Analisis Produk Private Label Matahari DS

Skripsi Ekonomi~ Analisis Brand Retrieval, Brand Recall, Dan Sikap Konsumen Terhadap Produk Private Label Matahari Department Store (Studi Pada Anggota MCC Matahari Department Store Johar Plaza Jember)

departemen store Analisis Produk Private Label Matahari DS Analisis Produk Private Label Matahari DS departemen store

Latar Belakang Skripsi 

Pengusaha pengecer (retailer) mencari perusahaan yang memiliki kelebihan kapasitas dan belum terpakai secara optimal, yang mau memproduksi produk  private label  dengan biaya rendah.  Itu berarti pemilik  private label bisa menjual produknya dengan harga yang lebih rendah (dibanding produk merek nasional) sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.  Pemilik private label bisa mengembangkan merek toko yang kuat yang akan menarik perhatian banyak orang untuk datang ke toko mereka (Philip Kotler, 1994; p.449).

Faktor tersebut diatas didtesisukung dengan fakta di Indonesia bahwa saat ini telah terjadi kecenderungan bahwa sebagian besar konsumen sudah semakin kritis terhadap produk. Dalam tahun-tahun yang lalu, konsumen melihat merek-merek dalam suatu kategori sebagai suatu  tangga merek  (brand ladder), dengan merek favorit berada di puncak dan merek-merek lain di bawahnya sesuai preferensi. Sekarang konsumen cenderung memilih produk yang memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas baik. Konsumen sudah tidak lagi mengutamakan produk bermerek yang menunjang gengsi dan prestise mereka, tetapi lebih mementingkan fungsi suatu produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Gejala tersebut menunjukkan banyak produk yang kekuatannya sudah mapan mulai ditinggalkan pelanggannya dan beralih ke produk dengan merek-merek pengikut yang memiliki kualitas dan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan merek-merek terkenal (pioneer brand).

Perumusan Masalah

Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi masalah yang akan dibahas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu:

  1. Seberapa besarkah brand retrieval anggota Matahari Club Card terhadap produk private label Matahari Department Store ( NEVADA )?
  2. Apakah anggota MCC dapat mem-brand recall produk  private label Matahari Department Store?
  3. Bagaimanakah sikap anggota MCC terhadap atribut produk private label Matahari Department Store dibandingkan dengan produk bermerek nasional?

 Kesimpulan

Pada bagian ini akan diuraikan beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data, dan juga saran-saran yang dianggap peneliti dapat bermanfaat bagi pihak-pihak tertentu.

  • Brand Retrieval

Dari hasil analisis persentase pada produk pakaian jadi diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa merek private label (NEVADA :63%) memiliki  brand retrieval yang lebih tinggi dari pada merek-merek produsen (WALRUS :23% dan OSELLA :14%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  brand retrieval untuk  private label masih lebih tinggi dibandingkan produk merek produsen.

  • Brand Recall

Berdasarkan analisis persentase diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa tidak semua responden dapat mem-brand recall merek  private label dan merek produsen. Untuk produk pakaian jadi terdapat 38% dari total responden yang dapat mengidentifikasikan produk mana yang merupakan private label, sementara 45% lainnya tidak tahu merek mana yang merupakan  private label. Dan 17% sisanya salah mengidentifikasikan merek lain, terdiri dari 10% memilih Walrus dan 7% memilih Osella. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari responden yang merupakan anggota Matahari Club Card tidak mengetahui merek Nevada merupakan produk private label Matahari Department Store.

  • Sikap

Konsumen Secara Keseluruhan Berdasarkan analisis  Fishbein Attitude Model, dapat disimpulkan bahwa pelanggan (anggota MCC) memiliki sikap yang cukup positif terhadap atribut-atribut produk  private label Matahari Department Store (NEVADA) dan  merek produsen (WALRUS). Hal tersebut menunjukan bahwa pelanggan cukup yakin bahwa secara umum kedua merek tersebut memiliki atribut-atribut seperti :

  1. Penentuan harga yang sesuai dengan kualitas produk.
  2. Cara pengemasan yang cukup menarik.
  3. Pemilihan nama merek yang mudah diingat
  4. Iklan produk yang mudah dijumpai di media masa.
  5. Pemilihan bahan yang sesuai dengan iklim tropis.
  6. Pilihan warna yang cukup bervariasi.
  7. Penempakan bahan yang sesuai dengan standar produk pakaian jadi pada umumnya.
  • Sikap Konsumen per Atribut

Dengan melihat hasil analisis Fishbein Attitude Model maka dapat disimpulkan bahwa untuk atribut yang tergolong intrinsic cues, produk private label (NEVADA) memiliki penilaian sikap yang lebih positif dibandingkan dengan produk merek produsen (WALRUS), sedangkan untuk variabel  extrinsic cues  atribut iklan mendapatkan penilaian cukup negatif dan sebaliknya produk WALRUS mendapatkan sikap positif dari anggota MCC.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *