Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak

Skripsi EkonomiAnalisis Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar

pelayanan pdam Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak pelayanan pdam

 

 

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam usaha peningkatan penerimaan pajak adalah dengan melakukan pembauran peraturan, kebijakan dan administrasi perpajakan dimana telah dilakukan secara terus menerus, bertahap, konsisten dan berkelanjutan. Usaha yang telah ditempuh bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan yaitu diawali dengan adanya perubahan atau pembaharuan sistem perpajakan nasional yang biasanya lebih dikenal dengan nama Tax Reform. Tax Reform dilakukan pemerintah karena dianggap bahwa peraturan perpajakan yang berlaku pada tahun 1983 adalah peninggalan kolonial Belanda yang  sudah tidtesisak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, struktur dan organisasi pemerintahan serta tidak berdasarkan Pancasila.

Tujuan dari dilakukannya reformasi perpajakan yaitu untuk lebih menegakkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan nasional dengan jalan lebih mengerahkan lagi segenap kemampuan diri kita sendiri.  Pemerintah menyadari bahwa untuk membiayai pelaksanaan pembangunan nasional kita tidak dapat dan tidak mungkin hanya mengandalkan kepada peningkatan penerimaan negara dari minyak bumi dan gas alam maupun dari utang luar negri. Oleh karena itu, peningkatan penerimaan negara melalui perpajakan dari sumber-sumber diluar minyak bumi dan gas merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi berhasilnya pelaksanaan pembangunan. Pada reformasi perpajakan sistem perpajakan yang berlaku pada saat itu akan disederhanakan. Salah satu bukti diberlakukannya tax reform yaitu ditandai dengan diberlakukannya sistem pemungutan pajak self assessment yaitu dimana wajib pajak sekarang diberi kepercayaan untuk menghitung dan melaporkan sendiri segala perpajakannya menggantikan sistem official assessment dimana dalam sistem ini semua urusan perpajakan dilakukan oleh fiskus termasuk menghitung dan melaporkan pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 dan diubah lagi dengan Undang-undang No. 28 Tahun 2007.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar?
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah ingin mengetahui, sebagai berikut :

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar.
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan serta keterangan dari KPP Pratama Karangnayar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.  Penerimaan pajak tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 23 % dari tahun 2008 yaitu dimana tahun 2008 penerimaan pajaknya mencapai Rp. 262,529,343.500 dan pada tahun 2009 naik menjadi Rp. 322,911,092.590

2.  Pelaksanaan kegiatan penagihan dengan Surat Paksa dari mulai penerbitan sampai pelaksanaannya telah sesuai dengan Standart Operating System yang diterapkan oleh SIDJP hanya saja dalam penyelesaiannya dimana seharusnya harus diselesaikan dalam waktu 7 hari di KPP Pratama Karanganyar diselesaikan lebih dari 7 hari.

3.  Pelaksanaan kegiatan Penagihan dengan Surat Paksa jika dinilai dari perbandingan jumlah lembar yang diterbitkan dengan yang terbayar dinilai sangat efektif baik dari tahun 2008 maupun 2009 dikarenakan tingkat rasio yang dihasilkan lebih dari 60%, tetapi jika dinilai dari segi nominal tingkat penagihan dengan surat paksa yang dilakukan dinilai tidak efektif karena jika dilihat dari rasio yang dihasilkan masih dibawah 60% di semua triwulan tahun 2008 meskipun pada tahun 2009 untuk triwulan I dan II lebih dari 60% tapi untuk triwulan III dan IV rasionya turun dibawah 60%. Hal ini terjadi mungkin Surat Paksa yang terbayar dari tunggakan  –tunggakan pajak yang jumlahnya relatif kecil.

4.  Kontribusi penagihan pajak dengan Surat Paksa untuk pengurangan tunggakan pajak  yaitu sebesar Rp. 5,112,678,000 atau sebesar 25% dari seluruh jumlah pengurangan tunggakan pajak pada tahun 2008. Sedangkan untuk tahun 2009 kontribusi Surat Paksa dalam pengurangan tunggakan pajak naik menjadi Rp.  7,985,653,000 atau  sebesar 35,56 % dari total jumlah seluruh pengurangan tunggakan pajak.

5.  Kurang efektifnya pelaksanaan penagihan pajak dengan Surat Paksa akibat minimnya Sumber Daya Manusia dalam Juru Sita Pajak yang tidak sebanding dengan banyaknya Wajib Pajak yang mempunyai tunggakan pajak. Selain itu banyaknya Juru Sita Pajak yang kurang paham atau kurang menguasai wilayah kerjanya.

Incoming search terms:

Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

gedung_bei Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Bagi investor informasi tentang  Return On Asset  (ROA),  Price Earning Ratio (PER), Dividtesisen Per Share  (DPS), Financial Leverage (FL), , Inventory Turn Over  (ITO),  Price Book Value  (PBV), menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dalam kebutuhan pengambilan keputusan. Informasi tersebut dapat mengurangi ketidakpastian dan resiko yang mungkin terjadi, sehingga keputusan yang diambil diharapkan akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.  Aharony dan Itzhak (1980) menunjukkan penelitian mereka bahwa pasar bereaksi saat terjadi pengumuman dividen. Nilai sebuah saham suatu perusahaan dapat merupakan suatu prestasi dari perusahaan tersebut, dinilai dari kinerja keuangan yang dapat dilihat dan diukur atas financial leverage perusahaan tersebut, karena financial leverage menggambarkan bagaimana perusahaan membiayai aktivitasnya.

Oleh karena itu  financial leverage  dapat digunakan sebagai input untuk mengukur perubahan atas harga saham. Menurut Weston dan Brigham (1984) struktur modal perusahaan merupakan bauran atau perpaduan dari hutang, saham preferen dan saham biasa yang dikehendaki perusahaan. Penggunaan hutang untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menghasilkan keuntungan dan dapat berdampak pada kerugian yang tidak lain adalah merupakan resiko dari penggunaan hutang. Hutang menyebabkan beban yang bersifat tetap yaitu beban bunga dan pokok pinjaman yang harus dibayar, dilain pihak hutang merupakan sumber dana yang dapat digunakan untuk mendanai aktivitas perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkatkan kemampuan menghasilkan laba, selain itu beban bunga yang harus dibayar tersebut merupakan beban yang dapat digunakan sebagai elemen pengurang pajak penghasilan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah  Return On Asset  (ROA),  Dividen Per Share  (DPS) ,Financial Leverage  (FL),  Price Earning Ratio  (PER),Inventory Turn Over  (ITO), Price Book Value  (PBV),secara simultan mempunyai pengaruh terhadap Return Saham  perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008?
  2. Apakah  Return On Asset  (ROA),  Dividen Per Share  (DPS) ,Financial Leverage  (FL),  Price Earning Ratio  (PER),Inventory Turn Over  (ITO), Price Book Value  (PBV)  secara parsial mempunyai pengaruh terhadap Return Saham  perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008?

Tujuan Penelitian 

Penelitian yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Return Saham  Pada  Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  Return On Asset  (ROA),  Price Earning Ratio (PER), Dividen Per Share (DPS), Financial Leverage (FL), Inventory Turn Over (ITO), Price Book Value (PBV),  terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh Return On Asset  (ROA), Price Earning Ratio  (PER), Deviden Per Share  (DPS), Finacial Leverage  (FL), Inventory Turn Over  (ITO), Price to Book Value  (PBV)  terhadap  return  saham pada Perusahaan manufaktur   yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Hasil uji F pada hipotesis pertama menunjukan bahwa diperoleh nilai Fhitung  sebesar  2,362  dengan tingkat signifikansi 0,034. Karena nilai signifikansi F lebih kecil dari 0,05 maka kesimpulan model ini layak untuk memprediksi  Return  Saham. Artinya ada pengaruh simultan antara variabel Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER), Deviden Per Share (DPS), Finacial Leverage (FL), Inventory Turn Over (ITO), Price to Book Value  (PBV)  terhadap  return  saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  2. Hasil analisis uji t, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:
  • Return On Asset  (ROA)  tidak  berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Price Earning Ratio  (PER)  tidak berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Deviden Per Share  (DPS)  tidak  berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Finacial Leverage  (FL)  berpengaruh  negatif  signifikan terhadap return saham, Dengan tingginya rasio perbandingan seluruh hutang dengan seluruh aktiva dari perusahaan tersebut akan menjadikan enggan bagi para investor dalam membeli saham-saham perusahaan manufaktur tersebut di Bursa Efek Jakarta. Dengan kata lain, investor akan lebih menyukai membeli perusahaan-perusahaan yang memiliki FL rendah dibandingan perusahaan-perusahaan yang memiliki FL tinggi.
  •  Inventory Turn Over  (ITO)  tidak berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Price to Book Value (PBV) berpengaruh positif signifikan terhadap return  saham, sehingga kenaikan  PBV  akan menaikkan  return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa besarnya nilai perusahaan diperhitungkan oleh investor dalam pembelian saham. Hal ini dapat dijelaskan bahwa nilai PBV yang lebih besar menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami pertumbuhan, sehingga investor juga berpendapat bahwa kondisi perusahaan akan menguntungkan untuk investasi. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan harga saham perusahaan sehingga return saham juga meningkat.
Incoming search terms:

Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi

Skripsi Ekonomi~ Analisis faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Industri Kecil Konveksi Di Satriyan Desa Bulurejo  Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten

perusahaan konveksi Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi perusahaan konveksi

Latar Belakang Skripsi 

Pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut perlu mempersiapkan secara khusus kondisi perekonomian domestik yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi guna menghadapi era globalisasi perdagangan. Perhatian secara khusus ini perlu diberikan kepada struktur industri dalam negeri, hal ini dikarenakan adanya ketidtesisakseimbangan antara komposisi industri besar, menengah, dan kecil.

Strategi Pemerintah melalui percepatan pembangunan ekonomi industrialisasimenimbulkan terjadinya transformasi struktural, perkembangan dan pertumbuhan secara sektoral  mengalami pergeseran. Sektor pertanian yang awalnya merupakan sektor primer yang mempuyai kontribusi  besar perlahan-lahan mulai bergeser seiring dengan berkembang pesatnya industrialisasi yang didukung oleh kebijakan dari pemerintah sehingga mempermudah masuknya investasi asing ke Indonesia yang meningkatkan sektor manufaktur.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh  modal,  upah tenaga  kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi terhadap jumlah produksi konveksi?
  2. Faktor produksi mana yang paling berpengaruh terhadap  jumlah produksi konveksi berdasarkan hasil estimasi?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prosuksi industri kecil konveksi di Satriyan Desa Bulurejo Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan beberapa teori produksi dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan produksi konveksi, maka variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi.

Kesimpulan 

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi produksi konveksi di Satriyan Bulurejo Juwiring Klaten yang meliputi modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Modal dan Upah tenaga kerja penjahit berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi konveksi di Satriyan. Modal adalah faktor yang sangat penting bagi pengusaha konveksi, semakin banyak modal yang digunakan maka barang yang diproduksi akan semakin meningkat sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen. Pengupahan tenaga kerja penjahit dihitung berdasarkan jumlah (pcs) yang dijahit, maka dapat diartikan semakin banyak pakaian yang dijahit (produksi) semakin tinggi pula upah tenaga kerja penjahit.
  2. Pengalaman berusaha  dan  Biaya transportasi  tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi konveksi tetapi berpengaruh positif terhadap produksi konveksi. Lamanya pengalaman berusaha bagi para pengusaha industri kecil  konveksi  bertambah, maka akan memberi dampak pada semakin meningkatnya hasil produksi industri kecil  konveksi di Satriyan dan hasil ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara pengalaman berusaha dengan  produksi  industri konveksi. Pengalaman berusaha yang semakin lama akan semakin mengetahui karakter pasar dan perilaku konsumen. Semakin tinggi biaya transportasi, maka akan memberi dampak pada semakin meningkatnya hasil produksi industri kecil konveksi di Satriyan karena biaya transportasi lebih dilihat dari biaya pembelian bahan baku, marketing dan biaya distribusi barang ke konsumen.
  3. Secara bersama-sama modal,  upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha dan biaya transportasi sangat mempengaruhi produksi konveksi yang ditunjukkan dengan nilai  F-hitung (803,242) lebih besar daripada    F-tabel (4,44) sehingga hipotesis terbukti. Dari hasil pengujian koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,989 artinya, 98,9% variasi produksi konveksi dapat diterangkan oleh variabel modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya tranportasi. Sementara sisanya 1,1% dijelaskan oleh variabel bebas lain yang tidak dijelaskan dalam model yang digunakan. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat, terbukti dengan nilai R sebesar 0,995.
  4. Uji validasi asumsi klasik yang telah dilakukan dalam rangka memenuhi kriteria model, BLUE (best, linier, unbiased and estimated) dapat disimpulkan bahwa model ini telah terhindar dari gejala multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.
  5. Dari hasil penelitian, diketahui penggunaan faktor produksi yang paling berpengaruh adalah  Modal,    ditunjukkan dengan nilai  estimasi  sebesar 0,822.
Incoming search terms:

Produk Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Produk Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Provinsi Jawa Tengah  Tahun 1985-2009

pertanian Produk Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Produk Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan pertanian

Latar Belakang Skripsi

Persaingan global yang semakin terbuka menjadikan Sub sektor Perdagangan sebagai ujung tombak dalam perekonomian Jawa Tengah. Menarik bila daerah ini mampu memanfaatkan potensi sub sektorPerdagangan sebagai pemicu peningkatan PDRB Provinsi Jawa Tengah. Sesuai dengan paham merkantalisme yang menganggap perdagangan adalah jalan kemakmuran bagi suatu wilayah.

Pada dasarnya, perdagangan berlangsung kerena hal itu memang mengungtungkan. Setiap orang memiliki kemampuan atau sumber daya yang bervariasi dan berbeda satu sama lain serta keinginan untuk mengonsumsi barang dalam proporsi yang berbeda satu sama lain. Sering kali seseorang menghendaki sesuatu yang tidtesisak dimilikinya dan    hal tersebut bisa diperoleh dari orang lain yang kebetulan juga meningkatkan sesautu dari orang lain yang tidak dimilikinya sendiri. Perbedaan preferensi (kebutuhan, keinginan) sera variasi sumber daya fisik dan finansial yang dimiliki setiap orang membuka peluang bagi berlangsungnya suatu pertukaran atau perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak. Seseorang akan diuntungkan jika ia bisa menukarkan sesuatu yang dimilikinya, yang menurutnya sudah lebih dari cukup, untuk mendapatkan sesuatu yang mendesak dan tidak atau kurang ia miliki guna memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut. Karena seseorang atau suatu keluarga (bahkan suatu masyarakat) pada dasarnya memang mustahil untuk membuat sendiri segala segala sesuatu yang dibutuhkannya  (Todaro dan Smith, 2006: 95).

Perumusan Masalah

Dari latar belakang di  atas dapat dirumuskan berbagai permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh  ekspor  terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektror Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah?
  2. Bagaimana pengaruh jumlah  pasar  terhadap  Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektror Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah?
  3. Bagaimana pengaruh jumlah penduduk  terhadap  Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektror Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah?
  4. Bagaimana pengaruh jumlah  perusahaan  terhadap  Pendapatan  Domestik Regional Bruto Sub Sektror Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Provinsis Jawa Tengah tahun 1985-2009 dengan menggunakan variabel nilai ekspor,  jumlah pasar,  jumlah penduduk, dan  jumlah perusahaan. Penelitian adalah data sekunder yang tergolong data time series dan bersifat kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik kepustakaan yang didapat dari berbagai sumber, seperti BPS Surakarta, BPS Jakarta  dan BPS Yogjakarta serta rujukan dari internet.

Kesimpulan

  1. Variabel jumlah ekspor ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan  dab positif  terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Jawa Tengah, hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian.
  2. Variabel jumlah pasar mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Jawa Tengah, hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian.
  3. Variabel jumlah penduduk mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto Sub Sektor Perdagangan Jawa Tengah, hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian.
Incoming search terms:

Analisis Probabilitas Ibu Rumah Tangga Untuk Bekerja

Skripsi Ekonomi~Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Probabilitas Ibu Rumah Tangga Untuk Bekerja  Di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo

ibu rt Analisis Probabilitas Ibu Rumah Tangga Untuk Bekerja Analisis Probabilitas Ibu Rumah Tangga Untuk Bekerja ibu rt

Latar Belakang Skripsi 

Seiring dengan proses  pencapaian kesetaraan antara laki-laki dan perempuan melalui proses pelaksanaan program yang telah dilakukan pada seluruh bidtesisang pembangunan, pemerintah melakukan perubahan-perubahan regulasi yang bertujuan untuk mewujudkan pengarusutamaan genderlebih nyata. Hal ini ditunjukkan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dengan salah satu agenda utama menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis. Pelaksanaan pembangunan yang terdapat program pengarusutamaan gender tersebut bukan hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, melainkan juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pedoman umum pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008.

Berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah mengartikan pembangunan di Indonesia  yang  menuntut peran serta seluruh masyarakat secara aktif untuk berkembang dan maju, tanpa pengecualian antara  laki-laki dan  perempuan.  Potensi kaum  perempuan  sebagai salah satu unsur dalam menunjang pembangunan tidak dapat  diasingkan lagi, baik perannya secara langsung maupun tidak langsung.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang  di atas, rumusan masalah yang akan disajikan adalah:

“Bagaimanakah  pengaruh pendapatan suami, ijin suami, usia, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat pendidikan terhadap probabilitas ibu rumah tangga untuk bekerja di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo”

Tujuan Penelitian 

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel pendapatan suami, ijin dari suami, usia ibu rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat pendidikan terhadap probabilitas ibu rumah tangga untuk bekerja di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut :

  1. Besar kecilnya pendapatan suami terbukti tidak berpengaruh terhadap probabilitas ibu rumah tangga untuk bekerja di Kecamatan Purworejo  Kabupaten Purworejo  ketika  menggunakan  tingkat signifikansi  5% dikarenakan keinginan untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh.
  2. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%, adanya pemberian ijin dari suami terbukti berpengaruh terhadap probabilitas ibu rumah tangga bekerja di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo.  Estimated odds ibu rumah tangga bekerja yang mendapatkan ijin dari suami 21,35 kali dibandingkan dengan ibu rumah tangga yang bekerja tanpa ijin dari suami.
  3. Usia responden terbukti tidak berpengaruh terhadap keputusan ibu rumah tangga untuk bekerja di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo pada tingkat  signifikansi  5%. Hasil olahan data primer menunjukkan  rata-rata usia responden yang saat ini bekerja dengan rata-rata usia responden yang saat ini tidak bekerja adalah sama yaitu 41 tahun.  Ibu rumah tangga tersebut memilih cara yang berbeda untuk mengaktualisasikan dirinya, sehingga tidak ada pengaruh usia terhadap probabilitas untuk bekerja.
  4. Banyak sedikitnya jumlah tanggungan keluarga  terbukti tidak berpengaruh terhadap keputusan ibu rumah tangga untuk bekerja di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo ketika menggunakan  tingkat signifikansi  5%. Hal  ini  dikarenakan  antara lain  kebutuhan ekonomi keluarga seluruh responden rata-rata cukup terpenuhi meskipun jumlah tanggungan keluarganya berbeda-beda.
  5. Pada penggunaan tingkat signifikansi 5%,  tingkat pendidikan responden berpengaruh terhadap probabilitas ibu rumah tangga untuk bekerja  di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, dimana jenjang pendidikan yang memiliki pengaruh  adalah jenjang Perguruan Tinggi (PT) sedangkan jenjang pendidikan selain itu tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hal ini dikarenakan dorongan berperan di dalam dunia kerja sebagian besar hanya dimiliki oleh ibu dengan tingkat pendidikan PT. Besarnya estimated odds  ibu rumah tangga bekerja yang telah menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi 5,340 kali dibandingkan dengan ibu  rumah tangga yang bekerja dengan jenjang pendidikan sekolah dasar.
Incoming search terms: