Analisis Bantuan Khusus Siswa Miskin Di Kabupaten Madiun

Skripsi Pendidtesisikan~ Analisis Bantuan Khusus Siswa Miskin  Di Kabupaten Madiun

BKSTM Analisis Bantuan Khusus Siswa Miskin Di Kabupaten Madiun Analisis Bantuan Khusus Siswa Miskin Di Kabupaten Madiun BKSTM

Latar Belakang Skripsi 

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 46 yang mengatakan bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat”,  serta Pasal 34 ayat 2 yang isinya “Pemerintah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pandidikan dasar tanpa memungut biaya”. Hal ini berarti bahwa pemerintah berkewajiban membiayai pendidikan dasar bagi warga negaranya.

Komitmen pemerintah untuk menjaga agar anak-anak dari keluarga miskin dapat tetap bersekolah dan/atau  paling kurang  menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun, sudah ditunjukkan melalui berbagai fasilitas antara lain  pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan beasiswa siswa miskin (BSM).

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap angka melanjutkan?
  2. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap Angka Partisipasi Murni?
  3. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap Angka Partisipasi Kasar?
  4. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap jumlah siswa usia 16 tahun?
  5. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap jumlah siswa usia 17 tahun?
  6. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap jumlah siswa usia 18 tahun?
  7. Apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap jumlah siswa keseluruhan ( Usia 16 – 18 Tahun )?

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Bantuan Khusus Siswa Miskin berkorelasi terhadap:

1). Angka Melanjutkan,

2). Angka Partisipasi Murni,

3). Angka Partisipasi Kasar

4). Jumlah siswa usia 16 tahun,

5). Jumlah siswa usia 17 tahun,

6). Jumlah siswa usia 18 tahun,

7). Jumlah siswa keseluruhan (usia 16 – 18 tahun).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa :

  1. Hubungan yang signifikan antara Angka melanjutkan dengan  BKSM. Hubungan antara variabel Angka melanjutkan (X1) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,897 dalam katagori   “sangat kuat”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Angka melanjutkan dengan  BKSM mempunyai hubungan sangat kuat sehingga diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun pada tingkat SLTA lebih berhasil.
  2. Hubungan yang signifikan antara Angka Partisipasi Murni dengan  BKSM. Hubungan antara variabel Angka Partisipasi Murni (X2) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,179 dalam katagori  “sangat lemah”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Angka Partisipasi Murni dengan  BKSM mempunyai hubungan sangat lemah sehingga diharapkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Madiun pada tingkat SLTA lebih ditingkatkan kembali.
  3. Hubungan yang signifikan antara Angka Partisipasi Kasar dengan  BKSM.  Hubungan antara variabel Angka Partisipasi Kasar (X3) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,193 dalam katagori  “sangat lemah”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Angka Partisipasi Kasar dengan  BKSM mempunyai hubungan sangat lemah sehingga diharapkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Madiun pada tingkat SLTA lebih ditingkatkan kembali.
  4. Hubungan yang signifikan antara Jumlah Siswa Usia 16 tahun dengan  BKSM.  Hubungan antara variabel Jumlah Siswa Usia 16 tahun (X4) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,718 dalam katagori  “kuat”.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Jumlah Siswa Usia 16 tahun dengan  BKSM mempunyai hubungan kuat sehingga diharapkan  semakin banyak anak usia 16 tahun termotivasi dalam belajarnya.
  5. Hubungan yang signifikan antara Jumlah Siswa Usia 17 tahun dengan  BKSM.  Hubungan antara variabel Jumlah Siswa Usia 17 tahun (X5) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,711 dalam katagori  “kuat”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Jumlah Siswa Usia 17 tahun dengan  BKSM mempunyai hubungan kuat sehingga diharapkan semakin banyak anak usia 17 tahun termotivasi dalam belajarnya.
  6. Hubungan yang signifikan antara Jumlah Siswa Usia 18 tahun dengan  BKSM. Hubungan antara variabel Jumlah Siswa Usia 18 tahun (X6) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,635  dalam  katagori    “kuat”.  Hasil  penelitian ini membuktikan bahwa variabel Jumlah Siswa Usia 17 tahun dengan  BKSM mempunyai hubungan kuat sehingga diharapkan semakin banyak anak usia 17 tahun termotivasi dalam belajarnya.
  7. Hubungan yang signifikan antara Jumlah Siswa Keseluruhan (Usia 16-18 tahun) dengan  BKSM.  Hubungan antara variabel Jumlah Siswa Keseluruhan (X7) dengan  BKSM (Y) sebesar 0,895 dalam katagori  “Sangat kuat”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Jumlah Siswa Keseluruhan dengan  BKSM mempunyai hubungan sangat kuat sehingga diharapkan semakin banyak Jumlah Siswa berkemauan dalam meingkatkan pendidikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *