Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas

Skripsi Ekonomi ~ Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

fertilitas Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas fertilitas

Latar Belakang Skripsi 

Banyaknya  jumlah  kelahiran  anak  tanpa  ada  usaha-usaha  untuk mengendalikan akan menimbulkan ancaman yang serius bagi kelangsungan hidtesisup manusia.  Diantaranya    ancaman  tersebut  seperti  ledakan  penduduk,  masalah pangan,  pencemaran  lingkungan  serta  penipisan  persediaan  bahan  mentah. Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat mendorong timbulnya  berbagai macam masalah  ekonomi,  sosial  dan  psikologis  serta menghalangi  prospek  tercapainya kehidupan  yang lebih baik.

Total penduduk dunia pada tahun 1998 telah mencapai sekitar 5,9 milliar jiwa,  dan  lebih  dari  empat  perlima  dari  jumlah  tersebut  hidup  dinegara-negara dunia  ketiga,   sedangkan  yang  menghuni  negara-negara  maju  hanya  sekitar seperlimanya. Diantara kedua kedua kelompok negara tersebut terdapat perbedaan tingkat  kelahiran  maupun  tingkat  kematian  yang  sangat  mencolok.  Tingkat kelahiran  di  negara  negara  berkembang  pada  umumnya  sangat   tinggi  yaitu berkisar  antara  30  –  40  untuk  setiap  1000  penduduk,  sedangkan  untuk  negara-negara maju angkanya kurang dari setengahnya.( Todaro, 2000: 230 )

Perumusan Masalah

Berdasarkan  latar  belakang  permasalahan  di  atas  dapat  diambil  suatu perumusan masalah sebagai berikut :

1.  Apakah  ada  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri, pendidikan suami, pendidikan istri,  pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “antara”  (usia  kawin  pertama,  mortalitas  bayi,  alat kontrasepsi)  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  di  Kecamatan  Polokarto Kabupaten Sukoharjo?

2.  Apakah  ada  pengaruh  yang  signifikan  antara  lama  pendidikan  suami, lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga dan status pekerjaan  terhadappenggunaan  alat  kontrasepsi  di  Kecamatan  Polokarto  KabupatenSukoharjo?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini yaitu :

(1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel   sosial  ekonomi  yaitu  umur  suami,  umur  istri,  lama  pendidikan  suami,  lama pendidikan istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan variabel “antara” yaitu umur kawin  pertama,  mortalitas  bayi  ,  dan  alat  kontrasepsi   terhadap  fertilitas,

(2)  Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara variabel sosial ekonomi yaitu  lama pendidikan suami, lama pendidikan istri, pendapatan keluarga dan status pekerjaan terhadap  penggunaan  alat  kontrasepsi.

Kesimpulan

Dari hasil pengujian tabulasi silang dan hasil analisis data yang telah dilakukan dalam meneliti pengaruh umur suami, umur  istri, pendapatan keluarga,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri,  status pekerjaan  , usia kawin pertama, mortalitas bayi dan alat kontrasepsi   terhadap anak lahir hidup (fertilitas) di kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.  Dari  hasil  pengujian  tabulasi  silang  ,  terdapat  hubungan  yang   positip  antara umur  suami,   umur  istri, pendapatan keluarga,  status pekerjaan, dan mortalitas bayi    terhadap  jumlah kelahiran anak, sedangkan  lama pendidikan suami,  lama pendidikan istri, umur kawin pertama dan alat kontrasepsi berhubungan negatif terhadap  jumlah kelahiran anak.

2.  Dari hasil uji F (uji satu sisi) diperoleh kesimpulan bahwa secara bersama-sama terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “  antara”    (umur  kawin  pertama,  mortalitas  bayi  dan  alat kontrasepsi)  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  di  Kecamatan  Polokarto  , Kabupaten Sukoharjo.

3.  Dari hasil uji t (uji dua sisi) diperoleh kesimpulan bahwa secara individual tidak terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  umur  suami,  umur  istri,  dan  lama pendidikan suami terhadap jumlah kelahiran anak.

4.  Dari  hasil  uji  t  (uji  dua  sisi)  diperoleh  kesimpulan  bahwa  secara  individual terdapat pengaruh yang  signifikan antara pendapatan keluarga  terhadap  jumlah kelahiran  anak  dengan  pengaruh    positif  sebesar  1,08292E-06  yang  berarti apabila  pendapatan  keluarga  naik  sebesar  1.000  rupiah maka  akan menaikkan jumlah  kelahiran  anak  sebesar  1,08292E-06  satuan.  Lama  pendidikan  istri berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh negatif  0,054168 yang berarti apabila tingkat pendidikan naik sebesar 1 tingkat maka akan menurunkan  jumlah kelahiran anak sebesar 0,054168 satuan. Status pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh positif sebesar 0,569256 yang berarti apabila status orang yang  tidak  bekerja  meningkat  sebanyak1  orang,  akan  menaikkan  jumlah  kelahiran  anak sebesar  0,569256  satuan.Umur  kawin  pertama  berpengaruh  secara  signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh negatif sebesar 0,042641 yang berarti bahwa dengan penambahan 1  tahun pada variabel umur kawin pertama akan menurunkan  jumlah  kelahiran  anak  sebesar  0,042641  satuan. Mortalitas bayi  berpengaruh  secara  signifikan  terhadap  jumlah  kelahiran  anak  dengan pengaruh  positif  sebesar  0,305013  yang  berarti  apabila  mortalitas  bayi meningkat sebanyak 1 anak maka akan  terjadi kenaikan  jumlah kelahiran anak sebesar  0,305013  satuan.  Alat  kontrasepsi  berpengaruh  secara  signifikan terhadap jumlah kelahiran anak dengan pengaruh positif sebesar 0,419446 yang berarti  apabila  pemakai  alat  kontrasepsi  bertambah  sebanyak  1  orang,  akan menurunkan jumlah kelahiran anak sebesar  0,419446 satuan.

5.  Dari   koefisien  determinasi Majemuk (adjusted  R  square)  =  0,70465  berarti bahwa besarnya  sumbangan  /kontribusi perubahan pada  jumlah kelahiran anak yang  benar-benar  disebabkan  oleh  faktor  umur  suami,  umur  istri,  lama pendidikan suami,  lama pendidikan  istri, pendapatan keluarga, status pekerjaan dan  variabel  “antara“  (umur  kawin  pertama,  mortalitas  bayi,  dan  alat kontrasepsi)  secara  bersama-sama  adalah  70,46%  sedangkan  sisanya  29,54 % adalah disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian.

6.  Dari  hasil  pengujian  dengan model  logit  diperoleh  kesimpulan  bahwa  secara individual  tidak  terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara  lama  pendidikan suami,lama pendidikan  istri dan pendapatan keluarga  dengan penggunaan alat kontrasepsi. Sedangkan status pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan  alat  kontrasepsi   dengan  pengaruh  positif  sebesar  1,7976. Hal  ini berarti  apabila  terjadi  penambahan  status  yang  bekerja  sebesar  1  orang maka akan terjadi kenaikan penggunaan alat kontrasepsi sebesar 1,7976 satuan.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *