Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Tingkat Kemiskinan  (Studi Kasus 35 Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011)

kemiskinan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan kemiskinan

Latar Belakang Skripsi 

Dilihat dari sisi etimologis, “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya  berharta benda dan  serba kekurangan. Departemen Sosial dan Badan Pusat mendefinisikan kemiskinan dari perspektif kebutuhan dasar. Kemiskinan sebagai ketidtesisakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Lebih jauh disebutkan kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada dibawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non-makanan yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty treshold).

Jadi, seseorang dikatakan miskin jika pendapatannya berada di bawah Problematika kemiskinan terus menjadi masalah besar sepanjang sejarah sebagai sebuah negara. Dalam negara yang salah urus, tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan. Mengamati jumlah dan populasi di bawah garis kemiskinan penduduk miskin di Indonesia pada periode tahun 2010-2011 (Tabel 1.1) tingkat kemiskinan mengalami kecenderungan menurun. Berdasarkan laporan BPS, penduduk miskin tingkat nasional dalam periode 2010-2011 tingkat kemiskinan turun dimana pada tahun 2010 sekitar 13,33 persen dan pada tahun 2011 sekitar 12,49 persen. peristiwa seperti ini bisa menjadi tolak ukur bagi pemerintah, apakah realisasi dalam mengurangi kemiskinan berjalan dengan berkelanjutan atau tidak, walaupun fenomena tingkat kemiskinan setiap tahun menurun, pemerintah juga jangan merasa puas dengan hasil yang ada, tetapi berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan adalah penting, karena apabila harga barang-barang kebutuhan pokok naik di tahun mendatang maka akan terjadi inflasi dan berakibat kepada penduduk yang tergolong tidak miskin dengan penghasilan disekitar garis kemiskinan dan berakibat pergeseran posisi menjadi miskin. 

Rumusan Masalah

1.  Bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan secara parsial?

2.  Bagaimana pengaruh upah minimum kabupaten/kota terhadap tingkat kemiskinan secara parsial?

3.  Bagaimana pengaruh tingkat pengangguran terhadap kemiskinan secara parsial?

4.  Bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum kabupaten/kota dan tingkat pengangguran secara bersama-sama?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi (Upah Minimum Kabupaten/Kota  (U) dan tingkat pengangguran  (P)  tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Diduga secara parsial variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota  dan pengangguran berpengaruh secara signifikan terhadap  tingkat  kemiskinan  variabel Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu suatu penelitian  yang bertujuan  untuk memperoleh pembuktian dari sebuah hipotesis. Pengumpulan data  diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).  

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian terhadap Tingkat kemiskinan 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel pertumbuhan ekonomi tidak signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti .

2. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa upah minimum kabupaten/kota berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.

3. Dengan tingkat signifikasi 5 persen, variabel pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pengangguran berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.

4. Variabel Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Kabupaten/Kota dan pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, telah terbukti.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *