Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2007

konsumsi masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat konsumsi masyarakat

Latar Belakang Skripsi 

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besarnya Pendapatan Nasional yang maknanya bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga akan naik secara profesional bila terjadi peningkatan pendapatan nasional . Kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut selalu lebih kecil dari kenaikan pendapatan. Besarnya kenaikan pengeluaran konsumsi itu tergantung dari hasrat keinginan masyarakat tersebut dalam berbagai konsumsi yang disebut Propensity to consume. (Guritno, 1984:19).

Menurut Friedman dan Modigliani, bahwa setiap individtesisu akan memperolah kepuasan yang lebih tinggi apabila mereka dapat mempertahankan pola konsumsi yang stabil daripada kalau harus mengalami kenaikan dan penurunan dalam konsumsi mereka. Tetapi Modigliani melanjutkan dengan menyatakan bahwa orang akan berusaha menstabilkan tingkat konsumsi mereka sepanjang hidupnya dan juga menganggap penting peranan  kekayaan atau asset sebagai penentu tingkah laku konsumsi.

Perumusan Masalah

1.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

2.Apakah variabel tingkat suku bunga riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007 ?

3.Apakah variabel tingkat inflasi berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007  ?

4.Apakah variabel  jumlah pendapatan riil, suku bunga riil dan inflasi bersama ­sama berpengaruh  terhadap tingkat konsumsi masyarakat  di jawa tengah pada tahun 2003 ­ 2007   ?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di Jawa Tengah pada tahun 2003-2007.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian secara empiris dalam penelitian ini, maka disajikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengaruh Pendapatan Riil Terhadap Konsumsi Riil Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.  Pada persamaan konsumsi riil masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara Pendapatan riil dengan konsumsi riil ternyata terbukti kebenarannya.  Pendekatan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Pendapatan riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5% ,yaitu pada tingkat koefisien sebesar 0.068135, yang berarti pendapatan riil masyarakat menyumbang perubahan atau kenaikan konsumsi riil sebesar 0,068%  Hasil ini juga mendukung temuan tiga penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pendapat ini didukung dengan bukti bahwa pendapatan riil berpengaruh signifikan terhadap variabel konsumsi Indonesia dan wilayah eks­Karesidenan Surakarta.

2.Pengaruh Tingkat Suku Bunga Riil Terhadap Konsumsi Rill Masyarakat Pada persamaan konsumsi masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Suku Bunga dengan konsumsi ternyata terbukti kebenarannya.

Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Tingkat Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi riil pada derajat signifikansi 5%, dengan tingkat koefisien sebesar 0,00000037 Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung masih menghiraukan suku bunga tabungan yang ditawarkan perbankan. Suku bunga tabungan selama periode penelitian cenderung naik, jadi nasabah akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang ditawarkan karena inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga masih efektif dalam meningkatkan konsumsi.

3.Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Konsumsi Masyarakat. Pada persamaan simpanan masyarakat di perbankan, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Inflasi dengan konsumsi ternyata tidak sesuai. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil, yakni Tingkat Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tidak menghiraukan inflasi yang terjadi dalam hal menabung. Secara umum ini dapat berarti bahwa masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih fokus pada nilai nominal uang dibandingkan dengan nilai riilnya. Hasil tidak signifikan dapat disebabkan oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah, baik berupa potongan harga/ harga subsidi maupun bantuaan langsung berupa uang (BLT), juga telah tersedianya barang substitusi yang lebih hemat.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *