Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta

isi ulang pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelian Pulsa isi ulang pulsa

Latar Belakang Skripsi 

Peluang inilah yang mungkin dilihat oleh sebagian kalangan untuk membuka usaha berjualan pulsa isi ulang. Persaingan usaha pengecer pulsa isi ulang memang semakin sengit. Sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi, banyak bidtesisang bisnis yang terpuruk, stagnan, atau bahkan mati dan bangkrut. Tetapi, ternyata tidak semua bidang bisnis mengalami nasib yang mengenaskan itu. Ada satu bisnis yang justru berkembang pesat disaat krisis ekonomi menjadi-jadi. Bisnis ini adalah bisnis berjualan pulsa ponsel.

Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah kios penjual pulsa ponsel terus bermunculan. Hampir disetiap toko, ruko, pasar, perumahan, perkantoran, dan disepanjang jalan ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa. Banyaknya kios seluler yang menjual pulsa isi ulang sangat dipengaruhi oleh keberadaan pembeli yang cukup potensial. Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu yang berbeda. Hal ini dilakukan selain untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan, juga untuk mempertahankan konsumen lama atau pelanggan yang sudah ada. Beberapa hal yang dilakukan pelaku bisnis kios seluler untuk menarik pembeli antara lain pemasangan papan harga dan melakukan promosi.

Perumusan Masalah

Jumlah kios seluler yang semakin meningkat dari hari kehari memaksa pemilik kios untuk menyajikan sesuatu  yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen baru agar mau membeli pulsa yang mereka tawarkan dan untuk mempertahankan konsumen lama. Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian pulsa seluler di kios-kios seluler dilihat dari harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi.

  1. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?
  2. Apakah  faktor-faktor  yang terdiri dari dimensi harga, pilihan produk, promosi dan periklanan, personal toko, pelayanan dan lokasi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan pada pembelian pulsa?

 Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang memepengaruhi pembelian pulsa pada konsumen yang terdiri dari  harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti pada bab IV dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Masing-masing faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari dimensi harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko berpengaruh terhadap pembelian konsumen.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian yang terdiri dari harga, lokasi, pilihan produk, pelayanan, periklanan dan promosi serta personal toko secara bersama-sama berpengaruh positir terhadap pembelian.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Produk Tekstil Propinsi Jawa Timur  Tahun 1987 – 2009

eksport Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Ekspor eksport

Latar Belakang Skripsi 

Pada dewasa ini suatu negara tidtesisak dapat memenuhi sendiri seluruhkebutuhannya tanpa kerja sama dengan negara lain. Adanya kemajuanteknologi yang sangat cepat dapat membantu mengatasi adanya kebutuhantersebut. Di sisi lain semakin meningkatnya produksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan tersebut memerlukan distribusi dan regulasi untukekspor atau impor. Barang-barang yang tidak dapat diperoleh di dalam negeriakan semakin meningkatkan perdagangan antar negara dengan cepat.

Perdagangan internasional dirasakan semakin sangat berarti bagipembangunan di setiap negara di dunia. Setiap negara telah mengakui bahwaperdagangan internasional itu menguntungkan dan meningkatkanpembangunan nasional melalui proses peningkatan pertumbuhan ekonomi. Seperti yang dikemukakan oleh Haberier, bahwa perdagangan internasionaltelah memberikan sumbangan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di negarakurang berkembang di abad ke 19 dan 0, selain itu dapat diharapkanpertumbuhan tersebut akan sama di masa yang akan datang dan bahwaperdagangan bebas dengan sedikit perbaikan atau penyimpangan tidakmendasar atau marginal adalah kebijaksanaan yang terbaik dilihat dari sudutpembangunan ekonomi (Jhingan, 1993 : 263-264).

Rumusan Masalah

  1. Apakah faktor-faktor nilai  produksi tekstil, harga tekstil di pasar ekspor, investasi pada industri tekstil, dan kurs dollar US$ berpengaruh terhadap nilai ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009 ?
  2. Faktor-faktor manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi nilai ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009 ?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian adalah:

(1)  Untuk mengetahui pengaruh  produksi tekstil, harga tekstil di pasar ekspor, investasi pada industri tekstil, dan kurs dollar US$ terhadap pertumbuhan ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009;

2) Untuk mengetahui faktor yang  paling  dominan  berpengaruh terhadap  pertumbuhan ekspor produk tekstil Jawa Timur tahun 1987 – 2009.

Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Jumlah produksi tekstil tidak berpengaruh terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a) sampai dengan 10%.  Jumlah produksi tekstil tidak berimplikasi pada peningkatan jumlah ekspor tekstil.
  2. Harga tekstil luar negeri berpengaruh  positif dan  signifikan terhadap ekspor tekstil  pada taraf signifikansi (a)=1%. Artinya jika harga tekstil luar negeri meningkat, maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil. Sebaliknya jika harga tekstil luar negeri menurun, maka akan berdampak terhadap penurunan ekspor tekstil.
  3. Investasi pada industri tekstil berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a)=5%. Artinya jika investasi pada industri tekstil meningkat, maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil. Sebaliknya jika investasi pada industri tekstil menurun, maka akan berdampak terhadap penurunan ekspor tekstil.
  4. Kurs valuta asing tidak berpengaruh terhadap ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a) sampai dengan =10%. Kurs valuta asing tidak memiliki implikasi terhadap peningkatan jumlah ekspor tekstil. 5.  Ekspor tekstil 1 tahun lalu berpengaruh secara signifikan terhadap laju ekspor tekstil pada taraf signifikansi (a)=1%. Artinya jika ekspor tekstil 1 tahun lalu meningkat  maka akan berdampak terhadap kenaikan ekspor tekstil.
  5. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga tekstil luar negeri berpengaruh dominan terhadap ekspor tekstil. Hal ini terbukti dari hasil koefisien beta variabel harga tekstil luar negeri (0,588) lebih besar dari koefisien beta variabel lainnya. Artinya peningkatan harga tekstil luar negeri sebesar 1%, dalam jangka panjang dipastikan akan meningkatkan jumlah ekspor tekstil sebesar 1,050%.
  6. Koefisien penyesuaian terbukti lebih meningkatkan ekspor tekstil dalam jangka panjang jika terjadi peningkatan pada setiap variabel.
Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online Dengan Motivasi Belanja Konsumen Sebagai Pemoderasi  (Studi pada Mahasiswa FE UNS)

belanja online Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Pembelian Online belanja online

Latar Belakang Skripsi 

Pembelian online merupakan isu yang menarik diteliti karena studi mengindikasikan adanya divergensi model yang digunakan untuk fenomena tersebut (Lihat Ramayah dan Ignatius, 2005;  Kanguno & Jain, Chen-Ya Wang et al, 2009;  Watchravesringkan, 2010).  Keragaman kemungkinan dikarenakan oleh masing-masing model hanya dapat menjelaskan

objek dan setting yang berbeda. Kondisi yang demikian memberikan peluang pada studi ini untuk mengkonstruksi sebuah model yang dapat menjelaskan niat untuk membeli produk secara online. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini bertumpu pada empat variabel amatan yaitu  perceived usefulness, perceived ease to use, perceived innovativeness,  dan  perceived risk. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing variabel amatan yang digunakan untuk mengembangkan model.

Rumusan Masalah

  1. Apakah  perceived usefulness  berpengaruh pada  intention to  online purchase?
  2. Apakah  perceived  ease of use  berpengaruh pada  intention to  online purchase?
  3. Apakah perceived innovativeness berpengaruh pada intention to online purchase?
  4. Apakah perceived risk perpengaruh pada intention to online purchase ?
  5. Apakah  consumer shopping motivation memoderasi hubungan  perceived usefulness dan intention to purchase online
  6. Apakah  consumer shopping motivation memoderasi hubungan antara perceied ease of use dan intention to online purchase?
  7. Apakah  consumer shopping  motivation memoderasi hubungan antara perceived innovativeness dan intention to online purchase?
  8. Apakah  consumer shopping  motivation memoderasi hubungan antara perceived risk dan intention to online purchase?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pembentukan niat membeli produk secara online. Niat membeli produk secara online sebagai variabel dependen yang dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan, kemudahan  yang dirasakan, keinovatifan yang dirasakan, dan resiko yang dirasakan. Dalam model, motivasi belanja konsumen sebagai variabel yang memoderasi hubungan antara variabel-variabel ini.

Simpulan

Hasil analisis mengindikasikan bahwa niat untuk membeli  secara  online  dipengaruhi oleh  perceived usefulness, perceived ease to use, dan perceived risk. Selain itu, motivasi belanja  memperkuat hubungan antara perceived risk  pada niat untuk berbelanja  online. Hal ini mengindikasikan bahwa  perceived usefulness, perceived ease to use,  dan  perceived risk dipertimbangkan penting oleh konsumen pada saat berbelanja  online. Oleh karena itu, diperlukan pemberian stimulus bagi konsumen sehingga dapat meningkatkan niat untuk berbelanja online.

Perceived usefulness  dapat ditingkatkan dengan mendesain  website yang dapat memberikan manfaat bagi konsumen dalam berbelanja  online. Stimulus yang disarankan untuk meningkatkan  perceived usefulness  yaitu memberikan informasi produk yang lengkap dan  up to date  mengenai deskripsi produk dan harga serta adanya daftar ketersedian produk yang jelas dan up to date.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2007

konsumsi masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat konsumsi masyarakat

Latar Belakang Skripsi 

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besarnya Pendapatan Nasional yang maknanya bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga akan naik secara profesional bila terjadi peningkatan pendapatan nasional . Kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut selalu lebih kecil dari kenaikan pendapatan. Besarnya kenaikan pengeluaran konsumsi itu tergantung dari hasrat keinginan masyarakat tersebut dalam berbagai konsumsi yang disebut Propensity to consume. (Guritno, 1984:19).

Menurut Friedman dan Modigliani, bahwa setiap individtesisu akan memperolah kepuasan yang lebih tinggi apabila mereka dapat mempertahankan pola konsumsi yang stabil daripada kalau harus mengalami kenaikan dan penurunan dalam konsumsi mereka. Tetapi Modigliani melanjutkan dengan menyatakan bahwa orang akan berusaha menstabilkan tingkat konsumsi mereka sepanjang hidupnya dan juga menganggap penting peranan  kekayaan atau asset sebagai penentu tingkah laku konsumsi.

Perumusan Masalah

1.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

2.Apakah variabel tingkat suku bunga riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007 ?

3.Apakah variabel tingkat inflasi berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007  ?

4.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil, suku bunga riil dan inflasi bersama ­sama berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di Jawa Tengah pada tahun 2003-2007.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka disajikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengaruh Pendapatan Riil Terhadap Konsumsi Riil Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.  Pada persamaan konsumsi riil masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara Pendapatan riil dengan konsumsi riil ternyata terbukti kebenarannya.  Pendekatan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Pendapatan riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5% ,yaitu pada tingkat koefisien sebesar 0.068135, yang berarti pendapatan riil masyarakat menyumbang perubahan atau kenaikan konsumsi riil sebesar 0,068%  Hasil ini juga mendukung temuan tiga penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pendapat ini didukung dengan bukti bahwa pendapatan riil berpengaruh signifikan terhadap variabel konsumsi Indonesia dan wilayah eks­Karesidenan Surakarta.

2.Pengaruh Tingkat Suku Bunga Riil Terhadap Konsumsi Rill Masyarakat Pada persamaan konsumsi masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Suku Bunga dengan konsumsi ternyata terbukti kebenarannya.

Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Tingkat Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi riil pada derajat signifikansi 5%, dengan tingkat koefisien sebesar 0,00000037 Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung masih menghiraukan suku bunga tabungan yang ditawarkan perbankan. Suku bunga tabungan selama periode penelitian cenderung naik, jadi nasabah akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang ditawarkan karena inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga masih efektif dalam meningkatkan konsumsi.

3.Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Konsumsi Masyarakat. Pada persamaan simpanan masyarakat di perbankan, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Inflasi dengan konsumsi ternyata tidak sesuai. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil, yakni Tingkat Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tidak menghiraukan inflasi yang terjadi dalam hal menabung. Secara umum ini dapat berarti bahwa masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih fokus pada nilai nominal uang dibandingkan dengan nilai riilnya. Hasil tidak signifikan dapat disebabkan oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah, baik berupa potongan harga/ harga subsidi maupun bantuaan langsung berupa uang (BLT), juga telah tersedianya barang substitusi yang lebih hemat.

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah  Di Jawa Tengah

uang laporan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi 

Expenditure  merupakan  belanja rutin atau belanja operasional pemerintah daerah dalam suatu periode tertentu. Belanja tersebut dipergunakan untuk memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. Semakin baik pelayanan publik yang diberikan, menunjukan semakin baik pengelolaan pembelanjaan pemerintah daerah. Pengelolaan pembelanjaan yang baik menciptakan  Value for money  yang baik, sehingga penilaian akan kinerja keuangan menjadi baik pula.

Real estate merupakan jumlah keseluruhan atas nilai tanah, gedung atau bangunan dan jalan yang dimiliki dan dilaporkan oleh pemerintah daerah pada tanggal tertentu. Semakin banyak dan semakin baik jumlah bangunan, gedung dan jalan, semakin baik pula pelayanan publik yang diberikan, semakin banyak pula pendapatan yang bisa diperoleh pemerintah daerah, dengan demikian semakin baik pula kinerja keuangan pemerintah daerah tersebut.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai ada/tidtesisaknya pengaruh revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population  dan  tourist  terhadap kinerja keuangan, yang  dapat dirumuskan sebagai berikut.

1.  Apakah  revenue  berpengaruh  terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

2.  Apakah expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

4.  Apakah  capital  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

7.  Apakah  population  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

8.  Apakah  tourist  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah  di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh  revenue, expenditure, real estate, capital, taxes, grant, population dan tourist  sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan  sebagai variabel dependen yang diproksikan dengan  factor score  dari rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas.

Simpulan

Hasil pengujian data dalam penelitian mendasari pengambilan simpulan dalam penelitian terkait nilai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah di Jawa Tengah. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah yang diproksikan dengan tiga rasio penialaian kinerja keuangan pemerintah daeah yaitu rasio kemandirian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas dipengaruhi oleh  jumlah    revenue  dan  expenditure  pemerintah daerah. Dengan  revenue  yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah  taxes, grant, dan  real estate  tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil  ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian  real estate  yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah  real estate  tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah population, serta tourist tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa bertambahnya jumlah penduduk tidak mempengaruhi pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan publik yang jauh lebih baik lagi.

Selain itu jumlah penduduk tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah penerimaan pemerintah daerah, hal ini mungkin disebabkan masih banyaknya penduduk yang tidak patuh pajak. Selain itu, pelayanan  publik  yang diberikan oleh pemerintah  daerah belum bisa dirasakan oleh keseluruhan masyarakat. Pertambahan jumlah wisatawan yang berkunjung juga  tidak dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan jumlah  penerimaan  yang diperoleh pemerintah daerah. Hal ini mungkin dikarenakan pemerintah  daerah belum sepenuhnya mampu mengembangkan sektor pariwisata  dan memberikan pelayanan publik secara maksimal, sehingga minat wisatawan untuk berkunjung dan membelanjakan uangnya masih rendah.

Incoming search terms: