IDTesis Jasa pembuatan skripsi hukum pidana

Jasa pembuatan skripsi hukum pidtesisana milik  IDTesis kini clien atau customer nya sudah merambah dibanyak kota. Jasa pembuatan skripsi terpercaya ini sudah berkecimpung didunia jasa pembautan skripsi selama delapan tahun lamanya.

Selain itu disini anda juga bisa mendapatkan seorang konsultan yang sudah disediakan oleh IDTesis untuk mengajak anda mengerjakan skripsi anda secara bersama – sama jadi anda tidak akan merasa rugi karena anda juga bisa memahami isi dari skripsi anda dan anda juga bisa tau apakah skripsi milik anda memiliki unsur plgiat atau tidak sama sekali.

IDTesis juga memberikan layanan jaringan perpustakaan online yang bisa anda nikmati dimana saja dan kapan saja anda inginkan. Jadi tunggu apalagi, segera bergabung dengan IDTesis dan temukan kepuasan anda.

Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian Kinerja – Menurut Bernardin dan Russel (1993: 380) mendefinisikan pengertian penilaian kerja sebagai berikut “…a way of measuring the contributions of individtesisuals to their organization..” yang artinya adalah penilaian kinerja untuk mengukur berbagai kontribusi yang diberikan oleh setiap individu bagi organisasinya (Ayon Triyono,2012: 94).

Andrew E. Sikula (1981: 205) menjelaskan bahwa penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian adalah proses penaksiran penentuan nilai, kualitas, atau status dari beberapa objek, orang ataupun sesuatu (Prabu Mangkuneraga, 2011: 69).

Tujuan penilaian kinerja karyawan di perusahaan digunakan untuk menentukan sebuah kesuksesan atau bahkan kegagalan dari kinerja karyawan. Penilaian kinerja sebaiknya bukan hanya dinilai atasan saja, namun lebih baik jika bawahan juga diberi kesempatan untuk menilai  kinerjanya sendiri saat melakukan tugas-tugasnya di perusahaan, sehingga karyawan dengan sendirinya mengetahui potensi yang dimilikinya.

Tujuan penilaian kerja berdasarkan periode waktunya adalah:

a) Untuk memberikan dasar bagi rencana dan pelaksanaan pemberian penghargaan bagi karyawan atas kerja pada periode waktu sebelumnya (to reward past performance).

b) Untuk memotivasi agar pada periode waktu yang akan datang kinerja seorang karyawan dapat ditingkatkan (to motivate future performance improvement) (Ayon Triyono, 2012: 95).

Penilaian kinerja untuk menunjukan kinerja karyawan yang positif kepada perusahaan, sehingga perusahaan mengetahui potensi atau kemampuan karyawan yang dimilikinya. Hasil penilaian penting untuk mengakui hasil kerja karyawan.

Pengertian dan Tujuan Program Kelas Imersi di Sekolah Bertaraf Internasional

Program Kelas Imersi ~ Menurut Hamers dan Blanc (2002) Pengertian sederhana dari imersi adalah bahwa sekelompok anak berbahasa pertama (L1) menerima semua atau sebagian pembelajaran mereka melalui bahasa kedua (L2) sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Pendekatan imersi berdasar pada dua asumsi yaitu:

  1. bahasa kedua (L2) dipelajari sebagaimana cara mempelajari bahasa pertama (L2) dan
  2. bahasa paling baik dipelajari dalam konteks pembelajaran yang dapat meningkatkan fungsi bahasa dan mengekspos anak pada bentuk alami bahasa.

Visi Program kelas imersi adalah mencetak siswa berkemampuan berbahasa asing (bahasa Inggris) terbaik dan berkualitas internasional. Sedangkan misinya antara lain:

  • Meningkatkan dan mengembangkan penggunaan bahasa asing (Inggris) dalam program KBM
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didtesisik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam penggunaan bahasa asing (Inggris) di sekolah.
  • Meningkatkan kemampuan output sekolah berupa SDM yang memilik daya saing tinggi.

Setiap program pendidikan pastinya memiliki sebuah maksud yang terkandung didalamnya. Kelas imersi diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi para guru dan siswanya.
  2. Meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemamapuan, serta ketrampilan siswa dan guru.
  3. Mengembangkan potensi sekolah beserta sumber daya manusianya.
  4. Meningkatkan kemampuan untuk menghadapi persaingan di dunia ?internasioanal dengan menciptakan keunggulan kompetitif.
Incoming search terms:

Penilaian Hasil Belajar

Penilaian Hasil Belajar ~ Menurut Haryati (2008) dalam buku Metode dan Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidtesisikan mengemukakan:

Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses, kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki, juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran.

Hal ini dipertegas oleh www.idtesis.com (2012) dalam blognya yang berjudul Penilaian Pembelajaran bahwa penilaian hasil belajar merupakan sebuah proses yang mencakup beberapa tahapan penilaian, antara lain:

  • Pretes (Tes awal)

Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pretes. Fungsi pretes ini antara lain untuk mempersiapkan peserta didik dalam proses belajar, dan untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran.

  • Penilaian proses

Penilaian proses dimaksud untuk menilai kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar pada peserta didik, termasuk bagaimana tujuan-tujuan relajar direalisasikan.

  • Postes (Tes akhir)

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan postes. Postes juga memiliki banyak kegunaan, terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Selain itu, postes berfungsi untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi dasar yang telah ditentukan, sehingga dapat diketahui siswa yang akan mengikuti pembelajaran remedial.

Jadi, hendaknya penilaian hasil belajar dilakukan oleh tenaga pendidik sesuai dengan sistem yang telah ditentukan dan disetujui oleh satuan pendidikan mengenai mata pelajaran dan kompetensi yang telah diajarkan sebelumnya. Dimana penilaian hasil belajar siswa harus mencakup beberapa tahap, yaitu pretes, penilaian proses dan postest. Selain itu, dalam penilaian hasil belajar hendaknya memperhatikan pula prinsip – prinsip penilaian sehingga hasil dari penilaian dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Model Pembelajaran Jigsaw

Model Pembelajaran Jigsaw – Slavin dalam Narulita Yusron (2005: 237) mengemukakan bahwa metode pembelajaran kooperatif jigsaw dapat digunakan apabila materi yang akan digunakan berbentuk narasi tertulis. Metode ini paling sesuai untuk subjek-subjek seperti pelajaran ilmu sosial dan literatur. Berpijak pada pendapat tersebut,  pendekatan kooperatif jigsaw dapat diterapkan dalam pembelajaran apresiasi prosa fiksi.

Pembelajaran kooperatif jigsaw adalah siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama yaitu 4–6 orang dengan latar belakang yang berbeda. Siswa ditugaskan untuk membaca dan mempelajari materi tertentu sesuai indicator kompetensi dasar yang hendak dicapai. Tiap anggota tim ditugaskan secara acak untuk menjadi ahli dalam aspek tertentu dari tugas tersebut. Setelah membaca materinya, para ahli dari tim yang berbeda bertemu untuk mendiskusikan topic yang sedang mereka bahas. Kemudian siswa kembali pada tim/kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

Jigsaw didtesisesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan jigsaw, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif jigsaw ini akan dapat menumbuhkembangkan motivasi yang tinggi pada siswa untuk belajar mengapresiasi prosa fiksi. Pada akhirnya, diharapkan pembelajaran apresiasi prosa fiksi menjadi lebih partisipasif, aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw.