Invent

Tips Praktis


Judul Skripsi Mirip tetapi Bukan Plagiat

Ada pertanyaan yang saya peroleh dari Yahoo! Answes sbb :

gw buat skripsi sudah mau selesai tetapi gw nemuin kl judul skripsi yg gw buat mirip dengan skripsi orang lain kl isi’y g tau mirip’y kayak mana masalah’y cuma dipublis judul’y az g ada abstrak dll, apa yang harus gw perbuat ne gan kl ngulang dari awal berat masalah’y penelitian dah keluar dana dan waktu, dilanjutin atau ngulang dari awal nyari judul baru lagi gan???

Tentu saja ada banyak sekali judul-judul skripsi yang telah dibuat. Namun demikian ada cara tertentu supaya dua skripsi yang memiliki judul yang mirip bukanlah plagiat dari skripsi yang satunya.

Sebuah skripsi dianggap plagiat dari skripsi atau tesis yang lain jika ada kemiripan pada KONTEN atau ISI. Biasanya di tetapkan standar bahwa ada kemiripan sebanyak 30 % dari isi sudah merupakan suatu tindakan plagiat. Kemiripin isi atau konten bisa terjadi pada Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, sampai Bab V. Kemiripan di sini dapat diketahui secara awam dengan adanya kesamaan pada 1 sub-bab dari suatu Bab.

Kalau di negara-negara yang sudah maju dimana perpustaaan dari masing-masing universitas sudah terhubung, mereka memiliki suatu program untuk mengetahui kemiripan konten dari suatu karya tugas akhir dengan tugas akhir yang lain. Dengan demikian, jika ada kemiripan konten maka akan langsung ketahuan dengan sendirinya. Bagaimana pun kita harus waspada jika negara Indonesia sudah maju, maka kemiripan konten ini juga akan terintegrasikan kedalam satu sistem. Entah kapan.

Oleh karenanya walaupun judul dari skripsi kamu mirip dengan skripsi orang atau tesis orang lain tetap PD saja untuk melanjutkan skripsi yang sudah mulai kamu kerjakan. Apalagi jika kamu belum pernah melihat judul skripsi yang judulnya mirip tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Read more...


Tips dan Trik, Mencari Buku-Buku yang Pantas untuk mengisi daftar Pustaka Anda

Saat ini ada banyak sekali buku-buku yang beredar di pasaran. Apalagi buku-buku yang bertema sosial seperti manajemen atau pengelolaan, baik itu untuk manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, manajemen produksi dan operasi, maupun manajemen keuangan. Namun demikian, apakah buku-buku tersebut LAYAK, BERMUTU, sehingga PANTAS untuk digunakan sebagai dasar penelitian tugas akhir skripsi? Tentu saja tidak.

Ada banyak sekali buku-buku yang tidak bermutu tinggi sehingga pantas disebut sebagai buku populer. Buku-buku populer ini memiliki karakteristik tidak memiliki dukungan teori yang kuat. Sehingga sering kali memberikan informasi yang menyesatkan bagi pembacanya.

Untuk itu, anda harus jeli untuk mengetahui buku-buku yang akan anda gunakan. Dengan demikian, anda akan menjadi lebih hemat dalam mengeluarkan dana untuk mencari referensi, sehingga dengan dana yang relatif terbatas anda bisa mendapatkan referensi yang sebanyak-banyaknya. Ada beberapa tips untuk mencari referensi yang akan anda gunakan, yaitu sebagai berikut:

1. Teknik Googling.
- Gunakan Fasilitas Internet untuk mencari naskah artikel, hasil seminar ataupun ebooks yang bisa anda download secara gratis. Ada beberapa situs yang menyediakan bahan referensi, diantaranya : www.scribd.com, www.4shared.com, docs.google.com dan lain sebagainya
- Gunakan tambahan kata “site:ac.id” pada kata pencari yang anda gunakan. Hal ini sebagai filter supaya hanya artikel-artikel yang muncul adalah artikel yang dikeluarkan dari kampus di Indonesia.
- Gunakan tambahan kata “site:go.id” pada kata pencari yang anda gunakan. ini berarti informasi atau artikel yang muncul adalah yang berasal dari pemerintah Indonesia.
- Gunakan tambahan “filetype:pdf” atau “+ pdf” jika anda ingin agar informasi yang muncul memiliki ekstensi pdf. Anda bisa menggunakan kombinasi yang lain seperti “filetype:doc”, “filetype:docx” “+ pdf” “filetype:ppt”, “filetype:pptx”, “filetype:xls” dan lain sebagainya.
- Manfaatkan forum-forum yang berbasis pendidikan di Indonesia. Misalnya, Anda bisa berkunjung ke sub forum education pada www.kaskus.us.

2. Lihat dan Pelajari Daftar Pustaka dari skripsi yang sejenis dengan penelitian Anda.
Catat daftar pustaka dari skripsi penelitian terdahulu. Disana anda bisa melihat buku-buku manajemen apa saja yang digunakan oleh skripsi terdahulu. Buku-buku yang sudah pernah digunakan biasanya bisa digunakan lagi untuk penelitian anda. Jika tahun terbitan sudah relatif lama, sebaiknya di cari buku edisi atau cetakan terbarunya. Anda bisa meminta bantuan atau meminta pendapat dari dosen anda jika bingung untuk menentukan buku yang akan digunakan.

3. Jika tidak mendesak, jangan menggunakan buku populer
Usahakan jangan menggunakan buku populer jika anda belum mempelajari latar belakang penulis buku tersebut. Sering kali buku-buku populer ditulis oleh orang yang tidak berkompeten di bidangnya.

4. Gunakan berita dari media cetak maupun internet
Berita sering kali digunakan untuk membandingkan antara realitas dengan keadaan yang diinginkan. Berita sering kali digunakan untuk menunjukkan gap antara kenyataan dengan harapan. Biasanya ini digunakan pada penulisan Skripsi Bab I pada bagian latar belakang masalah.

Semoga tulisan sederhana ini mampu memberikan pencerahan bagi anda untuk mencari referensi yang berkualitas untuk mengisi daftar pustaka Anda. Semoga daftar pustaka Anda penuh dengan buku-buku yang bermutu sehingga mencerminkan kualitas skripsi yang Anda tulis.

Read more...


Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu?

Masalah antara judul skripsi dengan masalah tidak seperti pertanyaan “manakah yang lebih dahulu antara telur dan ayam”.

Sering kali mahasiswa ngotot untuk lebih dahulu mencari judul yang baik dan ideal menurut dia. Padahal awal mula dari suatu penelitian adalah dimulai dari adanya suatu masalah. Ceritanya adalah seperti ini.

Suatu penelitian di awali dengan adanya suatu masalah. Jika tidak ada masalah, biasanya tidak perlu dilakukan penelitian. Masalah inilah yang akan diselesaikan untuk dicarikan solusinya dengan melakukan penelitian. Dengan demikian dapat dibuat runtutan sebagai sebagai berikut :

MASALAH => PENELITIAN => SOLUSI

Namun demikian masalah seperti apakah yang layak untuk diteliti? Apakah setiap masalah layak untuk dilanjutkan menjadi suatu penelitian? Tentu saja tidak. Sebagai contoh seperti ini. Di dalam perusahaan multinasional, terdapat banyak sekali masalah, misal :

- Karyawan A dari divisi B yang sering datang terlambat.
- Hasil produksi terkadang cacat sehingga tidak layak dijual dan mengakibatkan beban bagi perusahaan.
- Adanya konflik antara pihak manajemen dengan beberapa karyawan
- Munculnya konflik personal antara 1 karyawan dengan karyawan yang lain
- Munculnya miss communication antara divisi produksi dengan divisi pemasaran
- Budaya organisasi yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
- Dan lain sebagainya

Tentu saja tidak mungkin kita akan meneliti semuanya dalam satu skripsi. Alasannya adalah tidak semua masalah bersifat strategis dan penting untuk segera diselesaikan. Masalah yang akan diteliti dalam suatu penulisan tugas akhir skripsi hendaknya bersifat strategis bagi perusahaan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan dari penulisan skripsi mampu memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Selain itu masalah yang diteliti dalam satu skripsi harus bersifat fokus dan memiliki keterkaitan antara satu variabel dengan satu variabel yang lain. Dengan demikian, jika suatu masalah tidak berkaitan sama sekali dengan fokus utama penelitian biasanya akan diabaikan.

Setelah masalah ditemukan, maka dibuat suatu rumusan masalah. Rumusan masalah ini memuat beberapa masalah yang akan dibahas di dalam skripsi dan dibuat dalam bentuk kalimat tanya.

Setelah rumusan masalah terbentuk barulah dibuat judul yang mampu mempresentasikan rumusan masalah yang akan dibuat. Dengan demikian, urutannya adalah :

Masalah (ada gap antara harapan dan kenyataan riil) => rumusan masalah => judul penelitian yang mampu mempresentasikan rumusan masalah

Saran dan masukan sangat berguna bagi pengembangan penulisan ini dikemudian hari. Shalam

Read more...


Tips dan Trik agar mencontoh Skripsi Tidak Sama Dengan Melakukan Plagiat

Pembuatan skripsi pada dasarnya adalah kegiatan mencontoh. Anda tidak bisa membuat penulisan skripsi jika tidak mencontoh dari sumber-sumber penulisan yang lain seperti artikel, opini, berita, dokumentasi, buku, tugas akhir yang lain, dan sumber-sumber lain yang bersifat ilmiah. Namun demikian, karena penulisan skripsi adalah kegiatan yang bersifat formal, maka ada cara-cara tertentu dalam mencontoh. Jika anda mengikuti cara-cara tersebut maka anda dapat mengerjakan tugas akhir skripsi dengan mudah tanpa menyanding label seorang plagiat.

Etika Mencontoh

Walaupun tidak terlalu direkomendasikan mahasiswa bisa mengkutip sumber atau referensi dari suatu skripsi untuk digunakan di skripsi yang akan dia buat. Namun demikian, ada etikanya dalam dalam mengkutip atau mencontoh suatu skripsi. Etika yang harus anda perhatikan adalah sebagai berikut:

- Sumber asli yang Anda kutip sulit untuk dicari. Dengan demikian, jika buku asli yang ingin anda gunakan merupakan buku yang gampang dicari, lebih baik mengkutip dari buku aslinya. Beberapa contoh buku yang gampang ditemui misalnya adalah Manajemen Pemasaran dari Hani Handoko, Manajemen Sumber Daya Manusia dari Henry Simamora, teori Kepuasan Pelanggan dari Fandi Ciptono, Buku Periklanan dari Frans Jefkin, dan lain sebagainya.

- Jangan mengkutip terlalu banyak teori dari satu buku. Usahakan menggunakan kombinasi buku-buku, artikel, hasil seminar, opini, berita yang terbaru untuk mendukung penelitian anda. Buku-buku yang anda gunakan dan tercantum di daftar pustaka sebenarnya bukan hanya untuk gaya-gaya saja. Semakin banyak buku referensi yang digunakan seharusnya menunjukkan bahwa semakin banyak buku yang pernah anda baca, anda pelajari, dan anda pahami.

Teknik Kutip Mengkutip

Mencontoh dalam hal ini selanjutnya saya sebut sebagai mengkutip. Ada dua bentuk kutipan, yaitu : mengutip langsung dan mengutip tidak langsung. Perbedaaannya terlihat pada bentuk kutipan. Jika menggunakan kutipan langsung, anda tidak mengubah atau memberikan tambahan pada naskah yang asli. Adapun karakteristik dari kutipan langsung adalah sebagai berikut:
- Tulisan yang di kutip tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan naskah aslinya
- Penulisan biasanya di awali dan di akhiri dengan tanda kutip “ ”
- Untuk penulisan kutipan yang terdiri dari 4 baris atau lebih biasanya dibuat menjadi satu (1) spasi
- Diberikan tulisan sumber kutipan

Adapun yang dimaksud dengan kutipan tidak langsung adalah bentuk kutipan yang diintegrasikan dengan teks. Karakteristik dari kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut:
- Kutipan menjadi satu dengan naskah teks tugas akhir.
- Tidak ada perbedaan jarak antar baris dengan teks yang asli
- Tidak perlu dicantumkan tanda kutip
- Diberikan tulisan sumber kutipan

Read more...


Cara menyelesaikan Skripsi secara Instan

Sebenarnya skripsi hanyalah proses penulisan sesuatu yang sudah ada (hanya mendeskripsikan atau menggambarkan) sesuatu yang akan di teliti. Hal itu sudah cukup untuk ukuran mahasiswa strata s1. Mahasiswa tidak perlu mencari hal yang aneh-aneh atau menciptakan sesuatu yang orisinil. Hal tersebut hanya akan memakan waktu dalam penyelesaian skripsi.

Skripsi sering kali dianggap sebagai tugas yang menakutkan. Sebenarnya skripsi dapat dianggap sebagai tugas kuliah biasa, namun harus di susun dengan urutan dan prosedur tertentu. Jika anda sudah memahami bagaimana proses pembuatan skripsi maka semuanya akan terlihat instan.

Perencanaan Skripsi
1. Pilihkan 1 atau 2 tema yang menarik bagi anda.
Perencanaan di tahap awal yang saya maksud di sini adalah perencanaan yang terkait dengan TEMA penelitian. Tema berbeda dengan judul skripsi. Tema bersifat lebih umum atau lebih luas dibandingkan dengan judul skripsi.

2. Cek referensi yang berhubungan dengan tema yang dipilih
Setelah anda memilih sebuah tema, maka ada baiknya Anda mengecek ketersediaan referensi yang berkaitan dengan tema yang Anda pilih. Karena terkadang tema-tema tertentu mempunya referensi yang sulit diperoleh. Misalnya tema yang berkaitan dengan stock-split referensinya lebih mudah diperoleh dibandingkan dengan reverse stock split. Untuk mengecek referensi anda bisa berkunjung ke perpustakaan online atau digilib.

3. Mencari penelitian terdahulu yang relevan.
Anda harus mencari penelitian terdahulu yang relevan dengan tema skripsi yang Anda pilih. Biasanya diperlukan 3 sampai 5 (minimal) penelitian terdahulu yang relevan.

Organisasi File
1. Organisasi file untuk mendukung Bab I
Pada bab I biasanya dibahas mengenai latar belakang masalah. Oleh karenanya anda perlu mencari data tentang sesuatu yang menjadi masalah. Data yang diperoleh harus mampu menunjukkan adanya gap atau kesenjangan antara teori dan praktek. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung skripsi Anda, karena skripsi harus dimulai dari adanya suatu masalah. Gunakan artikel, hasil seminar atau naskah publikasi, berita, opini untuk mendukung Bab I.

2. Organisasi file untuk mendukung Bab II
Pada bab II biasanya digunakan teori-teori yang mendukung penelitian dan penelitian terdahulu yang pernah digunakan.

3. Organisasi file untuk mendukung Bab III
Pada bab III biasanya dituliskan metodologi yang akan anda gunakan.

Pelaksanaan skripsi
Setelah semua data atau file sudah selesai anda organisasi, maka saatnya anda menulis. Tuliskan ketika anda merasa dalam keadaan nyaman. Tuliskan apa yang ada di kepala Anda. Pada saat ini anda tidak perlu takut untuk melakukan kesalahan.

Evaluasi hasil penulisan
Jika sudah melakukan penulisan, maka mintalah saran kepada teman atau dosen untuk menilai hasil penulisan skripsi Anda. Jangan takut akan kritik dan saran dari dosen anda atau teman anda. Jika anda merasa tidak sesuai dengan masukan dari mereka maka diskusikan.

Semoga skripsi Anda bisa cepat selesai secara Instan. Tapi bukankah mie Instan saya juga perlu waktu untuk memasaknya sebelum dapat di nikmati.

Read more...


Tips dan Triks, Menciptakan Ide Baru dalam Pembuatan Judul Skripsi Manajemen (Disertai Contoh)

Skripsi adalah salah satu Tugas Akhir untuk mahasiswa strata s1 yang menjadi salah syarat mutlat bagi mahasiswa agar lulus dan mendapat gelar Sarjana. Walaupun sering kali tugas akhir skripsi tidak berhubungan dengan pekerjaan yang akan ditekuni oleh mahasiswa setelah lulus, namun demikian alangkah baiknya jika tema skripsi yang diangkat dalam penelitian memiliki manfaat yang riil bagi mahasiswa. Manfaat riil tersebut diantaranya adalah mahasiswa mampu mengaplikasikan secara riil ilmu yang diperoleh di perkuliahan. Bahkan akan lebih baik lagi jika skripsi yang diangkat juga memberikan manfaat di dunia kerja, baik dia sebagai karyawan di perusahaan, PNS maupun sebagai entrepreneur atau wiraswasta.

Oleh karenanya, sangat disayangkan jika Skripsi dikerjakan secara sembarangan dan bahkan asal menjiplak skripsi/tesis yang sudah tersedia di perpustakaan. Bahkan jika mau jeli, adanya digilib atau digital librabry atau perpustakaan online memperbesar kemungkinan mahasiswa untuk menjiplak skripsi/tesis. Namun jika hal itu yang terjadi maka saya berpikir bahwa mahasiswa sendiri yang akan rugi.

Contoh skripsi sebenarnya tidak di larang dalam penulisan tugas akhir baik itu dalam bentuk skripsi, tesis, maupun disertasi. Ingat, dalam tugas akhir ada istilah penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu adalah kumpulan tugas akhir yang sudah selesai yang menjadi dasar dari penulisan skripsi Anda saat ini. Jadi dengan adanya contoh skripsi Anda akan lebih mudah untuk melakukan penulisan tugas akhir.

Triks Mengubah Contoh Skripsi Menjadi Ide Original

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar baru dalam penulisan skripsi. Dalam level sarjana strata s1, mahasiswa sebenarnya hanya di suruh menggambarkan atau menceritakan sesuatu yang sudah ada, dan bukan disuruh untuk mencari sesuatu yang benar-benar baru. Untuk itu ada beberapa trik dan tips untuk mendapatkan ide baru dari sebuah contoh skripsi.

- Mengganti atau menambah satu atau lebih variabel penelitian
Dengan mengganti atau menambah variabel dalam penelitian, maka penelitian yang anda lakukan menjadi benar-benar fress. Misalnya Skripsi 1 menunjukkan pengaruh variabel A dan B terhadap Y, kemudian Skripsi 2 menunjukkan pengaruh variabel B dan C terhadap Y. Maka Anda membuat penelitian tentang pengaruh variabel A dan C terhadap Y. Bisa juga anda membuat penelitian tentang pengaruh variabel A, B, dan C terhadap Y. Simple bukan?

- Mengganti objek penelitian atau karakteristik responden
Mengganti objek penelitian sudah bisa mengubah karakteristik dari penelitian terdahulu. Misalkan Skripsi yang terdahulu adalah skripsi manajemen pemasaran yang mengambil meneliti produk HP merek Nokia dibandingkan dengan produk HP merek Cina. Anda bisa meneliti dengan tema yang sama tetapi menggantinya dengan merek Blackberry dan Merek Apple. Alasannya yang bisa diambil misalnya, Blackberry dan Apple sedang naik daun. Dengan mengganti merek anda juga otomatis akan mengubah responden. Jika HP merek Nokia dan merek Cina biasanya diambil responden kelas menengah kebawah, untuk merek Blackberry dan Merek Apple anda harus mengambil responden dari kelas menengah ke atas.

- Mengganti permasalahan dalam penelitian
Sering kali sekali kita menemukan varianbel “Kinerja” pada skripsi manajemen produksi atau manajemen sumber daya manusia. Bahkan jika ada mahasiswa yang mengangkat tema tersebut dianggap sebagai tema yang usang. Tetapi bagaimana jika ada seorang mahasiswa menemukan masalah yang unik, menarik pada suatu perusahaan, sbb:

Perusahaan A memiliki nilai kehilangan / loss value yang disebabkan bahan baku tidak digunakan secara optimal. Kondisi itu dari hasil wawancara dengan pihak manajemen perusahaan disebabkan rendahnya kinerja karyawan, sebab secara teknis alat atau mesin yang digunakan sudah baik. Jika perusahaan itu mengalami kerugian sebesar 10 Milyar akibat proses itu dan perusahaan memiliki 4 pabrik, berarti jika masalah itu dapat diselesaikan ada kemungkinan akan terjadi penghematan sebesar 4 Milyar. Dengan ada cerita-cerita seperti itu, maka skripsi akan bermanfaat. Skripsi mampu memecahkan masalah

Jadi sebenarnya tidak sulit untuk membuat tugas akhir skripsi yang orisinil bukan?

Read more...


Mencari Sumber Permasalahan untuk Pembuatan Skripsi

Masalah adalah titik utama dalam suatu penelitian. Tanpa adanya permasalahan yang harus diselesaikan, maka proposal penelitian, baik itu dalam bentuk skripsi, tesis, maupun disertasi tidak akan pernah disetujui untuk dilanjutkan. Sering kali mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan masalah untuk dilanjutkan menjadi penelitian skripsi atau tesis.

Menurut Purwanto (2008), upaya untuk melakukan pencarian dan pendataan masalah-masalah yang akan dibahas dapat dilakukan dari sumber-sumber masalah sebagai berikut:

1. Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian
Bagian mana dari bacaan yang mangandung permasalahan? Ada beberapa bagian bisa anda amati. Pertama, bagian latar belakang masalah. Anda bisa mencari ide dari latar belakang masalah yang dituliskan di dalam laporan hasil penelitian. Kedua, bagian kesimpualn dan saran atau rekomendasi. Biasanya dibagian ini dituliskan ide-ide yang bisa disarankan oleh penulis laporan hasil penelitian jika ingin mengembangkan atau melanjutkan dari penelitian tersebut.

2. Pengamatan Sepintas/Fakta di lapangan
Anda bisa melakukan pengamatan di lingkungan tempat anda bekerja. Biasanya setiap memiliki masalah yang cukup urgent untuk diselesaikan. Ambil masalah yang akan diteliti adalah masalah yang berkaitan erat dengan tugas utama anda.

3. Pengalaman Pribadi
Rajinlah untuk merekap permasalahan-permasalahan menarik yang pernah anda temui. Siapa tahu hal tersebut bisa dilanjutkan menjadi masalah dalam skripsi anda.

4. Pertemuan Ilmiah: Seminar, Diskusi, Lokakarya, Konferensi dan lain-lain
Jangan ikut pertemuan Ilmiah hanya karena mengejar sertifikat! Ikuti seminar dan diskusi yang diadakan di lingkungan kampus. Biasanya akan teruangkap banyak sekali fenomena menarik yang bisa diangkat menjadi suatu penelitian.

5. Pernyataan Pemegang Otoritas
6. Perasaan Intuitif Pribadi

Setelah anda menemukan berbagai macam sumber masalah, maka masalah seperti apa yang tepat untuk dilanjutkan menjadi penelitian skripsi atau tesis? Ada 3 hal yang sering SALAH, yaitu :

1 Permasalahan penelitian tidak diambil dari akar masalah yang sesungguhnya
2 Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan kemampuan peneliti baik dalam penguasaan teori, waktu, tenaga dan dana.
3 Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan faktor-faktor pendukung yang ada.

Adapun kriteria yang SEHARUSNYA adalah sebagai berikut:

1. Pertimbangan Ilmiah:
a. Apakah masalah tersebut dapat diteliti secara ilmiah? Yaitu masalah yang realitasnya dapat diamati dan datanya tersedia dan dapat dikumpulkan.
b. Apakah masalah tersebut memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan?
c. Dengan metode bagaimana masalah dapat diteliti?

2. Pertimbangan Non-Ilmiah:
a. Apa manfaat hasil penelitian bagi kepentingan praktis atau masyarakat?
b. Apakah masalah terlalu peka untuk diteliti? Resistensi sosial, budaya, ideologi

3. Pertimbangan Peneliti:
a. Penguasaan teori dan metodologi
b. Minat peneliti terhadap masalaah
c. Kemampuan pengumpulan dan analisis data
d. Ketersediaan waktu, dana dan sumberdaya

Read more...

Contact us!

Anda bisa menghubungi kami dengan beberapa cara

  • user_white Jl. Sawojajar No. 30 Panembahan Kraton Yogyakarta, 55131
  • speech_white Tel. 0817 9448 173
  • mail_white E-mail: idtesis@gmail.com
  • thumb_up YM : cs_idtesis

Visit also our social profiles:

Scroll to top