Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Perpindahan Merek Pada Operator Selular Dari Providtesiser Lain Ke Exelcomindo (Studi Pada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)

Logo Operator seluler Indonesia Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Analisis Faktor-Faktor Perpindahan Merek Pada Operator Selular Logo Operator seluler Indonesia

Latar Belakang 

Seperti yang terlihat di lapangan bahwa mulai tahun 2007 urusan tarif dan turunannya cukup dilematis dan menarik disimak. Persaingan tarif yang masih tetap panas di industry operator selular berlangsung hingga sekarang (Tahun 2009). Dan hal inilah yang mungkin menyebabkan konsumen untuk melakukan brand switching (perpindahan merek) hanya demi untuk menghemat pengeluaran mereka ataupun untuk mendapatkan kualitas layanan dan kemudahan yang lebih baik.

Konsumen akan membeli produk karena alasan-alasan tertentu, atau paling tidak adanya keyakinan bahwa kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan mempunyai nilai yanglebih besar dibanding biaya yang akan dikeluarkan. Variasi produk yang bermacam ditambah aktivitas promosi yang sangat persuasif dan harga sim card (kartu telepon) untuk telepon selular yang harganya murah dengan bonus yang tinggi, tentu akan mendorong munculnya perilaku perpindahan merek di kalangan konsumen. Bermacam stimulan yang disodorkan di pasar bukan saja mempengaruhi perilaku perpindahan mereka tetapi juga mendorong perilaku mencoba produk baru bagi yang belum pernah mencobanya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada sekelompok segmen yang sampai saat ini belum termotivasi untuk mencoba sim card (kartu telepon) merek Exelcomindo.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan yang menjadi pokok permasalahan sebagai berikut:

  1. Apakah atribut produk  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  2. Apakah harga  mempengaruhi  niat  konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  3. Apakah promosi mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  4. Apakah persediaan produk mempengaruhi niat konsumen untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?
  5. Apakah tingkat kegagalan service menyebabkan seseorang berniat untuk ingin berpindah merek ke produk Exelcomindo?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk berpindah merk pada produk tertentu.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti, dianalisis dan dibahas mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat  perpindahan merek pada operator seluler dari provider lain menuju ke Exelcomindo dapat ditarik

kesimpulan:

  1. Faktor atribut produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo
  2. Faktor Harga mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  3. Faktor promosi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  4. Faktor persediaan produk mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  5. Faktor Kegagalan Service tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  6. Faktor rekomendasi tidak mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.
  7. Faktor atribut produk, harga, promosi, persediaan produk, kegagalan service, dan rekomendasi secara bersama-sama mempengaruhi niat konsumen dalam perpindahan merek dari provider lain menuju ke Exelcomindo.

Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa (Studi Kasus di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah)

gula kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa Analisis Faktor-Faktor Keuntungan Pengusaha Gula Kelapa gula kelapa

Latar Belakang Skripsi 

Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidtesisang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya.

UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam commit to user  Secara umum UMKM adalah suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang melakukan usaha untuk menghasikan laba, antara lain  di bidang perdagangan seperti  :  toko, kedai, kios, warung  dan di bidang industri kecil/industri rumah tangga  (IKRT)  seperti : usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit pakaian, pertukangan dan sebagainya. UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan  penyumbang lapangan pekerjaan terbesar dalam

Rumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :

1.  Bagaimanakah pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal kerja, serta  jumlah pohon kelapa  terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di wilayah Kecamatan Kebasen  Kabupaten Banyumas?

2.  Variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap keuntungan pengusaha industri pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh jumlah tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupeten Banyumas.

Kesimpulan

Hasil  penelitian tentang analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil penelitian mengenai pengaruh variabel tenaga kerja, pengalaman, modal dan jumlah pohon terhadap keuntungan pengusaha gula kelapa menunjukan bahwa:

a.  Variabel  tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

b.  Variabel  pengalaman berpengaruh negatif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

c.  Variabel  modal    mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

d.  Variabel  jumlah pohon  mempunyai pengaruh yang  signifikan  dan berpengaruh positif  terhadap  keuntungan yang diperoleh  pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

e.  Secara bersama-sama keempat variabel tenaga kerja, pengalaman usaha, modal, dan bahan baku dengan tingkat signifikansi 5% dalam  penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha pembuatan gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

2.  Variabel jumlah pohon mempunyai pengaruh paling besar  terhadap keuntungan yang diperoleh pengusaha gula kelapa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.

3.  Penelitian  mengenai  analisis  faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pengusaha gula kelapa  masih mengandung masalah autokolerasi.

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Di Kabupaten Klaten

pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata pariwisata

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi adalah mengembangkan industri pariwisata. Industri pariwisata adalah salah satu potensi sumber daya yang cukup menjanjikan untuk sumber pendapatan daerah karena secara langsung maupun tidtesisak langsung akan menciptakan lapangan kerja yang cukup besar, selain itu baik tenaga kerja formal maupun informal sangat diperlukan untuk industri pariwisata. Disamping itu sektor pariwisata juga menciptakan tenaga kerja dibidang – bidang yang tidak langsung berhubungan dengan pariwisata, yang terpenting di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Banyak bangunan yang didirikan  untuk hotel, rumah makan, toko- toko dan jalan – jalan harus dibuat dan ditingkatkan kondisinya.

Pariwisata merupakan merupakan suatu industri yang komplek dimana kegiatanya merupakan kumpulan dari berbagai macam industri yang secara bersama-sama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Hal ini berarti pengembangan sektor pariwisata dapat menggerakkan dan memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainya dengan jangkauan yang sangat luas dimana tenaga kerja akan terserap dalam kegiatan pariwisata baik sebagai tenaga kerja maupun yang bekerja disektor pendukung dibidang pariwisata. Dengan demikian dikatakan bahwa industri pariwisata dapat memajukan dan memeratakan tingkat perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan dapat menciptakan tingkat kesejahteraan sehingga pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah akan berjalan dengan lancar.

Perumusan Masalah

Perkembangan pendapatan pariwisata tidaklah serta merta, banyak faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam proses perkembangan sektor tersebut, seperti tertera sebelumnya beberapa aspek yang mencakup berbagai koordinasi dan fasilitasi di dalam sektor industri pariwisata ini adalah jumlah wisatawan, arus kendaraan ke lokasi obyek wisata dan tingkat hunian  kamar hotel- hotel di Kabupaten Klaten.

Dengan latar belakang permasalahan diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, tingkat hunian kamar terhadap pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dalam penelitian ini terkait dengan hal diatas, yaitu untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, dan tingkat hunian kamar hotel terhadap Pendapatan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis serta pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)  Pengaruh Wisatawan terhadap Pendapatan Pariwisata

Koefisien elastisitas variabel wisatawan sebesar  1,186938 mempunyai hubungan positif yang sesuai dengan hipotesis, artinya bila laju wisatawan naik sebesar 1% maka dalam pendapatan pariwisata akan naik sebesar 1,186938 %, dan sebaliknya. Taraf signifikansi wisatawan sebesar 0,0000 dapat dikatakan intepretasi variabel ini sangat meyakinkan karena dari 10.000 kali percobaan yang dilakukan relatif tidak terdapat kesalahan yang terjadi. Jelas sekali bahwa wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata akan dikenakan tiket masuk yang pada akhirnya masuk dalam pendapatan pariwisata. Secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan dari pendapatan pariwisata di Kabupaten Klaten. Variabel jumlah wisatawan signifikan 5 % terhadap pendapatan pariwisata di Kabupaten  Klaten  selama kurun waktu tahun 1997 sampai dengan 2007.

2)  Pengaruh Arus Kendaraan terhadap Pendapatan Pariwisata Koefisien elastisitas variabel jumlah arus kendaraan mempunyai tanda negatif dan tidak berpengaruh secara nyata pada tingkat keyakinan  a= 5%, ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa arus kendaraan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pendapatan pariwisata. Variabel arus kendaraan yang didasarkan pada setiap kendaraan bermotor yang masuk ke obyek wisata baik itu roda dua ataupun roda empat , dihitung berdasarkan tiket karcis parkir di obyek wisata. Seharusnya berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan pariwisata. Karena setiap karcis yang terjual hasilnya secara langsung disetorkan kepada dinas pariwisata dan diakumulasikan juga dalam pendapatan pariwisata. Dapat dilihat dari hasil estimasi bahwa variabel arus kendaraan tidak signifikan terhadap pendapatan pariwisata.  Hal ini disebabkan karena tidak semua lahan parkiran obyek wisata di Kabupaten Klaten dikelola oleh Pemerintah Derah. Dari 35 obyek wisata di Kabupaten Klaten hanya 17 lahan parkiran yang dikelola Pemerintah Daerah, dan 18 lahan parkir yang lain dikelola oleh pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat disekitar obyek wisata). Lahan parkir yang dikelola Pemerintah Daerah berada di dalam lokasi obyek wisata, dan lahan parkir yang dikelola  pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat sekitar obyek wisata) berada diluar areal obyek wisata. Sehingga Pendapatan Pariwisata yang berasal dari  tiket karcis parkir yang terjual pada obyek wisata tidak maksimal.

 

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Di Kabupaten Sragen  Tahun  2005 – 2010

impor gula Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Organik impor gula

Latar Belakang Skripsi 

Beras Organik adalah  beras yang dihasilkan melalui proses organis yang ditanam di tanah yang ramah lingkungan, 100% tidtesisak menggunakan pestisida kimia.  Penanamannya menggunakan pupuk kompos hijauan dan pemberantasan hama menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami.

Proses Organis itu sendiri akan dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Keunggulan Beras Organik  daripada  Beras Non Organik adalah memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes, baik untuk program diet, mencegah kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo. Cara penanamannya berbeda dengan beras non organik misalnya pengairan sawah tidak boleh dicampur dengan sawah yang

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah Harga Beras Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  2. Apakah Harga Beras Non Organik berpengaruh terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?
  3. Apakah Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap  permintaan beras organik di Kabupaten Sragen?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh harga beras organik, harga beras non organik, dan pendapatan perkapita terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen Tahun 2005-2010.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Harga beras organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  2. Harga beras non organik berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen
  3. Pendapatan Perkapita berpengaruh negatif terhadap permintaan beras organik di Kabupaten Sragen

Analisis Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Karanganyar Tahun 1996-2010

akun Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi Analisis  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi akun

Latar Belakang Skripsi 

Dalam teori ekonomi makro, dari sisi pengeluaran, pendapatan regional bruto  adalah penjumlahan dari berbagai variabel termasuk di dalamnya adalah investasi. Ada beberapa hal yang sebenarnya berpengaruh dalam soal investasi ini. Investasi sendiri dipengaruhi oleh investasi asing dan domestik. Investasi yang terjadi di daerah  terdiri dari investasi pemerintah dan investasi swasta dapat berasal dari investasi  pemerintah dan investasi swasta. Investasi dari sektor  swasta dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (asing). Investasi pemerintah dilakukan guna menyediakan barang publik. Besarnya investasi pemerintah dapat dihitung dari selisih antara total anggaran pemerintah dengan belanja rutinnya.

Selain investasi, maka tenaga kerja merupakan  suatu faktor yang mempengaruhi  output suatu daerah. Angkatan kerja yang besar akan terbentuk dari jumlah penduduk yang besar. Namun pertumbuhan penduduk dikhawatirkan akan menimbulkan efek  yang buruk terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Todaro  (2000) pertumbuhan  penduduk yang cepat mendorong timbulnya masalah keterbelakangan dan membuat prospek pembangunan menjadi semakin jauh. Selanjutnya dikatakan bahwa masalah kependudukan yang timbul bukan karena banyaknya jumlah anggota keluarga, melainkan karena mereka terkonsentrasi pada daerah perkotaan saja sebagai akibat dari cepatnya laju migrasi dari desa ke kota. Namun demikian jumlah penduduk yang  cukup dengan tingkat pendidtesisikan yang tinggi dan memiliki skill akan mampu  mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dari jumlah penduduk usia produktif yang besar maka akan mampu meningkatkan jumlah angkatan kerja yang tersedia dan pada  akhirnya akan mampu meningkatkan produksi output di suatu daerah.

Rumusan Masalah 

Pelaksanaan otonomi daerah dengan fokus pembangunan lebih diletakkan pada daerah Kabupaten/Kota maka sangat menarik untuk mengkaji faktor-faktor  apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Salah satu indikator yang digunakan adalah PDRB. Oleh karena itu untuk mengkaji pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Karanganyar  dapat diamati dari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di  Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka pertanyaan penelitian yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh realisasi  investasi  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  2. Bagaimana pengaruh realisasi  pendapatan asli daerah  terhadap  pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar ?
  3. Bagaimana pengaruh  tenaga  kerja  terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar?
  4. Bagaimana pengaruh  pengeluaran pemerintah  terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Investasi, PAD, Tenaga kerja, dan Pengeluaran Pemerintah  terhadap PDRB di Kabupaten Karanganyar pada tahun 1996-2010.

Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai  analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karanganyar pada periode 1996–2010, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pengujian secara bersama-sama terhadap variabel independen yaitu investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah berpengaruh secara signifikan  terhadap  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis pengujian secara bersama-sama investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti.
  2. Variabel  investasi berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis  pertama, yaitu  investasi berpengaruh signifikan positif terhadap  pertumbuhan ekonomi  periode 1996-2010 terbukti.
  3. Variabel  pendapatan asli daerah  berpengaruh secara signifikan positif terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis kedua, yaitu  pendapatan asli daerah  berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  4. Variabel  tenaga kerja  berpengaruh secara signifikan  negatif  terhadap variabel dependen  pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis ketiga, yaitu tenaga kerja  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap  pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  5. Variabel  pengeluaran pemerintah  berpengaruh secara signifikan  negatif terhadap variabel dependen pertumbuhan ekonomi. Jadi hipotesis keempat, yaitu  pengeluaran pemerintah  berpengaruh signifikan  negatif  terhadap pertumbuhan ekonomi periode 1996-2010 terbukti.
  6. Besarnya  adjusted R2  pada hasil estimasi model  pertumbuhan ekonomi adalah  sebesar  0,951878. Hal ini berarti bahwa 95 %  perubahan nilai pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karanganyar  secara bersama-sama mampu dijelaskan oleh variabel independen yang digunakan dalam model, yaitu  investasi, pendapatan asli daerah, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah. Sedangkan sisanya sebesar 5 % dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
Incoming search terms: