Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Di Surakarta

coffe shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Coffee Shop coffe shop

Latar Belakang Skripsi 

Ditengah sektor ekonomi yang lesu karena imbas dari krisis ekonomi yang menyebabkan ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan penyediaan lapangan kerja yang tidtesisak memadai, sehingga timbul banyaknya permasalahan pengangguran yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut terjadi karena banyak perusahaan yang tidak mempertahankan usahanya yang berakibat berkurangnya lapangan pekerjaan. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia dewasa ini memang merupakan permasalahan yang cukup rumit.

Hal ini terjadi karena lapangan kerja formal tidak mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada akibat makin kuatnya proses modernisasi yang bergerak bias menuju sifat – sifat yang dualistis, masalah ini ditambah lagi dengan kemampuan para angkatan kerja yang kebanyakan mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang relatif rendah, sedangkan di sisi lain lapangan kerja formal menuntut pengetahuan dan kemampuan teknis yang relatif tinggi.  Kondisi ini menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dan berbagai macam penyakit sosial lainnya. Para penganggur mempunyai beberapa ciri khas, yaitu banyak diantaranya yang berumur relatif muda dan belum kawin, berpendidikan sekolah lanjutan, dan berinspirasi bekerja di sektor formal dengan gaji dan pekerjaan yang relatif tetap (Manning dan Effendi, 1991:1).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan penelitian iniadalah:

1.  Adakah pengaruh modal terhadap keuntungan coffee shop?

2.  Adakah pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan coffee shop?

3.  Adakah pengaruh jam kerja terhadap keuntungan coffee shop?

4.  Adakah pengaruh fasilitas terhadap keuntungan coffee shop?

5.  Adakah pengaruh promosi terhadap keuntungan coffee shop?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, jam kerja, fasilitas dan promosi terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan kuesioner. Penelitian ini mengambil seluruh populasi coffee shop di Surakarta yaitu berjumlah 21  coffee shop. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dan uji statistik.

Kesimpulan

1.  Variabel modal secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Penambahan modal menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap besarnya keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa modal mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti.

2.  Variabel jumlah tenaga kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan jumlah tenaga kerja akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti.

3.  Variabel jam kerja secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta. Terjadi perbedaan teori dan kenyataan yang sebenarnya pada  coffee shop di Surakarta. Jam kerja meningkat atau menurun menurut penulis tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penurunan atau peningkatan keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa jam kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta tidak terbukti

4.  Variabel fasilitas secara parsial dengan tingkat signifikansi 5% didalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keuntungan  coffee shop di Surakarta. Baik pada teori maupun kenyataan yang sebenarnya pada coffee shop di Surakarta fasilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap keuntungan. Penambahan fasilitas akan menyebabkan kenaikan pada besarnya keuntungan  coffee shop  tersebut. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa fasilitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap keuntungan coffee shop di Surakarta terbukti

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Percetakan Di Kota Surakarta Tahun 2010

modal-ventura Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Industri modal ventura

Latar Belakang Skripsi 

Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidtesisup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita  dicapai melalui pembangunan ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi disamping untuk menaikkan pendapatan nasional riil juga untuk meningkatkan produktivitas.

Kegiatan pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan kegiatan produksi, dimana untuk memproduksi dibutuhkan input. Atas dasar teknologi tertentu, akan mempengaruhi berapa jumlah input yang diperlukan seirama dengan dinamika pembangunan yang sedang berjalan. Sementara kita dihadapkan pada tatanan kehidupan perekonomian yang mengarah pada situasi global dimana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat dan kuat. Pembangunan harus dapat dinikmati seluruh masyarakat sebagai peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Untuk menyelenggarakan pembangunan ekonomi, yang terutama akan dilaksanakan dengan industrialisasi. Proses industrialisasi dan pembangunan industri sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih berkualitas.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti telah diungkapkan di atas, perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah:

1.  Seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor produksi  seperti modal, tenaga kerja dan bahan baku dalam proses produksi pada industri percetakan di Kota Surakarta?

2.  Bagaimana efisiensi ekonomi industri percetakan di Kota Surakarta?

3.  Pada skala produksi manakah industri  percetakan di Kota Surakarta melaksanakan usahanya, apakah dalam keadaan  increasing return to scale, decreasing return to scale atau constant return to scale ?

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini diadakan degan tujuan yaitu ingin mngetahui bagaimana besar pengaruh faktor-faktor produksi terhadap industri percetakan,efisiensi ekonominyak,serta skala apa yang digunakan industri percetakan untuk melaksanakan usahanya.

Kesimpulan

Kesimpulan dan saran  ini merupakan dari penelitian mengenai “Analisis  Industri  Percetakan di Kota Surakarta”.  Kesimpulan dan saran diuraikan sebagai berikut :

1.  Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa modal, bahan baku, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi industri percetakan di Kota Surakarta. Hal ini berarti, jika modal, bahan baku, dan tenaga kerja mengalami peningkatan, maka produksi industri percetakan di Kota Surakarta juga akan mengalami peningkatan yang signifikan.

2.  Hasil analisis efisiensi bahwa nilai MPP variabel X adalah  16189  lebih besar dari nilai APP adalah 0,11657 yang berarti penggunaan input pada produksi industri percetakan di Kota Surakarta adalah belum efisien.

3.  Skala produksi  terhadap hasil menunjukkan angka 2,029120  hal ini menunjukkan skala hasil yang meningkat atau Increasing Return to Scale (b1+b2+b3 > 1). Jadi apabila faktor produksi ditambah jumlahnya, maka akan terjadi penambahan nilai produksi yang menguntungkan atau industri  percetakan Kota  Surakarta  akan mengalami  peningkatan yang signifikan

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar Di Indonesia  Periode 1985 – 2005

peredaran uang Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah  Uang Beredar peredaran uang

Latar Belakang Skripsi 

Pada saat krisis terjadinya peningkatan jumlah uang yang cukup pesat, peningkatan keinginan masyarakat untuk memegang uang tunai disebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap system perbankan yang ada dengan terjadinya  rush  (pengambilan uang besar-besaran secara serentak oleh masyarakat) diberbagai bank diseluruh Indonesia, sedangkan kenaikan M2 terjadi  karena peningkatan uang kuasi yang terdiri dari simpanan rupiah dan simpanan valuta asing (Darmansyah : 2005).

Seperti yang dikatakan oleh Keynes (Nopirin : 1992; 117) dimana permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung dari pendapatan. Makin  tinggi pendapatan, makin besar keinginan akan uang kas untuk transaksi. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi yang lebih banyak dibandingkan seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah. Penduduk yang tinggal di kota besar cenderung melakukan transaksi lebih besar dibanding penduduk yang tinggal di kota kecil (atau pedesaan).

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :

1.  Bagaimana pengaruh Produk Domestik Bruto terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

2.  Bagaimanan pengaruh kurs terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

3.  Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

4.  Variabel apa yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap jumlah uang beredar di indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variabel Produk Domestik Bruto riil yang mewakili pendapatan nasional, suku bunga,  kurs Dollar terhadap Rupiah terhadap  Jumlah  Uang  Beredar M2 yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu tahun 1985  sampai 2005 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS).

 Simpulan 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variabel Produk Domestik Bruto riil yang mewakili pendapatan nasional, suku bunga,  kurs Dollar terhadap Rupiah terhadap  Jumlah  Uang  Beredar M2 yang terjadi di Indonesia pada kurun waktu tahun 1985  sampai 2005 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS), dari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1.  Produk Domestik Bruto (PDB) mempunyai  pengaruh yang positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia nilai koefisien sebesar  0.168556, yang berarti jika PDB naik 1 rupiah   maka jumlah uang beredar naik sebesar  0.168556 rupiah..

2.  Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Koefisien elastisitas SBI sebesar  -9467.846 menujukkan bahwa jika SBI dinaikan 1%, maka jumlah uang beredar turun sebesar -9467.846 rupiah.

3.  Kurs mempunyai pengaruih yang positif terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Nilai koefisien elastisitas  Kurs rupiah sebesar  108.8398 yang berarti jika kurs rupiah naik maka akan berakibat naiknya jumlah beredar sebesar  108.8398 rupiah.

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Tahun 2003-2010

properti Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi properti

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses multidtesisimensional yang menyangkut reorganisasi dan reorientasi sistem ekonomi serta sosial secara keseluruhan. Di  samping untuk meningkatkan suatu pendapatan dan output, pembangunan juga menyangkut perubahan dalam struktur kelembagaan, struktur  sosial, administrasi, perubahan sikap, adat serta kepercayaan (Todaro 2000:20).

Investasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam tahap pembangunan  yang pada akhirnya dapat meningkatkan  pertumbuhan ekonomi. Upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomiannya  dengan mendorong investasi melaui modal yang masuk dari berbagai pihak. Investasi merupakan penempatan dana di masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang (Tandelilin, 2001: 3).  UnRegiste

Perumusan Masalah

Untuk memberikan pedoman yang jelas dalam arah penelitian dari latar belakang yang diuraikan, maka beberapa masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi, Produk Domestik Regional Bruto dan pertumbuhan jumlah penduduk  terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

2. Berapa besar pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap investasi sektor properti kabupaten Sukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa faktor penentu  investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Variabel yang diteliti adalah  inflasi,  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut mengingat bahwa  investasi sektor properti  peranan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Sukoharjo. Data sekunder dari Bank Indonesia dan instansi-instansi lain yang terkait, dikumpulkan dan  dianalisis dengan regresi  semi log.  Untuk ketepatan analisis selanjutnya dilakukan  uji asumsi klasik  (uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi), dan uji statistik  (uji t, uji F, koefisien determinasi).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka akan disajikan beberapa kesimpulan. Adapun kesimpulan dari penelitian mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti kabupaten sukoharjo tahun 2003-2010 adalah sebagai berikut:

1.  Perkembangan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo  yang fluktuatif karena pernah mengalami penurunan di tahun 2004 kemudian setelah itu mengalami kenaikan terus menerus dan tahun 2010 yang paling besar yaitu  86.476  juta. Kenaikan  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo yang signifikan menunjukkan perkembangan dan kesempatan bagi masyarakat untuk menanamkan modalnya di sektor properti. Penelitian kali ini variabel investasi sektor properti di Kota Surakarta direpresentasikan melalui posisi kredit Rupiah dan valuta asing bank umum dan BPR menurut sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.

2.  Berdasarkan hasil analisis regresi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo tahun 2003-2010, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a.  Pengaruh  Inflasi Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi ditunjukkan bahwa variabel inflasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Tidak sesuai dengan hipotesis pertama yang menyatakan tentang adanya pengaruh inflasi yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo tidak sesuai dengan hasil estimasi atau regresi yang diperoleh disebabkan oleh harga akan tanah yang ditentukan oleh pemilik itu sendiri sehingga inflasi tidak terlalu berpengaruh.

b.  Pengaruh  PDRB Kabupaten Sukoharjo  terhadap  Investasi  Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo  Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel PDRB mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo.  Hal ini sesuai dengan hipotesis yang kedua menyatakan tentang adanya pengaruh PDRB yang signifikan dan positif terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.  Perkembangan investasi sektor properti yang maju pesat di tunjang dengan daerah yang masih terdapat area untuk mendirikan bangunan.

c.  Pengaruh  Pertumbuhan Jumlah Penduduk Kabupten Sukoharjo Terhadap Investasi Sektor Properti Kabupaten Sukoharjo Hasil estimasi atau regresi menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan jumlah penduduk tidak mempunyai pengaruh yang signifikan  pada derajat signifikansi 5% terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang ketiga menyatakan tentang adanya pengaruh pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan terhadap investasi sektor poperti di Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan hasil estimasi menggunakan model  regresi  untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  investasi sektor properti Kabupaten Sukoharjo, hanya variabel PDRB saja yang memiliki pengaruh terhadap investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo dibandingkan dengan variabel-variabel independen lainnya, dimana setiap perubahan yang terjadi pada PDRB sebesar 1% maka akan menyebabkan perubahan investasi sektor properti di Kabupaten Sukoharjo sebesar 7,838507%.

Incoming search terms:

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek

Skripsi Ekonomi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse  Buying Pada Merek Super T-Shirt (Studi pada Pengunjung Matahari Department Store Singosaren )

merek Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impulse Buying Merek merek

Latar Belakang Skripsi 

Saat ini perkembangan bisnis retail di Indonesia sangat pesat. Hal tersebut berawal dari keberadaan pasar tradisional yang mulai tergeser oleh munculnya berbagai jenis pasar modern, sehingga berbagai macam pusat perbelanjaan eceran bermunculan dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.

Beberapa contoh bentuk pusat perbelanjaan modern misalnya  mall, upermarket, department store, shopping center, dan hypermarket. Salah satu usaha yang telah berkembang pesat saat ini adalah usaha ritel dalam bentuk department store. Dengan semakin banyaknya  department store  yang ada, maka diperlukan strategi yang jitu untuk menarik para konsumen.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.  Apakah terdapat pengaruh shopping lifestyle terhadap impulse buying?

2.  Apakah terdapat pengaruh fashion involvement terhadap impulse buying?

3.  Apakah terdapat pengaruh pre-decision stage terhadap impulse buying?

4.  Apakah terdapat pengaruh post-decision stage terhadap impulse buying?

5.  Apakah terdapat pengaruh  shopping lifestyle,  fashion involvement,  pre-decision stage, dan  post-decision stage  secara bersama-sama terhadap impulse buying?

Tujuan Penelitian 

Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh dari shopping lifestyle, fashion involvement, pre-decision stage, dan  post-decision stage  terhadap  impulse buying  baik secara parsial maupun simultan.

Kesimpulan 

Berdasarkan hasil analisis data pada bab sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1.  Hasil pengujian uji t atau uji parameter penduga (uji pengaruh secara parsial) diperoleh hasil: Variabel  shopping  lifestyle  dan  fashion involvement  tidtesisak  berpengaruh terhadap  impulse buying, sedangkan variabel  pre-decision stage  dan post-decision stage berpengaruh signifikan terhadap impulse buying.

2.  Dari uji secara simultan diperoleh hasil bahwa  variabel  shopping lifestyle, fashion involvement, pre-decision stage, dan  post-decision stage  secara bersama-sama atau serentak berpengaruh signifikan terhadap variabel impulse buying.