Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu?

Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu? Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu? tesisMasalah antara judul skripsi dengan masalah tidtesisak seperti pertanyaan “manakah yang lebih dahulu antara telur dan ayam”.

Sering kali mahasiswa ngotot untuk lebih dahulu mencari judul yang baik dan ideal menurut dia. Padahal awal mula dari suatu penelitian adalah dimulai dari adanya suatu masalah. Ceritanya adalah seperti ini.

Suatu penelitian di awali dengan adanya suatu masalah. Jika tidak ada masalah, biasanya tidak perlu dilakukan penelitian. Masalah inilah yang akan diselesaikan untuk dicarikan solusinya dengan melakukan penelitian. Dengan demikian dapat dibuat runtutan sebagai sebagai berikut :

MASALAH => PENELITIAN => SOLUSI

Namun demikian masalah seperti apakah yang layak untuk diteliti? Apakah setiap masalah layak untuk dilanjutkan menjadi suatu penelitian? Tentu saja tidak. Sebagai contoh seperti ini. Di dalam perusahaan multinasional, terdapat banyak sekali masalah, misal :

– Karyawan A dari divisi B yang sering datang terlambat.
– Hasil produksi terkadang cacat sehingga tidak layak dijual dan mengakibatkan beban bagi perusahaan.
– Adanya konflik antara pihak manajemen dengan beberapa karyawan
– Munculnya konflik personal antara 1 karyawan dengan karyawan yang lain
– Munculnya miss communication antara divisi produksi dengan divisi pemasaran
– Budaya organisasi yang perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
– Dan lain sebagainya

Tentu saja tidak mungkin kita akan meneliti semuanya dalam satu skripsi. Alasannya adalah tidak semua masalah bersifat strategis dan penting untuk segera diselesaikan. Masalah yang akan diteliti dalam suatu penulisan tugas akhir skripsi hendaknya bersifat strategis bagi perusahaan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan dari penulisan skripsi mampu memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Selain itu masalah yang diteliti dalam satu skripsi harus bersifat fokus dan memiliki keterkaitan antara satu variabel dengan satu variabel yang lain. Dengan demikian, jika suatu masalah tidak berkaitan sama sekali dengan fokus utama penelitian biasanya akan diabaikan.

Setelah masalah ditemukan, maka dibuat suatu rumusan masalah. Rumusan masalah ini memuat beberapa masalah yang akan dibahas di dalam skripsi dan dibuat dalam bentuk kalimat tanya.

Setelah rumusan masalah terbentuk barulah dibuat judul yang mampu mempresentasikan rumusan masalah yang akan dibuat. Dengan demikian, urutannya adalah :

Masalah (ada gap antara harapan dan kenyataan riil) => rumusan masalah => judul penelitian yang mampu mempresentasikan rumusan masalah

Saran dan masukan sangat berguna bagi pengembangan penulisan ini dikemudian hari. Shalam

Incoming search terms:

Satu pemikiran pada “Antara Judul Skripsi dan Masalah, Manakah yang Lebih Dahulu?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *