Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan, Profitabilitas, Dan Leverage Terhadap Kualitas Laba Sebelum, Selama, Dan Setelah Krisis Moneter

Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan, Profitabilitas, Dan Leverage Terhadap Kualitas Laba Sebelum, Selama, Dan Setelah Krisis Moneter

Latar Belakang Masalah 

Perusahaan publik yang sebagian sahamnya dimiliki oleh masyarakat, harus mempublikasikan laporan keuangan sebagai sumber informasi penting bagi pemegang saham khususnya dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholders) pada umumnya. Salah satu informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan adalah informasi mengenai laba perusahaan. Informasi laba sebagaimana dinyatakan dalam Statement of Financial Accounting Consepts (SFAC) Nomor 2 merupakan unsur utama dalam laporan keuangan dan sangat penting bagi pihak-pihak yang menggunakannya karena memiliki nilai prediktif (FASB, 1980).

Menurut PSAK Nomor 1 informasi laba diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumberdaya ekonomis yang mungkin dapat dikendalikan di masa depan, menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada, dan untuk perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya (IAI, 2004). Bagi pemilik saham atau investor, laba berarti peningkatan nilai ekonomis (wealth) yang akan diterima, melalui pembagian dividtesisen. Laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan selama periode tertentu yang pada umumnya menjadi perhatian pihak-pihak tertentu terutama dalam menaksir kinerja atas pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka, serta dapat dipergunakan untuk memperkirakan prospeknya di masa depan.

Rumusan Masalah

  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba sebelum krisis moneter?
  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba selama krisis moneter?
  • Apakah ada pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, profitabilitas, dan leverage terhadap kualitas laba setelah krisis moneter?
  • Apakah ada perbedaan kualitas laba antara periode sebelum krisis moneter, periode selama krisis moneter, dan periode setelah krisis krisis moneter?

Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan :

  • Analisis dekstriptif,
  • Pengujian Asumsi Klasik dan
  • Pengujian Hipotesis,

Berdasarkan hasil analisis varian yang disajikan dalam tabel 18 tampak bahwa rata-rata ERC pada periode sebelum, selama dan setelah krisis masing-masing adalah 0,02676; 0,00026 dan 0,01489.

Perbedaan nilai rata-rata ERC tersebut memiliki nilai statistik  F=6,143 dengan p=0,002. Pada tingkat signifikansi ?=0,05 maka nilai statistik F tersebut signifikan.  Kesimpulan dari hasil analisis varian ini adalah, rata-rata ERC pada periode sebelum, selama dan setelah krisis berbeda secara signifikan. Berdasarkan nilai rata-rata ERC-nya, maka dapat disimpulkan pula bahwa ERC tertinggi terjadi pada periode setelah krisis.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ERC baik pada periode sebelum, selama maupun setelah krisis. Hasil penelitian ini mendukung temuan Chaney dan Jeter (1992), Siregar dan Utama (2005), Naimah dan Utama (2006), Setiawan,   et al. (2006). Informasi yang tersedia sepanjang tahun pada perusahaan besar memungkinkan pelaku pasar untuk menginterpretasikan informasi yang terdapat pada laporan keungan dengan lebih sempurna, sehingga dapat menurunkan ketidakpastian. Semakin banyak ketersediaan sumber informasi pada perusahaan-perusahaan besar, akan meningkatkan ERC dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *