Analisis Kinerja Dan Potensi Pajak

Skripsi EkonomiAnalisis Kinerja Dan Potensi Pajak Penerangan Jalan Di Kabupaten Karanganyar

konsumsi masyarakat Analisis Kinerja Dan Potensi Pajak Analisis Kinerja Dan Potensi Pajak konsumsi masyarakat

Latar Belakang Skripsi

Pertumbuhan  ekonomi daerah  yang  tinggi diharapkan dapat mempercepat kegiatan pembagunan yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidtesisup masyarakat. Peroses pelaksanaan pembangunan daerah yang bertujuan demi kesejahteraan masyarakat, akan tercapai apabila stabilitas nasional dapat berjalan berkelanjutan. Pembangunan daerah juga dimaksudkan untuk mendapat aspek pemerataan yang berfungsi mempersempit kesenjangan pendapatan dan mengurangi kemiskinan sehingga meningkatkan asas keadilan. Untuk itu melibatkan peran masyarakat dalam pembangunan  tentu sebuah keharusan, demi menciptakan keharmonisan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Peran pemerintah daerah ditingkatkan agar dalam pembiayaan pembangunan daerahnya tidak hanya tergantung  pada subsidi atau dana alokasi yang diberikan pemerintah pusat. Apabila hal itu terjadi maka secara tidak langsung Pemda telah membatasi pembangunan itu sendiri.

Pembiayaan yang dilakukan pemerintah tidak hanya didapat dari sektor-sektor unggulan ataupun dari pemberdayaan sektor swasta akan tetapi didapat pula dari pungutan yang dilakuan oleh pemerintah kepada masyarakat. Pungutan tersebut berupa retribusi atau pungutan yang dilakukan secara langsung dan masyarakat dapat secara langsung menerima hasilnya, dan pungutan lainya adalah berupa pajak daerah yang masyarakat tidak dapat secara langsung menikmati pemanfaatanya. Kebijaksanaan dibidang penerimaan daerah, berorientasi pada peningkatan kemampuan daerah untuk membiayai urusan rumah tangga daerah sendiri, diprioritaskan pada penggalian dan mobilisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah disamping dari hasil pajak dan bukan pajak.  Jenis pajak daerah  kabupaten atau kota yang  dipungut antara lain pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak penerangan jalan dan pajak parkir  dan pajak pengambilan bahan galian golongan C.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka perumusan masalah penelitian antara lain :

1. Bagaimana kondisi keuangan dilihat dari tingkat kontribusi  pajak penerangan jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2005-2009.

2. Bagaimana kinerja pajak penerangan jalan di Kabupaten Karanganyar jika dilihat  dari  rasio proporsi dan rasio pertumbuhan  dalam matrik kinerja pajak penerangan jalan pada tahun 2005-2009.

3. Bagaimana tingkat  potensi  pajak penerangan jalan di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2009.

Tujuan Penelitian 

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu ingin mengetahui bagaimana kondisi keuangan kontribusi pajak di daerah Kabupaten Karanganyar.

Kesimpulan

Berdasarkan perumusan masalah yang telah ditetapkan dalam penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka pada bab ini akan disajikan kesimpulan dan saran, antara lain sebagai berikut :

1. Kinerja Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Karanganyar

a. Kontribusi pajak penerangan jalan terhadap pendapatan asli daerah dari tahun ke tahun cenderung menurun dari tahun ke tahun.  Kontribusi terbesar pada tahun 2005 mencapai 35,43% selanjutnya pada tahun 2006 menurun menjadi 29,02%, pada tahun 2007 naik menjadi 31,17% dan tahun 2008 sebesar 31,46 dan kontribusinya kembali menurun pada tahun 2009 yang hanya sebesar 29,65%. Untuk analisis trend dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah penerimaan pajak penerimaan pajak penerangan jalan.

b. Kinerja pajak penerangan jalan pada tahun 2009 adalah potensial dengan tingkat pertumbuhan 0,20 dan proporsi 6,42. Dalam kurun waktu 5 tahun kinerja pajak penerangan jalan yang terburuk adalah tahun 2009. Karena pada tahun  2005-2008 kinerja pajak penerangan  jalan kinerjanya adalah prima. Pada tahun 2009 tidak hanya pajak penerangan jalan yang mengalami penurunan kinerja. Pos pajak lain dalam tahun tersebut kinerjanya adalah terbelakang hal tersebut dikarenakan tingkat proporsi dan pertumbuhan <  1. Penurunan  tersebut dikarenakan penerimaan pedapatan tahun ini lebih kecil daripada tahun sebelumnya.

c. Pajak penerangan jalan berdasarkan  collection ratio  pada tahun 2005 sebesar 104,77%, tahun 2006 sebesar 101,26%, 2007 sebesar 115,73% dan 2008 sebesar 113,18%  artinya sangat efektif pada tahun 2009 sebesar 99,09% tidak efektif, artinya berdasarkan raiso pengumpulan  dari 2005-2008 pajak penerangan jalan telah mencapai target yang ditetapkan karena > 100%. Sedangkan pada tahun 2009 menurun < 100% artinya penerimaan pajak tersebut tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan.

d. Rasio pertumbuhan pajak penerangan  jalan pada tahun 2005 sebesar 0,13, tahun 2006 sebesar 0,09, tahun 2007 sebesar 0,33, tahun 2008 sebesar 0,14 dan pada tahun 2009 sebesar  -0,02. Selama kurun waktu 2005-2008, pertumbuhanya positif  artinya pendapatan yang diterima pada tahun tersebut lebih besar dari tahun  sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2009 pertumbuhan pajak penerangan jalan negatif artinya pandapatan pada tahun 2009 lebih kecil daripada tahun sebelumnya atau terjadi penurunan penerimaan pendapatan pajak penerangan jalan.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *