Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat

Skripsi Ekonomi~ Analisis Deskriptif Pengaruh Pemberlakuan UU no. 38 tahun 1999 Terhadap Pelaporan Keuangan  Pada Lembaga Pengelola Zakat (Studi Kasus Di Lembaga Amil Zakat Yayasan Solo Peduli)

akuntansi (1) Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat Analisis Deskriptif Pelaporan Keuangan Pengelola Zakat akuntansi 11

Latar Belakang Skripsi 

Agar pengelolaan dana zakat dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilaksanakan pencatatan. Tujuan pencatatan pengelolaan dana zakat adalah sebagai sarana pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat umum. Pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan, harus dapat dipahami oleh setiap pengguna laporan. Untuk itu, diperlukan standar akuntansi pengelolaan zakat.

Persoalan  penting  yang dihadapi oleh Lembaga Pengelola Zakat bukan saja terletak pada organisasi pengelola zakat, akan tetapi bagaimana organisasi yang mendapat amanah  untuk mengelola ini betul dipercaya muzaki atau orang yang menunaikan zakat bahwa zakatnya dikelola dengan baik sesuai dengan ketentuan syariah dan sampai kepada mustahiq atau orang yang berhak menerimanya. Selain itu institusi pengelola zakat ini diakui keamanahannya oleh umat sehingga institusi/lembaga ini benar-benar berwibawa dan mempunyai arti penting di mata umat.

Perumusan Masalah

  1. Apa pengaruh pemberlakuan UU No. 38 tahun 1999 terhadap pelaporan keuangan suatu lembaga zakat yang telah berbadan hukum di Surakarta ?

Tujuan Penelitian 

Ingin mengetahui pengaruh pemberlakuan UU No. 38 tahun 1999 terhadap pelaporan keuangan suatu lembaga zakat yang telah berbadan hukum di Surakarta.

Kesimpulan

Dari hasil analisis,  setelah adanya penerapan UU No. 38 tahun 1999 khususnya pada sistem pelaporan keuangan Solo Peduli peneliti menemukan beberapa pengaruh dari perubahan tersebut:

  1. adanya kejelasan pada pengelolaan dana, yaitu dari mana saja penerimaan dana, kemana dana disalurkan, seberapa besar dana yang disalurkan dan dana yang disalurkan itu diambilkan dari pos penerimaan mana karena pelaporan yang sekarang tidtesisak hanya memasukkan penerimaan dan penggunaan dana yang diperoleh ke Laporan Sumber dan Penggunaan Dana saja sehingga kita tidak mengetahui penerimaan dana dari zakat (misalnya) dialokasikan seberapa besar dan kemana saja.
  2. pelaporan sekarang mengharuskan lembaga membuat lima bentuk laporan 4 bentuk laporan keuangan dan satu catatan laporan keuangan, hal ini akan berimplikasi pada:
  • pengawas dan muzaki akan dapat lebih detail mengetahui pengelolaan dari dana-dana yang telah diterima lembaga.
  • Bagi pihak pengelola sendiri hal ini merupakan kontrol bagi pengelolaan dana yang telah diterima segala sesuatu harus tercatat dan terlaporkan sesuai dengan pos dan ketentuaannya. Kesalahan yang dibuat pihak pengelola berkaitan dengan pengelolaan yang dapat dideteksi dari sistem pelaporan ini dikenakan sanksi seperti yang telah ditetapkan dalam UU No. 38 tahun 1999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *