Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Di Kabupaten Klaten

pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pariwisata pariwisata

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mendukung pembangunan ekonomi adalah mengembangkan industri pariwisata. Industri pariwisata adalah salah satu potensi sumber daya yang cukup menjanjikan untuk sumber pendapatan daerah karena secara langsung maupun tidtesisak langsung akan menciptakan lapangan kerja yang cukup besar, selain itu baik tenaga kerja formal maupun informal sangat diperlukan untuk industri pariwisata. Disamping itu sektor pariwisata juga menciptakan tenaga kerja dibidang – bidang yang tidak langsung berhubungan dengan pariwisata, yang terpenting di bidang kontruksi bangunan dan jalan. Banyak bangunan yang didirikan  untuk hotel, rumah makan, toko- toko dan jalan – jalan harus dibuat dan ditingkatkan kondisinya.

Pariwisata merupakan merupakan suatu industri yang komplek dimana kegiatanya merupakan kumpulan dari berbagai macam industri yang secara bersama-sama menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Hal ini berarti pengembangan sektor pariwisata dapat menggerakkan dan memicu pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainya dengan jangkauan yang sangat luas dimana tenaga kerja akan terserap dalam kegiatan pariwisata baik sebagai tenaga kerja maupun yang bekerja disektor pendukung dibidang pariwisata. Dengan demikian dikatakan bahwa industri pariwisata dapat memajukan dan memeratakan tingkat perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan diharapkan dapat menciptakan tingkat kesejahteraan sehingga pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah akan berjalan dengan lancar.

Perumusan Masalah

Perkembangan pendapatan pariwisata tidaklah serta merta, banyak faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi dalam proses perkembangan sektor tersebut, seperti tertera sebelumnya beberapa aspek yang mencakup berbagai koordinasi dan fasilitasi di dalam sektor industri pariwisata ini adalah jumlah wisatawan, arus kendaraan ke lokasi obyek wisata dan tingkat hunian  kamar hotel- hotel di Kabupaten Klaten.

Dengan latar belakang permasalahan diatas maka dapat diambil suatu perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, tingkat hunian kamar terhadap pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dalam penelitian ini terkait dengan hal diatas, yaitu untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah wisatawan, arus kendaraan, dan tingkat hunian kamar hotel terhadap Pendapatan Pariwisata di Kabupaten Klaten.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis serta pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)  Pengaruh Wisatawan terhadap Pendapatan Pariwisata

Koefisien elastisitas variabel wisatawan sebesar  1,186938 mempunyai hubungan positif yang sesuai dengan hipotesis, artinya bila laju wisatawan naik sebesar 1% maka dalam pendapatan pariwisata akan naik sebesar 1,186938 %, dan sebaliknya. Taraf signifikansi wisatawan sebesar 0,0000 dapat dikatakan intepretasi variabel ini sangat meyakinkan karena dari 10.000 kali percobaan yang dilakukan relatif tidak terdapat kesalahan yang terjadi. Jelas sekali bahwa wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata akan dikenakan tiket masuk yang pada akhirnya masuk dalam pendapatan pariwisata. Secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan dari pendapatan pariwisata di Kabupaten Klaten. Variabel jumlah wisatawan signifikan 5 % terhadap pendapatan pariwisata di Kabupaten  Klaten  selama kurun waktu tahun 1997 sampai dengan 2007.

2)  Pengaruh Arus Kendaraan terhadap Pendapatan Pariwisata Koefisien elastisitas variabel jumlah arus kendaraan mempunyai tanda negatif dan tidak berpengaruh secara nyata pada tingkat keyakinan  a= 5%, ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa arus kendaraan mempunyai pengaruh yang positif terhadap pendapatan pariwisata. Variabel arus kendaraan yang didasarkan pada setiap kendaraan bermotor yang masuk ke obyek wisata baik itu roda dua ataupun roda empat , dihitung berdasarkan tiket karcis parkir di obyek wisata. Seharusnya berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan pariwisata. Karena setiap karcis yang terjual hasilnya secara langsung disetorkan kepada dinas pariwisata dan diakumulasikan juga dalam pendapatan pariwisata. Dapat dilihat dari hasil estimasi bahwa variabel arus kendaraan tidak signifikan terhadap pendapatan pariwisata.  Hal ini disebabkan karena tidak semua lahan parkiran obyek wisata di Kabupaten Klaten dikelola oleh Pemerintah Derah. Dari 35 obyek wisata di Kabupaten Klaten hanya 17 lahan parkiran yang dikelola Pemerintah Daerah, dan 18 lahan parkir yang lain dikelola oleh pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat disekitar obyek wisata). Lahan parkir yang dikelola Pemerintah Daerah berada di dalam lokasi obyek wisata, dan lahan parkir yang dikelola  pihak swasta dan pihak ketiga (masyarakat sekitar obyek wisata) berada diluar areal obyek wisata. Sehingga Pendapatan Pariwisata yang berasal dari  tiket karcis parkir yang terjual pada obyek wisata tidak maksimal.

 

 

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *