Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi

Skripsi Ekonomi~ Analisis faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Industri Kecil Konveksi Di Satriyan Desa Bulurejo  Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten

perusahaan konveksi Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi perusahaan konveksi

Latar Belakang Skripsi 

Pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut perlu mempersiapkan secara khusus kondisi perekonomian domestik yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi guna menghadapi era globalisasi perdagangan. Perhatian secara khusus ini perlu diberikan kepada struktur industri dalam negeri, hal ini dikarenakan adanya ketidtesisakseimbangan antara komposisi industri besar, menengah, dan kecil.

Strategi Pemerintah melalui percepatan pembangunan ekonomi industrialisasimenimbulkan terjadinya transformasi struktural, perkembangan dan pertumbuhan secara sektoral  mengalami pergeseran. Sektor pertanian yang awalnya merupakan sektor primer yang mempuyai kontribusi  besar perlahan-lahan mulai bergeser seiring dengan berkembang pesatnya industrialisasi yang didukung oleh kebijakan dari pemerintah sehingga mempermudah masuknya investasi asing ke Indonesia yang meningkatkan sektor manufaktur.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh  modal,  upah tenaga  kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi terhadap jumlah produksi konveksi?
  2. Faktor produksi mana yang paling berpengaruh terhadap  jumlah produksi konveksi berdasarkan hasil estimasi?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prosuksi industri kecil konveksi di Satriyan Desa Bulurejo Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan beberapa teori produksi dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan produksi konveksi, maka variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi.

Kesimpulan 

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi produksi konveksi di Satriyan Bulurejo Juwiring Klaten yang meliputi modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya transportasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Modal dan Upah tenaga kerja penjahit berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi konveksi di Satriyan. Modal adalah faktor yang sangat penting bagi pengusaha konveksi, semakin banyak modal yang digunakan maka barang yang diproduksi akan semakin meningkat sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen. Pengupahan tenaga kerja penjahit dihitung berdasarkan jumlah (pcs) yang dijahit, maka dapat diartikan semakin banyak pakaian yang dijahit (produksi) semakin tinggi pula upah tenaga kerja penjahit.
  2. Pengalaman berusaha  dan  Biaya transportasi  tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi konveksi tetapi berpengaruh positif terhadap produksi konveksi. Lamanya pengalaman berusaha bagi para pengusaha industri kecil  konveksi  bertambah, maka akan memberi dampak pada semakin meningkatnya hasil produksi industri kecil  konveksi di Satriyan dan hasil ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara pengalaman berusaha dengan  produksi  industri konveksi. Pengalaman berusaha yang semakin lama akan semakin mengetahui karakter pasar dan perilaku konsumen. Semakin tinggi biaya transportasi, maka akan memberi dampak pada semakin meningkatnya hasil produksi industri kecil konveksi di Satriyan karena biaya transportasi lebih dilihat dari biaya pembelian bahan baku, marketing dan biaya distribusi barang ke konsumen.
  3. Secara bersama-sama modal,  upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha dan biaya transportasi sangat mempengaruhi produksi konveksi yang ditunjukkan dengan nilai  F-hitung (803,242) lebih besar daripada    F-tabel (4,44) sehingga hipotesis terbukti. Dari hasil pengujian koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,989 artinya, 98,9% variasi produksi konveksi dapat diterangkan oleh variabel modal, upah tenaga kerja penjahit, pengalaman berusaha, dan biaya tranportasi. Sementara sisanya 1,1% dijelaskan oleh variabel bebas lain yang tidak dijelaskan dalam model yang digunakan. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat, terbukti dengan nilai R sebesar 0,995.
  4. Uji validasi asumsi klasik yang telah dilakukan dalam rangka memenuhi kriteria model, BLUE (best, linier, unbiased and estimated) dapat disimpulkan bahwa model ini telah terhindar dari gejala multikolinieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.
  5. Dari hasil penelitian, diketahui penggunaan faktor produksi yang paling berpengaruh adalah  Modal,    ditunjukkan dengan nilai  estimasi  sebesar 0,822.
Incoming search terms:

Satu pemikiran pada “Analisis Produksi Industri Kecil Konveksi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *