Jasa Layanan Skripsi dan Tesis Murah Surabaya

Mungkin bagi mahasiswa yang rajin mengikuti kuliah, membuat skripsi dan tesis tidak begitu susah. Namun bagi mahasiswa yang jarang masuk maka membuat skripsi adalah sulit, saya juga pernah mengalaminya. Walaupun saya rajin masuk, tetap saja perlu bimbingan dosen untuk membuat skripsi. Kota Surabaya demikian juga banyak dari klien kami yang berasal dari kota ini, sebab jasa kami adalah online, sehingga dapat dijangkau dari seluruh penjuru Indonesia termasuk dari kota Surabaya. Continue reading Jasa Layanan Skripsi dan Tesis Murah Surabaya

Jasa Layanan Skripsi Tesis Murah Jakarta

Dengan banyaknya perguruan tinggi di Jakarta yang mencapai ratusan, hal ini merupakan pasar yang menggembirakan para penyedia jasa layanan jasa skripsi dan tesis di Jakarta. Demikian juga agar dapat dijangkau seluruh Indonesia maka kami berusaha untuk online agar dapat dijangkau peminat jasa skripsi dan tesis seluruh Indonesia khususnya Jakarta. Continue reading Jasa Layanan Skripsi Tesis Murah Jakarta

Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Ilmu atau “sains” adalah pengetahuan tentang fakta fakta, baik natura atau sosial, yang berlaku umum dan sistematik. Karena ilmu berlaku umum, maka darinya dapat disimpulkan pernyataan-pernyataan yang didasarkan pada beberapa kaidah umum pula. Ilmu tidak lain dari suatu pengetahuan yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematik menurut kaidah umum

  1. Ilmu dan Proses Berpikir

Dua buah definisi dari ilmu adalah sebagai berikut : Continue reading Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak

Skripsi EkonomiAnalisis Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar

pelayanan pdam Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak Efektifitas Penagihan Dengan Surat Paksa Penerimaan Pajak pelayanan pdam

 

 

Latar Belakang Skripsi 

Salah satu  cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam usaha peningkatan penerimaan pajak adalah dengan melakukan pembauran peraturan, kebijakan dan administrasi perpajakan dimana telah dilakukan secara terus menerus, bertahap, konsisten dan berkelanjutan. Usaha yang telah ditempuh bangsa Indonesia dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan yaitu diawali dengan adanya perubahan atau pembaharuan sistem perpajakan nasional yang biasanya lebih dikenal dengan nama Tax Reform. Tax Reform dilakukan pemerintah karena dianggap bahwa peraturan perpajakan yang berlaku pada tahun 1983 adalah peninggalan kolonial Belanda yang  sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, struktur dan organisasi pemerintahan serta tidak berdasarkan Pancasila.

Tujuan dari dilakukannya reformasi perpajakan yaitu untuk lebih menegakkan kemandirian kita dalam membiayai pembangunan nasional dengan jalan lebih mengerahkan lagi segenap kemampuan diri kita sendiri.  Pemerintah menyadari bahwa untuk membiayai pelaksanaan pembangunan nasional kita tidak dapat dan tidak mungkin hanya mengandalkan kepada peningkatan penerimaan negara dari minyak bumi dan gas alam maupun dari utang luar negri. Oleh karena itu, peningkatan penerimaan negara melalui perpajakan dari sumber-sumber diluar minyak bumi dan gas merupakan suatu keharusan yang mutlak bagi berhasilnya pelaksanaan pembangunan. Pada reformasi perpajakan sistem perpajakan yang berlaku pada saat itu akan disederhanakan. Salah satu bukti diberlakukannya tax reform yaitu ditandai dengan diberlakukannya sistem pemungutan pajak self assessment yaitu dimana wajib pajak sekarang diberi kepercayaan untuk menghitung dan melaporkan sendiri segala perpajakannya menggantikan sistem official assessment dimana dalam sistem ini semua urusan perpajakan dilakukan oleh fiskus termasuk menghitung dan melaporkan pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 dan diubah lagi dengan Undang-undang No. 28 Tahun 2007.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar?
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar?

Tujuan Penelitian 

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah ingin mengetahui, sebagai berikut :

  1. Bagaimana prosedur penerbitan Surat Paksa yang diterapkan di KPP   Pratama Karanganyar.
  2. Bagaimana cara menganalisa efektifitas penagihan dengan menggunakan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar
  3. Apa saja kendala yang dihadapi dalam kegiatan pelaksanaan Surat Paksa di KPP Pratama Karanganyar

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan serta keterangan dari KPP Pratama Karangnayar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1.  Penerimaan pajak tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 23 % dari tahun 2008 yaitu dimana tahun 2008 penerimaan pajaknya mencapai Rp. 262,529,343.500 dan pada tahun 2009 naik menjadi Rp. 322,911,092.590

2.  Pelaksanaan kegiatan penagihan dengan Surat Paksa dari mulai penerbitan sampai pelaksanaannya telah sesuai dengan Standart Operating System yang diterapkan oleh SIDJP hanya saja dalam penyelesaiannya dimana seharusnya harus diselesaikan dalam waktu 7 hari di KPP Pratama Karanganyar diselesaikan lebih dari 7 hari.

3.  Pelaksanaan kegiatan Penagihan dengan Surat Paksa jika dinilai dari perbandingan jumlah lembar yang diterbitkan dengan yang terbayar dinilai sangat efektif baik dari tahun 2008 maupun 2009 dikarenakan tingkat rasio yang dihasilkan lebih dari 60%, tetapi jika dinilai dari segi nominal tingkat penagihan dengan surat paksa yang dilakukan dinilai tidak efektif karena jika dilihat dari rasio yang dihasilkan masih dibawah 60% di semua triwulan tahun 2008 meskipun pada tahun 2009 untuk triwulan I dan II lebih dari 60% tapi untuk triwulan III dan IV rasionya turun dibawah 60%. Hal ini terjadi mungkin Surat Paksa yang terbayar dari tunggakan  –tunggakan pajak yang jumlahnya relatif kecil.

4.  Kontribusi penagihan pajak dengan Surat Paksa untuk pengurangan tunggakan pajak  yaitu sebesar Rp. 5,112,678,000 atau sebesar 25% dari seluruh jumlah pengurangan tunggakan pajak pada tahun 2008. Sedangkan untuk tahun 2009 kontribusi Surat Paksa dalam pengurangan tunggakan pajak naik menjadi Rp.  7,985,653,000 atau  sebesar 35,56 % dari total jumlah seluruh pengurangan tunggakan pajak.

5.  Kurang efektifnya pelaksanaan penagihan pajak dengan Surat Paksa akibat minimnya Sumber Daya Manusia dalam Juru Sita Pajak yang tidak sebanding dengan banyaknya Wajib Pajak yang mempunyai tunggakan pajak. Selain itu banyaknya Juru Sita Pajak yang kurang paham atau kurang menguasai wilayah kerjanya.

Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur

Skripsi EkonomiAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

gedung_bei Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Analisis Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur gedung bei

Latar Belakang Skripsi 

Bagi investor informasi tentang  Return On Asset  (ROA),  Price Earning Ratio (PER), Dividen Per Share  (DPS), Financial Leverage (FL), , Inventory Turn Over  (ITO),  Price Book Value  (PBV), menjadi kebutuhan yang sangat mendasar dalam kebutuhan pengambilan keputusan. Informasi tersebut dapat mengurangi ketidakpastian dan resiko yang mungkin terjadi, sehingga keputusan yang diambil diharapkan akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.  Aharony dan Itzhak (1980) menunjukkan penelitian mereka bahwa pasar bereaksi saat terjadi pengumuman dividen. Nilai sebuah saham suatu perusahaan dapat merupakan suatu prestasi dari perusahaan tersebut, dinilai dari kinerja keuangan yang dapat dilihat dan diukur atas financial leverage perusahaan tersebut, karena financial leverage menggambarkan bagaimana perusahaan membiayai aktivitasnya.

Oleh karena itu  financial leverage  dapat digunakan sebagai input untuk mengukur perubahan atas harga saham. Menurut Weston dan Brigham (1984) struktur modal perusahaan merupakan bauran atau perpaduan dari hutang, saham preferen dan saham biasa yang dikehendaki perusahaan. Penggunaan hutang untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menghasilkan keuntungan dan dapat berdampak pada kerugian yang tidak lain adalah merupakan resiko dari penggunaan hutang. Hutang menyebabkan beban yang bersifat tetap yaitu beban bunga dan pokok pinjaman yang harus dibayar, dilain pihak hutang merupakan sumber dana yang dapat digunakan untuk mendanai aktivitas perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkatkan kemampuan menghasilkan laba, selain itu beban bunga yang harus dibayar tersebut merupakan beban yang dapat digunakan sebagai elemen pengurang pajak penghasilan.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah  Return On Asset  (ROA),  Dividen Per Share  (DPS) ,Financial Leverage  (FL),  Price Earning Ratio  (PER),Inventory Turn Over  (ITO), Price Book Value  (PBV),secara simultan mempunyai pengaruh terhadap Return Saham  perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008?
  2. Apakah  Return On Asset  (ROA),  Dividen Per Share  (DPS) ,Financial Leverage  (FL),  Price Earning Ratio  (PER),Inventory Turn Over  (ITO), Price Book Value  (PBV)  secara parsial mempunyai pengaruh terhadap Return Saham  perusahaan  manufaktur  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008?

Tujuan Penelitian 

Penelitian yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi  Return Saham  Pada  Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  Return On Asset  (ROA),  Price Earning Ratio (PER), Dividen Per Share (DPS), Financial Leverage (FL), Inventory Turn Over (ITO), Price Book Value (PBV),  terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh Return On Asset  (ROA), Price Earning Ratio  (PER), Deviden Per Share  (DPS), Finacial Leverage  (FL), Inventory Turn Over  (ITO), Price to Book Value  (PBV)  terhadap  return  saham pada Perusahaan manufaktur   yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Hasil uji F pada hipotesis pertama menunjukan bahwa diperoleh nilai Fhitung  sebesar  2,362  dengan tingkat signifikansi 0,034. Karena nilai signifikansi F lebih kecil dari 0,05 maka kesimpulan model ini layak untuk memprediksi  Return  Saham. Artinya ada pengaruh simultan antara variabel Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER), Deviden Per Share (DPS), Finacial Leverage (FL), Inventory Turn Over (ITO), Price to Book Value  (PBV)  terhadap  return  saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  2. Hasil analisis uji t, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:
  • Return On Asset  (ROA)  tidak  berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Price Earning Ratio  (PER)  tidak berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Deviden Per Share  (DPS)  tidak  berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Finacial Leverage  (FL)  berpengaruh  negatif  signifikan terhadap return saham, Dengan tingginya rasio perbandingan seluruh hutang dengan seluruh aktiva dari perusahaan tersebut akan menjadikan enggan bagi para investor dalam membeli saham-saham perusahaan manufaktur tersebut di Bursa Efek Jakarta. Dengan kata lain, investor akan lebih menyukai membeli perusahaan-perusahaan yang memiliki FL rendah dibandingan perusahaan-perusahaan yang memiliki FL tinggi.
  •  Inventory Turn Over  (ITO)  tidak berpengaruh signifikan terhadap return  saham  karena nilai signifikansinya  diatas 5%. Akan tetapi variabel ini tetap memiliki pengaruh terhadap return saham apabila diuji secara bersama-sama dengan variabel yang lain. Selain itu koefesien regresinya menunjukan tanda negatif.
  •  Price to Book Value (PBV) berpengaruh positif signifikan terhadap return  saham, sehingga kenaikan  PBV  akan menaikkan  return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa besarnya nilai perusahaan diperhitungkan oleh investor dalam pembelian saham. Hal ini dapat dijelaskan bahwa nilai PBV yang lebih besar menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami pertumbuhan, sehingga investor juga berpendapat bahwa kondisi perusahaan akan menguntungkan untuk investasi. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan harga saham perusahaan sehingga return saham juga meningkat.