Analisis Brand Loyalty Pelanggan Jasa Pos Express

Skripsi Ekonomi~ Analisis Brand Loyalty Pelanggan Jasa Pos Express Pada PT. Pos Indonesia Cabang Sukoharjo

posindo1 Analisis Brand Loyalty Pelanggan Jasa Pos Express Analisis Brand Loyalty Pelanggan Jasa Pos Express posindo11

Latar Belakang Skripsi

PT. POS INDONESIA yang merupakan satu-satunya badan usaha milik negara yang bergerak pada bidtesisang jasa pengiriman.PT. POS INDONESIA mempunyai berbagai produk jasa pengiriman salah satunya adalah jasa POS EXPRESS. POS EXPRESS merupakan layanan terkini jasa pengiriman berupa dokumen penting, surat, barang berharga yang melayani konsumen lebih cepat, lebih tepat waktu, lebih aman dan terjamin.

Perilaku loyalitas konsumen terhadap produk jasa PT. POS mungkin berbeda dengan produk jasa pengiriman pada perusahaan lain. Sehubung dengan loyalitas akan merek atau produk sangat penting terhadap kelangsungan hidup perusahaan, maka manajemen  PT. POS INDONESIA sadar bahwa mempertahankan pelanggan yang lama jauh lebih murah biayanya daripada menciptakan pelanggan yang baru.

Rumusan Masalah

Bagaimana tingkat loyalitas pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA di Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh tingkat loyalitas konsumen terhadap jasa POS EXPRESS padaPT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan di PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo yang berlokasi di Jl. WandyoPranoto No.12 Sukoharjo. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 50 responden.

Kesimpulan 

Hasil analisis yang diolah, dengan membagikan angket kepada 50 pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan analisis karakteristik responden, dari 50 responden menyatakan pengguna jasa POS EXPRESS INDONESIA lebih banyak laki-laki yaitu sebanyak 64% dengan rata-rata pemakai antara usia 21-26 tahun sebanyak 54% dan berpenghasilan antara Rp 500.000,00–Rp 1000.000,00 sebanyak 34%.

2. Pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo yang tergolong  switcher  cukup sedikit yaitu 10% dari 50 responden yang diteliti.

3. Sebanyak 44% dari 50 responden yang termasuk kelompok habitual buyer menyatakan bahwa menggunakan jasa POS EXPRESS INDONESIA karena faktor kebiasaan.

4. Pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo yang tergolong  satisfied buyer  sebanyak 68% dari 50 responden yang diteliti. Kondisi ini cukup bagus , karena rata-rata pengguna merasa puas saat mereka menggunakan jasa POS EXPRESS INDONESIA. 58

5. Pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo yang berada pada tingkat liking the brand cukup banyak yaitu 82% dari 50 responden yang diteliti. Pelanggan benar-benar suka jasa POS EXPRESS INDONESIA

6. Pada tingkat committed buyer mangalami penurunan, yaitu sebanyak 30% atau 15 responden pelanggan jasa POS EXPRESS pada PT. POS INDONESIA Cabang Sukoharjo yang sering dan selalu menyarankan kepada orang lain untuk menggunakan jasa POS EXPRESS

Analisis Brand Loyalty Terhadap Kartu Simpati

Skripsi Ekonomi~ Analisis Brand Loyalty Terhadap Kartu Simpati (Studi Pada Pengunjung di grapari Telkomsel Solo)

telkomsel Analisis Brand Loyalty Terhadap Kartu Simpati Analisis Brand Loyalty Terhadap Kartu Simpati telkomsel

Latar Belakang Skripsi 

Dalam berbisnis, faktor keuntungan adalah tujuan utama. Namun seiring perkembangan zaman, hanya mengejar keuntungan semata bukan lagi tipe berbisnis yang baik. Dari itulah pentingnya pemberian sebuah merek, tidtesisak hanya sebagai identitas atau pembeda produk. Tetapi dengan adanya merek, perusahaan dapat mengukur kesetiaan pelanggannya terhadap mereknya. Hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan adalah tetap mengikat pelanggan yang lama dan menarik pelanggan yang baru. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara tetap mempertahankan loyalitas baik pelanggan yang lama maupun pelanggan yang baru saja bergabung.

Keberhasilan suatu merek untuk jangka panjang tidak didasarkan pada banyaknya konsumen yang melakukan pembelian sekali saja terhadap merek itu. Sebaliknya, merek dapat dikatakan berhasil bila memiliki konsumen yang setia, yang membeli atau menggunakan secara berulang. Loyalitas atau kesetiaan menunjukkan probabilitas seorang konsumen untuk membeli atau memakai produk atau merek secara berulang dalam periode waktu tertentu. (Istijanto, 2005:172)

Rumusan Masalah 

1. Bagaimana tingkat loyalitas pengunjung graPARI terhadap kartu SimPATI?

2. Apakah tingkatan loyalitas tersebut membentuk piramida yang menunjukkan “brand loyalty lemah” atau piramida terbalik yang menunjukkan “brand loyalty kuat” ?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loyalitas pengunjung graPARI terhadap kartu simPATI. Dan juga untuk mengetahui apakah  brand loyalty terhadap kartu simpati tersebut menunjukkan loyalitas yang kuat ataukah lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif dimanamerupakan jenis riset yang tujuan utamanya adalah menggambarkan sesuatu. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung graPARI Telkomsel Solo.

Kesimpulan 

Hasil analisis yang di olah, dengan membagikan angket kepada 100 pengunjung graPARI yang menggunakan kartu simPATI maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan analisis kerakteristik responden, dari 100 responden menyatakan pengguna kartu simPATI lebih banyak laki-laki yaitu sebanyak 61% dengan rata-rata pemakai  berusia antara 21-26 tahun sebanyak 40% dan berpenghasilan antara Rp 500.000,00 – Rp 1.000.000,00 sebanyak 31%.

2. Sebanyak 5% dari 100 responden pengguna kartu simPATI bersifat  switcher atau berpindah ke merek kartu selular lain karena fakor tarif telepon atau sms.

3. Sebanyak 60% responden menyatakan bahwa menggunakan kartu simPATI dipengaruhi karena faktor kebiasaan. Pada umumnya mereka telah menemukan kepuasan tersendiri dan malas untuk bergonta-ganti kartu.

4. Sebanyak 65% responden menyatakan puas menggunakan kartu simPATI. Selain dari faktor tarif telepon atau sms yang murah, sinyal simPATI juga jarang mengalami gangguan sampai dengan kepelosok desa.

5. Sebanyak 72% pemakai menyatakan setuju bahwakartu simPATI lebih unggul dibandingkan merek kartu selular yang lain.

6. Pada tingkatan  committed buyer sebanyak 30% responden menyatakan sering dan selalu menyarankan ke orang lain untuk menggunakan kartu simPATI.

Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang PT. Pos Indonesia (PERSERO) Surakarta

posindo1 Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos Analisis Brand Awareness Pada Jasa Pengiriman Barang Pos posindo1

Latar Belakang Skripsi 

Untuk mengetahui kesadaran terhadap produk jasa pengiriman barang   PT. POS INDONESIA, maka  perlu dilakukan pengukuran tingkat kesadaran  merek (Brand Awareness) pada perusahaan tersebut. Brand Awareness menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. (Aaker dalam Durianto, 2001:4).  Menurut Davidtesis A. Aaker untuk mengukur  Brand Awareness (kesadaran merek) melalui empat tahap yaitu Top of Mind (puncak pikiran),  Brand Recall (pengingatan kembali merek),  Brand Recognition (pengenalan merek) dan  Unaware Brand (tidak menyadari terhadap merek).

Dari pemaparan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengukur Brand Awareness didasarkan pada tingkatan Top of Mind, Brand   Recall, Brand Recognition, dan Unaware Brand   produk jasa  pengiriman barang pada PT. POS INDONESIA Surakarta melalui suatu penelitian yang berjudul:  ”ANALISIS  BRAND AWARENESS PADA  JASA PENGIRIMAN BARANG  PT. POS INDONESIA (PERSERO) SURAKARTA”

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat diambil adalah  sebagai berikut: “Bagaimana  brand awareness pada masyarakat terhadap jasa pengiriman barang Kantor Pos Solo diukur  berdasarkan  Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Brand Unaware?”

Tujuan Penelitian 

Tujuan diadakannya penelitian ini ingin mengetahui Pengukuran Brand awareness dengan Top of Mind, Brand Recall, Brand Recognition, dan Brand Unaware.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya tentang tingkatan  brand awareness jasa pengiriman barang Kantor Pos, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Kesimpulan analisis karakteristik responden dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 59% responden, berusia >22 tahun 48% responden, bertempat tinggal di kecamatan Banjarsari 29% responden, dan berprofesi sebagai pelajar/ mahasiswa 49% responden.

Kesimpulan hasil analisis brand awareness sebagai berikut:

1)  Perusahaan jasa pengiriman barang TIKI menempati posisi top of mind yaitu sebesar 67%.

2)  Jasa pengiriman barang Kantor Pos menempati posisi  brand recall yaitu sebesar 36%.

3)  Pada analisis  brand recognition  didapatkan bahwa sebanyak 21% responden yang perlu diingatkan akan keberadaan jasa pengiriman barang Kantor Pos

4)  Pada analisis  unaware of brand terdapat  2% responden yang tidak tahu jasa pengiriman barang Kantor Pos.  Kebanyakan responden paling banyak mengetahui jasa pengiriman barang Kantor Pos dari teman mereka yaitu sebesar 31% responden.

Incoming search terms:

Analisis Brand Equity Pada Produk Olahraga Adidas

Skripsi ~ Analisis Brand Equity Pada Produk Olahraga Adidtesisas (Study pada mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta)

produk adidas Analisis Brand Equity Pada Produk Olahraga Adidas Analisis Brand Equity Pada Produk Olahraga Adidas produk adidas

Latar Belakang Skripsi 

Alasan pentingnya mengelola dan mengembangkan merekadalah merek lebih bermakna daripada sekedar produk. Produk hanya menjelaskan atribut fisik berikut dimensinya sehingga tidak lebih dari sekedar komoditi yang dapat dipertukarkan, sedangkan merek dapat menjelaskan emosi serta hubungan secara spesifik dengan pelanggannya.

Hal ini dapat terjadi karena merek mengandung nilai-nilai yang bersifat terikat seperti emosi, keyakinan, harapan, serta syarat dengan persepsi (Rangkuti, 2004). Aaker (2004)  juga melakukan pembagian brand equity berdasarkan 4 unsur utama, yaitu:  brand awareness,  brand association,  perceived quality,  brand loyalty. Oleh karena itu penelitian tentang  brand equity  yang di pengaruhi oleh  brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty penting untuk di teliti.

Perumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, secara lebih rinci permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah perceived quality berpengaruh pada brand equity ?

2. Apakah brand awareness berpengaruh pada brand equity ?

3. Apakah brand association berpengaruh pada brand equity ?

4. Apakah brand loyalty berpengaruh pada brand equity ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji peranan pengaruh presepsi kualitas, kesadaran merek, assosiasi merek, loyalitas merek terhadap ekuitas merek. Khususnya, penelitian ini ingin menguji apakah presepsi kualitas, kesadaran merek, assosiasi merek, loyalitas merek mempunyai peranan penting dalam membentuk ekuitas merek pada produk olahraga adidas.

Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 125 mahasiswa yang pernah menggunakan produk adidas di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode convenience sampling dipilih agar lebih mudah dalam mendapatkan sampel.

Kesimpulan 

Kesimpulan penelitian dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman mengenai hasil dari penelitian ini. Dalam sub bab ini akan dipaparkan secara singkat mengenai hasil penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi brand  equity  pada  produk olahraga adidas, dengan hasil  analisis yang telah diuraikan pada bab IV dengan menggunakan metode analisis  Structural Equation Modelling (SEM), dapat diambil kesimpulan bahwa:

  1. Perceived quality tidak berpengaruh positif pada brand equity. Hubungan yang  tidak  signifikan antara  perceived quality  dan  brand equity menjelaskan bahwa tingginya presepsi kualitas tidak meningkatkan brand equity.
  2. Brand awareness berpengaruh positif pada brand equity. Hubungan yang positif dan signifikan antara brand awareness  dan brand equity menjelaskan bahwa semakin tinggi  brand awareness  maka  semakin tinggi  brand equity.
  3. Brand association berpengaruh positif pada brand equity  Hubungan yang positif dan signifikan antara brand association dan brand equity menjelaskan bahwa semakin tinggi  brand  association  maka  semakin tinggi  brand equity.
  4. Brand loyalty berpengaruh positif pada brand equity. Hubungan yang positif dan signifikan antara  brand  loyalty  dan  brand equity menjelaskan bahwa semakin tinggi brand loyalty semakin tinggi brand equity.

Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy Pada PT. Telkom Surakarta

speedy Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy Analisis Brand Liking Dan Brand Loyalty Produk Speedy speedy

Latar Belakang Skripsi 

Upaya penciptaan kepuasan dan loyalitas konsumen harus selalu diikuti dengan evaluasi terhadap tingkat kepuasan dan loyalitas yang dicapai oleh konsumen. Hal ini sangat diperlukan karena dengan mengetahui tingkat kepuasan atau loyalitas konsumennya, manajemen perusahaan akan dapat menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan pada masa yang akan datang dengan baik. Kecenderungan perkembangan persaingan pemasaran di masa mendatang akan menjadi persaingan antar merek, yaitu suatu persaingan untuk memperoleh dominasi merek.

Merek akan menjadi aset perusahaan yang paling bernilai, karena merek lebih dari sekedar sebuah nama atau sebuah logo seperti sebuah hubungan lebih dari sekedar interaksi (James 2003:314). Untuk itu merek perlu dikelola, dikembangkan, diperkuat dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Lebih jauh, sebenarnya merek merupakan nilai tangible dan intangible yang terwakili dalam sebuah  trademark  (merek dagang) yang mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan tepat. Bagi perusahaan, salah satu faktor penentu kesuksesan dalam menciptakan kesetiaan merek para pelanggannya adalah kepuasan terhadap kualitas yang diberikan. Dengan demikian, kualitas produk yang baik akan menciptakan, mempertahankan kepuasan serta menjadikan konsumen loyal. Karakteristik konsumen yang loyal salah satunya adalah selalu melakukan pembelian ulang secara terus–menerus.

 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diketahui masalah penelitiannya adalah bagaimana tingkat loyalitas konsumen terhadap merek speedy pada  PT.Telkom.

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengguna merek speedy dan juga untuk mengetahui bentuk piramidtesisa yang dihasilkan dari hasil analisis brand loyalty dan brand liking. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom Speedy yang menggunakan Speedy. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Convenience Sampling. Pemilihan dengan menggunkan teknik ini dikarenakan jumlah populasi yang belum diketahui serta berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkan responden yang berada pada tempat dan waktu yang tepat dan juga demi murah dan cepat. Dalam penelitian ini variable demografi menggambarkan pengelompokkan responden berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan.

Kesimpulan

Dalam hal ini mengemukakan kesimpulan mengenai tanggapan konsumen terhadap tingkat loyalitas konsumen speedy pada PT. TELKOM surakarta yang berdasarkan data yang telah diolah pada bab III, serta penulis akan mengemukakan saran-saran pada PT. TELKOM speedy. Kesimpulan dan saran diambil derdasarkan data dan informasi yang diperoleh melalui data kusioner serta tanggapan konsumen sebagai berikut :

  1. Dari tanggapan mengenai variable  demografi  idenditas responden dapat disimpulkan bahwa kebanyakan alasan responden dalam berlengganan adalah karena speedy memberikan fasilitas yang beraneka ragam dan tarif per bulan sesuai kemampuan pengguna. Responden yang menanggapi adalah berjenis kelamin laki-laki 53% memiliki pendidikan terakhir perguruan tinggi 58%, bekerja sebagai Wiraswasta 36%, dan menerima penghasilan lebih dari 2 juta sebesar 32%.
  2. Responden yang menyukai speedy berjumlah  berjumlah 75 responden (75%). Nilai rata-rata responden Telkom speedy pada tingkatan ini  masuk dalam klasifikasi  Likes The Brand tersebut (4,14) masuk dalam kategori baik. Letak nilai rata-rata dapat dilihat dalam gambar skala Likert berikut ini.
  3. Rata-rata responden yang menyukai merek speedy dibandingkan merek lain berjumlah 79 orang (79%). Nilai rata-rata responden yang masuk klasifikasi Likes The Brand tersebut (4,22) termasuk dalam kategori “sangat Baik”.
  4. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang memfavoritkan speedy berjumlah 88 orang (88%), dengan begitu dapat disimpulkan speedy difavoritkan oleh responden dan hasil tersebut  masuk dalam kategori “Sangat baik” apabila dilihat menggunakan skala Likert, dan akan sangat berdampak baik untuk kemajuan PT. TELKOM.
  5. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang tidak berminat menggunakan speedy berjumlah 3 orang (3%), dengan begitu dapat disimpulkan speedy diminati oleh responden walaupun hasil dalam skala  Likert menunjukan “jelek”, namun dapat dikatakan hasil tersebut sangat baik bagi speedy, karena hanya 3 responden yang menjawab tidak berminat pada speedy.
  6. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang sensitive terhadap harga berjumlah 69 orang (69%), dengan begitu dapat disimpulkan harga /tarif per bulan sangat berpengaruh pada penjualan speedy. walaupun hasil  dalam skala  Likert menunjukan “Baik”, namun dapat dikatakan hasil tersebut merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi speedy agar tidak kehilangan pelanggan.
  7. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang bersedia menggunakan speedy berjumlah 85 orang (85%), dengan begitu dapat disimpulkan banyak responden yang bersedia menggunakan/membeli merek speedy.
  8. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, responden yang setia menggunakan speedy walaupun ada komentar negatif hanya berjumlah 22 orang (22%),  dengan begitu dapat disimpulkan banyak responden sangat terpengaruh apabila ada komentar negatif tentang speedy, sehingga pihak Telkom harus waspada untuk menjaga nam baik dan menjaga kualitas agar mengurangi berita-berita negatif.

 

Incoming search terms: