Prediksi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Keuangan Di BEI

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prediksi  Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Keuangan  Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

bursa efek Prediksi  Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Keuangan Di BEI Prediksi  Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Keuangan Di BEI bursa efek1

Latar Belakang Skripsi 

Seorang pemilik modal yang ingin membeli obligasi, sudah seharusnya memperhatikan peringkat obligasi. Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) mewajibkan setiap obligasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia diperingkat oleh lembaga pemeringkat.  Obligasi yang diperingkat  oleh lembaga pemeringkat  bertujuan untuk menilai kinerja perusahaan  dan menyatakan layak atau tidtesisaknya obligasi tersebut diinvestasikan.

Peringkat menunjukkan kualitas investasi obligasi. Lembaga pemeringkat obligasi adalah  lembaga independen yang memberikan informasi pemeringkatan skala risiko, dimana salah satunya adalah sekuritas obligasi sebagai petunjuk sejauh mana keamanan suatu obligasi bagi investor. Keamanan tersebut ditunjukkan oleh kemampuan suatu perusahaan dalam membayar bunga dan melunasi pokok pinjaman (Almilia dan Devi, 2007).

Perumusan Masalah

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Almilia  dan Devi  (2007)  yang  meneliti  faktor-faktor yang mempengaruhi  prediksi peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian sebelumnya membagi variabel dependen kedalam investment grade dan non investment. Rentan waktu penelitian pada  tahun 2001 sampai 2005 dan membagi variabel independen ke dalam faktor akuntansi yang terdiri dari pertumbuhan perusahaan  (growth),  ukuran perusahaan  (size),  profitabilitas, dan likuiditas  serta  faktor  non-akuntansi seperti jaminan  (secure), umur obligasi  (maturity)  dan reputasi auditor.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penelitian ini membuktikan bahwa variabel-variabel independen yang terdiri dari  ukuran perusahaan  (size),  leverage  (DER),  profitability (ROA),  activity  (TAT),  market value ratio  (PER),  umur obligasi (maturity),  jaminan  (secure), dan  reputasi auditor  secara bersama-sama berpengaruh terhadap prediksi peringkat obligasi  pada  perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (rating). Besarnya nilai F hitung adalah 17,163 dengan p-value 0,000. Karena p-value lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi berganda sangat baik.
  2. Dari delapan variabel yang diteliti, terdapat empat variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap prediksi peringkat obligasi perusahaan (rating). Variabel – variabel yang secara statistik signifikan pada ? : 0,05  yaitu variabel  ukuran perusahaan  (size),  profitability  (ROA),  jaminan (secure), dan reputasi auditor.

Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi (studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS)

layanan telekomunikasi Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi Analisis Persepsi Konsumen Dalam Memilih Layanan Telekomunikasi layanan telekomunikasi

Latar Belakang Skripsi 

Telepon menyediakan interaksi sosial yang tak terbatas antara individtesisu, grup, organisasi, begitu juga dengan pemerintah. Bahkan, membuat dan mengoperasikan secara luas jaringan internasional yang mengikat bangsa, budaya, kasta, keyakinan, identitas bangsa, dan bisnis (Deutsch, 1953). Penataan ulang teknologi telekomunikasi  tradisional menuju jaringan informasi  bertingkat membuatnya mampu  untuk berkomunikasi dalam berbagai bentuk informasi (Melody, 2003).

Lingkungan persaingan  industri telekomunikasi global sekarang ini berpusat pada aktivitas pasar yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan kompetitif melalui kombinasi strategi sumber daya, serta menghadirkan berbagai macam produk sesuai kondisi geografis (Chan-Olmstead dan Jamison, 2001). Perubahan fenomena global sektor telekomunikasi tentang

Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang ada dalam latar belakang masalah, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah  kualitas pelayanan  mempengaruhi  persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?
  2. Apakah harga mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih  layanan telekomunikasi?
  3. Apakah kualitas dan ketersedian  produk  mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?
  4. Apakah promosi  mempengaruhi  persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari adanya kegiatan penelitian ini adalah ingin mengetahui hal apa sajakah yang mempengaruhi konsumen dalam pemilihan layanan telekominikasi.

Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan dan pembahasan yang telah dilakukan dan telah dipaparkan  sebelumnya mengenai analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih layanan telekomunikasi dengan  sampel mahasiswa non-reg Fakultas Ekonomi UNS, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Kualitas pelayanan  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen. Semakin tinggi kualitas pelayanan yang dirasakan, membentuk  persepsi positif di benak konsumen.
  2. Harga  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Semakin baik manfaat harga yang dirasakan, membentuk persepsi positif dibenak konsumen.
  3. Kualitas dan ketersediaan produk  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Kesesuaian dan kemudahan dalam mengkonsumsi produk, membentuk persepsi positif di benak konsumen.
  4. Promosi  berpengaruh positif  terhadap  persepsi konsumen.  Komunikasi dalam penyebaran informasi, mempengaruhi/ membujuk, atau mengingatkan konsumen akan suatu produk, membentuk persepsi positif dibenak konsumen.
  5. Perbedaan lokasi, jumlah sampel, dan waktu penelitian menyebabkan tingkat hasil temuan penelitian yang berbeda beda.
Incoming search terms:

Analisis Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap OWGS

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu Di Kabupaten Karanganyar  (Tahun 1992 – 2006)

grojogan sewu Analisis Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap OWGS Analisis Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap OWGS grojogan sewu

Latar Belakang Skripsi 

Faktor keuangan merupakan faktor yang esensial dalam mengukur tingkat kemampuan daerah dalam melaksanakan otonominya. Keadaan keuangan daerahlah yang menentukan bentuk dan ragam kegiatan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Sumber pendapadatan daerah menurut Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, terdiri dari (1) Pendapatan Asli Daerah yaitu hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; (2) Dana Perimbangan; (3) Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.  Dari sejumlah pendapatan daerah tersebut di atas, upaya penghimpunan yang paling diutamakan adalah pada Pendapatan Asli Daerah(PAD), mengingat PAD adalah sumber yang sering dijadikan ukuran sebagai kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah dan salah satu sumber PAD yang dihimpun setelah pajak daerah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan, maka rumusan masalahnya adalah :

  1. Bagaimana  pengaruh Tiket Masuk  OWGS (Obyek Wisata Grojogan Sewu), Tiket Masuk Wisata Pengganti, Tarif Hotel Sekitar  OWGS, Pendapatan Perkapita  Jawa Tengah, dan Jumlah Penduduk  Jawa Tengah terhadap Permintaan Wisatawan Dalam Negeri terhadap OWGS ?
  2. Bagaimana sifat Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap OWGS?

 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dengan permasalahan dan tujuan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel Tiket Masuk Obyek Wisata Grojogan Sewu berpengaruh negatif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu, dan  permintaannya  bersifat  elastis, artinya  Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tiket Masuk Obyek Wisata  Grojogan Sewu.
  2. Variabel  Tiket Masuk  Obyek Wisata Pengganti berpengaruh  positif terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan  permintaannya  bersifat  elastis, artinya  Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tiket Masuk Obyek Wisata Pengganti.
  3. Variabel Tarif Hotel Sekitar Obyek Wisata Grojogan Sewu berpengaruh negatif  terhadap variabel Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan bersifat  elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu tergantung pada Tarif Hotel Sekitar Obyek Wisata Grojogan Sewu, tetapi pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh Tiket Masuk OWGS.
  4. Variabel Pendapatan Perkapita Jawa Tengah berpengaruh positif  terhadap variabel Permintaan Wisatawan  Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan  permintaannya  bersifat inelastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu  sangat tergantung pada  Pendapatan Perkapita Jawa Tengah, pengaruhnya masih lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh Tiket Masuk OWGS.
  5. Variabel  Jumlah Penduduk Jawa Tengah berpengaruh positif  terhadap variabel Permintaan Wisatawan  Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu dan  permintaannya  bersifat  elastis, artinya Permintaan Wisatawan Dalam Negeri Terhadap Obyek Wisata Grojogan Sewu  tergantung pada Jumlah Penduduk Jawa Tengah.

 

Analisis Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Pada BMT Safinah Klaten)

pelayanan pdam Analisis Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah Analisis Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah pelayanan pdam

Latar Belakang Skripsi 

Dengan semakin berkembangnya kegiatan perekonomian, maka perlu adanya sumber-sumber penyediaan dana untuk membiayai segala macam kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Kehadiran BMT sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam dunia pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menjadi alternatif yang lebih inovatif dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat. Terkait dengan permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah, menarik untuk diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah tersebut.

Dengan semakin berkembangnya kegiatan perekonomian, maka perlu adanya sumber-sumber penyediaan dana untuk membiayai segala macam kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Kehadiran BMT sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam dunia pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menjadi alternatif yang lebih inovatif dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat. Terkait dengan permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah, menarik untuk diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendidtesisikan, pendapatan dan persepsi anggota terhadap pelayanan BMT terhadap permintaan pembiayaan serta untuk mengetahui deskripsi tujuan pembiayaan masing-masing anggota.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka pokok permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah variabel pendapatan anggota berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pembiayaan pada BMT Safinah di Klaten ?
  2. Apakah variabel pendidikan anggota berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pembiayaan pada BMT Safinah di Klaten ?
  3. Apakah variabel persepsi anggota terhadap pelayanan BMT berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pembiayaan pada BMT Safinah di Klaten ?
  4. Apakah tujuan anggota atas pembiayaan yang diperoleh dari BMT Safinah di Klaten ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendidikan, pendapatan dan persepsi anggota terhadap pelayanan BMT terhadap permintaan pembiayaan serta untuk mengetahui deskripsi tujuan pembiayaan masing-masing anggota.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis dengan permasalahan dan tujuan serta hipotesis yang diperhatikan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel independen yaitu  pendapatan (INCM), pendidikan (EDUC), persepsi anggota terhadap pelayanan BMT (DUMMY) secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu permintaan pembiayaan (PBY). Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai Probabilitas F statistic sebesar  88,56 yang lebih besar dari nilai F table yaitu sebesar 2,68.
  2. Variable pendapatan (INCM) berpengaruh signifikan terhadap permintaan pembiayaan (PBY) dengan probabilitas sebesar 0,0000. Hal ini sudah sesuai dengan teori dan penelitian sebelumnya dimana dinyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif terhadap permintaan pembiayaan.
  3. Variable pendidikan (EDUC)  tidak berpengaruh terhadap permintaan pembiayaan (PBY), hal ini terlihat  dari nilai probabilitas sebesar 0,1328 yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05 (? = 5%).  Hal ini tidak sesuai dengan teori dimana dinyatakan bahwa pendidikan berpengaruh positif terhadap permintaan pembiayaan. Namun demikian, ada beberapa penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa pendidikan tidak berpengaruh terhadap permintaan pembiayaan

 

Incoming search terms:

Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Bank Umum Di Indonesia Tahun 2003-2010

KPR Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum Analisis Permintaan KPR Pada Bank Umum KPR

Latar Belakang Skripsi 

Menurut perkembangan perekonomian dewasa ini, harga rumah dirasa cukup tinggi. Dan pada saat ini tanah yang tersedia semakin sedikit sehingga menyebabkan harga tanah dan harga rumah menjadi semakin mahal. Keadaan ersebut menyebabkan masyarakat yang berpenghasilan rendah mempunyai kemungkinan kecil untuk membeli rumah secara kontan. Sehingga salah satu alternatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur adalah dengan kebijakan pemberian kredit untuk kepemilikan rumah dan menunjuk bank maupun lembaga keuangan non bank sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perbankan memang bukan merupakan satu-satunya sumber permodalan utama bagi investasi nasional dalam sistem perekonomian sekarang ini.

Tetapi bagi Indonesia, perbankan merupakan sumber permodalan utama dan peranan itu masih relatif besar dan diandalkan  dibandingkan dengan pasar modal dan akaan.uns.ac.idtesis  digilib.uns.ac.id sumber-sumber permodalan lainnya. Kredit bagi bank umum merupakan sumber utama penghasilan, sekaligus sumber resiko operasi bisnis terbesar. Sebagian dana operasional bank diputarkan dalam  kredit, maka kredit akan mempunyai suatu kedudukan yang istimewa (Sutoyo, 2000). Sehingga “Kredit” dapat dianggap sebagai salah satu sumber dana yang penting dari setiap jenis kegiatan usaha dan dapat diibaratkan sebagai darah bagi makhluk hidup.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh pendapatan  masyarakat yang tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?
  2. Bagaimanakah pengaruh tingkat suku  bunga kredit terhadap permintaan kredit pemilikan rumah pada bank umum?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimanakah pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB),  tingkat suku bunga kredit (r), jumlah kantor bank umum (JKB), dan tingkat inflasi (INF) terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum  di Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah dengan metode  Regresi Berganda Double Log.

Kesimpulan 

Dari hasil perhitungan dan analisis  data yang telah dilakukan mengenai pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga kredit, jumlah kantor bank, dan tingkat inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel Produk Domestik Bruto (PDB) secara signifikan berpengaruh berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0002 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien PDB diketahui sebesar 4,462, ini berarti ada pengaruh positif antara PDB dengan permintaan KPR. Peningkatan PDB akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan PDB akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu PDB berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  2. Variabel tingkat suku bunga kredit  secara signifikan berpengaruh dan berhubungan negatif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0257 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat suku bunga kredit diketahui sebesar -0,080, ini berarti ada hubungan negatif antara tingkat suku bunga kredit dengan permintaan KPR. Peningkatan an.uns.ac.id  digilib.uns.ac.id  tingkat suku bunga kredit akan menurunkan permintaan KPR dan penurunan tingkat suku bunga kredit akan menaikkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat suku bunga kredit berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  3. Variabel jumlah kantor bank tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,9264 pada derajat keyakinan 5% dan koefisien jumlah kantor bank sebesar 0,058. Jadi hipotesis pertama yaitu jumlah kantor bank berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia tidak terbukti.
  4. Variabel tingkat inflasi secara signifikan berpengaruh dan berhubungan positif terhadap variabel dependen permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0346 pada derajat keyakinan 5%. Koefisien tingkat inflasi diketahui sebesar  0,018, ini berarti ada pengaruh positif antara tingkat inflasi dengan permintaan KPR. Peningkatan tingkat inflasi akan meningkatkan permintaan KPR dan penurunan tingkat inflasi akan menurunkan permintaan KPR pada bank umum di Indonesia. Jadi hipotesis pertama yaitu tingkat inflasi berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap permintaan KPR pada bank umum di Indonesia terbukti.
  5. Secara bersama-sama variabel independen yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat suku bunga, jumlah  kantor bank, dan tingkat inflasi berpengaruh dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu permintaanKredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Umum di Indonesia.
Incoming search terms: