Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan  Pemerintah Daerah  (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah)

akun Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Analisis Faktor Keuangan Dan Faktor Lingkungan  Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan akun

Latar Belakang Skripsi

Pemberian otonomi kepada daerah memberi keleluasaan daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan agar kesejahteraan masyarakat semakin baik, mengembangkan kehidtesisupan demokrasi, keadilan, pemerataan dan pemeliharaan hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan daerah serta antardaerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Mardiasmo,2000Halim (2007) menjelaskan bahwa ciri utama suatu daerah yang mampu melaksanakan otonomi, yaitu (1) kemampuan keuangan daerah, artinya daerah harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahannya, dan (2) ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, agar pendapatan asli daerah (PAD) dapat menjadi bagian sumber keuangan terbesar sehingga peranan pemerintah daerah menjadi lebih besar.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.  Apakah  revenue berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

2.  Apakah  expenditure berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

3.  Apakah  real estate  berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

4.  Apakah  capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

5.  Apakah taxes berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

6.  Apakah grant berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

7.  Apakah  gross domestic product berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

8.  Apakah  employment berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keuangan dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kinerja keuangan (financial performance) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah  (LKPD) di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menguji pengaruh revenue, expenditure, pajak, real estate, grant, capital, GDP  (Gross Domestic Product),  dan employment sebagai variabel independen, terhadap kinerja keuangan sebagai variabel dependen.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2007.

Kesimpulan

Model analisis yang digunakan dapat menjelaskan sebesar 87 % tingkat kinerja keuangan pemerintah  daerah dipengaruhi oleh variabel independennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu revenue, expenditure dan employment. Dengan adanya  revenue yang cukup mengindikasikan bahwa pemerintah daerah mempunyai jumlah dana yang cukup untuk mendanai proses operasional dalam rangka penyediaan jasa pelayanan pada masyarakat sehingga dapat berpengaruh pada kinerja keuangan pemerintah daerah. Jumlah expenditure  yang mampu memberikan hasil yang maksimal untuk penyedian jasa pelayanan pada masyarakat dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sedangkan employment yang nilainya semakin besar juga semakin meningkatkan produktivitas perekonomian di wilayah provinsi Jawa Tengah.

Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah taxes, grant, dan real estate tidak berpengaruh pada kinerja pemerintah daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu menggunakan hasil penerimaan pajak dan grant secara efisien sehingga tidak mampu mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Selain itu, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melakukan pengakuan, pengukuran, penilaian serta penyajian real estate yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga jumlah real estate tersebut tidak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah. Hasil pengujian data juga mengindikasikan bahwa jumlah GDP tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bahwa pemerintah daerah belum bisa memberikan pelayanan publik yang optimal untuk keseluruhan masyarakat.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *