Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Tahun 2007  (studi kasus tenaga kerja Indonesia asal kabupaten Majalengka propinsi Jawa Barat)

tki Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri tki

Latar Belakang Skripsi 

Migrasi dapat didtesisefinisikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain, baik sifatnya permanen (bertempat tinggal di temapt yang baru paling sedikit 340 hari) atau semi permanen (hanya tinggal selama 15 hari dihitung dari awal kepindahannya ke tempat tersebut), yang melewati batas administratif atau batas bagian dalam suatu negara atau daerah atau juga melampaui batas politis atau batas negara.

Berdasarkan pengertian di  atas migrasi dapat dikategorikan menjadi dua jenis yakni migrasi internal dan migrasi internasional. Migrasi internal adalah gerakan penduduk baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang masuk dan keluar dari daerah asal penduduk tersebut ke daerah tujuan yang masih berada di dalam satu negara. Sedangkan, migrasi internasional lebih mengacu pada perpindahan penduduk baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang melewati batas suatu negara.

 Perumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan total keluarga migran setelah bermigrasi ke luar negeri,  lama bermigrasi ke luar negeri, tingkat pendidikan migran, usia migran, beban tanggungan di daerah asal, status perkawinan, jenis kelamin,  status pekerjaan di daerah asal  dan kepemilikan di properti daerah asal baik  secara individu maupun  secara bersama-sama terhadap keputusan TKI di Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat untuk kembali bermigrasi ke luar negeri pada tahun 2007
  2. Variabel independen apakah yang paling mempengaruhi keputusan TKI di Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat untuk  kembali  bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada tahun 2007?

Tujuan Penelitian 

Untuk mengurangi arus migrasi internasional dari Kabupaten ini maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang diduga mempengaruhi keputusan TKI asal Kabupaten Majalengka untuk bermigrasi kembali ke luar negeri pada tahun 2007.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut:

  1. Pengaruh Perbedaan Tingkat Pendapatan Total Keluarga Migran terhadap Keputusan untuk Bermigrasi  Kembali ke Luar Negeri Probabilitas TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan lebih tinggi setelah bermigrasi ke luar negeri dalam menentukan keputusan untuk bermigrasi (bekerja) kembali ke luar negeri pada tahun 2007 adalah sebesar 31,929106 kali dari probabilitas TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan lebih rendah setelah bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada periode sebelumnya. Artinya TKI asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan tinggi mempunyai probabilitas pengambilan keputusan untuk  kembali  bermigrasi (bekerja) ke luar negeri pada tahun 2007 lebih besar daripada TKI  asal Kabupaten Majalengka yang berpendapatan rendah.
Incoming search terms:

Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi  Di Kabupaten Wonogiri Periode Tahun 2001-2008

pariwisata Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi pariwisata

Latar Belakang Skripsi 

Demi tercapainya cita-cita dan tujuan untuk mensejahteraan dan meningkatkan taraf hidtesisup masyarakat, maka pemerintah dalam melaksanakan pembangunan seharusnya tidak terbatas pada pembangunan sektor perekonomian semata, namun sektor-sektor lain yang saling terkait juga harus diupayakan pembangunanya.

Salah satu sektor yang tergantung pada sektor lain yaitu sektor pariwisata yang sangat tergantung pada stablitas nasional dan jaminan keamanan, tetapi masih belum terlalu diperhatikan dan digarap secara maksimal. Sektor pariwisata yang sangat terkait dengan sektor lain, merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi “tamu” yang datang berkunjung mulai dari jaminan keamanan dan kenyamanan selama berada di wilayah Indonesia. Industri pariwisata diharapkan mampu menunjukan perananya pada sektor perekonomian, sosial, budaya, penerimaan devisa,

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

1.  Bagaimana perkembangan pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Wonogiri periode tahun 2001-2008?

2.  Bagaimana kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonogiri periode tahun 2001-2008?

3.  Faktor-faktor seperti jumlah wisatawan, lama menginap dan biaya pengelolaan apakah mempengaruhi pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Wonogiri?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonogiri. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data sekunder serta objek yang diteliti adalah 4 data penelitian dari tahun 2001-2008 yaitu jumlah wisatawan, rata-rata lama menginap, biaya pengelolaan pariwisata, pendapatan pariwisata serta pendapatan asli daerah (PAD) KabupatenWonogiri.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab IV, maka dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut:

1.  Pekembangan pendapatan pariwisata menunjukkan kecenderungan meningkat. Keadaan ini memberikan gambaran bahwa pendapatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri cukup baik. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten Wonogiri. Namun pada kenyataannya pendatapan pariwisata tidak semuanya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena sebagian masuk ke Pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena masih terdapat beberapa obyek wisata yang menjadi milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga masih diperlukan usaha bagi pemerintah daerah Kabupaten Wonogiri agar aset-aset tersebut dapat segera dijadikan sebagai aset pemerintah daerak Kabupaten Wonogiri.

2.  Kontribusi pendapatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terhadap pertumbuhan ekonomi yang dilihat melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih mengalami penurunan. Walaupun pendapatan pariwisata dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun dilihat dari perhitungan diatas ternyata pendapatan periwisata belum dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena diimbangi pula kenaikan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Wonogiri yang sangat tajam dari sektor-sektor lain.

3.  Jumlah wisatawan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya pendapatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wnogiri. Sehingga diperlukan usaha Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan promosi dan perbaikan fasilitas publik obyek wisata, sehingga dapat menarik wisatawan agar berkunjung. Selain itu peningkatan jumlah wisatawan diharapkan  akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan penjualan cinderamata maupun dalam penyediaan tempat-tempat hunian untuk wisatawan sehingga pendapatan masyarakat sekitar juga akan meningkat.

4.  Biaya pengelolaan pariwisata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Hal ini disebabkan karena biaya pengelolaan digunakan untuk membiayai semua kegiatan pariwisata di Kabupaten Wonogiri yang dilakukan dalam rangka menarik minat wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing untuk meningkatkan pendapatan pariwisata.

Incoming search terms:

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pedagang Barang Antik

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pedagang Barang Antik Di Pasar Windujenar Surakarta

barang antik Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pedagang Barang Antik Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pedagang Barang Antik barang antik

Latar Belakang Skripsi 

Pada saat ini keberadaan pasar tradisional yang dahulu merupakan pusat perekonomian telah sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh para konsumennya dengan alasan yang beragam mulai dari alasan ketersediaan sarana dalam pasar, kebersihan pasar sampai alasan keamanan pasar. Salah satu alasan yang membuat orang masih berbelanja di pasar tradisionaladalah adanya proses tawar menawar yang menimbulkan kedekatan personal dan emosional antara penjual dan pembeli. Hal ini yang tidtesisak mungkin didapatkan ketika berbelanja dipasar modern (Smeru, 2007: 10). Pemerintah Kota Surakarta seharusnya menyadari bahwa keberadaan pasar tradisional sebagai pusat kegiatan ekonomi masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Perhatian Pemerintah Kota Surakarta tersebut dapat dibuktikan dengan melakukan revitalisasi pasar tradisional diberbagai tempat.

Target yang dituju sangat sederhana dan menyentuh hal yang sangat mendasar. Selama ini pasar tradisional selalu identik dengan tempat belanja yang kumuh, kotor serta berbau tidak enak, dan karenanya hanya didatangi oleh kelompok masyarakat kelas bawah. Gambaran pasar seperti di atas harus diubah menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian, masyarakat dari semua kalangan akan tertarik untuk datang dan melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis memberikan perumusan masalah sebagai berikut:

1.  Apakah variabel modal dagang, tingkat pendidikan, pengalaman berdagang, dan waktu usaha berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pedagang barang antik di Pasar Windujenar Surakarta.

2.  Apakah kendala dan hambatan yang dihadapi oleh pedagang barang antik di Pasar Windujenar Surakarta dalam mencapai keberhasilan setelah Pasar Windujenar mengalami revitalisasi.

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh modal, tingkat pendidikan, pengalaman berdagang, dan waktu usaha terhadap keberhasilan pedagang barang antik di Pasar Windujenar Surakarta yang diukur lewat laba yang didapat. Selain itu juga untuk mengetahui ada tidaknya dan jenis hambatan yang dikeluhkan padagang untuk mencapai keberhasilan.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.  Modal dagang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan pedagang, artinya peningkatan modal dagang akan meningkatkan keberhasilan pedagang. Tingkat pendidikan berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan, artinya semakin tinggi tingkat pendidikan belum tentu akan meningkatkan keberhasilan pedagang. Pengalaman berdagang berpengaruh positif dan signifikan, artinya semakin lama pengalaman berdagang maka akan meningkatkan keberhasilan pedagang. Waktu usaha berpengaruh positif dan signifikan, artinya semakin lama waktu berdagang maka akan meningkatkan keberhasilan pedagang.

2.  Para pedagang di Pasar Windujenar masih mengalami hambatan setelah adanya revitalisasi pasar. Hambatan-hambatan tersebut adalah (i) Pengunjung pasar masih sepi, (ii) Terbatasnya modal pedagang, dan (iii) Tingkat persaingan yang tinggi antar pedagang. Dari ke-3 (tiga) hambatan tersebut hambatan yang paling banyak dikeluhkan oleh pedagang barang antik di Pasar Windujenar adalah pengunjung pasar yang sepi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hutang Luar Negeri Pemerintah Indonesia

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hutang Luar Negeri Pemerintah Indonesia   Dari Tahun 1990-2009

hutang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hutang Luar Negeri Pemerintah Indonesia Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hutang Luar Negeri Pemerintah Indonesia hutang

Latar Belakang Skripsi 

Dalam rangka upaya penghimpunan dana dari masyarakat dana dapat diperoleh dan  sumber  pengerahan dana dari  dalam negeri dan pengerahan modal  yang bersumber dari  luar  negeri. Sumber modal  ini  dapat dijadikan  dasar dalam pengklasifikasian dana untuk pembangunan. Penghimpunan  modal dari dalam negeri pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) sumber yang utama, diantaranya  yaitu: tabungan  sukarela masyarakat, tabungan  pemerintah dan tabungan paksa (Sukirno, 2002).

Upaya  penghimpunan modal  yang diperoleh  dari  dalam negeri  bagi  negara-negara yang  sedang berkembang  cenderung  relatif  lebih  sulit  diandalkan. Hal ini dikarenakan bahwa tabungan sukarela yang dipercayakan  pada  lembaga-lembaga  keuangan masih relatif sedikit dibandingkan  dengan  besarnya dana  yang dibutuhkan  untuk keperluan  pembangunan. Selain  itu adanya pola  pikir masyarakat  yang  masih  tradisional  juga akan  berdampak  pada  kepercayaan  masyarakat  yang  lemah  terhadap  lembaga keuangan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan  uraian latar belakang masalah diatas, maka dalam  penelitian ini dirumuskan permasalahan yang hendak dibahas yaitu sebagai  berikut :

1.  Bagaimana pengaruh pendapatan nasional terhadap utang luar negeri  Indonesia dari tahun 1990 – 2009?

2.  Bagaimana pengaruh  pengeluaran dalam negeri  terhadap utang luar  negeri Indonesia dari tahun 1990 – 2009?

3.  Bagaimana pengaruh  defisit anggaran  terhadap utang luar negeri  Indonesia dari tahun 1990 – 2009?

4.  Bagaimana pengaruh utang luar negeri sebelumnya terhadap utang luar  negeri Indonesia dari tahun  1990 – 2009?

5.  Bagaimana  pengaruh variabel independen (Pendapatan Nasional,  Pengeluaran Dalam Negeri, Defisit Anggaran, Utang Luar Negeri Tahun  Sebelumnya) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Utang Luar Negeri).

Tujuan Penelitian 

Tujuan  penelitian ini adalah  menganalisis  bagaimana  pengaruh  Pendapatan  Nasional, pengeluaran dalam negeri, defisit anggaran, utang luar negeri tahun  sebelumnya  terhadap  Utang Luar Negeri Indonesia tahun 1990-2009.

Kesimpulan

Berdasarkan  hasil analisis dan pembahasan di bab sebelumnya dapat  diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.  Secara parsial pendapatan nasional tidtesisak berpengaruh signifikan terhadap  utang luar negeri Indonesia tahun 1990-2009.

2.  Secara parsial pengeluaran dalam negeri (PDN) tidak berpengaruh  signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia tahun 1990-2009.

3.  Defisit anggaran (DA) berpengaruh positif dan signifikan secara statistik

terhadap utang luar negeri (ULN) tahun 1990-2009. Koefisien regresi  menunjukan nilai positif, yang berarti semakin besar defisit anggaran akan  semakin besar utang luar negeri Indonesia, karena untuk membiayai defisit anggaran, pemerintah cenderung untuk menambah utang luar negeri dari pada mencari sumber-sumber pembiayaan selain utang luar negeri.

4.  Utang luar negeri tahun sebelumnya ( ) berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap utang luar negeri (ULN) tahun 1990-2009. Koefisien regresi menunjukan nilai positif, yang berarti semakin besar utang luar negeri tahun  sebelumnya  ( )  akan semakin besar utang luar negeri Indonesia.

5.  Secara simultan pendapatan  nasional, pengeluaran dalam negeri (PDN), defisit anggaran (DA) dan utang luar negeri tahun sebelumnya (ULNt-1) berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri (ULN).

Incoming search terms:

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Produksi Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Pande Besi  Di Kabupaten Klaten

produksi besi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Hasil Produksi Industri produksi besi

Latar Belakang Skripsi 

Harapan bahwa pertumbuhan yang pesat dari sektor industri modern akan dapat menyeleseikan masalah kemiskinan dan pengangguran secara tuntas ternyata masih berada pada rentang perjalanan panjang.  Sektor industri mempunyai andil di dalam penyediaan lapangan kerja, meski masih didtesisominasi oleh sektor pertanian.  Salah satu sebab kesempatan kerja pada sektor industri relatif padat modal. Tetapi hal ini merupakan konsekuensi logis jika pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai.

Industri berperan sebagai sektor pemimpin dalam arti bahwa pembangunan industri juga akan memicu dan mengangkat pembangunan sektor-sektor seperti sektor pertanian dan sektor jasa.  Dengan pertumbuhan ekonomi yang  pesat akan meningkatkan sektor pertanian untuk menyediakan bahan baku bagi industri. Dengan demikian, sektor jasa pun akan berkembang dengan adanya industrialisasi tersebut.  Misalnya, berdirinya lembaga-lembaga pemasaran, periklanan dan sebagainya yang dapat mendukung pertumbuhan industri (Lincolyn Arsyad 1998:168-169).

Perumusan Masalah 

1.  Bagaimanakah pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten?

2.  Bagaimana skala hasil produksi dari industri pande besi di Kabupaten Klaten?

3.  Bagaimana kategori usaha pande besi di Kabupaten Klaten termasuk padat modal atau padat karya?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui  pengaruh faktor produksi modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong terhadap hasil produksi pada industri pande besi di Kabupaten Klaten dan keadaan skala hasil produksi yang terjadi. Selaim itu juga dirumuskan termasuk dalam kategori usaha yang padat modal atau padat karyakah industri pande besi di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan-masukan bagi pihak yang memerlukan. Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang diambil dengan menggunakan metode  stratified random sampling.

Kesimpulan 

1. Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000 yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(modal).

3.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja adalah 0,3104 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0000. Yang berarti koefisien regresi variabel tenaga kerja tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(tenaga kerja).

4.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan baku adalah 0,0924 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0001. Yang berarti koefisien regresi variabel bahan baku tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan baku).

5.  Dari hasil estimasi diperoleh nilai koefisien regresi variabel bahan penolong adalah 0,0766 dan besarnya probabilitas tingkat signifikansi 0,0067. Yang berarti koefisien regresi variabel modal tersebut signifikan pada tingkat ?=5% dan terdapat pengaruh yang positif antara variabel dependen(hasil produksi) dengan variabel independen(bahan penolong).

6.  Dan uji F diperoleh nilai Fhitung 12380,19 sehingga dari hasil uji F menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model yang digunakan cukup baik pada tingkat signifikansi 5%. Sedangkan besarnya R2 adalah 0,9986 yang menunjukkan adanya variasi variabel modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong sebesar  99% sedangkan sisanya 1% dipengaruhi oleh variasi variabel diluar model ini. Di sisi lain dari hasil uji ekonometrika menunjukkan bahwa hasil estimasi dari model regresi tidak terjadi masalah gangguan multikolinearitas, heteroskedastisitas.

7.  Skala usaha yang terjadi dapat dilihat dari jumlah koefisien regresi  dari variabel-variabel independen yang mempengaruhi. Jumlah dari koefisien regresi variabel independen (modal, tenaga kerja, bahan baku dan bahan penolong) sebesar 0,7237 < 1, yang berarti skala usaha yang terjadi adalah decreasing return to scale.

8.  Industri pande besi di Kabupaten Klaten termasuk kategori industri padat karya, hal ini dapat dilihat dari perbandiingan nilai koefisien regresi variabel modal dengan variabel tenaga kerja. Dari hasil olah data diketahui nilai koefisien regresi variabel modal adalah 0,2443 lebih kecil dari nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja 0,3104.

Incoming search terms: