Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Brand Switching Pada Rokok

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Brand Switching Pada Produk Rokok Djarum Black  (Studi Kasus pada Warga Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo)

rokok djarum Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Brand Switching Pada Rokok Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Brand Switching Pada Rokok rokok djarum

Latar Belakang Skripsi 

Konsumen  dihadapkan  pada berbagai pilihan merek untuk satu jenis produk  rokok, produk rokok ini sendiri terbagi dalam berbagai merek. Perusahaan-perusahaan besar memperebutkan marketshare atau pangsa pasar produk rokok di Indonesia seperti: Dji Sam Soe, Djarum, Bentoel, Gudang Garam. Mereka berupaya merebut pangsa pasar dengan berbagai strategi pemasarannya termasuk bagaimana membuat merk produk mereka diterima dipasar. Konsumen sendiri dalam menghadapi adanya berbagai pilihan merk produk rokok sekarang ini cenderung untuk tetap loyal pada satu merk produk rokok. Banyaknya konsumsi rokok ini ternyata tidtesisak hanya disebabkan oleh kebutuhan masyarakat tetapi juga disebabkan oleh minat konsumen untuk membeli produk baru untuk memenuhi kebutuhan  akan selera konsumen (Infokom, 2001).

Industri rokok  adalah  industri yang terbukti kuat dalam menahan dampak krisis moneter global dan nasional. Pada saat pertumbuhan ekonomi yang lamban bahkan sempat minus ternyata di masa krisis moneter hal ini tidak berdampak negatif pada  industri rokok di Indonesia. Resesi ekonomi yang dimulai dengan krisis moneter sejak Juli 1997 tidak terlalu berpengaruh dalam kegiatan industri tersebut. Bahkan pada tahun 1997  yang merupakan awal dari krisis ekonomi penerimaan cukai negara dari industri rokok menjadi Rp 4,792 triliun dan tahun 1998 melonjak lagi menjadi Rp 7,391 triliun. Hal ini berulang lagi pada saat krisis global di tahun 2008 lalu. Di saat krisisglobal 2008 yang melibas banyak perusahaan dan berimbas pada banyaknya industri yang melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai justru melaporkan penerimaan cukai rokok per 30 Desember 2008 menembus angka Rp 50,2 triliun atau 109,9 persen dari target yang ditetapkan pemerintah (Andoyo dalam www. kompas .com).

Rumusan Masalah 

1.  Apakah atribut produk (product atributes) yang termasuk merek, kemasan, jaminan, pelayanan  memiliki pengaruh yang positif terhadap perpindahan (brand switching) pada perokok?

2.  Apakah harga produk memiliki pengaruh yang positif terhadap perpindahan merek (brand switching) pada perokok?

3.  Apakah promosi (promotion) yang dilakukan di televisi serta media cetak  memiliki pengaruh yang positif terhadap perpindahan merek (brand switching) pada perokok?

4.  Apakah persediaan produk (product distribution) yaitu Bath Stock/Lot Size Inventory  memiliki pengaruh yang positif terhadap perpindahan merek  (brand switching) pada perokok?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja Yang Mempengaruhi Brand Switching Pada Produk Rokok Djarum Black .

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.  Persamaan regresi yang dihasilkan adalah : Y = 1,090 + 0,537X1 + 1,142X2  + 0,591X3 + 0,616X4

Y :Brand Switching

X1 : Atribut Produk

X2 : Harga

X3 : Promosi

X4 : Persediaan Produk

2.  Variabel  atribut produk  dengan thitung  > ttabel  (3,054  > 1,985) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel  atribut produk  hipotesis  H0  ditolak  artinya bahwa  atribut produk  berpengaruh secara signifikan terhadap brand switching.

3.  Variabel harga dengan  thitung > ttabel (4,163 > 1,985) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel harga hipotesis  H0 ditolak artinya bahwa harga berpengaruh secara signifikan terhadap brand switching.

4.  Variabel promosi thitung > ttabel (2,162 > 1,985) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel promosi hipotesis H0 ditolak  artinya bahwa  promosi  berpengaruh secara signifikan terhadap  brand switching.

5.  Variabel  persediaan produk  thitung  > ttabel  (2,247  > 1,985) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel persediaan produk hipotesis H0 ditolak artinya bahwa persediaan produk berpengaruh secara signifikan terhadap brand switching.

6.  Diketahui bahwa Fhitung  > Ftabel  (30,435  >  2,53) dan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 maka variabel  atribut produk, harga, promosi dan persediaan produk secara bersama-sama atau serentak berpengaruh secara signifikan terhadap brand switching.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *