Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi

Skripsi Ekonomi~ Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2009

pendapatan Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi pendapatan

Latar Belakang Skripsi 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di dalam wilayah tersebut (Arsyad, 1999). Akan tetapi, kondisi daerah di Indonesia yang secara geografis dan sumber daya alam yang berbeda menimbulkan daerah yang lebih makmur dan lebih maju dibandingkan daerah yang lainnya.

Kebijakan pembangunan dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan cara memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada dan berbeda-beda bagi masing-masing daerah. Proses tersebut dilakukan agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata. Untuk itu, perhatian pemerintah harus tertuju pada semua daerah tanpa ada perlakuan khusus pada daerah tertentu saja. Hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat sebagai wujud peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata.

Rumusan Masalah 

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana pertumbuhan ekonomi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2009?
  2. Bagaimana pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah menurut Tipologi Klassen tahun 2005-2009?
  3. Berapa besar tingkat disparitas pendapatan antar daerah di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil tahun 2005-2009?

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, pola pertumbuhan ekonomi serta klasifikasi menurut Tipologi Klassen dan besarnya tingkat disparitas pendapatan berdasarkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Thei antar daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah selama periode penelitian tahun 2005-2009 mengalami fluktuasi menyesuaikan situasi perekonomian yang sedang terjadi. Laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah rata-rata 5,29 persen setiap tahun, jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan lagi karena banyak potensi yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah yang belum dikelola dengan maksimal.
  2. Pengklasifikasian kabupaten/kota berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita di Provinsi Jawa Tengah memakai alat analisis Tipologi Klassen dengan pendekatan wilayah ternyata menunjukkan masih banyak kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 yang merupakan daerah relatif tertinggal (termasuk dalam kuadran IV). Sebanyak 8 kabupaten pada kuadran ini merupakan daerah yang relatif tertinggal yaitu: Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.
  3. Disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dianalisis menggunkan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil. Hasilnya bahwa disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2005-2009 tergolong tinggi, karena berada di atas ambang batas 0,5. Indeks Entropi Theil dan Indeks Williamson yang menunjukkan adanya disparitas pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tersebut belum menunjukkan kecenderungan menurun karena masih tergolong tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *