Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Dengan Tingkat Inflasi Sebagai Variabel Kontrol Pada Industri Asuransi Di Indonesia

modal-ventura Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi Analisis Pengaruh Struktur Modal Pada Industri Asuransi modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Struktur modal merupakan unsur penting dalam suatu perusahaan, karena baik dan buruknya suatu struktur modal ini akan berpengaruh langsung erhadap posisi financial perusahaan. Penentuan struktur modal merupakan salah satu keputusan penting yang harus diambil perusahaan oleh manajer keuangan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.  Menurut  Agus Sartono (1996),  bahwa semakin besar penggunaan hutang dalam struktur modal maka akan semakin meningkatkan  ROI  suatu perusahaan, karena penggunaan hutang dalam operasional perusahaan memberikan peluang untuk penambahan keuntungan yang berasal dari tambahan volume dan jenis usaha atau investasi yang dibiayai dari hutang. Seperti halnya perusahaan lain, dalam perusahaan asuransi dimana hutang dialokasikan untuk pembiayaan beberapa nvestasi  yang memberikan tingkat keuntungan yang maksimum.  Sehingga Debt Ratio  (DR)  memiliki pengaruh yang positif terhadap profitabilitas perusahaan.

Reserve to Liability  dalam struktur modal suatu perusahaan memberikan ndikasi penting mengenai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.  Cadangan  dalam  perusahaan asuransi berupa uang yang dikelompokkan dalam tiga akun yaitu kas, pemasukan premi dan pemasukan reinsurers. Dengan  cadangan  tersebut perusahaan langsung dapat membayar kewajibannya. Semakin besar rasio cadangan terhadap hutang maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa  rasio  cadangan  hutang  memiliki pengaruh yang positif terhadap profitabilitas suatu perusahaan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka pokok masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

  1. Apakah variabel Debt Ratio  (DR)  dan Reserve to Liability (RL)  secara simultan mempunyai pengaruh  terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?
  2. Apakah variabel  Debt Ratio  (DR)  mempunyai pengaruh  terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?
  3. Apakah variabel  Reserve to Liability (RL)  mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas pada industri asuransi di Indonesia?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menguji  pengaruh   struktur modal  yang diwakili oleh variabel  current ratio  dan  debt ratio  terhadap  profitabilitas perusahaan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya tahun 2005-2009, dengan menggunakan variabel kontrol  tingkat inflasi.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang  telah dilakukan tentang pengaruh  struktur modal  yaitu  Reserve to Liability (RL)  dan  Debt Ratio(DR)  yang dikontrol  oleh variabel  tingkat inflasi  terhadap  profitabilitas (ROI) perusahaan asuransi yang go public di bursa efek Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Variabel struktur modal yaitu  Reserve to Liability (RL)  dan  Debt Ratio(DR)  tidtesisak perpengaruh secara bersama-sama  terhadap profitabilitas (ROI).  Sedangkan variabel struktur modal yang  dikontrol oleh tingkat inflasi secara  bersama-sama  berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI). Sehingga ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil analisis pengaruh  secara bersama-sama  yang tidak dan menggunakan tingkat inflasi sebagai variabel kontrol.
  2. Reserve to Liability (RL) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI).  Current Ratio (CR)  juga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI) tingkat inflasi sebagai variabel kontrol. Ini menunjukkan bahwa  Reserve to Liability (RL)  dari hasil kedua analisis  sama-sama mempunyai pengaruh yang negatif  tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROI). 3.  Debt Ratio  (DR)  berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas (ROI) dengan atau tidak menggunakan tingkat inflasi sebagai variabel kontrol.
  3. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat inflasi memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas.

Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Likuidtesisitas, Dan Kepemilikan Publik Terhadap Keterlambatan Publikasi  Laporan Keuangan  (Studi Empiris pada Perusahaan Nonmanufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

uang laporan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan Analisis Faktor-faktor Keterlambatan Publikasi Laporan Keuangan uang laporan

Latar Belakang Skripsi

Tuntutan akan kepatuhan  untuk menyampaikan laporan keuangan secara  tepat waktu  telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal yang menyatakan bahwa perusahaan publik wajib untuk menyampaikan laporan keuangannya secara berkala disertai laporan insidental lainnya kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Ketentuan lainnya yang lebih  spesifik diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam Nomor 86/PM/1996 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, Keputusan Ketua Bapepam Nomor 36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan secara berkala, dan Keputusan Ketua Bapepam Nomor 134/BL/2006 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik. Menurut Bapepam, perusahaan wajib mempublikasikan laporan keuangan tahunannya  selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan, yaitu tanggal 31 Maret.

Keterlambatan dalam mempublikasikan laporan keuangan dapat menjadi indikasi bahwa terdapat masalah dalam laporan keuangan emiten sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk menerbitkan laporan keuangan tersebut pada bursa maupun media cetak lainnya (Masodah dan Mustikaningrum, 2009). Semakin lama waktu publikasi laporan keuangan tertunda, maka semakin banyak kemungkinan berkembangnya rumor-rumor negatif mengenai perusahaan dan hal ini dapat  mempengaruhi keputusan yang akan diambil.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian adalah berikut ini.

  1. Apakah  profitabilitas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  2. Apakah solvabilitas dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  3. Apakah  likuiditas dapat  mempengaruhi  keterlambatan publikasi laporan keuangan?
  4. Apakah kepemilikan publik dapat mempengaruhi keterlambatan publikasi laporan keuangan?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dan mengetahui pengaruh  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR), dan kepemilikan publik  (KP) terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 51 perusahaan nonmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih melalui metode  purposive sampling  dari jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa  profitabilitas (PM),  solvabilitas (TDTA),  likuiditas  (CR)  memiliki pengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).  Namun, hasil analisis juga menunjukkan bahwa kepemilikan publik  (KP)  tidak berpengaruh terhadap  keterlambatan publikasi laporan keuangan (LAG).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dan diuraikan dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini.

 

  1. Hipotesis pertama  dapat diterima, artinya profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan  keuangan.  Semakin besar nilai profitabilitas, maka semakin kecil keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin kecil  nilai profitabilitas, maka semakin  besar  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel profitabilitas adalah sebesar 0,008 lebih kecil dari nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,05  atau 5% dengan nilai koefisien regresi -0,286.
  2. Hipotesis kedua dapat diterima, artinya solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai solvabilitas, maka semakin besar pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau sebaliknya semakin kecil nilai solvabilitas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi  dalam regresi berganda untuk variabel solvabilitas adalah sebesar 0,041 lebih kecil dari  nilai  signifikansi  yang dapat ditoleransi, yakni 0,05 atau 5% dengan nilai koefisien regresi 0,424.
  3. Hipotesis ketiga dapat diterima, artinya  likuiditas berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan.  Semakin besar nilai likuiditas, maka semakin  besar pula  keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya atau  sebaliknya semakin  kecil nilai  likuiditas, maka semakin kecil pula keterlambatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangannya.  Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel likuiditas  adalah sebesar 0,053 lebih kecil  dari nilai  signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 0,1 atau 10% dengan nilai koefisien regresi 0,114.
  4. Hipotesis keempat  tidak dapat diterima, artinya kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan  terhadap keterlambatan publikasi laporan keuangan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil analisis data yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi dalam regresi berganda untuk variabel kepemilikan publik adalah sebesar 0,934 lebih besar dari  nilai signifikansi yang dapat ditoleransi, yakni 5% maupun 10%  dengan nilai koefisien regresi  -0,012.
Incoming search terms:

Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Leverage, Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Price Book Value (PBV) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Return Saham  (Studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2005-2007)

gedung_bei Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Return Saham gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Tujuan utama investor melakukan investasi adalah untuk memperoleh return  yang maksimal. Return merupakan salah satu indikator kinerja perusahaan. Semakin efisien perusahaan dalam menggunakan aktivanya maka  return  yang diperoleh akan semakin tinggi. Bagi para investor,  return merupakan salah satu parameter untuk menilai seberapa besar keuntungan suatu saham. Investor yang akan berinvestasi di pasar modal akan terlebih dahulu melihat saham yang paling menguntungkan, dengan menilai kinerja perusahaan yang bersangkutan serta kemakmuran pemegang saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi  return  saham, sehingga harapan untuk memperoleh  return  yang maksimal dapat tercapai. Tujuan perusahaan hanya untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya sudah kurang relevan lagi di masa sekarang karena tanggung jawab perusahaan tidtesisak hanya kepada pemilik saja.

Tanggung jawab kepada seluruh  stakeholder menjadi sangat penting sehingga hal ini menuntut perusahaan untuk  menimbang semua strategi yang diambil dan dampaknya kepada stakeholder tersebut.  Pendekatan fundamental merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menilai perusahaan. Jika kinerja perusahaan bagus, maka harga saham akan meningkat sehingga berpotensi memberikan  return  saham. Menurut Jogiyanto (2000:88), salah satu analisis yang banyak digunakan untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham adalah analisis sekuritas fundamental (Fundamental security analysis) atau analisis perusahaan (Company analysis). Faktor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Dalam analisis fundamental menggunakan data fundamental perusahaan yaitu data yang berasal dari keuangan perusahaan. Data keuangan perusahaan terdapat dalam laporan perusahaan yang dapat diukur melalui rasio keuangan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER) secara simultan mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  2. Apakah Leverage, Debt to Equity Ratio  (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap  return saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  3. Apakah terdapat perbedaan  return saham antara kategori  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1.  Hasil dari analisis uji F menunjukkan bahwa variabel independen Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER)  secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil dari uji koefisien determinasi (R2), sebesar 5,4% return saham dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset  (ROA), Price to Book Value (PBV) dan  Price Earning Ratio (PER). Sedangkan sisanya sebesar 94,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
  2. Dari hasil uji multikolonieritas bahwa variabel  leverage  dihapus karena variabel  leverage  terjadi multikolonieritas.
  3. Hasil dari analisis uji t yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:
  • PBV dan PER    tidak berpengaruh signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan atau penurunan PBV dan PER  tidak berpengaruh terhadap return saham.
  • DER dan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap  return saham, sehingga kenaikan DER dan ROA akan menaikkan return saham.
  •  Hasil dari ANOVA yaitu menunjukkan tidak terdapat perbedaan return saham diantara  basic industry, miscelaneous industry dan  consumer good industry.

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen

Skripsi Ekonomi ~ Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru pelayanan pdam Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Analisis  Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pelayanan pdam

 

Latar Belakang Skripsi 

Bagi  PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru, dalam berbinis tidtesisak hanya mementingkan kualitas produknya saja. Layanan purnajual (after-sales service) juga menjadi perhatian untuk menjaga loyalitas para pelanggan. Kualitas pelayanan purna jual layaknya sebuah kendaraan bermotor, maka perawatan rutin adalah keharusan bagi para konsumen.seperti halnya tubuh manusia yang membutuhkan makan dan minum untuk membuat sehat, Dalam melakukan perawatan pihak PT. Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru  telah memiliki bengkel  dengan mekanik yang telah terlatih serta sparepart yang terjamin keaslianya. Bengkel  di PT. Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru telah mempunyai  SOP (Standart Operation Procedure) untuk kepuasan pelanggan, Sehingga mekanik yang mereka miliki pada umumnya telah dilatih terlebih dahulu untuk menjamin pelayanan serta kualitas pekerjaan  agar dapat memuaskan pelanggan. Pelayanan/Service  ibarat pisau. Pisau yang digunakan dengan baik dan bertanggung jawab akan membantu untuk memotong daging, mengiris sayuran, dan mempercepat pekerjaan. Penggunaan pisau dapat digunakan untuk merampok atau membunuh termasuk membunuh citra perusahaan. Perlu dipahami pula bahwa kualitas tidak boleh dipandang sebagai salah satu ukuran sempit hanya dari kualitas produk dan jasa  semata. Kualitas meliputi keseluruhan aspek organisasi. Zeithaml Parasuraman & Berry (1988) (dalam Tjiptono 2002:69) mengemukakan terdapat lima dimensi yang menentukan kualitas pelayanan ditinjau dari sudut pandang pelanggan, yaitu : Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, Tangibles.

Rumusan Masalah

1. Apakah Tangibles mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

2. Apakah Reliability mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konssumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motot Solo Baru?

3. Apakah  Responsiveness  mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru? 4. Apakah  Assurance  mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

5. Apakah Empathy mempunyai pengaruh terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru?

6. Variabel manakah yang paling dominan pengaruhnya (Reliability, Responsiveness,     Assurance,  Emphaty, Tangibels)  terhadap kepuasan konsumen di PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru ?

7. Apakah ada pengaruh yang signifikan dimensi kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen di PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru ?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru. Penelitian ini dilakukan terhadap pelanggan servis PT.Nasmoco Bengawan Motor Solo Baru. Untuk menentukan responden peneliti menggunakan adalah teknik purposive sampling.  Didalam penelitian ini peneliti mengambil sample sebanyak 100 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara, kuisioner dan studi pustaka. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi linier berganda, uji t, uji F dan koofesien determinasi( ), untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan yang ada dan hasil pemecahan pada Bab III, maka kesimpulan yang dapat peneliti kemukakan dalam penyusunan Tugas Akhir adalah sebagai berikut:

a) Dengan membandingkan t hitung dengan  t tabel terhadap variabel  Tangibles  diketahui bahwa t hitung > t tabel (6,772 > 1,985) maka untuk variabel Tangibles hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Tangibles berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

b) Dengan membandingkan t hitung dengan  t tabel terhadap variabel  Reliability  diketahui bahwa t hitung > t tabel (3,965> 1,985) maka untuk variabel Reliability hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Reliability berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

c) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel    Responsiveness  diketahui bahwa t hitung > t tabel (2,515 > 1,985) maka untuk variabel Responsiveness  hipotesis  Ho ditolak artinya bahwa  Responsivenes  berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

d) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel   Assurance diketahui bahwa t hitung > t tabel (4,271 > 1,985) maka untuk variabel  Assurance  hipotesis Ho ditolak artinya bahwa  Assurance  berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

e) Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel terhadap variabel  Emphaty  diketahui bahwa t hitung > t tabel (2,442 > 1,985) maka untuk variabel Emphaty hipotesis Ho ditolak artinya bahwa Emphaty   berpengaruh secara signifikan positif terhadap kepuasan konsumen.

f)  Dari analisis data yang menggunakan regresi linier berganda yaitu metode yang digunakn untuk mengetahui pengaruh varibel kualitas pelayanan (Tangibles( , Reliability( , Responsiveness( ,   Assurance( , Emphaty( ) terhadap variable kepuasan konsumen (Y) diperoleh persamaan sebagai berikut : Y = 5,512 + 0,468   + 0,328 + 0,201 + 0,258 +0,206 , sehingga dapat dilihat  bahwa varabel yang paling dominan pengaruhnya adalah tangibles.

g)  Berdasarkan pengujian yang dilakukan, maka diperoleh Fhitung sebesar 192,557, sedangkan nilai Ftabel sebesar 2,54. Karena nilai Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak yang berarti bahwa variabel independen yaitu  Tangibles( , Reliability( , Responsiveness( ,    Assurance( ,  Emphaty( ) secara serempak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen atau variabel terikat pada kepuasan konsumen (Y).

Incoming search terms:

Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen

Skripsi EkonomiAnalisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Utang, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividtesisen

modal-ventura Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen Analisis Kesempatan Investasi Terhadap Kebijakan Dividen modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Di Indonesia, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen dan kebijakan utang telah memperoleh perhatian para peneliti, sehingga terdapat beberapa peneliti yang melakukan kajian mengenai hubungan maupun pengaruhnya satu sama lain, terutama yang menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel terikat.

Fauzan (2002) dalam penelitiannya yang berjudul Hubungan Biaya Keagenan, Risiko  Pasar dan Kesempatan Investasi, hanya menemukan satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Variabel tersebut adalah risiko pasar yang diproksikan dengan BETA. Biaya keagenan yang diproksikan dengan kepemilikan institusional dan kesempatan investasi yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity  tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen yang dibuat perusahaan. Hal ini menunjukkan perusahaan publik pada tahun 1996 tepatnya sebelum krisis moneter di  mana penelitian ini dilakukan, belum mempertimbangkan kesempatan investasi dan biaya keagenan dalam pembuatan kebijakan.  Penelitian Fauzan (2002) yang menyimpulkan tidak adanya hubungan antara  dividen payout  dengan kesempatan investasi dikonfirmasi oleh Suharli (2007).

Nuringsih (2005) menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, ROA, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam  Indonesian Capital Market Directory  tahun 1995-1996.  Berdasarkan pengujian hasil regresi diketahui bahwa terjadi pengaruh positif antara  managerial ownership  dengan kebijakan dividen.  Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga menginginkan dividen yang semakin besar.  Pengaruh positif juga ditunjukkan pada hubungan antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen. Sedangkan untuk ROA dan utang berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh positif antara kepemilikan manajerial dengan kebijakan dividen.
  2. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kebijakan utang dengan kebijakan dividen.
  3. Apakah terdapat pengaruh negatif antara profitabilitas dengan kebijakan dividen.
  4. Apakah terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen.
  5. Apakah terdapat pengaruh negatif antara kesempatan investasi dengan kebijakan dividen.

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah  menemukan bukti empiris pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan, kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen.  Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangannya lainnya, sesuai dengan pengklasifikasian  Indonesian Capital Market Dictionary  (ICMD)  periode 2004-2008. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu  purpose sampling. Jumlah sampel akhir yang digunakan yaitu 78 sampel. Teknik analisis regresi berganda digunakan dalam menganalisis data.

Kesimpulan

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan utang, profitabilitas, ukuran perusahaan dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini mengambil periode pengamatan selama lima tahun yaitu dari tahun 2004 sampai dengan 2008, dimana jumlah sampel yang digunakan yaitu 78 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia namun  bukan perusahaan jenis industri perbankan dan keuangan lainnya. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Variabel kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi variabel kepemilikan manajerial yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan.  Tanda koefisien positif tersebut  menunjukkan bahwa semakin  besar keterlibatan manajer dalam  managerial ownership  menyebabkan aset yang dimiliki tidak terdiversifikasi secara optimal sehingga dividen yang dibagikan semakin besar.
  2. Variabel kebijakan utang (Debt to Asset Ratio)  berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Hal ini menunjukkan nilai DAR yang rendah cenderung memiliki DPR yang tinggi. Pada perusahaan dengan utang rendah cenderung akan membayar dividen besar karena tidak memiliki beban bunga tinggi sehingga keuntungan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.
  3. Variabel profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (DPR). Perusahaan tidak akan membayar dividen tinggi untuk menjaga reputasinya ketika profitabilitas rendah. Hasil temuan ini tidak konsisten dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
  4. Variabel ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio). Meskipun demikian, tanda positif pada koefisien regresi ukuran perusahaan yang ditemukan dalam penelitian ini sama seperti yang diharapkan. Perusahaan yang memiliki aset kecil cenderung akan membayar dividen rendah karena keuntungan diarahkan sebagai laba ditahan yang digunakan untuk meningkatkan aset.
  5. Variabel kesempatan investasi tidak berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Dividen Payout Ratio).  Pengaruh variabel kesempatan investasi ini tidak seperti yang diharapkan dimana secara teori kesempatan investasi (IOS) seharusnya berpengaruh negatif terhadap  Dividen Payout Ratio.  Hal ini dikarenakan  IOS yang diukur dengan  Market to Book Value of Asset  berhubungan negatif dengan growth  sehingga IOS yang rendah mencerminkan  growth  yang tinggi. Growth  yang semakin tinggi akan menyebabkan perusahaan membayarkan dividen yang rendah karena sebagian  retained earnings digunakan untuk investasi (free cash flow hypothesis).
Incoming search terms: