, pengalaman usaha, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan  pengrajin logam di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Diduga variabel modal usaha, jumlah tenaga kerja, pengalaman usaha  dan tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan  pengrajin di sentra kerajinan logam Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali,Propinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

  1. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  variabel  modal, tenaga kerja dan tingkat pendidikan   terbukti  berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan  pengrajin  logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal    berpengaruh  secara signifikan terhadap pendapatan terbukti. Dengan  tingkat  signifikansi  10%,  pengalaman  usaha  tebukti  tidak berpengaruh  signifikan  terhadap  pendapatan pengrajin   logam.  Hal  ini berarti  hipotesis  yang  menyatakan  bahwa  modal  usaha  berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan tidak terbukti.
  2. Faktor paling dominan yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan pada sentra industri kerajinan logam di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali adalah modal.
Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Di Surakarta

coffe shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop coffe shop

Latar Belakang Skripsi 

Ditengah sektor ekonomi yang lesu karena imbas dari krisis ekonomi yang menyebabkan ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan penyediaan lapangan kerja yang tidtesisak memadai, sehingga timbul banyaknya permasalahan pengangguran yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut terjadi karena banyak perusahaan yang tidak mempertahankan usahanya yang berakibat berkurangnya lapangan pekerjaan. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia dewasa ini memang merupakan permasalahan yang cukup rumit.

Hal ini terjadi karena lapangan kerja formal tidak mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada akibat makin kuatnya proses modernisasi yang bergerak bias menuju sifat – sifat yang dualistis, masalah ini ditambah lagi dengan kemampuan para angkatan kerja yang kebanyakan mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang relatif rendah, sedangkan di sisi lain lapangan kerja formal menuntut pengetahuan dan kemampuan teknis yang relatif tinggi.  Kondisi ini menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dan berbagai macam penyakit sosial lainnya. Para penganggur mempunyai beberapa ciri khas, yaitu banyak diantaranya yang berumur relatif muda dan belum kawin, berpendidikan sekolah lanjutan, dan berinspirasi bekerja di sektor formal dengan gaji dan pekerjaan yang relatif tetap (Manning dan Effendi, 1991:1).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan penelitian iniadalah:

1.  Adakah pengaruh modal terhadap keuntungan coffee shop?

2.  Adakah pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan coffee shop?

3.  Adakah pengaruh jam kerja terhadap keuntungan coffee shop?

4.  Adakah pengaruh fasilitas terhadap keuntungan coffee shop?

5.  Adakah pengaruh promosi terhadap keuntungan coffee shop?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, jam kerja, fasilitas dan promosi terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan kuesioner. Penelitian ini mengambil seluruh populasi coffee shop di Surakarta yaitu berjumlah 21  coffee shop. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dan uji statistik.

Kesimpulan

1.  Variabel modal secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Penambahan modal menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap besarnya keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa modal mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti.

2.  Variabel jumlah tenaga kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan jumlah tenaga kerja akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti.

3.  Variabel jam kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Jam kerja meningkat atau menurun menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penurunan atau peningkatan keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jam kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti

4.  Variabel fasilitas secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan  coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta fasilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan fasilitas akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop  tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa fasilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Percetakan Di Kota Surakarta Tahun 2010

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidtesisup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita  dicapai melalui pembangunan ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi disamping untuk menaikkan pendapatan nasional riil juga untuk meningkatkan produktivitas.

Kegiatan pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan kegiatan produksi, dimana untuk memproduksi dibutuhkan input. Atas dasar teknologi tertentu, akan mempengaruhi berapa jumlah input yang diperlukan seirama dengan dinamika pembangunan yang sedang berjalan. Sementara kita dihadapkan pada tatanan kehidupan perekonomian yang mengarah pada situasi global dimana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat dan kuat. Pembangunan harus dapat dinikmati seluruh masyarakat sebagai peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Untuk menyelenggarakan pembangunan ekonomi, yang terutama akan dilaksanakan dengan industrialisasi. Proses industrialisasi dan pembangunan industri sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih berkualitas.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti telah diungkapkan di atas, perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah:

1.  Seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor produksi  seperti modal, tenaga kerja dan bahan baku dalam proses produksi pada industri percetakan di Kota Surakarta?

2.  Bagaimana efisiensi ekonomi industri percetakan di Kota Surakarta?

3.  Pada skala produksi manakah industri  percetakan di Kota Surakarta melaksanakan usahanya, apakah dalam keadaan  increasing return to scale, decreasing return to scale atau constant return to scale ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini diadakan degan tujuan yaitu ingin mngetahui bagaimana besar pengaruh faktor-faktor produksi terhadap industri percetakan,efisiensi ekonominyak,serta skala apa yang digunakan industri percetakan untuk melaksanakan usahanya.

Kesimpulan

Kesimpulan dan saran  ini merupakan dari penelitian mengenai “Analisis  Industri  Percetakan di Kota Surakarta”.  Kesimpulan dan saran diuraikan sebagai berikut :

1.  Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa modal, bahan baku, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi industri percetakan di Kota Surakarta. Hal ini berarti, jika modal, bahan baku, dan tenaga kerja mengalami peningkatan, maka produksi industri percetakan di Kota Surakarta juga akan mengalami peningkatan yang signifikan.

2.  Hasil analisis efisiensi bahwa nilai MPP variabel X adalah  16189  lebih besar dari nilai APP adalah 0,11657 yang berarti penggunaan input pada produksi industri percetakan di Kota Surakarta adalah belum efisien.

3.  Skala produksi  terhadap hasil menunjukkan angka 2,029120  hal ini menunjukkan skala hasil yang meningkat atau Increasing Return to Scale (b1+b2+b3 > 1). Jadi apabila faktor produksi ditambah jumlahnya, maka akan terjadi penambahan nilai produksi yang menguntungkan atau industri  percetakan Kota  Surakarta  akan mengalami  peningkatan yang signifikan

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Usaha

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha  Pedagang Di Pasar Batik Grosir Batik Setono  Pekalongan

pedagang batik Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha Analisis Faktor-Faktor Yang  Mempengaruhi Keuntungan Usaha pedagang batik

Latar Belakang Skripsi 

kesejahteraan rakyat yang relatif masih rendah, mempertinggi tingkat pertumbuhan ekonomi memang sangat mutlak diperlukan untuk mengejar ketertinggalan di bidtesisang ekonomi dari negara-negara industri maju. Oleh karena masih relatif lemahnya kemampuan partisipasi swasta domestik dalam pembangunan ekonomi, mengharuskan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengambil peran  sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan melalui penguatan pad sektor informal (Suparmoko, 1986:120)

Lapangan kerja pada sektor formal menjadi prioritas bagi para tenaga kerja. Namun akibat adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia, banyak  terjadi Putus Hubungan Kerja (PHK) pada sektor formal ini. Untuk itu perlu dikembangkan lapangan kerja pada sektor informal yang justru kelihatannya sektor ini tidak mampu menampung tenaga kerja seperti harapan kita, namun pada kenyataannya sektor informal bisa menjadi penyelamat bagi masalah ketenagakerjaan yang kita hadapi. Banyak bidang informal yang berpotensi untuk diangkat dan digali menjadi salah satu bidang usaha yang menghasilkan keuntungan dan pendapatan keluarga sekaligus dapat menyerap tenaga kerja. Usaha berdagang merupakan salah satu alternatif lapangan kerja informal, yang ternyata banyak menyerap tenaga kerja.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatasmaka diambil rumusan permasalahan sebagai berikut:

1.  Bagaimana  modal dagang berpengaruh terhadap  keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Sentono Pekalongan.

2.  Bagaimana  jam berdagang berpengaruh  terhadap  keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Sentono Pekalongan.

3.  Bagaimana  pengalaman berdagang berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang batik di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

4.  Bagaimana  tenaga kerja  berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

5.  Bagaimana  produk yang dijual  berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pedagang di Pasar Grosir Batik Setono Pekalongan.

Tujuan Penelitian 

Tujuan  utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntungan usaha para pedagang di Pasar Grosir Batik Setono di Pekalongan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer tersebut diambil dari wawancara, yaitu dengan berdialog langsung dengan para responden, observasi atau pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis pada objek penelitian, dan kuisioner yang disebarkan kepada para pedagang di  Pasar  Grosir  Batik Setono Pekalongan.

Kesimpulan

Hasil analisis data yang diperoleh dari  pedagang    dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  modal  yang dibutuhkan  pedagang mempunyai pengaruh yang signifikan/positif  terhadap besarnya keuntungan yang diperoleh pedagang Pasar Setono Pekalongan, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa modal yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh terhadap keuntungan pedagang.

2.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel jam berdagang tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa pengalaman usaha yang dibutuhkan  pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan ternyata tidak terbukti.

3.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel pengalaman usaha yang dibutuhkan pedagang  Pasar Setono Pekalongan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan  pedagang ,  jadi hipotesis yang menyatakan bahwa pengalaman usaha yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh positif.

4.   Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pedagang Pasar Setono Pekalongan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pedagang terbukti mempunyai pengaruh terhadap keuntungan pedagang

5.  Berdasarkan hasil regresi, analisis statistik dengan menggunakan uji t, diketahui bahwa variabel  dummy produk yang dijual  tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya keuntungan pedagang, jadi hipotesis yang menyatakan bahwa produk yang dijual  oleh pedagang  mempunyai pengaruh  terhadap keuntungan  tidak terbukti.

Incoming search terms: