Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Langsung Dan Tidtesisak Langsung Desentralisasi Fiskal  Terhadap Pertumbuhan Ekonomi,  Penyerapan Tenaga Kerja Dan Jumlah Penduduk Miskin  Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah  Tahun 2004 – 2010

kemiskinan Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Pertumbuhan Ekonomi kemiskinan

Latar Belakang 

Desentralisasi fiskal akan memberikan manfaat yang optimal jika diikuti oleh kemampuan finansial yang memadai oleh daerah otonom. Menurut UU No. 33 Tahun 2004 sumber penerimaan yang digunakan untuk pendanaan pemerintah daerah dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal adalah: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil, pinjaman daerah, dan lain-lain penerimaan yang sah.

Dampak pelaksanaan desentralisasi fiskal di kabupaten/kota Propinsi Jawa Tengah terhadap kondisi makro ekonomi dan sosial menunjukkan hasil yang relatif baik meskipun belum optimal. Terdapat beberapa indikator untuk melihat kinerja pembangunan daerah. Pertama, dilihat dari hasil  output pembangunan daerah yang tercermin dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data realisasi menunjukkan bahwa pertumbuhan PDRB riil di kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah selama tujuh tahun terakhir menunjukkan kecenderungan selalu meningkat.  Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2004 sampai 2010 mengalami pertumbuhan cukup positif, tetapi belum mampu memecahkan permasalahan dasar di masing-masing daerah, yaitu besarnya angka pengangguran dan kemiskinan. Hampir di semua daerah di Jawa Tengah perekonomiannya cenderung meningkat, tetapi pertumbuhan tersebut belum mampu menyerap jumlah pengangguran yang cukup besar di wilayah ini, sehingga diperlukan laju pertumbuhan yang lebih besar lagi untuk mendorong kinerja pembangunan  daerah.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana dampak langsung  pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  2. Bagaimana dampak langsung pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  3. Bagaimana dampak tidak langsung desentralisasi fiskal (melalui pertumbuhan ekonomi)   terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  4. Bagaimana dampak langsung pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?
  5. Bagaimana dampak tidak langsung desentralisasi fiskal (melalui pertumbuhan ekonomi)  terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah pada periode Tahun 2004-2010?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung desentralisasi fiskal  terhadap  pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan jumlah penduduk miskin  kabupaten/kota  di  propinsi Jawa Tengah.  Penelitian terdiridari 29  kabupaten  dan 6  kota, menggunakan  data sekunder dari Badan Pusat Statistik  Jawa  Tengah  periode  2004  sampai dengan  2010.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis hasil studi dan pembahasan tentang pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk miskin serta penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota  Provinsi Jawa Tengah, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di daerah kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah.  Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.171, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.
  2. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan tenaga kerja terserap sebesar 0.0241, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.0127.
  3. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tenaga kerja terserap kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja terserap sebesar 0.074, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.
  4. Desentralisasi fiskal memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara desentralisasi fiskal dan jumlah penduduk miskin sebesar -0.438, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar -0.0139.
  5. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah. Dampak langsung antara Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk miskin sebesar -0.081, sedangkan dampak tidak langsungnya sebesar 0.000.
Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *