Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Pemungutan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran

Skripsi Ekonomi~ Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Pemungutan Pajak Hotel Dan Pajak  Restoran Dalam Rangka Meningkatkan Pad Di Kota Madiun

tax Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Pemungutan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Pemungutan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran tax

Latar Belakang Skripsi 

Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerah.

Untuk meningkatkan peran anggaran pendapatan dan belanja daerah secara bertahap dan berencana menuju ke arah kemandirian pembiayaan daerah, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diupayakan peningkatannya. Untuk meningkatkan kemampuan penerimaan daerah khususnya penerimaan dari PAD harus diarahkan pada usaha-usaha yang terus menerus dan berlanjut agar PAD tersebut meningkat, sehingga pada akhirnya diharapkan akan dapat memperkecil ketergantungan terhadap sumber penerimaan dari pemerintah pusat.

Perumusan Masalah 

Berdasarkan uraian di atas maka masalah yang dirumuskan sebagai berikut:

  1. Seberapa besar  efektifitas pemungutan pajak hotel dan pajak restoran di Kota Madiun?
  2. Seberapa besar  efisiensi pemungutan pajak hotel dan pajak restoran di Kota Madiun?
  3. Bagaimanakah kontribusi pajak hotel dan pajak restoran terhadap pajak daerah dan peningkatan PAD di kota Madiun?
  4. Bagaimanakah kondisi pajak hotel dan restoran yang dihitung dengan Matrik kinerja pajak hotel dan restoran?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah ingin mengetahui sebagai berikut :

  1. Seberapa besar  efektifitas pemungutan pajak hotel dan pajak restoran di Kota Madiun.
  2. Seberapa besar  efisiensi pemungutan pajak hotel dan pajak restoran di Kota Madiun.
  3. Bagaimanakah kontribusi pajak hotel dan pajak restoran terhadap pajak daerah dan peningkatan PAD di kota Madiun.
  4. Bagaimanakah kondisi pajak hotel dan restoran yang dihitung dengan Matrik kinerja pajak hotel dan restoran.

Kesimpulan

Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka secara ringkas dapat disimpulkan hal –hal sebagai berikut:

  1. Tingkat efektifitas pemungutan pajak hotel dan restoran selama tahun  2000 sampai dengan tahun 2004 menunjukkan bahwa pemungutan pajak hotel dan restoran  yang dilaksanakan sudah efektif dengan nilai rasio rata-rata 1,14% per tahunnya. Secara keseluruhan hipotesis pertama yang menyatakan pemungutan pajak hotel dan restoran sudah dilaksanakan secara efektif dapat diterima.
  2. Tingkat efisiensi pajak hotel dan restoran selama tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 menunjukkan bahwa pemungutan pajak hotel dan restoran yang dilaksanakan sudah efisien dengan nilai rasio rata-rata 0,24. Hal ini dibuktikan dengan nilai biaya operasional pemungutan pajak hotel dan restoran dibanding dengan penerimaan yang diperoleh, maka hipotesis yang kedua yang menyatakan bahwa pemungutan pajak hotel dan restoran tidtesisak efisien tidak terbukti.
  3.  3.  Setelah dilakukan perhitungan kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap pajak daerah dan Pendapatan Asli Daerah, diperoleh sebagai berikut 0,13% untuk kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap pajak daerah dan 0,12% untuk kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap PAD, maka hipotesis yang menyatakan pajak hotel dan restoran memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap pajak daerah dan Pendapatan Asli Daerah, terbukti.
  4. Hipotesis yang menyatakan bahwa kondisi pajak hotel dan restoran dalam lima tahun tersebut termasuk dalam kategori berkembang atau bahkan terbelakang sudah terbukti. Dari hasil perhitungan Matrik kinerja pajak hotel dan restoran diperoleh bahwa pada tahun 2001 pertumbuhannya sebesar 0,83 dengan proporsi 0,68 termasuk dalam kategori terbelakang, demikian juga pada tahun 2002 pertumbuhannya sebesar 0,37 dengan proporsi 0,64 juga termasuk dalam kategori terbelakang, sedangkan pada tahun 2003 pertumbuhan pajak hotel dan restoran meningkat menjadi 4,21 dengan proporsi 0,77 termasuk dalam kategori berkembang. Hal ini dikarenakan pada waktu itu telah di benahinya sistem pemungutan, adanya kesadaran wajib pajak dan diadakannya program-program pariwisata.namun pada tahun 2004 kondisi pertumbuhan pajak hotel dan restoran menurun menjadi  –0,56 dengan proporsi 0,53 termasuk dalam kategori terbelakang.
Incoming search terms:

Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD

Skripsi Ekonomi~ Kontribusi  Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Wonogiri

Penerangan Jalan Kontribusi  Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Kontribusi  Pajak Penerangan Jalan Terhadap PAD Penerangan Jalan

Prinsip otonomi yang nyata dan bertanggung jawab bagi pemerintah daerah  pada dasarnya adalah untuk membantu pemerintah pusat dalam menyelenggarakan pemerintahan. Untuk dapat melakukan tujuan dari prinsip tersebut, maka kepala  daerah diberikan wewenang untuk melaksanakan berbagai urusan pemerintahan sebagai urusan rumah tangganya sendiri.

Sebagai daerah otonomi, daerah mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri dan bertanggung jawab atas kepentingan masyarakatnya berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan. Salah satu tolak ukur finansial yang dapat digunakan untuk melihat kesiapan daerah dalam menjalankan prinsip otonomi daerah adalah dengan melihat besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan bahwa yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Seberapa besar kontribusi pajak penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Wonogiri.
  2. Bagaimana perbandingan antara realisasi dan target penerimaan pajak penerangan jalan Kabupaten Wonogiri selama tiga tahun (2009-2011)
  3. Seberapa besar kenaikan atau Penurunan Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Kabupaten Wonogiri selama tiga tahun anggaran (2009-2011).
  4. Hambatan-hambatan apa saja yang muncul dalam pemungutan pajak penerangan jalan di Kabupaten Wonogiri.
  5. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh pihak DPPKAD Kabupaten Wonogiri.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Kontribusi penerimaan pajak penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Wonogiri mengalami penurunan dari tahun 2009 dan 2010 yang besarnya sama yaitu sebesar 0,13% sedangkan di tahun 2011 sebesar 0,10%.  Karena adanya penggunaan-penggunaan tenaga listrik yang illegal, sehingga dapat merugikan pemerintah daerah dan juga sulit untuk ditelusuri pajaknya secara adil.
  2. Realisasi penerimaan pajak penerangan jalan selama tahun anggaran 2009-2011 belum mencapai target yang telah ditetapkan. Prosentase capaian penerimaan pajak air tanah pada tahun 2009 sebesar 126,44%. Mengalami penurunan  sebesar 121,86% pada tahun 2010, kemudian juga mengalami penurunan di tahun 2011 sebesar 112,64%.
  3. Realisasi dan kontribusi yang dicapai dalam pemungutan pajak penerangan jalan di DPPKAD Kabupaten Wonogiri masih belum optimal karena pemungutan pajak penerangan jalan masih memiliki kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki lagi.
Incoming search terms:

Penerapan kebijakan penjualan secara tunai dan kredit

Skripsi Ekonomi~ Penerapan kebijakan penjualan secara tunai dan kredit pada PT. Ratna jaya mebel

industri mebel Penerapan kebijakan penjualan secara tunai dan kredit Penerapan kebijakan penjualan secara tunai dan kredit industri mebel

Latar Belakang Skripsi 

Penjualan secara tunai atau  cash  yaitu  penjualan yang cara pembayarannya dilakukan secara langsung atau tunai pada saat transakasi penjualan itu dilakukan. Sedangkan penjualan secara kredit yaitu penjualan yang cara pembayarannya dilakukan secara bertahap atau berangsuran dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan, dan penbeli juga memperoleh beban bunga yang harus ditanggung pada setiap pembayarannya.

PT RATNA JAYA MEBEL harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta meningkatkan mutu penjualannya agar memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian dari masing–masing penjualan yang dilakukan.  Keuntungan yang diperoleh di bidtesisang penjualan adalah dari selisih harga per unit (harga penjualan per unit dikurangi biaya produksi per unit).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang harus diselesaikan adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana penerapan sistem penjualan secara  tunai, dan penjualan secara kredit pada PT RATNA JAYA MEBEL?
  2. Dengan  system penjualan tunai dan kredit, sistem penjualan mana yang paling menguntungkan bagi PT RATNA JAYA MEBEL?

Tujuan Penelitian 

Tujuan umum dalam penjualan adalah untuk mencapai volume penjualan tertentu,mendapatkan laba tertentu,dan menunjang pertumbuhan perusahaan. Tujuan yang  hendak  dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menerapkan atau membandingkan antara penjualan tunai dan kredit. Penelitian ini semoga dapat memberi sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam menentukan kebijakan terbaik untuk para pelanggan dalam melakukan penjualannya dan bagi penulis dapat bermanfaat sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa studi, serta memenuhi persyaratan gelar Ahli Madya.

Kesimpulan 

Berdasarkan analisa data penelitian dan pengumpulan data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada tahun 2011 hasil prosentase dari masing-masing penjualan menunjukkan, penjualan tunai 62, 17 % dan penjualan kredit 37, 83 %. Maka sistem penjualan  tunai  pada PT RATNA JAYA MEBEL sebaiknya terus ditingkatkan  karena penjualan  tunai  lebih baik dan menguntungkan perusahaan karena perusahaan bisa langgsung menerima kas, memperoleh laba langsung dari penjualan  dan  juga mengurangi kemacetan perputaran uang.

Incoming search terms:

Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran

Skripsi Ekonomi~ Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran  Di Kabupaten Sukoharjo

 

tax Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran tax

Latar Belakang Skripsi 

Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah otonomi dalam melaksanakan pembangunan menganut azas desentraliasasi yang diwujudkan dalam bentuk prakarsa yang baik. Di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka pemanfaatan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah masih mengalami kendala khususnya dalam menggali Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Hotel dan Pajak Restoran.

Salah satu pajak yang memiliki potensi yang cukup tinggi untuk ditingkatkan penerimaannya adalah Pajak Hotel dan Pajak Restoran. Namun kenyataannya pajak tersebut selama ini kontribusi masih sangat minim. Ini dapat dilihat dari tiga tahun terakhir persentase kontribusi Pajak Hotel dan Pajak Restoran masih kurang dari 10%.

Rumusan Masalah

Pajak Hotel dan Restoran merupakan salah satu potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah di DPPKAD kabupaten Sukoharjo. Penulis dalam penyusunan TA ini mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Seberapa besar kontribusi Pajak Hotel dan Restoran terhadap PAD Kabupaten Sukoharjo?

2. Sejauhmana pemanfaatan potensi yang ada untuk meningkatkan Pajak Hotel dan Restoran di Kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian dilatarbelakangi oleh potensi pajak hotel dan  restoran yang ada di Kabupaten Sukoharjo  cukup dapat memberi  kontribusi terhdap penerimaan pajak  daerah di Kabupaten Sukoharjo. Namun karena belum dikelola secara optimal baik dari perhitungan potensi yang dimiliki, pelaksanaan pemungutan terhadap pemungutan pajak hotel dan restoran itu  sendiri maka pendapatan dan penerimaan yang diperoleh kurang sesuai dengan potensi yang ada Penelitian ini dilaksanakan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan.

Kesimpulan 

Berdasarkan analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan yang berkaitan dengan Optimalisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten Sukoharjo bahwa kontribusi pajak hotel dan restoran di Kabupaten  Sukoharjo  masih  jauh dari  target yang diharapkan. Ini disebabkan karena pelaksanaan pemungutan yang masih  kurang dilakukan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari sistem  dan prosedur yang ada.

Begitupula dengan tingkat pengetahuan, pemahaman petugas pemungutan pajak terhadap sistem dan prosedur pemungutan pajak masih kurang, serta motivasi yang masih rendah sehingga kurang mendukung optimalisasi penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di Kabupaten Sukoharjo.  Sarana dan  prasarana yang ada  sudah sangat  mendukung kelancaran pemungutan. Kurangnya kontribusi ini juga disebabkan oleh kurangnya kesadaran para wajib pajak untuk melakukan kewajibanya dalam membayar pajak. Hal ini disebabkan kareana kurangnya sosialisasi tentang  pentingnya membayar pajak. Selain faktor tersebut, hal lain yang mempengaruhi wajib pajak enggan membayar pajak yaitu kurangnya pemasukan yang diterima oleh wajib pajak, sehingga mereka enggan membayar pajak.

Incoming search terms:

Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi

Skripsi Ekonomi~ Pengaruh Arus Kas Bebas, Profitabilitas, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kesempatan Investasi (Studi Empiris pada Perusahaan non Keuangan yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2010)

akuntansi (1) Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesempatan Investasi akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi 

Berbagai kondisi perusahaan  dapat  mempengaruhi nilai arus  kas bebas,  misalnya  bila perusahaan memiliki arus  kas bebas tinggidtesisengan tingkat  pertumbuhan rendah maka arus  kas bebas ini seharusnya didistribusikan kepada pemegang saham, tetapi bila perusahaan memiliki arus kas bebas tinggi dan  tingkat pertumbuhan tinggi maka arus  kas bebas ini dapat ditahan sementara dan bisa dimanfaatkan untuk investasi pada periode mendatang.

Karena kondisi tersebut di atas, maka mengindikasikan bahwa adanya arus kas bebas yang besar dalam suatu perusahaan belum tentu menunjukkan bahwa  perusahaan tersebut akan membagikan dividen dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan ketika perusahaan memiliki arus kas bebas yang kecil.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut ini.

1. Apakah  arus kas bebas  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

2. Apakah  profitabilitas  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

3. Apakah  pertumbuhan perusahaan  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi  perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh arus kas bebas, profitabilitas  dan pertumbuhan perusahaan  terhadap  kesempatan investasi pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menggunakan 70  perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling.

Simpulan 

Pengujian data arus kas bebas, profitabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan tipe industri  terhadap kesempatan investasi yang dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda menunjukkan hasil bahwa  arus kas bebas dan profitabilitas berpengaruh terhadap kesempatan investasi sedangkan pertumbuhan perusahaan  dan tipe industri  tidak berpengaruh terhadap kesempatan investasi. Arus kas bebas berpengaruh  terhadap kesempatan investasi. Dengan peningkatan jumlah  arus kas bebas menyebabkan peningkatan  kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi.

Profitabilitas perusahaan juga berpengaruh terhadap kesempatan investasi. Tingkat profitabilitas yang  tinggi pada perusahaan akan meningkatkan kemungkinan perusahaan untuk  membuka link  atau cabang yang baru serta memperbesar investasi untuk membuka investasi baru. Tingkat keuntungan yang tinggi menandakan pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang  sehingga mempunyai kemungkinan untuk mempunyai kesempatan investasi yang tinggi. Selanjutnya,  hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan pertumbuhan perusahaan  tidak  berpengaruh terhadap  kesempatan investasi perusahaan pada masa yang akan datang (IOSt+1). Kesimpulan ini mengindikasikan bahwa tinggi rendahnya variabel tersebut tidak  berpengaruh pada kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi.