Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah

Skripsi Ekonomi~ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pajak Daerah Serta Tingkat Efisiensi Dan Efektivitas  Dalam Pemungutan  (Studi Kasus di Kabupaten Karanganyar)

lapor-pajak

Latar Belakang Skripsi 

Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah harus berusaha untuk mengelola daerah dengan sebaik-baiknya. Mengingat potensi disetiap daerah berbeda satu sama yang lain, oleh karena itu pemerintah daerah harus dapat menentukan langkah-langkah strategis guna mengembangkan dan meningkatkan usaha disektor potensial bagi daerah masing-masing.

Dengan adanya pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah, peranan pemerintah daerah sangat dominan sehingga perlu pengaturan keuangan daerah yang baik. Untuk menunjang kegiatan pembangunan daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan pendapatan daerah yang optimal pemerintah daerah dapat mandiri tanpa ada bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga dapat meminimalisai ketergantungan terhadap pemerintah pusat.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang seperti yang telah diungkapkan di atas, perumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah :

  1. Apakah tingkat pencapaian pungutan pajak daerah baik pajak daerah secara keseluruhan maupun masing-masing jenis pajak yang ada di Kabupaten Karanganyar sudah efisien dalam pemungutan pajak daerah?
  2. Apakah tingkat pencapaian pungutan pajak daerah baik pajak daerah secara keseluruhan maupun masing-masing jenis pajak yang ada di Kabupaten Karanganyar sudah efektif dalam pemungutan pajak daerah?
  3. Bagaimana pengaruh inflasi, jumlah penduduk dan PDRB terhadap penerimaan pajak daerah di Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Secara umum tujuan yang akan hendak dicapai pada penelitian ini adalah ingin mengetahuai faktor  apa saja yang mempengaruhi pajak daerah serta tingkat efisiensi dan efektivitas  dalam pemungutan  .

Kesimpulan

Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh, efisiensi pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Karanganyar tahun 2002-2008 adalah sebagai berikut:

(1) efisiensi pajak hotel adalah 5,04 % yang berarti sangat  efisien,

(2) efisiensi pajak hiburan adalah 4,47 % yang berarti sangat efisien,

(3) efisiensi pajak bahan galian golongan C adalah 4,25 % yang berarti sangat efisien,

(4) efisiensi pajak penerangan jalan adalah 4,08 % yang berarti sangat efisien,

(5) efisiensi pajak reklame adalah 3,76 % yang berarti sangat efisien,

(6) efisiensi pajak parkir adalah 3,50 % yang berarti sangat efisien, dan

(7) efisiensi pajak restoran  adalah 3,31 % yang berarti sangat efisien.

Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh, efektivitas pengelolaan pajak

daerah di Kabupaten Karanganyar tahun 2002-2008 adalah sebagai berikut:

(1) efektivitas pajak hiburan adalah 78 % yang berarti tidak efektif,

(2) efektivitas pajak hotel adalah 93 % yang berarti sangat efektif,

(3) efektivitas pajak penerangan jalan adalah 116 % yang berarti sangat efektif,

(4) pajak restoran adalah 118 % yang berarti sangat efektif,

(5) pajak reklame adalah 121 % yang berarti sangat efektif,

(6) pajak bahan galian golongan C adalah 123 % yang berarti sangat efektif, dan

(7) pajak parkir adalah 128 % yang berarti sangat efektif.

Diantara variabel inflasi, jumlah penduduk dan PDRB maka yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah adalah variabel jumlah penduduk. Variabel yang mempengaruhi besarnya penerimaan pajak daerah ini, digunakan untuk mengambil kebijakan efisiensi dan efektivitas pajak daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *