Dampak Kebijakan Dividen

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Kebijakan Dividtesisen Pada Harga Saham  Dan Perbedaan Pprofitabilitas Perusahaan Setelah Perubahan Kebijakan Dividen Di Perusahaan Manufaktur Di Indonesia (studi pada perusahaan-perusahaan manufaktur  yang listing di Bursa Efek Indonesia)

Latar Belakang Skripsi

Ditinjau dari sudut pandang perusahaan, keputusan untuk membagikan dividen memerlukan banyak  pertimbangan karena dividen yang relatif kecil merupakan laba ditahan yang disisihkan dengan jumlah yang relatif besar dan jika laba ditahan ditingkatkan maka hal ini dapat dijadikan sarana untuk memperkuat posisi perusahaan. Namun apabila dividen tidak dibagikan, hal ini akan mengecewakan investor yang berharap akan memperoleh dividen. Keputusan untuk berinvestasi saham dapat menjadi hal yang tidak menarik lagi bagi mereka. Untuk menjaga kedua kepentingan  yang berbeda antara manajemen perusahaan dan investor, manajer keuangan harus menempuh kebijakan dividen yang optimal. Kebijakan dividen tersebut juga dipandang untuk menciptakan keseimbangan diantara dividen saat ini dan pertumbuhan dimasa mendatang sehingga memaksimumkan harga saham.

Penelitian tentang hasil studi peristiwa pengumuman dividen juga mengungkapkan hasil yang tidak konsisten, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri. Masih terdapat pro dan kontra tentang pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham. Mereka yang mendukung  signaling theory  diantaranya Bhattacharya (1979) dan Miller dan Rock (1985) yang mengembangkan model- model yang memiliki muatan  informasi mengenai prospek laba perusahaan masa mendatang. Hasil penelitian mereka menunjukan dividen yang tinggi berasosiasi dengan dengan laba sekarang dan masa datang yang tinggi pula. Ini berarti terdapat hubungan yang positif antara harga saham dengan  arah perubahan dividen. Model mereka juga memrediksikan bahwa besarnya respon harga saham merupakan fungsi positif dari besarnya perubahan dividen.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dilihat bahwa kebijakan dividen merupakan suatu fenomena yang sangat penting dan menarik. Bagi perusahaan, kebijakan dividen memiliki arti penting secara financial karena dalam kebijakan dividen terkandung dua tujuan yang berbeda terhadap laba perusahaan yaitu berapa besar proporsi laba ditahan guna pertumbuhan perusahaan dan berapa besar proporsi dividen yang harus dibagi sebagai kewajiban perusahaan atas

modal para pemegang saham. Bagi para investor atau pemegang saham, kebijakan dividen pun tak kalah menariknya karena kebijakan dividen perusahaan akan dijadikan suatu informasi. Melalui kebijakan dividen para investor akan melakukan berbagai kajian mengenai investasi yang dilakukan serta menilai prospek tumbuh dan berkembangnya suatu perusahaan sehingga akan mempengaruhi rencana investasinya.  Dari uraian di atas, maka rumusan masalahnya adalah :

  1. Apakah kenaikan dividen akan direspon positif  oleh pasar  dengan kenaikan harga saham ?
  2. Apakah penurunan  dividen akan  direspon  negatif  oleh pasar  dengan penurunan harga saham ?
  3. Apakah akan terjadi perbedaan profitabilitas, dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah kenaikan dividen?
  4. Apakah  akan terjadi perbedaan profitabilitas,  dengan turunnya profitabilitas perusahaan pada tahun t+1 dibanding profitabilitas perusahaan pada tahun ke t setelah penurunan dividen?

Kesimpulan

Berdasar hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Peristiwa  pengumuman kenaikan dividen oleh perusahaan ternyata direspon positif oleh pasar. Peristiwa pengumuman kenaikan dividen ini memberikan  abnormal return  positif kepada investor pada satu hari setelah pengumuman kenaikan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran informasi sebelum pengumuman kenaikan dividen sehingga respon terjadi setelah kenaikan diumumkan. Respon positif pasar disebabkan karena pasar menganggap kenaikan dividen ini sebagai sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek cerah di masa mendatang.
  2. Sedangkan peristiwa pengumuman penurunan dividen oleh perusahaan ternyata tidak direspon negatif oleh pasar. Peristiwa pengumuman penurunan dividen tidak memberikan abnormal return negatif  signifikan. Abnormal return  positif yang signifikan malah ditemui pada empat hari setelah pengumuman penurunan dividen. Tidak adanya respon negatif atas peristiwa pengumuman penurunan dividen dimungkinkan karena investor menganggap laba ditahan  yang cukup besar akan digunakan  perusahaan untuk  reinvestasi  perusahaan. Investor menganggap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya akan meningkat dengan adanya reinvestasi tersebut.
  3. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada saat terjadi kenaikan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat  dengan naiknya profitabilitas perusahaan pada tahun ke t+1 dibanding profitabilitas pada tahun ke t.  Ini berarti respon positif pasar terhadap kenaikan dividen karena menganggapnya sebagai sinyal perusahaan mempunyai prospek yang cerah di masa mendatang terbukti. Hal ini mendukung dividend signaling theory, yang menyatakan bahwa kenaikan  dividen dianggap sebagai kabar baik oleh investor karena kenaikan tersebut berarti mencerminkan bahwa perusahaan memiliki prospek cerah di masa mendatang.
  4. Terjadi perbedaan profitabilitas yang signifikan pada tahun saat terjadinya penurunan dividen dibanding profitabilitas pada tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat dengan turunnya profitabilitas perusahaan secara signifikan pada tahun ke t+1 dibanding  profitabilitas pada tahun ke t.  Penurunan profitabilitas menunjukkan dugaan para investor bahwa turunnya dividen yang dibagikan karena laba ditahan digunakan untuk reinvestasi yang akan meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya tidak terbukti. Mungkin besarnya laba ditahan digunakan oleh perusahaan untuk membayar hutang atau kewajiban perusahaan sehingga dana untuk reinvestasi  tidak sebesar laba yang ditahan.  Hal ini tentu tidak memperbaiki kinerja perusahaan.  Ini  sesuai dengan  dividend  signaling theory yang menyatakan bahwa penurunan dividen akan dianggap sebagai sinyal yang buruk pula terhadap kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *