Analisis Brand Loyalty Merek Bakery Roti Kecil

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Loyalty Merek Bakery Roti Kecil Di Kota Surakarta

toko roti Analisis Brand Loyalty Merek Bakery Roti Kecil Analisis Brand Loyalty Merek Bakery Roti Kecil toko roti1

 Merek suatu produk bisa dianggap sebagai aset terbesar bagi perusahaan, karena merek yang telah sukses di pasar memiliki potensi yang besar untuk mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Hal ini cukup beralasan karena suatu merek mampu menimbulkan kesan yang mendalam di benak konsumen yang mampu mengubah paradigma dan pikiran konsumen sehingga merek itu mampu tertanam secara kontinyu di benak konsumen.

Merek yang prestisius memiliki ekuitas merek yang kuat  (brandequity). Semakin kuat ekuitas merek suatu produk, semakin kuat daya tariknya untuk menggiring konsumen mengkonsumsi produk tersebut yang selanjutnya akan menghantarkan perusahaan meraup keuntungan dari waktu ke waktu. Pemahaman elemen-elemen ekuitas merek dan perilaku merek serta pengukurannya sangat diperlukan untuk menyusun langkah strategis dalam meningkatkan eksistensi merek dan selanjutnya menaklukkan pasar.

Rumusan masalah

1.Apakah merek bakery Roti Kecil telah menciptakan loyalitas konsumen ?

2.Bagaimana hasil pemetaan brand loyalty pada Roti Kecil yang didtesisasarkan pada tingkatannya seperti Switcher, Habitual buyer, Satisfiedbuyer, Liking the Brand dan Committed buyer ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan peneltian ini dilakukan adalah untuk mengetahui seberapa jauh tingkat loyalitas konsumen menggunakan merek Roti Kecil selama ini. Penelitian ini dilakukan di head office Roti Kecil jalan Ovensari, Kadilangu, Baki, Sukoharjo. Populasi dari penelitian ini adalah konsumen Roti Kecil yang pernah mengkonsumsi produk-produk Roti Kecil lebih dari satu (1) kali di kotamadya Surakarta. Sampel yang diambil berjumlah 100 orang dan responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Roti Kecil yang pernah mengkonsumsi produk-produk Roti Kecil lebih dari satu (1) kali di kotamadya Surakarta khususnya di cabang Urip Sumoharjo,Veteran dan RM Said. Teknik pengambilan sampling dilakukan dengan menggunakan metode  convenience sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, penyebaran kuesioner, studi pustaka dan observasi langsung ke objek penelitian.

Kesimpulan

1.Roti Kecil mempunyai konsumen yang paling banyak pada tingkat satisfied buyer yaitu 61% atau 61 orang dari 100 orang yang mengkonsumsi. Kondisi ini cukup bagus, karena rata-rata konsumen  Roti  Kecil  menyatakan  puas  saat  mereka mengkonsumsi Roti Kecil selama ini.

2.Konsumen yang berada pada tingkat liking the brand cukup banyak yaitu 56% atau 56 orang dari 100 orang yang mengkonsumsi. Hal ini juga menunjukkan hasil yang cukup baik, hanya saja jika menuruti trend grafik piramida terdapat kecenderungan untuk semakin tinggi levelnya semakin banyak konsumennya.

3.Sekalipun menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tingkat satisfied buyer, namun tingkat  liking the brand Roti Kecil masih menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan bahwa konsumen menyukai Roti Kecil selama ini.

4. Konsumen Roti Kecil yang tergolong  switcher cukup sedikit yaitu  23% atau 23 orang dari 100 orang yang mengkonsumsi Roti Kecil.  76Sedangkan yang termasuk pembeli kebiasaan cukup besar yaitu 47% atau 47 orang.

5. Pada tingkat  committed buyer, jumlah konsumen menurun jauh dibandingkan pada tingkat satisfied buyer dan liking the brand yaitu 26% atau 26 orang. Dapat disimpulkan bahwa konsumen Roti Kecil masih belum menunjukkan loyalitas mereka selama ini kepada Roti Kecil.

6. Konsumen Roti Kecil masih sebatas pada tahap puas dan menyukai Roti Kecil, belum sepenuhnya menunjukkan loyalitas mereka terhadap Roti Kecil yang ditandai dengan sedikitnya konsumen yang merekomendasikan maupun mempromosikan Roti Kecil kepada orang lain.

7. Roti Kecil memiliki keunggulan yang belum bisa ditandingi oleh para pesaingnya yaitu kapasitas stok produknya yang cukup banyak sehingga apabila konsumen melakukan pembelian atau pesanan dalam kondisi mendadak dapat segera terpenuhi saat hari itu juga.

Analisis Brand Loyalty Pada Pelanggan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Loyalty Pada Pelanggan PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Solo Baru

astra indonesia Analisis Brand Loyalty Pada Pelanggan Analisis Brand Loyalty Pada Pelanggan astra indonesia

Latar Belakang Skripsi 

Suatu perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu merek yang berbeda dari para pesaing lainnya. Perusahaan yang dapat mengeluarkan merek yang kuat lah, yang nantinya akan mendapatkan kesetiaan yang besar dari para konsumen. Merek yang kuat pastinya juga memiliki ekuitas uatu perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu merek yang berbeda dari para pesaing lainnya. Perusahaan yang dapat mengeluarkan merek yang kuat lmerek ( brand equity ) yang kuat pula.

Semakin kuat ekuitas merek perusahaan otomotif, semakin kuat pula daya tarik pelanggan untuk tetap setia menggunakan produk ataupun jasa yang ditawarkan perusahaan. Hal tersebut dapat menguntungkan bagi perusahaan, karena dapat meraih keuntungan serta penjualan yang meningkat.Pada era globalisasi sekarang ini, merek menjadi aset perusahaan yang sangat bernilai. Untuk itu merek perlu dikelola, dikembangkan, diperkuat, ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan keuntungan kompetitif

Rumusan Masalah 

  1. Bagaimana tingkat loyalitas pelanggan terhadap pembelian mobil merek Daihatsu ?

Tujuan Penelitian 

  1. Kegiatan Penelitian ini diadakan dengan tujuan yaitu ingin mengetahui seberapa besar tingkat pembelian mobil pada merek Daihatsu

Kesimpulan 

Hasil dari analisis data yang telah diolah oleh penulis dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 100 responden yang telah melakukan pembelian pada PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Solo Baru maka dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut ini :

  1. Berdasarkan analisis profil responden yang pernah melakukan pembelian pada PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Solo Baru diketahui jumlah responden berjenis kelamin laki – laki lebih mendominasi yaitu sebanyak 87% atau 87 orang dengan usia berkisar 32 – 40 tahun serta berprofesi sebagai seorang wiraswasta yang berpenghasilan lebih dari Rp 2 juta.
  2. Sebanyak 16% atau 16 orang masuk ke dalam kategori  switcher yaitu konsumen yang mudah tertarik oleh produk atau jasa dengan berbagai merek yang ditawarkan oleh  seorang sales.
  3. Sebanyak 56% atau 56 orang merupakan konsumen yang sudah terbiasa mendengar atau tidtesisak asing dengan merek Daihatsu sehingga melakukan pembelian. Oleh karena itu, konsumen tersebut masuk ke dalam kategori habitual buyer.
  4. Sebanyak 80% atau 80 orang merupakan konsumen pada tingkatan satisfied buyer yaitu konsumen yang telah merasakan puas terhadap produk merek Daihatsu.
  5. Pada tingkatan liking the brand sebanyak 79% atau 79 orang benar – benar menyukai produk dengan merek Daihatsu.
  6. Pada tingkatan  commited buyer terdapat 78% atau 78 responden yang menyatakan bangga setelah menggunakan produk merek Daihatsu dan memiliki komitmen yang kuat untuk tetap setia terhadap satu merek.
Incoming search terms:

Analisis Brand Loyalty Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Loyalty Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta

pelayanan hotel Analisis Brand Loyalty Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta Analisis Brand Loyalty Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta pelayanan hotel

Latar Belakang Skripsi 

Pemasar pada umumnya menginginkan pelanggannya dapat dipertahankan selamanya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan loyalitas konsumen yang tinggi atas apa yang dikonsumsinya. Loyalitas merupakan hasil akumulasi pengalaman penggunaan produk ( Durianto dkk,2004:19 ).

Loyalitas konsumen yang tinggi akan menimbulkan  Brand loyalty ( loyalitas merek ). Durianto dkk (2001:126) mengartikan  brand loyalty sebagai “ suatu  ukuran keterkaitan pelanggan terhadap suatu merek ”. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidtesisaknya seorang pelanggan beralih ke merek yang lain. Bila loyalitas pelanggan terhadap suatu merek meningkat, kerentanan kelompok pelanggan tersebut dari ancaman pesaing pun dapat dikurangi. Dengan demikian, perolehan laba dan kelangsungan perusahaan dapat dipertahankan.  Seiring berkembangnya pariwisata di kota Solo saat ini semakin berkembang pula jasa perhotelan yang ada, sehingga meningkatkan persaingan yang terjadi dalam industri perhotelan. Salah satunya terjadi pada Hotel Suka Marem Surakarta. Persaingan yang semakin ketat ini mengharuskan Hotel Suka Marem Surakarta untuk memperhatikan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan yang tinggi selain akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan juga diharapkan akan memancing datangnya pelanggan baru karena dampak dari word of mouth ( WOM).

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan yang akan dikemukakan penulis adalah:

  1.  Bagaimana tingkatan  Brand Loyalty  pada pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui seberapa jauh tingkat loyalitas konsumen selama menginap di  Hotel Suka Marem Surakarta. Penelitian ini dilakukan di Hotel Suka Marem Surakarta yang berlokasi di  Jl. Dr. Sutomo No.11 Surakarta. Sampel yang diambil yang diambil berjumlah 100 orang dan responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan Hotel suka Marem Surakarta yang pernah menginap lebih dari satu (1) kali di Hotel Suka Marem Surakarta.Teknik pengambilan sampling dlakukan dengan metode  Purposive Sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner, studi pustaka, wawancara dan observasi langsung pada objek penelitian.

 Kesimpulan 

Hasil analisis yang diolah, dengan membagikan angket kepada 100 pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  • Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta yang tergolong switcher  cukup sedikit yaitu 36% dari 100 responden yang diteliti.
  • Sebanyak 58%  dari  responden  yang termasuk kelompok habitual buyer  menyatakan bahwa menginap di Hotel Suka Marem Surakarta dipengaruhi karena faktor kebiasaan.
  •  Pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta yang tergolong satisfied buyer sebanyak 88% dari 100 responden yang diteliti. Kondisi ini cukup bagus , karena rata-rata tamu merasa puas saat mereka menginap di Hotel Suka Marem Surakarta
  •  Pelanggan  Hotel Suka Marem Surakarta yang berada pada tingkat  liking the brand  cukup banyak yaitu 87%  dari 100 responden yang diteliti.
  •  Hotel Suka Marem Surakarta mempunyai pelanggan yang paling banyak pada tingkat  committed buyer, yaitu sebanyak 91% atau 91 responden pelanggan Hotel Suka Marem Surakarta. Kondisi ini sangat baik, sebab kebanyakan mereka menyarankan  pada orang lain untuk menginap di Hotel Suka Marem Surakarta.
  •  Walaupun tidak signifikan, analisis pada tingkat  liking the brand bentuk piramida mengalami penurunan.

Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty

Skripasi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Green Brand Equity Hubungannya Dengan Customer Loyalty ( Studi Kasus Pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Kota Solo)

logo honda Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty Skripasi Ekonomi- Brand Equity Dengan Customer Loyalty logo honda

Latar Belakang Skripsi :

Sudah sejak lama produsen dan industri,  baik di negara maju maupun negara berkembang  tidtesisak memperhitungkan lingkungan sebagai salah satu faktor  dari proses produksinya. Air, udara, tanah, hutan, tambang dianggap sebagai yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya tanpa perlu memikirkan usaha  untuk melestarikannya. Akibatnya, tekanan terhadap lingkungan menjadi besar dan mempengaruhi keseimbangan alam. Bencana alam, perubahan iklim, pemanasan global dan pencemaran merupakan harga yang harus ditanggung masyarakat dari aktivitas industri di atas.

Kesadaran bahwa lingkungan harus pula dihargai mencuat sejak diperkenalkannya  Environmental Impact Assessment  (EIA) di Amerika sekitar tahun 1970-an, yang mewajibkan dimasukkannya perhitungan atas lingkungan bagi setiap rencana kegiatan yang diperkirakan berdampak besar (adverse impact) terhadap lingkungan. Konsep menginternalkan harga (cost) lingkungan dalam suatu produksi dilanjuti pula dalam konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di tahun 1987. Di Indonesia,  kedua konsep di atas terinternalisasi dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan.

Rumusan Masalah

  1. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Satisfaction?
  2. Apakah Green Brand Image mempunyai hubungan dengan Green Trust?
  3. Apakah  Green Brand Image  mempunyai hubungan ke  Green Brand Equity?
  4. Apakah Green Satisfaction Mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity? 5.  Apakah Green Trust mempunyai hubungan dengan Green Brand Equity?
  5. Apakah  Green Trust  mempunyai hubungan dengan  Customer Loyalty?
  6. Apakah  Green Brand Equity  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty??
  7. Apakah  Green Satisfaction  mempunyai hubungan dengan Customer Loyalty?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk menguji model kausal yang diharapkan mampu menjelaskan pengaruh  anteseden Green brand equity  hubungannya dengan Customer loyalty.  Data  diambil  melalui  penyebaran kuesioner langsung kepada  180 responden yang memenuhi kriteria, yaitu (1) Masyarakat yang berdomisili di Kota Solo, (2) Memiliki  sepeda motor Honda, (3)  Memiliki pengalaman menggunakan produk sepeda motor Honda.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan  nonprobability sampling  yaitu  purposive sampling.  Hal ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data yang dikumpulkan.

Simpulan

Simpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian.

  1. Green brand image secara positif berhubungan dengan green satisfaction karena  Brand Image  adalah determinan yang penting dari  Customer Satisfaction.  Perusahaan menginvestasikan banyak usaha untuk meningkatkan brand image, bukan hanya untuk menghindari protes karena masalah lingkungan atau hukuman namun juga dapat untuk meningkatkan kepuasan konsumen akan environmental desires, sustainable expectation, dan green needs.
  2. Green brand image secara positif berhubungan dengan green trust, karena dapat mengikis resiko yang dibayangkan oleh konsumen dan secara simultan meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian di saat transaksi berlangsung.  Pengaruh positif tersebut menandakan semakin tinggi  Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green konsumen. Sebaliknya, semakin rendah  Green Brand Image  Honda semakin rendah juga Green Trust konsumen.
  3. Green Brand Image  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity.  Pengaruh positif tersebut menandakan bahwa semakin tinggi Green Brand Image  Honda, semakin tinggi juga  Green Brand Equity Honda. Sebaliknya, bila Green Brand Image Honda rendah, maka semakin rendah juga Green Brand Equity dari Honda.
  4. Green satisfaction secara positif berhubungan dengan green brand equity, karena Satisfaction (kepuasan) adalah tingkat kesenangan yang didapatkan setelah mengkonsumsi suatu produk di mana hal ini dapat memenuhi keinginan, hasrat, dan tujuan konsumen. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Satisfaction  akan mengakibatkan  Green Brand Equity yang tinggi. Sebaliknya, semakin rendah Green Satisfaction, maka akan mengakibatkan Green Brand Equity yang semakin rendah.
  5. Green Trust  secara positif berhubungan dengan  Green Brand Equity, karena  trust  dianggap sebagai sebuah strategi penerapan di dalam ranah pemasaran dan bahan dasar yang paling penting di dalam kesuksesan sebuah hubungan. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Trust,  akan mengakibatkan meningkatnya  Green Brand equity  Honda. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan Green Brand equity yang rendah pula.
  6. Green Satisfaction  secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena  Satisfaction  itu unik dibandingkan dengan konsep lain yang trust mempunyai kedekatan, seperti kualitas, loyalitas, dan sikap, dan telah dihipotesiskan di dalam literatur karena mempunyai pengaruh kepada Customer Loyalty.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi Green Satisfaction  konsumen,  maka akan semakin tinggi  Customer Loyalty. Sebaliknya semakin rendah  Green Satisfaction,  maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  7. Green Trust secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena Trust  sebagai kemauan untuk bersandar pada pasangan berjual beli di mana salah satu dari mereka mempunyai kepercayaan diri.  Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Trust  konsumen,  akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Trust, maka akan mengakibatkan  Customer Loyalty  yang rendah pula.
  8. Green Brand Equity secara positif berhubungan dengan Customer Loyalty, karena brand equity merupakan efek pembeda yang pengetahuan terhadap merek berada dalam respon konsumen pada pemasaran suatu produk. Pengaruh positif ini berarti bahwa semakin tinggi  Green Brand Equity konsumen, akan mengakibatkan Customer Loyalty yang tinggi. Sebaliknya semakin rendah Green Brand Equity, maka akan mengakibatkan Customer Loyalty yang rendah pula.
  9. Green satisfaction,  dan  Green trust  mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap Behavioural loyalty. Green satisfaction, Green trust,  dan Green brand equity mempunyai hubungan yang positif dengan Attitudinal loyalty.  Dari hubungan dua model ini, dapat diartikan bahwa ketiga variabel mempunyai hubungan positif dengan  Customer loyalty,  namun green satisfaction dan green trust mempunyai hubungan yang paling kuat.
  10. Hubungan positif antara  Green Brand Image  dan  Green Brand Equity dimediasi oleh Green satisfaction  dan Green Trust,  dengan Green Trust sebagai variabel mediasi yang mempunyai pengaruh paling kuat. Hal ini menjelaskan bahwa untuk membentuk ekuitas merek yang kuat diperlukan citra yang positif terhadap sebuah merek, yang dimediasi oleh kepuasan dan terutama kepercayaan pelanggan terhadap sebuah merek.
  11. Hubungan positif antara  Green Satisfaction  dan  Green Trust  dengan Costumer Loyalty  dimediasi oleh  Green Brand Equity. Hal ini menjelaskan bahwa utuk membentuk loyalitas konsumen diperlukan kepuasan dan kepercayaan yang positif dari konsumen yang dimediasi oleh ekuitas merek yang kuat.

 

Incoming search terms:

Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (studi pada mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret)

GSM prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar Skripasi Ekonomi- Loyalitas Konsumen GSM Prabayar GSM prabayar

 Latar Belakang Skripsi :

Sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) maka perusahaan perlu memusatkan perhatiannya tidtesisak hanya pada bagaimana cara untuk menarik konsumen atau pengguna baru, melainkan bagaimana untuk menjalin dan mempertahankan konsumen yang sudah ada dalam jangka waktu yang lama, mengingat persaingan diantara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi (GSM Prabayar) semakin ketat. Cara terbaik untuk mendapatkan dan memelihara konsumen secara konstan menggambarkan bagaimana cara memberi mereka lebih (Kotler, 2003). Pelayanan yang baik membuat konsumen dapat merasakan kepuasan yang lebih dan sebaliknya tanpa pelayanan yang baik konsumen akan merasakan ada kekurangan dalam berbelanja atau membeli barang dan jasa meskipun harga yang bisa diperoleh lebih rendah (Kotler, 2003).

Salah satu fokus yang menjadi tolak ukur keberhasilan pemasaran perusahaan adalah bagaimana suatu perusahaan mampu menjadi loyalitas dari konsumennya. Seorang konsumen yang loyal menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Dipertahankannya konsumen yang loyal dapat mengurangi usaha mencari konsumen baru yang berarti memberikan umpan balik positif kepada perusahaan. Perusahaan dapat lebih melakukan penghematan biaya dalam mempertahankan konsumen yang lama daripada mencari konsumen baru.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah service quality berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  2. Apakah service quality berpengaruh terhadap trust ?
  3. Apakah trust berpengaruh terhadap switching cost ?
  4. Apakah trust berpengaruh terhadap customer loyalty?
  5. Apakah corporate image berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  6. Apakah service quality berpengaruh terhadap corporate image ?
  7. Apakah switching cost berpengaruh terhadap customer loyalty ?
  8. Apakah service quality berpengaruh terhadap switching cost ?

Tujuan Penelitian

penelitian ini dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Customer loyality pada GSM prabayar.

Kesimpulan

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005). Hasil pengujian goodness-of-fit atas model yang diajukan menunjukkan hasil yang baik. Berikut ini adalah urutan hasil pengukuran model penelitian ini: c2 = 417,203; probabilitas = 0,000; RMSEA = 0,047; GFI = 0,870 ; AGFI = 0,843; CMIN/DF = 1,434; TLI = 0,915; NFI= 0,789; CFI = 0,924; IFI = 0,925. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Aydin dan Ozer (2005), yaitu sebagai berikut:

  1. Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis pertama, yaitu Service Quality positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  3,090 dengan S.E sebesar 0,111. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 1 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,01.
  2. Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust.  Dengan demikian hipotesis kedua, yaitu Service Quality berpengaruh positif terhadap Trust terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  6,589 dengan S.E sebesar  0,106.  Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 2 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01. 3.  Trust  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis ketiga, yaitu  Trust   berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai positif sebesar  3,623 dengan S.E sebesar  0,090.  Karena CR > 2,56 menunjukkan bahwa hipotesis 3 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01
  3. Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis keempat, yaitu Trust  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,388 dengan S.E sebesar  0,073.  Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 4 diterima pada tingkat signifikan a = 0,05
  4. Corporate Image   tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Customer Loyalty. Dengan demikian hipotesis kelima, yaitu  Corporate Image  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty ditolak, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  0,951 dengan S.E sebesar  0,083.  Karena CR <  1,645 menunjukkan bahwa hipotesis 5 ditolak pada tingkat signifikan a = 0,01. 6.  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image.Dengan demikian hipotesis keenam, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Corporate Image terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 6,314 dengan S.E sebesar 0,099. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 6 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.
  5. Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty.  Dengan demikian hipotesis ketujuh, yaitu Switching Cost  berpengaruh positif terhadap Customer Loyalty terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar  2,242 dengan S.E sebesar 0,093. Karena CR >  1,96 maka menunjukkan bahwa hipotesis 7 diterima pada tingkat signifikan  a = 0,05.
  6. Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost.  Dengan demikian hipotesis kedelapan, yaitu  Service Quality  berpengaruh positif terhadap Switching Cost terdukung secara empiris, yaitu dengan nilai CR positif sebesar 2,891 dengan S.E sebesar 0,104. Karena CR > 2,56 maka menunjukkan bahwa hipotesis 8 diterima pada tingkat signifikan a = 0,01.