Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah (Studi Kasus: Tiga Puluh Provinsi  Di Indonesiapada Periode 2001-2005)

fiskal Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kapasitas Fiskal Daerah fiskal

Latar Belakang Skripsi 

Pemberian otonomi daerah dan desentralisasi yang luas, nyata dan bertanggungjawab kepada daerah merupakan dua langkah strategis. Pertama, otonomi daerah dan desentralisasi merupakan jawaban atas permasalahan lokal bangsa Indonesia berupa ancaman disintegrasi bangsa, kemiskinan, ketidtesisakmerataan pembangunan, rendahnya kualitas hidup masyarakat, dan masalah pembangunan sumber daya manusia.

Kedua, otonomi daerah dan desentralisasimerupakan langkah strategis bangsa Indonesia untuk menyongsong era globalisasi ekonomi dengan memperkuat basis perekonomian daerah (Mardiasmo, 2002: 59). Esensi dari pemberian otonomi tersebut adalah desentralisasi keuangan yang dibarengi dengan desentralisasi fiskal dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Era otonomi daerah ditandai dengan keluarnya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kemudian Undang-Undang No 22 Tahun 1999 telah direvisi dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 telah direvisi dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2004tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, dapat diambil pokok permasalahan sebagai berikut :

1.Bagaimana pengaruh Pajak Daerah (PD) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

2.Bagaimana pengaruh Retribusi Daerah (RD) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

3.Bagaimana pengaruh Bagi Hasil Pajak (BHP) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

4.Bagaimana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap kapasitas fiskal daerah di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

5.Bagaimana pengaruh Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang diuji secara bersama-sama terhadap Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) di tiga puluh provinsi di Indonesia pada periode 2001-2005?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagi Hasil Pajak, dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Sampai dengan tahun 2005 jumlah provinsi di Indonesia sebanyak tiga puluh tiga provinsi. Adapun periode waktu yang digunakan terdiri dari data time series mulai tahun 2001 hingga 2005 yang akan dikombinasikan dengan data cross section  dari tiga puluh provinsi yang dipilih sebagai daerah sampel. Provinsi yang tidak termasuk dalam penelitian adalah Provinsi Irian Jaya Barat, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat. Alat analisis yang dipergunakan adalah uji regresi berganda dengan metode analisis data panel.

Kesimpulan

Selama ini kemandirian daerah yang kuat diukur dari struktur PAD yang antara lain terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah dan BUMD. Penetapan target PAD yang dilakukan selama ini bersifat incremental dan belum pada potensi dan kapasitas penerimaan PAD  yang sesungguhnya sehingga PAD belum optimal menjadi sumber utama dana APBD. Potensi dan kapasitas fiskal merupakan pencerminan kemandirian daerah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil regresi berganda diatas antara lain adalah:

1.Tanda parameter untuk Pajak Daerah adalah positif yaitu 1,176148 yang akan menunjukkan bahwa apabila Pajak Daerah naik 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan naiknya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 1,176148 Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus). Sedangkan apabila Pajak Daerah turun 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan menurunnya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 1,176148 Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus).

2.Tanda parameter untuk Retribusi Daerah adalah positif yaitu 0,285468namun terbukti tidak signifikan. Dengan arti lain Retribusi Daerahtidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Berarti terjadi penyimpangan dengan hipotesis yang ada dalam penelitian. Tetapi sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Joko Tri Haryanto (2006).

3.Tanda parameter untuk Bagi Hasil Pajak adalah positif yaitu 0,435284yang akan menunjukkan bahwa apabila Bagi Hasil Pajak naik 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan naiknya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 0,435284Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus). Sedangkan apabila Bagi Hasil Pajak turun 1 Milyar Rupiah, maka akan mengakibatkan menurunnya Kapasitas Fiskal Daerah sebesar 0,435284Milyar Rupiah, hasil regresi dengan asumsi variabel yang lain tetap (Ceteris Paribus).

4.Tanda parameter untuk Produk Domestik Reginal Bruto adalah positif yaitu 0,002311 namun terbukti tidak signifikan. Dengan arti lain Produk Domestik Regional Bruto tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap Kapasitas Fiskal Daerah. Produk Domestik Reginal Bruto tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Tetapi sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Joko Tri Haryanto (2006).

5.Uji F menunjukan bahwa model cukup bagus, karena Fhitung (5299,503) > Ftabel (2,45)yang berarti secara bersama-sama variabel independen yaitu Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu Kapasitas Fiskal Daerah (KFD). Dengan besarnya nilai R2

sebesar 0,992757berarti 99,28% variasi variabel independen (Pajak Daerah (PD), Retribusi Daerah (RD), Bagi Hasil Pajak (BHP), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)) mampu menjelaskan variasi dependen (Kapasitas Fiskal Daerah (KFD)) dan sisanya 0,72% dipengaruhi variabel lain diluar model.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *