Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi Pedagang Kaki Lima

Skripsi Ekonomi~ Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima  Di Kawasan Banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo Surakarta

PKL Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima Analisis Dampak Revitalisasi dan Relokasi  Pedagang Kaki Lima PKL

Latar Belakang Skripsi 

Pasar merupakan salah satu tempat terjadinya transaksi atau tempat dimana terjadinya pertemuan antara demand dan suplay. Pasar adalah sekelompok pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa pembeli berperan sebagai suatu kelompok yang menentukan seberapa banyak permintaan barang dan penjual berperan sebagai kelompok yang menentukan seberapa banyak penawaran akan barang tersebut (Mankiw,2004;78). Salah satu bentuk pasar adalah pasar kompetitif yaitu pasar yan didtesisalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual sehingga masing-masing pembeli atau penjual memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap harga pasar. (Mankiw, 2004;78).

Di Kota Surakarta sendiri memiliki 44 pasar yang tersebar di Kota Surakarta pasar yang terkenal di Kota Surakarta antara lain Pasar  Legi, Pasar Klewer, Pasar Gede, Pasar Singosaren, Pasar Notoharjo, dan Pasar Ngarsopuro. Pendapatan pasar terbesar  di Pasar Legi sebesar Rp. 1.437.132.840,00 ( Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta; desember 2010).

Rumusan Masalah

Dari gambaran umum di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Omset Pedagang Kaki Lima tersebut?
  2. Apakah Revitalisasi Pedagang Kaki Lima di kawasan Banjarsari Berpengaruh terhadap Keuntungan Pedagang Kaki Lima tersebut?

Tujuan Penelitian 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari Surakarta ke Pasar Klitikan Notoharjo terhadap omset penjualan, keuntungan pedagang, jumlah karyawan yang dihitung dalam satuan HOK, kuantitas barang yang dijual, dan reribusi dan pungutan pasar. arti kata dampak disini adalah untuk mengetahui perubahan variabel-variabel yang sudah disebutkan diatas terhadap kondisi pedagang saat ini (di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi) dengan cara membandingkan antara di Notoharjo dan saat masih di Banjarsari.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dengan mengunakan metode uji t (Paired sample t test) menggunakan  software spss 17 dapat disimpulkan dampak revitalisasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Banjarsari dan sekarang direlokasi di Pasar Klitikan Notoharjo Semanggi berpengaruh terhadap omset, keuntungan, jumlah tenaga kerja, kuantitas barang yang dijual dan retribusi dan pungutan pasar. Hasil anailisis sebagai berikut :

  1. Variabel Omset Penjualan Pedagang Variabel omset penjualan pedagang  sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan omset di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  2. Variabel Keuntungan Pedagang Variabel keuntungan pedagang sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan keuntungan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari
  3. Variabel Jumlah Tenaga Kerja Variabel jumlah tenaga kerja sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi yang dihitung dengan satuan HOK (Hari Orang Kerja) tidak menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Revitalisasi dan relokasi kurang berpengaruh atau  tidak ada perbedaan secara signifikan terhadap jumlah tenaga kerja antara sebelum dan sesudah direvitalisasi dan direlokasi.
  4. Variabel Kuantitas Barang yang dijual Variabel kuantitas barang yang dijual sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan. Nilai dari t hitung menunjukkan nilai yang negatif hal ini menunjukkan adanya penurunan kuantitas penjualan di Pasar Notoharjo jika di bandingkan dengan jumlah omset ketika di Banjarsari.
  5. Variabel Pungutan Pasar dan Retribusi Variabel pungutan pasar dan retribusi secara signifikan mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah revitalisasi dan relokasi Pedagang Kaki Lima di kawasan banjarsari ke Pasar Klitikan Notoharjo menunjukkan perbedaan secara nyata pada tahun pengamatan.
Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *